Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

SADAR DIRI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-262:1 Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan.
Sitompa sasude, silehon hangoluan.
Sai lehon ma di au, pamatang na hipas.
Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Maz. 124:1-8 (Pagi)
Kej. 1:18-20 (Malam)

RENUNGAN
1 Raja-raja 8:36
Maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka ikuti dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka.

SADAR DIRI
Ketika Salomo berdoa di depan mezbah Allah, Salomo meminta kepada Tuhan agar ia senantiasa dapat perduli kepada rakyat Israel. Dalam doanya, Salomo meminta agar rakyat Israel sadar diri bahwa negara mereka kuat dan tanah tempat mereka tinggal sangat subur, bukan karena kekuatan atau kegagahan mereka namun hanya karena anugerah Tuhan. Alkitab mencatat bahwa bangsa Israel kerap tidak sadar bahwa Tuhan yang membuat mereka berkelimpahan dan aman. Saat mereka tidak sadar, mereka berpaling pada ilah lain, sehingga Tuhan terpaksa menghajar mereka dengan menjadikan bangsa-bangsa di sekitarnya menjajah mereka, dengan demikian mereka akan sadar dan kembali kepada Tuhan. Mari kita kembali merenungkan, apakah saat ini kita sadar dalam melakukan sesuatu, sehingga Tuhan tak perlu menghardik kita dengan keras karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan mau-Nya? Sadar diri akan keadaan diri sendiri akan membuat kita tidak sembarangan bertindak dan selalu mengandalkan Tuhan dalam semua tindakan kita lakukan. Banyak orang yang tidak sadar diri dalam melakukan segala sesuatu, sehingga ia bertindak yang membuat Allah menjadi marah dan mengirimkan orang lain untuk menghardik kita, hal ini pada kemudian hari akan membuat kita menyesal. Tuhan sudah sangat mengasihi kita, marilah kita selalu menyadari kasih-Nya itu dengan selalu sadar diri bahwa kita makhluk kecil dan lemah. Hidup kita akan jauh lebih bermakna saat kita sadar akan apa pun konsekuensi dari segala perbuatan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-364:2 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus di kaki-Nya ‘ku sujud. Nikmat dunia ku tinggalkan, Tuhan t’rima anak-Mu. Aku berserah, aku berserah. Kepada-Mu Jurus’lamat aku berserah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.

JANGAN KAMU KUATIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-497 : 3 Di Na Humolso Rohangki
Ai gari angka pidong i, sai diparmudu Tuhan i; Marabit bunga-bunga i, na denggan, na uli. Ai disarihon Debata nasida na satongkin da! Lam hita na porsea i, tagamon tading i ?

PEMBACAAN FIRMAN
Maz.29:1-11 (Pagi)
Yes. 10:16-19 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 1 : 29
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

JANGAN KAMU KUATIR
Pada hari keenam, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kej. 1 : 27). Sebelum Allah menciptakan manusia, terlebih dahulu Dia telah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia dan mahluk ciptaan lainnya untuk hidup. Sebelumnya segala sesuatunya tersedia bagi manusia, namun kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat manusia harus bersusah payah mencari rezeki dari tanah seumur hidupnya (Kej. 1 : 17-19). Namun tidak berarti bahwa Allah kemudian meninggalkan manusia.

Allah tetap penuh kasih kepada manusia, dia tetap memelihara hidupnya. Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan, terlebih diriku dikasih Tuhan, bunga bakung di padang diberi keindahan, terlebih diriku dikasihi Tuhan …….. Jika burung pipit yang kecil dan bunga bakung di padang dikasihi oleh Tuhan, kenapa kah kita harus kuatir akan hidup kita? Dalam Matius 6 : 25 – 34, kita diajarkan untuk tidak kuatir akan hidup kita, akan apa yang hendak kita makan atau minum dan akan apa yang hendak kita pakai, karena Bapa yang di sorga tahu bahwa kita memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkannya kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

BERDOA

BERNYANYI KJ 289 : 1 Tuhan, Pencipta Semesta
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Maha Mulia; sungguh besar karunia …. yang Kau beri.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

TUHAN MENDENGARKANKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 262:1 Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan. Sitompa sasude, silehon hangoluan. Sai lehon ma di au, pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Maz. 18:3-8 (Pagi)
Yes. 32:16-20 (Malam)

RENUNGAN
2 Samuel 22:7
Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.

TUHAN MENDENGARKANKU
Setiap penderitaan, kesusahan dan pencobaan yang datang menimpa kehidupan kita, kita cenderung mengeluh dan protes kepada Tuhan. Seseorang yang berkeluh kesah pasti akan merasakan kesulitan yang berkepanjangan. Apalagi ketika kita berteriak memohon pertolongan seakan Tuhan tidak menjawab dan memberikan pertolongan-Nya. Kita akan lebih putus asa. Secara tidak sadar kita sebenarnya telah mulai meragukan keberadaan Dia yang menyelamatkan. Kita lupa bahwa Dia rela mati demi kita yang selalu berbuat salah dan dosa. Dia meninggalkan ke-Allahan-Nya dan menjadi sama dengan kita – anak-anak dari darah dan daging-, menjadi manusia sama seperti kita kecuali dalam hal dosa. Dengan demikian Dia dapat ambil bagian dalam keadaan kita, mengalami segala derita dunia ini yang mestinya ditanggung manusia yang berdosa. Apabila pencobaan datang dan melampaui segala kemampuan dan kekuatan kita, ingat satu hal: bahwa Tuhan Yesus telah mengalami dan menanggung semuanya.

Saudara, jangan ragu pada kekuatan Dia, sebab seringkali kita sendiri yang tidak melihat bagaimana Ia dapat menolong, karena pikiran kita telah dipenuhi dengan cara dan jalan menurut pikiran kita sendiri. Kita cenderung mengambil keputusan berdasarkan rasio pribadi kita sendiri. Segala keluh kesah kita hari ini serahkan saja kepada Tuhan. Kalau kita berserah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, maka Tuhan akan menolong kita. Yohanes 14 : 1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 364:2 BERSERAH KEPADA YESUS
Berserah kepada Yesus di kakiNya ‘ku sujud. Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan, t’rima anakMu! Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin

BACA KITA SUCI, DOA TIAP HARI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-179:1 Adong do sada mual i
Adong do sada mual i, di na mardosa i.
Mansai denggan do mual i, pasonang rohangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 22:12-17 (Pagi)
Yes. 43:14-18 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 23:2
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

BACA KITA SUCI, DOA TIAP HARI
Mazmur Daud yang sangat populer ini menggambarkan Tuhan sebagai gembala dan kita adalah domba-domba-Nya. Kita menjadi domba yang berbaring di padang rumput yang hijau di dekat air yang bersih dan tenang. Situasi di mana merasa aman, nyaman dan penuh sukacita. Mazmur Daud ini juga mau menggambarkan, bahwa tubuh kita bila tidak dilindungi sangatlah rapuh terhadap lingkungan disekitarnya. Secanggih apapun tekhnologi dan sebanyak apapun penemuan, nyatanya belum dapat melindungi dan menjamin keamanan dan kesehatan tubuh kita. Mungkin bom dapat dijinakkan, banjir besar dapat dihindari, tetapi tetap ada titik lemah kita sebagai manusia fana ini. Misalnya saja ketidakmampuan tubuh menghadapi penyebaran virus ataupun bakteri yang sulit terlihat, dalam waktu singkat manusia jatuh sakit dan bahkan mati.

Hanya Tuhan perlindungan yang sebenarnya. Perlindungan Tuhan adalah jaminan keamanan, kenyamanan dan sukacita. Untuk mendapatkan perlindungan itu, manusia harus selalu mengandalkan Tuhan. Setiap tarikan nafas kita, setiap ayunan langkah kita, setiap tatapan mata kita, setiap tutur kata kita, dan setiap detik waktu kita, andalkanlah Tuhan, maka tubuh ini pasti aman terlindungi. Pertanyaannya, bagaimana mungkin itu dilakukan? Kita harus bekerja, harus sekolah, harus tidur, itulah beberapa alasan kita untuk tidak mengandalkan Tuhan bahkan melupakan Tuhan. Tetapi itu bukanlah alasan, karena banyak cara agar manusia dapat secara terus menerus mengandalkan Tuhan. Kalau kita pernah menyanyikan lagu di sekolah Minggu, “…baca Kitab Suci, doa tiap hari…” inilah bentuk sederhana kita mengandalkan Tuhan setiap saat, dan yakinlah Tuhan akan melindungi kita memberikan kenyamanan dan kegembiraan sepanjang hidup di dunia dan pada kehidupan kekal kelak.

BERDOA

BERNYANYI KJ-3:2 Kami Puji Dengan Riang
Kau memb’ri, Kau mengampuni, Kau limpahkan rahmat-Mu. Sumber air hidup ria, lautan kasih nan restu. Yang mau hidup dalam kasih, Kau jadikan milik-Mu. Agar kami menyayangi meneladan kasih-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.

MEMBERI MENDAPAT KELIMPAHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-720:2 Naeng Marsinondang Ngolungku
Ingkon hobas mangurupi angka na gale i.
Jala burju manghobasi songon Tuhanta i.
Tiur marsinondang ido ni igil ni Jesus,
Tongtong marsinondang panondang do au tutu.

PEMBACAAN FIRMAN
Ams. 25:25-26 (Pagi)
Kel. 15:22-27 (Malam)

RENUNGAN
Matius 10:42
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.

MEMBERI MENDAPAT KELIMPAHAN
Dalam renungan kita kali ini, mari kita fokus pada makna memberi, sedangkan air merupakan objek yang diberi. Pada dasarnya, menerima jauh lebih menyenangkan daripada memberi. Ini adalah sifat alamiah manusia, sebab umumnya manusia tidak menginginkan apa yang dimilikinya berkurang atau hilang. Namun prinsip Tuhan berbeda dengan prinsip manusia seperti dalam Amsal 11:24 “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan”.

Menurut Warren Buffet seorang darmawan, ia mengatakan bahwa: “Kemurahan hati dan kelimpahan itu berjalan seiring”. Alkitab juga menjelaskan orang yang banyak memberi kepada orang lain akan menerima kelimpahan, sebaliknya orang yang menghemat begitu rupa akan selalu berkekurangan, dalam hal ini mungkin dapat kita katakan “orang yang kikir”. Kenapa kita harus memberi lebih dahulu? Karena itu adalah perintah Tuhan. Lukas 6:38 berkata: “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Selalu ada upah bagi orang yang memberi. Tujuan kita memberi adalah untuk menyukakan hati Tuhan. Sebagai anak Tuhan semangat dalam memberi harus lebih besar dari semangat menerima, dan Tuhan mempunyai tujuan bagi kita yaitu menjadi saluran berkat kepada orang lain. Jika kita rela melepaskan apa yang ada di tangan kita, maka Tuhan akan rela juga melepaskan apa yang ada ditangaan-Nya bagi kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-450:1 Hidup Kita yang Benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur. Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur. Dalam susahpun senang; dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.

KUATKAN HATIMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-127:1 Lam Gogo, Lam Gogo.
Lam gogo, lam gogo. Lam gogo mardalan ho. Sion tu Banua Ginjang nang satongkin unang so. Palitom baen marsinondang, dina tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo.

PEMBACAAN FIRMAN
Hakim 15:18-20 (Pagi)
Yer. 31:10-14 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 35:6-7
Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.

KUATKAN HATIMU
Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata manusia lebih disibukkan oleh tugas-tugas, pelajaran sekolah dan pekerjaan. Dalam kesadaran, manusia melakukannya agar beroleh kebahagiaan dan kesuksesan di masa depan. Terkadang kita lebih mengandalkan usaha dan kerja, bahkan sering melupakan Tuhan, kurang berdoa serta beribadah. Pada akhirnya kita mengalami kegersangan hidup, kekosongan dalam hati serta batin. Kita diperbudak oleh egois dan pandangan orang lain. Jika tujuan tidak tercapai, terkadang lari dari kenyataan, berdosa dan stress.

Kunci dan tujuan kehidupan hanya ada pada Allah. Tuhan menyatakan kuasa-Nya untuk menyembuhkan manusia dari penyakit yang membebani, yaitu dosa. Tuhan datang membawa keselamatan untuk mengalahkan musuh yaitu iblis, yang memperbudak kita dengan memberikan buaian agar larut dalam tujuan-tujuan hidup duniawi dan melupakan Kristus. Keselamatan Tuhan telah dinyatakan kepada manusia, Yesus telah menjadi sumber air kehidupan bagi manusia yang gersang (Lih. Yoh 7:37-38). Ada seumber kehidupan yang senantiasa mengalir bagi setiap orang yang percaya. Setiap orang yang meminum air yang dari-Nya akan selalu dilegakan dan dikuatkan sekalipun hidup yang kita jalani begitu sulit. Saat ini, kita diajak untuk bersorak-sorai, bersukacita dalam menjalani kehidupan, sebab Tuhan telah mengalahkan iblis. Kuatkan hati dan tidak perlu takut, orang-orang yang menghadapi masa depan dengan iman akan berbuahkan kemenangan serta sukacita.

BERDOA

BERNYANYI KJ-363:1 Bagi Yesus Kuserahkan
Bagi Yesus kuserahkan, hidupku seluruhnya; Hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.