Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

JAGALAH HATI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-248:1 Saleleng Ho di Tano on
Saleleng ho di tano on, patigor ma roham. Paingotingot ma tongtong nidok ni Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
Kej. 8:21-22 (Pagi)
Yes. 48:20-22 (Mlm)

RENUNGAN
Amsal 27:19
Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

JAGALAH HATI
Amsal merupakan ucapan, perumpamaan, peribahasa dari kelompok orang bijak khususnya yang dikaruniai hikmat dan nasihat Ilahi mengenai masalah-masalah kehidupan praktis dan filosofis. Perumpamaan hikmat dari ayat ini khusus menekankan kata “hati” manusia. Begitu pentingnya kata “hati” sebab ia mencerminkan atau menggambarkan diri seseorang secara utuh. Hati bukanlah Liver ataupun jantung yang kita pahami secara medis, melainkan simbol yang menunjukkan spritualitas, emosi dan moral atau sering juga disebut pusat kecerdasan manusia. Hati dapat melihat ke dalam diri sendiri (introspeksi) dan juga refleksi diri sehingga orang lain dapat melihat diri kita (kesaksian).

Semua orang ingin memiliki hati yang gembira, tenang dan teguh di dalam kasih karunia Tuhan. Namun, keinginan dan hasrat untuk mendapat pujian atau kehormatan sering membuat kita tergoda dan jatuh. Menghalalkan cara yang tidak baik demi untuk mendapatkan yang terbaik, terbesar dan terhebat menjadi hal yang biasa. Di zaman now, maka kekayaan dan uang semakin berkuasa. Bahkan semua hal dan perkara dapat diraih, kenikmatan hidup termasuk pujian, penghargaan dan kehormatan dapat dibeli. Sehingga setiap orang sangat tergoda untuk memiliki uang, sebagaimana 2 Timotius 3:2 manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Inilah tantangan dan sekaligus ancaman terbesar bagi hati kita, sebab akar segala kejahatan adalah cinta uang. Jika hati kita cinta uang, maka kita akan terjebak dalam jejaring dosa sehingga hidup kita jauh dari Damai Sejahtera Tuhan. Hikmat Raja Salomo di Amsal 4:23, mengingatkan kita untuk menjaga hati karena dari sanalah terpancar kehidupan. Ingin hidup bersinar dan menjadi berkat, maka mari jaga dan pelihara hati kita. Tetap berdoa, setia baca Firman Tuhan, ucapan syukur serta berbuat kebaikan senantiasa. Tuhan memberkati dan menolong kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 Tinggallah Dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus, jadilah muridNya; B’lajarlah Firman Tuhan, taat kepadaNya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan Kuasanya. Dialah pokok yang benar, kitalah rantingnya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.

ALLAH YANG BENAR DAN HIDUP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-15:4- Aut na saribu hali ganda
Mauliate ma rohangku di Ho o Debata tongtong. Dibahen sude denggan basaMu naung nilehonmu di au on. Ai dipatongon Ho tongtong sude na ringkot di au on.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 7: 37 – 38 (Pagi)
2 Raj. 2: 19-21 (Malam)

RENUNGAN
Kisah Para Rasul 14: 17
Namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan.

ALLAH YANG BENAR DAN HIDUP
Ayat ini merupakan bagian dari kisah penginjilan Rasul Paulus dan Barnabas di Listra, di mana pada saat itu mereka menunjukkan kekuasaan Ilahi melalui penyembuhan seorang yang lumpuh sejak lahir. Tindakan ini, menyebabkan orang menganggap mereka adalah dewa yang turun ke dunia yaitu dewa Zeus (Barnabas) dan Hermes (Paulus), lalu mereka mengelu-elukan Rasul Paulus dan Barnabas, lalu mereka memberikan persembahan. Akan tetapi Rasul Paulus dan Barnabas tidak menjadi buta dan mengambil atau mencuri kemuliaan Allah. Mereka menyatakan kemuliaan Allah dengan mengajarkan tentang Allah yang benar dan hidup yang menurunkan hujan dan memberikan musim subur serta makanan dan kegembiraan, bukan allah yang mati seperti dewa yang diyakini dan disembah oleh mereka.
Bagaimana dalam kehidupan kita sekarang ini? Apakah kita sering mencuri kemuliaan Allah? Kita sering mengakui sesuatu yang hebat adalah hasil kerja kita bukan pemberian Tuhan Allah yang hidup. Kita sering pergi ke paranormal dan orang pintar untuk menyelesaikan masalah kita, memajukan usaha, dan kesuksesan kita. Kita sering lupa bahwa kita mempunyai Allah yang benar dan hidup yang memberi dan memelihara hidup kita. Dia memberikan hujan sehingga lahan pertanian subur, memberikan panas sehingga para petani dapat menanam padi dan menjemur pada saat panen tiba. Kita sering takut menghadapi hari demi hari dalam kehidupan kita dan selalu hidup was-was. Firman Tuhan menyatakan “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Pet. 5:7), Tuhan Allah akan memelihara hidup kita karena Dia Allah yang benar dan Hidup, jadi jangan takut dan gentar. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-401:1 Makin Dekat, Tuhan
Makin dekat, Tuhan kepada-Mu, walau pun saliblah mengangkatku, inilah laguku: Dekat kepada-Mu; makin dekat Tuhan, kepada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

OASE DI TANAH KERING


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-10:1 Hupuji, Hupasangap Ho
Hupuji hupasangap Ho, Amang pardenggan basa. Ai jadijadianMu do, sude angka na masa.
Di tompa Ho do sasude, doginghu ro di tondi pe. Pinuji ma GoarMu.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 7:24-27 (Pagi) Yer. 14:1-6 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 12:2-3
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab Tuhan Allah itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.

