Arsip

Berkat Yang Tersamar


Sering kali pada saat kejadian yang tidak menyenangkan menimpa, kita bertanya-tanya mengapa TUHAN membiarkan hal itu terjadi? Terlebih bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Allah yang baik. Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Ada peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit dimengerti pada saat kita mengalaminya. Kita hanya dapat berpasrah padaNYA, percaya bahwa DIA tidak akan memberikan yang buruk kepada kita (bdk Yer 29:11).

Ilustrasi di bawah ini mungkin dapat membantu kita memahami bahwa sebenarnya di balik “kemalangan” itu ada berkat yang tersamar, yang belum kita sadari pada saat itu.

Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas semua situasi dalam hidupnya, positif maupun negatif.

Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja. Kelihatannya Sang Teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan senjata tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya.

Seperti biasa Sang Teman berkomentar, “ Ini bagus!”, yang oleh raja dijawab, “Tidak, ini tidak bagus!” dan raja tersebut menjebloskan temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa Sang Raja tidak mempunyai jempol. Karena percaya pada tahayul, mereka tidak pernah makan orang yang tidak utuh. Jadi mereka membebaskan raja itu.

Dalam perjalanan pulang, raja tersebut ingat akan kejadian yang menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap teman baiknya. Raja langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan temannya. “Kamu benar, “ katanya, “baguslah bahwa aku kehilangan jempolku.” Dan ia menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada temannya itu. “Saya menyesal telah menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat kepadamu.”

“Tidak,” kata temannya,”Ini bagus!”. “Apa maksudmu, ‘Ini bagus!’? Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu tahun.” Temannya itu menjawab, “Kalau kamu tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu.”

—————–

Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal yang menyenangkan. Namun karena 2 peristiwa itulah, Sang Raja dan temannya tidak menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya.

Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita kehilangan materi, mata pencaharian bahkan orang yang kita kasihi. Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah, bahkan menggugat TUHAN karenanya. Beberapa di antara kita mengalami pergumulan batin yang panjang karena penolakan kita atas kejadian yang tidak menyenangkan ini. Ada yang menolak begitu keras, sehingga menjauh dari TUHAN.

Namun jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya berkat-berkat yang tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami.

Jadi, seperti kata Anthony de Mello, marilah belajar untuk berkata “YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan TUHAN dalam hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan dapat “melihat” berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan kita; karena TUHAN bekerja dengan caraNYA yang misterius, yang tidak terselami oleh keterbatasan akal kita.

KASIH SEORANG SAHABAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-4:2 Sai Puji Debata
Disuru Debata AnakNa Jesus Kristus. Jadi mansai arga do hite on ditobus. Diporsan Jesus i, dosanta sasude. Asa mudarNa i paias hita be.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 10:11-16 (Pagi) Maz. 33:1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 20 April 2018
Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

KASIH SEORANG SAHABAT
Di zaman now tidak mudah menemukan sahabat seperti teks hari ini. Sosial media membuka jalan untuk menjalin persahabatan dan ada orang yang sudah mengalaminya. Tapi tak sedikit melalui sosial media banyak yang mengalami kekecewaan karena justru yang timbul adalah ujaran kebencian, pertikaian, dan debat kusir yang mendatangkan kemarahan. Aristoteles mengatakan bahwa sahabat itu adalah “Satu jiwa yang mendiami dua tubuh (friendship is a single soul dwelling in two body).” Dia melihat ada tiga jenis persahabatan itu, pertama, persahabatan keperluan yaitu didasarkan pada keperluan saja di saat sudah tidak ada keperluan maka berakhir juga persahabatan itu. Jadi keramahtamahan dan setiap perbuatan karena ada yang diharapkan. Kedua, persahabatan kesenangan yaitu didasarkan pada kenikmatan kegiatan dan emosi saja. Ketiga, persahabatan yang benar yaitu didasarkan pada kepedulian, berbudi luhur, kasih dan nilai-nilai kebenaran.

Tuhan Yesus adalah figur seorang sahabat yang sejati. Dia telah membuktikannya melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Dia mau menjadikan kita sebagai sahabat-Nya. Dia mau berkorban demi keselamatan kita, sahabat yang dikasihi-Nya. Hingga sekarang ini, Dia masih terus menawarkan persahabatan itu bagi siapa saja. Ungkapan orang Batak: “Manuk ni pea langge hotek hotek lao marpira, na sirang maraleale lobian matean ina”, artinya perpisahan (kehilangan) seorang sahabat melebihi kehilangan seorang ibu yang kita cintai. Marilah kita saat ini menjalin persahabat yang benar, menjadi sahabat yang berkorban dan mengasihi dengan tulus seperti Kristus dengan orang lain. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-453:1 Yesus Kawan yang Sejati
Yesus Kawan yang sejati bagi kita yang lemah. Tiap hal boleh dibawa dalam doa pada-Nya. Oh, betapa kita susah dan percuma berlelah, bila kurang pasrah diri dalam doa pada-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

TUHAN GEMBALAKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au ndang hurang manang aha. Ai nasa jea dipadao do sian dorbiana. Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki, dibaen asi rohaNa.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 13:20-21 (Pagi) Ayub 31:24-34 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 19 April 2018
Mazmur 23:1
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

TUHAN GEMBALAKU
Gembala bertanggungjawab menemukan rumput hijau dan air; wajib menjaga domba-dombanya dari ancaman binatang buas maupun pencuri. Gembala dijadikan lambang untuk seorang pemimpin karena kesetiaan pemeliharaannya pada pengikutnya. Gambar tokoh gembala sering muncul dalam Injil dan disebutkan bahwa Yesus adalah “Gembala yang baik” (Yoh. 10:11) yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-dombanya.

Yesus sebagai Gembala yang baik, pasti kita sering membacanya atau mendengarkannya melalui pujian dan ucapan syukur umat. Baru saja kita memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Kita memperingati agar kita mengingat siksaan dan pengorbanan Yesus di “jalan salib” atau “via dolorosa.” Atas pengorbanan-Nya kita beroleh pengampunan dan pembenaran dari Allah. Namun satu hal yang perlu kita renungkan lebih serius, diingatkan nas Firman Tuhan hari ini. Perhatikanlah akhiran kata “ku” pada “Gembalaku” di atas. Kata “ku” artinya adalah kita sebagai umat kristiani dan marilah coba tanya diri kita masing-masing: “Apakah kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Gembala? Sungguhkah kita mau seperti seekor domba yang mengenal suara gembalanya, turuti perintah-Nya serta mau ikuti tuntunan-Nya? Betapa seringnya kita ragu atau tidak peduli bahkan menyimpang dari tuntunan-Nya? Oleh sebab itu hari ini, marilah kita memperbaharui diri dan berjanjilah untuk selalu taat dan setia kepada tuntunan Tuhan Gembala kita yang baik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya Padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia;
Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku yang bercela.
O, betapa mulia dan ajaib kuasaNya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Mengapa Tuhan Memberikan Kita Masalah?


Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untukbertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Ada lima cara Tuhan menggunakan masalah-masalah dalam kehidupan kita untuk menjadi sesuatu kebaikan bagi kita:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup… jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi.”Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:2-3).

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu… kesehatan, teman, hubungan…, saat kita sudah kehilangan.”Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119:71).

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang Kristen yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi boss-nya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…” (Kejadian 50:20).

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. ” … Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:3-4).

BERDOA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-789:2 Lului Hamu Harajaon ni Debata
Pangido ma sai na lehononNa do, lului ma sai na jumpang. Tuktuhi ma sai na ungkaponNa do, Haleluya, haleluya. (Haleluya) 4x

PEMBACAAN FIRMAN
1 Pet. 2:21-25 (Pagi) Maz. 118:1-4 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 18 April 2018
Matius 7:7
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

BERDOA
Berdoa adalah nafas kehidupan orang percaya. Hal ini merupakan komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Bagaimana manusia mengatakan maksud hatinya kepada Tuhan adalah dengan berdoa. Ternyata melalui ayat renungan ini, manusia berdoa disyaratkan harus berusaha. Ada semacam perbuatan yang harus dilakukan untuk berdoa kepada Tuhan. Mintalah, carilah, dan ketoklah adalah suatu usaha yang berarti adanya suatu gerakan yang tadinya diam menjadi bergerak yang disebut usaha atau upaya, dengan tujuan ada sesuatu yang diharapkan. Apakah itu, terkabulnya permintaan kita ketika meminta, maka akan diberi, mencari, maka akan mendapat, dan mengetok, maka pintu akan dibukakan.

Melalui renungan ini kita mendapat pengajaran bahwa berdoa kepada Tuhan wajib membuat usaha atau upaya yang senantiasa ditekuni dan digumuli setiap saat. Ketika kita mendengar dan bahkan mengaminkan dalam persekutuan doa: “Engkau mengetahui apa yang kami perlukan, sudah saatnya melalui renungan ini kita akan mengubahnya dengan berkata yang berkaitan dengan usaha atau upaya yang akan kita laksanakan.” Niscaya Tuhan mengabulkan doa kita seturut kehendak-Nya. Diberkatilah kita yang siang malam berdoa memohon kepada Tuhan yang di dalamnya terdapat usaha yang tidak lain dari sesuatu yang dianugerahkan-Nya kepada kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:4 Ya Tuhan, Tiap Jam
Ya Tuhan, tiap jam ajarkan maksud-Mu;
b’ri janji-Mu genap di dalam hidupku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Pohon Tua


Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya.

Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang. Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. “Pohon yang sangat berguna,” begitu ujar mereka setiap selesai berteduh.

Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi. Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?” begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. “Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang. “Cittt…cericirit…cittt” Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. “Cittt…cericirit…cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir.
Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu…dua…tiga…dan empat anak burung lahir ke dunia. “Ah, doaku di jawab-Nya,” begitu seru sang pohon. Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. “Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini”, gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

***

Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun, yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita. Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.

BERKAT YANG LUAR BIASA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-30:4 Jesus Lehon Hatorangan
Sai tangihon ale Tuhan Molo martangiang hami be tu Ho. Pasupasu marlobian LehononMu tu na ro manopot Ho. Sai dongani nama hami Asa hot di parpadanan. Mian hami sahat ro tu hasonangan.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 21:20-23 (Pagi) Hos. 11:8-11 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 17 April 2018
1 Samuel 1:27
Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.

BERKAT YANG LUAR BIASA
George Muller, seorang rohaniwan dari Inggris pernah berdoa khusus untuk keselamatan Lima orang temannya. Pada tahun kelima, satu orang bertobat. Pada tahun kesepuluh dua orang lagi bertobat. Pada tahun keduapuluh lima seorang lagi bertobat. Jadi tinggal satu orang lagi yang belum bertobat. Coba tebak berapa lama lagi George Muller berdoa bagi yang terakhir ini? Dua puluh tujuh tahun! Itu berarti sampai akhir hayatnya George Muller berdoa. Hasilnya? Beberapa hari setelah George Muller wafat, orang yang kelima ini memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya. Lima puluh dua tahun bukan waktu yang singkat untuk bertahan dalam doa bukan? Mungkin hanya sedikit dari antara kita yang akan bertahan dalam penantian dan perjuangan selama itu. Tapi tidak demikian dengan George Muller.

Belajarlah dari Hana hari ini – Tak ada kata menyerah, meski semua yang lain sudah menyerah. Akhirnya doanya terkabul! Namun demikian dia tetap melanjutkan persekutuannya dengan Allah. Dia membayar nazarnya. Apa yang kita pelajari di sini? Hana ingat Tuhan bukan hanya di kala ada masalah, namun juga di kala terbebas dari masalah. Betapa kontrasnya, dengan kondisi sebagian besar dari antara kita. Ketika kita hidup susah, anak sakit dan keadaan susah lainnya kita begitu rajinnya mencari Tuhan. Namun apa yang terjadi sesudah Allah menenangkan badai-badai kehidupan itu. Hana bukan saja berani meminta seorang anak kepada Allah. Ketika Allah sudah memberikan kepadanya Samuel, dengan berani Hana mempersembahkannya untuk pekerjaan Allah. Allah menghormati pengorbanan Hana (1 Sam 2: 21), sehingga ia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi….” Inilah misteri dari berkat Allah dalam kehidupan orang-orang yang percaya. Ketika kita berani kehilangan banyak untuk Tuhan, kita akan menerima lebih banyak. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:4 Sertai kami Tuhan
Sertai kami Tuhan, berkat-Mu turunlah.
Kuasa-Mu Kau limpahkan, penuh karunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin