Arsip

BERPEGANG PADA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25:1 HataMi Ale Tuhanku
HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i,
sai paian di rohangku, unang so hutiop i.
Molo so be sitiopan hata na badia i,
aha nama haojahan ni haporseaon i ?

PEMBACAAN FIRMAN
Rom 16:1-7 (Pagi) Bil. 17:1-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 16 April 2018
Mazmur 119:174-175
Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku. Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

BERPEGANG PADA TUHAN
Permohonan yang menutup rangkaian panjang dari Mazmur 119 adalah pengakuan kerendahan hati dari pemazmur. Walaupun selama mempertahankan hidup, ketaatan dan kesetiaan kepada firman Tuhan jauh dari kehidupan mereka. Tetapi melalui kerendahan hatilah pemahaman akan Firman Tuhan bisa berjalan dengan baik. Dengan adanya pengakuan, Pemazmur hendak menyataan hidup haruslah berpegang pada Firman Tuhan, bukan pikiran sendiri.

Dua hal yang kita lakukan dengan meneladani Pemazmur yaitu Kita tidak boleh lengah akan rayuan dunia ini, tetapi haruslah kita perkuat diri kita dengan Firman Tuhan. Kemudian, Firman Tuhan harus kita jadikan semangat, sukacita untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Sebab, Firman Tuhan harus mampu memperbaiki kehidupan kita. Pemazmur hendak mengingatkan kepada kita, agar hidup dalam Firman Tuhan, bukan meremehkan maupun merendahkan Firman Tuhan. Kita harus terbuka dan mau mengkoreksi diri kita sesuai dengan Firman Tuhan. Sebab, dengan keterbukaan, dan kesetiaan, serta ketaatan akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik. Itulah sebabnya, Firman Tuhan akan memberikan keajaiban atas kehidupan kita. Berpeganglah pada Firman Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-407:4 Tuhan, Kau Gembala Kami
Kehendak-Mu kami cari, ingin turut maksud-Mu. Tuhan, isi hati kami dengan kasih-Mu penuh. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih-Mu. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih- Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ANUGERAH


Dalam bahasa teologi, kata “anugerah” menjadi engsel dari tiga kontroversi besar dalam sejarah, yang masih menjadi subyek bermacam-macam tafsiran. Dalam pengertian rohani, anugerah adalah kemurahan hati atau sikap Allah merendahkan diri kepada umat manusia secara individu ataupun kelompok. Dalam pengertian Injil secara konkret, anugerah adalah kasih dan kemurahan hati Allah dalam Kristus yang tidak layak bagi kita, sebagaimana ditunjukkan dalam keselamatan yang secara cuma-cuma disediakan bagi umat manusia (lih. Ef. 2:9). Anugerah ini mungkin juga digambarkan sebagai perbuatan pengaruh secara ilahi dalam hati, yang memperbaharui, menguduskan dan menjaganya. Anugerah mendatangkan damai sejahtera dan sukacita karena keyakinan. Anugerah adalah “kehidupan jiwa, sebagaimana jiwa adalah kehidupan tubuh“.

Anugerah adalah tema Perjanjian Baru dan kunci untuk memahami isi pesannya, karena semua penulis Perjanjian Baru berbicara tentang keselamatan dan selalu menghubungkannya dengan anugerah Allah. Keselamatan kita dari dosa dan murka Allah adalah inisiatif Allah yang murah hati sejak permulaan jaman (2 Tim 1:9) dan dibawa dijalankan-Nya di dalam sejarah menurut rencana dan panggilan-Nya berdasarkan kemurahan-Nya (Roma 8:30). Kita diselamatkan oleh anugerah Allah, bukan oleh usaha kita (Efesus 2:8-9), dan anugerah Allah mengajarkan kita untuk mengerjakan keselamatan kita di hadapan Allah dengan cara yang terhormat (Titus 2:11-12). Pujian terhadap anugerah Allah yang berkelimpahan itu adalah tujuan akhir dari keselamatan (Efesus 1:6). Pendeknya, dari permulaan sampai akhir, yang ada hanya anugerah-Nya.

MENJAGA KESUCIAN HATI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-672:1 Tung Godang Situtu
Tung godang situtu ulaonmu Dipasahat Tuhanta tu ho ndang adong be tingkim
marnalemba tahe ngolumi bahen tiruan tongtong sai patupa ma I ala ni Tuhan I
so mangkirim balosna tu ho. Debata do marnida na niulami Manang na adong parbue ni i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh 21:15-19 (Pagi) Ayub 41: 1-14 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 14 April 2018
Matius 5:8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

MENJAGA KESUCIAN HATI
Setiap orang mendambakan kebahagiaan di dalam hidupnya. Tidak cukup hanya mendambakan, namun setiap orang berusaha melakukan apa pun untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Namun darimana asal dari kebahagiaan itu? Ternyata bukan kekayaan, kejayaan, atau harta duniawi ini namun kebahagiaan itu ada di dalam hati. Hati yang suci adalah hati yang tidak menyimpan kecurangan, kebencian atau dendam atau hal negatif lainnya. Hati yang suci adalah yang menyimpan kebenaran, penuh sukacita dan rasa syukur.

Menjaga hati di dalam kesucian bukan saja hanya mendapat kebahagiaan di bumi ini. Nats ini adalah bagian dari “Ucapan Bahagia” yang disampaikan Tuhan Yesus; di mana Dia menjelaskan bahwa kebahagiaan yang terutama adalah orang yang menjaga kesucian hati; karena merekalah yang akan melihat Allah. Hanya orang yang suci hatinya yang akan melihat Allah, karena Allah itu suci. Ucapan Yesus ini juga memiliki harta bahwa bukan hanya di muka bumi saja orang yang suci hatinya berbahagia, namun juga pada waktu yang akan datang di dalam kehidupan yang kekal. Karena orang yang suci hatinya akan melihat Allah dan bersama dengan Allah. Saudara, dewasa ini masih banyak orang yang tidak menjaga kesucian hatinya dengan amarah yang bergejolak, dendam yang dipendam, keinginan hati untuk mempermalukan orang lain dan masih banyak hal yang lain. Namun pada saat ini kita diajak untuk meninggalkannya, agar kita mendapat kebahagiaan yaitu melihat dan tinggal bersama dengan Allah dalam kehidupan yang kekal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-2:1 Suci, Suci, Suci
Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa! Dikau kami puji di pagi yang teduh.Dikau kami puji di pagi yang teduh. Suci, suci, suci, murah dan perkasa,Allah Tritunggal, agung namaMu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

YESUS YANG MENGUTUS DAN MEMPERLENGKAPI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-247:3 Sai Hehe ma Hamuna, Hamu
Ndang jadi haposanmu gogom sandiri da. Ai tung na so hasea do i di Debata. sai naeng basahononNa di ho sinjatami. Ai ndang tarbaen so talu musuNa baenon ni i.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 15: 7-13 (Pagi) Ayub 38: 22-30 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 13 April 2018
Lukas 22: 35-36a
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa? Jawab mereka: “Suatu pun tidak.”

YESUS YANG MENGUTUS DAN MEMPERLENGKAPI
Dalam proses pemilihan seorang pelayan sangat sering dijumpai pernyataan: “Saya belum layak, saya tidak mampu, saya banyak kekurangan” atau bahkan banyak lagi pernyataan lain yang menghambat menjadi seorang pelayan. Nas ini adalah pertanyaan Yesus kepada muridNya di saat Ia akan menghadapi proses penyaliban dan Yesus memiliki tujuan agar murid-muridNya melihat bagaimana kuasa Yesus dan penyertaan-Nya bagi murid-muridNya. Pertanyaan itu dijawab dengan pengakuan iman dari murid-murid, “Suatu pun tidak”. Mereka telah mengetahui dan mengakui bahwa Yesus memperlengkapi mereka dalam pelayanan, tidak membiarkan mereka jatuh karena kelemahannya.

Penyertaan Yesus bagi murid-muridNya bukan hanya pada zaman para rasul saja, namun itu berlaku sampai pada hari ini (Mat.28:20), karena Yesus itu sama dan hidup untuk sampai selamanya (Ibr.13:8). Saudara pada hari kita diajak menjadi seorang pelayan, yaitu yang mau memberitakan Firman Tuhan melalui kemauan untuk menyatakan kebenaran, dan menegor yang salah di dalam kasih. Tidak ada alasan lagi bagi kita menyatakan bahwa kita tidak mampu, namun sebaliknya kita harus menyatakan: “Ini aku Tuhan, utuslah aku!” karena Tuhan yang memampukan kita (Yes.6:8)..Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424:2 Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku menolong orang lain, manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain. Bersinar-bersinar, itulah kehendak Yesus, bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

IMMANUEL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-707: 2 Hagogoon Dohot Apul-Apul
Ganup tingki Tuhan raphon ahu Jala sai dipasu-pasu au.Sai di togu au molo madabu,Talu musu jala monang au.
Ai pargogo nasohatudosan,Debatangku salelengna i,Mangalehon dame dohot tua,
Tu angka nabojok roha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 7:9-17 (Pagi) Amsal 23:6-8 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 12 Apr 2018
Kisah Para Rasul 18: 10
“Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.

IMMANUEL
Pada saat Paulus berada di Korintus, Paulus aman meskipun orang Yahudi menuduh Paulus sebagai pengacau dan pembawa ajaran sesat. Dia dilaporkan kepada Gubernur Galio agar Paulus ditangkap dan dihukum, namun tidak terbukti kesalahannya. Tidak hanya sampai di sana mereka menyeret Paulus ke depan Sanhedrin. Yahudi menekan, menghambat, dan mengancam orang Kristen karena kehadiran orang Kristen di zaman para rasul dianggap sebagai ancaman bagi agama Yahudi, karena memiliki potensi dan pengaruh yang kuat. Akibat dari pertobatan Kismus kepala rumah ibadah menjadi sumber kemarahan orang Yahudi (ay.9). Untuk menguatkan dan meyakinkan Paulus agar tidak takut dan gentar. Pada suatu malam berfirmanlah Allah kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam. Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini” (Kisah 18:9-10).

Ketakutan sangat memengaruhi dan menentukan cara hidup manusia. Ketakutan itu saperti roda yang berputar yang mempunyai tiga jari-jari utama yaitu; kegelapan, kesendirian, dan ketidakpastian. Manusia akan berjuang dengan segala cara, kemampuannya agar terhindar dari ketakutan terutama ketakutan menghadapi kematian. Manusia makan, minum, olahraga, menjaga pola makan, belajar, berusaha, berobat, bahkan diet agar terhindar dari kematian, padahal kematian dapat menelan semua manusia kapan dan di mana saja, karena manusia tidak mungkin terhindar dari kematian. Semenjak manusia pertama jatuh ke dalam dosa manusia terkutuk dan mati, karena semua manusia pasti mati. Hanya Allah sajalah yang dapat menaklukkan kematian tersebut (1 Kor 15:55-57). Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ-250a:1- Allahmu Benteng Yang Teguh
Allahmu benteng yang teguh, perisai dan senjata; betapapun sengsaramu, pertolongan-Nya nyata! Si jahat yang geram, berniat ‘kan menang; ngeri kuasanya dan tipu dayanya, di bumi tak bertara.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERTUMBUH DALAM FIRMAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-549:1 Holan dakdanak
Holan dakdanak na metmet au, alai na boi au tu Jesus lao, Holan Ibana oloanki, paima sahat tu surgo i. O, Tuhan Jesus jangkon au on. Tung so margogo dakdanak mon.Di Ho ngolungku, pangke ma i Tau hasangapon di goarMi.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 5:4-10a (Pagi) Kej. 32:22b-32 (Malam)

RENUNGAN Rabu, 11 April 2018
1 Petrus 2:2a
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan rohani.

BERTUMBUH DALAM FIRMAN TUHAN
Menurut masyarakat luas perilaku seseorang dipengaruhi oleh: makanan, kebiasaan dan tradisi di mana dia berada, seperti bayi yang baru lahir yang makanannya adalah air susu yang murni karena sehat. Kita tahu bayi masih polos, bersih belum terkontaminasi dengan lingkungan atau makanan lainnya dan yang pasti masih ketergantungan kepada air susu. Air susu yang sehat membuat si bayi lebih kuat, sehat, pertumbuhan dan perkembangan bayi baik dan mampu melawan segala jenis penyakit yang ada di sekelilingnya. Demikian juga kita agar seperti bayi yang ketergantungan akan air susu yang murni dan rohani yaitu firman Allah.

Apabila selama ini perilaku dan tindakan kita sangat dipengaruhi oleh makanan dan lingkungan yang sudah mendarah daging serta tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Marilah kita sadari saat ini, bahwa kita harus lahir baru dan dengan merubah menu kebutuhan hidup kita menjadi makanan rohani yaitu senang akan firman Allah, karena firman Allah menuntun setiap orang dan mengingatkan kita supaya tetap melatih diri untuk hidup dalam kekudusan. Barangsiapa yang lapar makanan dan haus minuman yang berasal dari Allah maka akan dikenyangkan dan dipuaskan Allah dari sorga. Mari kita menjadi seperti bayi yang baru lahir yang ingin air susu yang murni yaitu firman Allah yang tidak terkontaminasi akan hal-hal yang dapat merusak kesehatan tubuh dan rohani kita dan yang selalu membutuhkan dan ketergantungan kepada Allah lewat firman-Nya, agar kita dapat bertindak dan berperilaku yang sesuai kehendak Allah. Dengan firman-Nya kita dapat tumbuh dan berkembang dan semakin kuat menghadapi dan mengalahkan godaan dan tantangan. Mari jadikan Firman Tuhan yang selalu mengisi hidupmu supaya kamu hidup bertumbuh dan berkembang di jalan Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-436: 2 Lawanlah Godaan
Tinggalkan yang jahat, dosa dicegah. Tindakanmu tulus tiada bercela: Junjung kebenaran, hidup dalam t’rang. Harap akan Yesus pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan Ia b’ri pertolongan:pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin