IMMANUEL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-707: 2 Hagogoon Dohot Apul-Apul
Ganup tingki Tuhan raphon ahu Jala sai dipasu-pasu au.Sai di togu au molo madabu,Talu musu jala monang au.
Ai pargogo nasohatudosan,Debatangku salelengna i,Mangalehon dame dohot tua,
Tu angka nabojok roha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 7:9-17 (Pagi) Amsal 23:6-8 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 12 Apr 2018
Kisah Para Rasul 18: 10
“Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.

IMMANUEL
Pada saat Paulus berada di Korintus, Paulus aman meskipun orang Yahudi menuduh Paulus sebagai pengacau dan pembawa ajaran sesat. Dia dilaporkan kepada Gubernur Galio agar Paulus ditangkap dan dihukum, namun tidak terbukti kesalahannya. Tidak hanya sampai di sana mereka menyeret Paulus ke depan Sanhedrin. Yahudi menekan, menghambat, dan mengancam orang Kristen karena kehadiran orang Kristen di zaman para rasul dianggap sebagai ancaman bagi agama Yahudi, karena memiliki potensi dan pengaruh yang kuat. Akibat dari pertobatan Kismus kepala rumah ibadah menjadi sumber kemarahan orang Yahudi (ay.9). Untuk menguatkan dan meyakinkan Paulus agar tidak takut dan gentar. Pada suatu malam berfirmanlah Allah kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam. Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini” (Kisah 18:9-10).

Ketakutan sangat memengaruhi dan menentukan cara hidup manusia. Ketakutan itu saperti roda yang berputar yang mempunyai tiga jari-jari utama yaitu; kegelapan, kesendirian, dan ketidakpastian. Manusia akan berjuang dengan segala cara, kemampuannya agar terhindar dari ketakutan terutama ketakutan menghadapi kematian. Manusia makan, minum, olahraga, menjaga pola makan, belajar, berusaha, berobat, bahkan diet agar terhindar dari kematian, padahal kematian dapat menelan semua manusia kapan dan di mana saja, karena manusia tidak mungkin terhindar dari kematian. Semenjak manusia pertama jatuh ke dalam dosa manusia terkutuk dan mati, karena semua manusia pasti mati. Hanya Allah sajalah yang dapat menaklukkan kematian tersebut (1 Kor 15:55-57). Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ-250a:1- Allahmu Benteng Yang Teguh
Allahmu benteng yang teguh, perisai dan senjata; betapapun sengsaramu, pertolongan-Nya nyata! Si jahat yang geram, berniat ‘kan menang; ngeri kuasanya dan tipu dayanya, di bumi tak bertara.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s