OASE DI TANAH KERING
Beberapa orang ibu sedang berkumpul di teras rumah, mereka berdiskusi dengan asyiknya mengenai cara mendidik anak. Tiba-tiba anak yang empunya rumah, yang berusia 7 tahun menumpahkan susu miliknya dengan sengaja. Ibunya datang menghampirinya dan memarahi sampai anak tersebut menangis tersedu-sedu. Karena ulah anak tersebut yang bandal, otomatis ibu yang lain ikut kesal, lalu mereka ikut serta untuk memarahi anak tersebut. Namun melihat hal tersebut, ibu sang anak menjadi kesal dengan teman-temannya, lalu terjadilah percekcokan antara ibu yang satu dengan ibu yang lainnya. Ibu yang memiliki anak ternyata tidak berterima, jika ibu yang lain ikut memarahi anaknya. Ia berkata: “hanya aku yang boleh memarahi anakku, yang lain tidak boleh”.

Melihat peristiwa tersebut aku berfikir, mungkin Allah juga memiliki sifat yang sama. Terkadang Allah marah kepada bangsa Israel bahkan sampai masuk ke dalam kategori kejam. Tetapi Allah tidak menyukai jika bangsa-Nya diperangi oleh bangsa lain. Ketika itu terjadi, Allah pasti berbalik untuk mengasihi bangsa Israel dan menghukum bangsa lain. Sifat Allah ini, sama seperti ibu yang memiliki anak dalam cerita di atas. Melalui cerita ini, kita mengetahui bahwa kemarahan Allah bukan untuk menghukum bangsa-Nya, tetapi untuk memberikan pelajaran yang berharga kepada mereka. Dari pelajaran itulah bangsa Israel akan mengetahui bahwa sesungguhnya Allah bukanlah Allah yang pemarah, tetapi justru Allah yang penuh kasih. Melalui kemarahan yang penuh kasih itulah, hari demi hari kita dibentuk menjadi pribadi yang penuh dengan kegirangan. Seperti sebuah oase di tengah tanah yang kering. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-412:2 Tuntun aku, Tuhan Allah
Buka sumber air hidup, penyembuhan jiwaku. Dan berjalanlah di muka dengan tiang awanMu. Jurus’lamat, Jurus’lamat, Kau Perisai hidupku, Kau perisai hidupku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.

DIBERKATI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-17:2- Raja Na Tumimbul
Sai dipuji langit jadijadianMu saluhut pambahenanMu. Parsinondang bolon na marpangongguri Ho o Tuhan do dipuji. Bulan i, bintang pe, Ho do pinujina dohot sinondangna

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 8: 6 – 11 (Pagi) Kej. 26:17-22 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 33:13b
Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah

DIBERKATI
Dalam Ulangan 33, diceritakan tentang pemberian berkat Allah kepada semua suku Israel melalui Musa. Ayat 13 adalah menjelaskan berkat kepada Yusuf. Yusuf adalah anak Yakub dari istrinya Rahel. Yakub diberkati Tuhan walapun dia dibenci dan dijual ke Mesir oleh saudara-saudaranya, lalu dipenjarakan. Tetapi dia mendapatkan berkat yang berbeda jauh dari saudaranya. Mengapa diberkati? Ada beberapa alasan mengapa Yusuf diberkati dengan negerinya yang terbaik. Di antaranya adalah karena Yusuf menjaga kesucian hidup dan tidak membalas dendam, menjaga kesucian, tidak mau meladeni keinginan nafsu dari istri Potifar (Kej. 39: 12). Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendapatkan kesempatan seperti pengalaman Yusuf. Yusuf tidak mau balas dendam, bahkan memberikan dan melayani saudara-saudara dengan baik (Kej 42-45).

Banyak orang saat ini berfikir bahwa dengan melampiaskan rasa sakit hati dan dendam maka kita akan mendapatkan solusi. Perasaan sakit hati kita pelihara bertahun-tahun dengan tidak memberikan kesempatan sedikitpun untuk dilupakan. Bagi orang Batak sudah sangat familiar dengan kata- kata “mardomu di tano rara”, yang artinya tiada maaf sampai maut memisahkan. Kita harus ingat Firman Tuhan berikut: “Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati…” (1 Pet. 3:9), begitu juga: “kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu” (Luk. 6: 27-28). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-403: 3 Hujan berkat ‘kan tercurah
Hujan berkat ‘kan tercurah. Kini kami berseru, ‘brilah dengan limpah ruah, agar genap sabdaMu!” Hujan berkatMu itu yang kami perlu: sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERKAT ATAU SUMBER BERKAT?


