ANUGERAH


Dalam bahasa teologi, kata “anugerah” menjadi engsel dari tiga kontroversi besar dalam sejarah, yang masih menjadi subyek bermacam-macam tafsiran. Dalam pengertian rohani, anugerah adalah kemurahan hati atau sikap Allah merendahkan diri kepada umat manusia secara individu ataupun kelompok. Dalam pengertian Injil secara konkret, anugerah adalah kasih dan kemurahan hati Allah dalam Kristus yang tidak layak bagi kita, sebagaimana ditunjukkan dalam keselamatan yang secara cuma-cuma disediakan bagi umat manusia (lih. Ef. 2:9). Anugerah ini mungkin juga digambarkan sebagai perbuatan pengaruh secara ilahi dalam hati, yang memperbaharui, menguduskan dan menjaganya. Anugerah mendatangkan damai sejahtera dan sukacita karena keyakinan. Anugerah adalah “kehidupan jiwa, sebagaimana jiwa adalah kehidupan tubuh“.

Anugerah adalah tema Perjanjian Baru dan kunci untuk memahami isi pesannya, karena semua penulis Perjanjian Baru berbicara tentang keselamatan dan selalu menghubungkannya dengan anugerah Allah. Keselamatan kita dari dosa dan murka Allah adalah inisiatif Allah yang murah hati sejak permulaan jaman (2 Tim 1:9) dan dibawa dijalankan-Nya di dalam sejarah menurut rencana dan panggilan-Nya berdasarkan kemurahan-Nya (Roma 8:30). Kita diselamatkan oleh anugerah Allah, bukan oleh usaha kita (Efesus 2:8-9), dan anugerah Allah mengajarkan kita untuk mengerjakan keselamatan kita di hadapan Allah dengan cara yang terhormat (Titus 2:11-12). Pujian terhadap anugerah Allah yang berkelimpahan itu adalah tujuan akhir dari keselamatan (Efesus 1:6). Pendeknya, dari permulaan sampai akhir, yang ada hanya anugerah-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s