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-565:4- Las Rohangku Lao Mamuji
Rap ma hita mangendehon sangap di GoarNai. Tapangiar soaranta lao mamuji Tuhan i. sun do holong ni rohaNa na so marnamontok i. i do pasadahon hita salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak. 3: 11 – 13 (Pagi) Kej. 21:14-19 (Malam)

RENUNGAN
Keluaran 23:25
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.

BERKAT ATAU SUMBER BERKAT?
Pernahkah Anda mendengar teologia sukses? Teologia sukses adalah pandangan yang menekankan bahwa jika menjadi orang Kristen, akan terus diberkati dengan harta yang melimpah, pasti sembuh dari penyakit, dan menjadi kaya; fokus utamanya adalah berkat atau kekayaan. Percaya Tuhan pasti diberi kekayaan dan kesembuhan. Namun, nyatanya jika doanya tidak dikabulkan Tuhan, maka dia kecewa dan sebagian meninggalkan Tuhan. Pandangan seperti itu tidak sesuai dengan Alkitab. Ajaran yang benar adalah iman harus berpusat pada Kristus dan kebangkitan-Nya. Percaya pada Tuhan tidak otomatis hidup senang dan kaya, bahkan bisa sebaliknya menderita berkepanjangan. Oleh karena itu, pusat iman Kristen adalah salib Kristus.

Ibadah yang benar adalah ibadah yang berpusat pada Allah Tritunggal. Percaya dan taat pada perintah Tuhan, menolak penyembahan harta, patung, dan allah lain. Itu adalah Berkat terbesar dalam hidup. Kemudian jika ada berkat makanan dan minuman, serta pertolongan akan kesembuhan adalah berkat sekunder atau tambahan. Iman kita tidak dibangun di atas berkat Tuhan, tidak dibangun di atas materi, dan kesembuhan penyakit. Demikian juga dalam era internet ini, hendaklah kita memegang prinsip bahwa iman kita harus dibangun di atas Firman Tuhan dan Doa, bukan di atas kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi. Biarlah kita terus berjuang membangun iman dan ibadah kita pada Tuhan Yesus. Dialah roti kehidupan sejati yang memberi makanan dan minuman yang tiada habisnya. “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33). Marilah kita tekun membangun iman kita di atas sumber berkat yaitu Allah Tritunggal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-450: 4 Hidup Kita yang Benar
Bertekun bersyukurlah hingga suara-Nya kaudengar: “Sungguh indah Anak-Ku, ungkapan syukurmu.” Dalam susah pun senang dalam segala hal, aku bermazmur dan ucap syukur, itu kehendak-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-475:1 Tuhan Jesus Siparmahan
Ho tongtong ihuthononku Jesus, Sipangolu au. Tung na so tadingkononhu Ho na paluahon au. Sai marguru au tu Ho, sai marguru au tu Ho, Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 14:1-6 (Pagi) 2 Sam. 23:14-17 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 44:3
Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

TUHAN AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KITA
Setiap hari banyak orang dipusingkan oleh harga kebutuhan pokok yang cenderung semakin mahal, baik itu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, biaya sekolah dan lain sebagainya. Akibatnya banyak orang bekerja keras untuk mencari uang untuk memenuhinya. Uang dijadikan ukuran dalam kebahagiaan hidup. Benarkah? Kenyataannya tidak demikian, kita tetap saja merasa kurang dan tidak pernah terpuaskan seperti yang dikatakan Salomo, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan pernah puas dengan penghasilannya” (Pengkotbah 5:9a). Akibatnya pikiran kita dipenuhi oleh kekuatiran setiap hari; kuatir akan kebutuhan, kuatir akan biaya sekolah anak dan lain-lain. Alkitab menasihati, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat. 6:34). Ada pun arti kata ‘kuatir’ itu sendiri adalah rasa takut, gelisah, cemas terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Untuk bisa keluar dari kekuatiran itu, Tuhan mengajarkan kita untuk memprioritaskan perkara-perkara rohani terlebih dahulu. Sudahkah kita menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup ini?
Dalam Yesaya kita bisa melihat janji Tuhan begitu indah buat kita, “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohion-pohon gandarusa di tepi pohon”. Ketika kita berkenaan kepada Tuhan, Allah sendiri yang akan mencukupkan kebutuhan kita dan akan mencurahkan Roh-Ku ke keturunan kita, dan berkatNya ke anak cucu kita.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-412:1 Tuntun Aku, Tuhan Allah
Tuntun aku, Tuhan Allah, lewat gurun dunia. Kau perkasa dan setia; bombing aku yang lemah. Roti sorga, Roti sorga, puaskanlah jiwaku, puaskanlah jiwaku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin