TUHAN SETIA DAN BERDAULAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-207:1 – Sai tiop ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au, paima
tos hosangku ramoti au. Ndang olo au
mardalan sasada au; Sai Ho ma ale
Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ulangan 27:11-26 (Pagi)
Wahyu 13:11-18 (Malam)

RENUNGAN
2 Tesalonika 3:3
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.

TUHAN SETIA DAN BERDAULAT
Dalam perjalanan sejarah umat Tuhan, jemaat sering mengalami penindasan, tekanan bahkan penganiayaan. Misalnya, Pemerintahan China dan Sovyet Rusia mengeluarkan peraturan larangan membangun gereja. Gedung gereja dihempang dan dibongkar dan ibadah dibubarkan. Ibadah dilarang, siapa yang melanggar dihukum. Di Indonesia juga banyak tekanan terhadap orang percaya dan di beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa, pembangunan gedung gereja sangat sulit. Orang Kristen ditekan, gereja di bom dan orang percaya didiskriminasi dalam jabatan publik. Demikianlah juga pada abad pertama pelayanan Rasul Paulus, orang percaya di Tesalonika ditekan, dibenci dan dimusuhi. Iblis memakai orang jahat untuk menindas orang percaya. Dalam kondisi hidup menderita itulah Paulus meyakinkan setiap jemaat untuk terus berharap pada pemeliharaan Tuhan yang selalu menguatkan dan melindungi mereka. Orang percaya diingatkan bahwa Tuhan setia, Tuhan tidak meninggalkan mereka dalam penderitaan.

Jika saat ini kita menghadapi berbagai tekanan atau kejahatan, apa sikap kita? Sebagai orang percaya, kita menghadapi pergumulan, tantangan, tekanan, dan seakan doa kita belum atau tidak dijawab Tuhan. Namun Tuhan tetap setia, sampai saat ini pun Dia tetap setia dan mengasihi orang percaya. Renungan hari ini mau menguatkan iman dan pengharapan kita, sehingga kita tetap teguh beriman, setia beribadah, dan berkarya bagi Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 – Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya. B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dia-lah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HAMBA YANG SETIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-252:1 “Paian Ma Di Hami”
O Jesus sai dongani ma hami sasude
Pasada rohanami asa bulus sude

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 9:16-18 (Pagi)
Yes. 50:4-5 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 12:43
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

HAMBA YANG SETIA
Suatu malam, seorang bapak dan istrinya masuk ke sebuah hotel kecil untuk bermalam. Sayangnya, hotel itu sudah penuh karena ada acara besar di daerah itu. Namun, melihat cuaca yang buruk, seorang pegawai hotel mempersilakan pasangan itu untuk beristirahat di kamarnya. Keesokan harinya, bapak itu berkata, “Karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh dan dengan sikap melayani, suatu saat saya akan membuat hotel untukmu.” Dua tahun kemudian, bapak itu—William Waldorf Astor—mengangkat pegawai hotel tersebut, George Charles Boldt, untuk menjadi pimpinan hotel Waldorf-Astoria, salah satu hotel paling bergengsi di dunia. Dalam perumpamaan “Hamba yang setia dan hamba yang jahat,” Kristus memperlihatkan bagaimana seorang hamba yang setia terhadap pekerjaannya akan mendapat kepercayaan yang lebih besar. Perumpamaan itu menjadi sangat lekat bagi kita sebagai orang Kristen karena kita sesungguhnya adalah hamba-hamba itu dan Tuhan Yesus adalah tuan kita.

Kita semua telah dipanggil oleh Tuhan untuk melakukan tugas pelayanan di dunia. Namun, apakah kita sudah melakukannya dengan penuh kesungguhan? Atau, jangan-jangan, karena kita merasa bahwa Tuhan sedang tidak mengawasi kita, lantas kita berbuat seenaknya? Kepada setiap orang dipercayakan tugas yang berbeda-beda sesuai dengan talenta yang dimilikinya. Mereka yang bertalenta organisatoris bisa menjadi pengurus di gereja. Mereka yang bertalenta musikal bisa berbagi sukacita lewat musik. Setiap hal kita lakukan dengan sungguh-sungguh karena kita melakukannya untuk Tuhan, amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-460:1. Jika Jiwaku Berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku. Ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu. Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya. Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MAKNA PENGORBANAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 248:1. “Saleleng Ho Di Tano On”
Saleleng ho di tano on, patigor ma roham
Paingotingot ma tongtong, ni dok ni Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 3:7-9 (Pagi)
1 Taw. 16:23-29 (Malam)

RENUNGAN
Markus 8:35
Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

MAKNA PENGORBANAN
Pengorbanan adalah suatu tindakan atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pertolongan dan tidak mengharapkan imbalan. Bentuk pengorbanan sangat variatif, ada dalam bentuk benda, tenaga, dan lain-lain. Sebagai pengikut Kristus tentunya hal tersebut bukan hal yang asing. Allah telah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal (Yoh. 3:16). Keteladanan Yesus mestinya menjadi inspirasi bagi umat manusia zaman sekarang, menolong orang lain dengan ikhlas tanpa membedakan latar belakang dan tanpa mengharapkan imbalan. Ketika seseorang butuh pertolongan dan kita mampu menolongnya, kenapa tidak kita segera menolongnya? Markus 8:35 sangat jelas menyebutkan pengorbanan akan mendatangkan keselamatan. Siapa yang mau menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya, dan yang kehilangan nyawa karena Aku maka akan diselamatkan.

Kita tidak perlu sampai mati (kehilangan nyawa) sebagai bukti pengorbanan, namun perlu kesetiaan dengan segala konsekwensinya untuk memberitakan Injil dan sebagai saksi Kristus. Tidak mudah tapi pasti bisa, sebab mengikut Yesus berarti siap memikul Salib, mengikut Yesus berarti siap menghadapi berbagai tantangan. Di akhir tahun ini kita tentunya mengintrospeksi diri, apa pengorbanan yang kita berikan sebagai pengikut Kristus? Kehilangan nyawa berarti kita memberikan apa yang bisa kita berikan, tubuh kita adalah persembahan yang terbaik karena itu melalui perbuatan, perkataan, atau dalam segala hal. Mari kita buktikan pengorbanan kita sebagai pengikut Kristus, amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 364:1. Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh roh dan jiwaku. Kukasihi, kupercaya, ku ikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah
Kepada-Mu Jurusl’mat aku berserah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ROH PENGHIBUR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-207:1 Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au. Paima tos
hosangku ramoti au. Ndang olo au mardalan
sasada au; Sai Ho ma ale Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Pet. 1:10-14 (Pagi)
Yer. 20:7-9 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 15:26-27
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

ROH PENGHIBUR
Ayat renungan di atas merupakan perkataan Yesus ketika memberitahu murid-murid-Nya bahwa dunia akan membenci Yesus dan para murid dan menjelaskan betapa berat konsekuensinya karena mereka akan dibenci dunia, dan dunia membenci tanpa alasan. Namun Yesus tidak akan membiarkan mereka sendiri untuk menghadapinya, Dia akan mengirim Sang Penghibur untuk bersaksi tentang Yesus dan selanjutnya kita sebagai orang-orang pilihan Tuhan dan sahabat Tuhan harus bersaksi tentang Kristus sebagai Sang Juruselamat dunia dan diperintahkan-Nya untuk mengasihi seorang akan yang lain (Yohanes 15:17).

Kita sebagai saksi Kristus saat ini, masih mengalami peristiwa seperti apa yang telah dikatakan Yesus tersebut. Melalui pemberitaan di media massa maupun media sosial, kita melihat betapa banyak penderitaan yang dialami orang Kristen di seluruh dunia, terutama di negara yang penduduk Kristennya minoritas. Namun sebagai pengikut Kristus, kita juga mengalami tekanan internal yaitu kondisi kehidupan dan permasalahannya yang terjadi di sekitar keluarga dan lingkungan kita. Terkadang perbuatan baik kita seakan-akan tidak dihargai orang-orang yang kita bantu dan sekali kita tidak berbuat sesuai keinginan mereka, maka kita akan dengan mudah dipersalahkan. Juga terkadang kita tersudut seperti seseorang yang punya utang pada mereka, yaitu ketika mereka datang untuk meminta sesuatu pada kita maka kita seakan harus wajib memenuhinya. Dan banyak kondisi lainnya yang membuat kita tawar hati atau sedih serta kecewa, namun kita harus tetap tegar sebagai Saksi Kristus, karena Yesus sendiri sudah melihat apa yang kita alami saat ini 2000 tahun lalu dan sudah mengirim kepada kita sang Penghibur. Jadi tetaplah fokus kepada Misi Agung yang Tuhan telah perintakan untuk tetap mengasihi seorang akan yang lain, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-29:4 – Di muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, kudapat kasih sayang-Nya
Hatiku pasrah berserah, Di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KERJAKAN TUGAS MULIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 517:1 Didia Angka Jolma
Didia angka jolama, dijouhon Tuhan i, na olo suruonku, torop namago i. Torop do ina Batak nang namarbaju i, nang ama, doli-doli namansai dao do pe.

PEMBACAAN FIRMAN
2Tes. 1:11-12 (Pagi)
Yes. 8:13-18 (Malam)

RENUNGAN
Matius 10:7
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

KERJAKAN TUGAS MULIA
Yesus mengutus kedua belas murid untuk pergi kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Mrk. 1:17). Yesus berkata kepada mereka ‘Mari, ikutlah aku dan kamu Kujadikan penjala manusia. Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Bahwa kita semua umat percaya yang hidup di dunia ini mempunyai tugas pelayanan yang benar, pasti tidak berfokus kepada pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi pada pemberitaan kebenaran yang murni dari apa yang diajarkan Tuhan Yesus.

Umat perjanjian baru adalah umat yang akan mewarisi kerajaan surga, yang pikirannya harus tertuju kepada perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol 3:1-2). Panggilan kepada umat Tuhan hanya tunggal: “Mengumpulkan harta di surga, bukan di bumi” (Mat 6:20) pemenuhan akan kebutuhan jasmani bukanlah sesuatu yang rumit. Solusinya haruslah menemukan sendiri dalam kehidupan melalui kerja keras dan bertanggung jawab, Tuhan pasti akan memberkati bukan hanya dengan doa tetapi juga berusaha dengan giat. Dalam tugas dan pemberitaan injil keselamatan ini Tuhan pasti akan mencukupkan apa yang kita perlukan. Sawah sudah menguning, siap untuk dituai, pekerja kurang. Keselamatan dan hidup kekal telah tersedia. Tuhan Yesus Kristus telah sempurna dan selesai melaksanakan untuk kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 222b : 1 Agungkan Kuasa Namanya
Agungkan kuasa nama-nya; Malaikat bersujud!
Nobatkan Raja Mulia dan puji, puji, puji Yesus, Tuhanmu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERITAKANLAH FIRMAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25:1 HataMi, Ale Tuhanku
HataMi, ale Tuhanku, arta na umarga i,
Sai paian di rohangku, unang so hutiop i.
Molo so be sitiopan hata na badia i,
aha nama haojahan ni haporseaon i?

PEMBACAAN FIRMAN
2 Kor. 5:19-21 (Pagi)
Maz. 105:1-6 (Malam)

RENUNGAN
2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

BERITAKANLAH FIRMAN TUHAN
Ayat ini diawali oleh Paulus dengan penyataan Tuhan dan demi kerajaan Tuhan. Ada lima hal yang diperintahkan oleh Paulus: 1) beritakanlah firman; 2) siap sedialah baik atau tidak baik waktunya; 3) nyatakanlah apa yang salah; 4) tegorlah; dan 5) nasihatilah. Dalam kelima perintah ini terkandung pesan agar kita menggunakan segala kesempatan untuk memberitakan firman, karena waktunya sudah sangat mendesak. Di ayat 3 dan 4 disampaikan bahwa akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat dan mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran. Maka firman Allah bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3: 16).

Saudara, pertama, firman itu sendirilah yang harus kita beritakan serta di dalam melakukan koreksi dan menasehati, kita harus tetap berpatokan pada firman. Kedua, kita melaksanakan perintah-perintah ini dengan penuh kesabaran dan pengajaran. Kita menghadapi tantangan di mana orang akan lebih senang belajar pada guru-guru yang mengikuti kehendak mereka untuk menyenangkan keinginan telinga mereka (ay.3b). Jadi kita harus sabar dan tekun untuk mengajarkan firman Tuhan. Ketiga, gunakan talenta yang kita miliki masing-masing, sekecil apapun itu, untuk memberitakan firman agar semakin banyak orang yang mengenal Yesus. Setiap kita diberi talenta berbeda-beda, talenta suara dan kemampuan bernyanyi, talenta mengajar, talenta bercerita, dan lain-lain. Keempat, kita harus hidup didalam firman itu sendiri, perbuatan kita yang sesuai dengan firman lebih kuat pengaruhnya bagi orang yang melihatnya daripada mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1. Ya Tuhan Bimbing Aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun. ‘Pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERITAKANLAH INJIL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 194:1. “Aut so asi rohaM”
Aut so asi rohaM, aut so godang basaM tudia au. Alai dibaen basaM dohot asi rohaM. Tu surgo au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 4:11-15 (Pagi)
Yes. 44:6-8 (Malam)

RENUNGAN
1 Tesalonika 2:2
Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.

BERITAKANLAH INJIL
Banyak tantangan yang harus kita hadapi sebagai pengikut Kristus di dunia ini. Adanya penyegelan gereja dimana-mana bukan menjadi penghambat bagi kita untuk menjadi takut dan berhenti dalam usaha mewartakan kerajaan Allah. Pelayanan Paulus pada saat itu bukannya tanpa hambatan, dapat dikatakan tidak hanya mendapatkan “manisnya” saja saat melakukan pelayanan di Tesalonika tetapi dia mendapatkan “pahitnya” juga. Pelayanan kita kepada Allah tentu berbeda dengan pelayanan kita terhadap bos di kantor. Di kantor, kita bekerja sebaik mungkin untuk mendapatkan pujian, reward, atau kenaikan pangkat. Sebagai pengikut Yesus, harus bisa menjadi saksi akan kerajaan Allah untuk menyebarkan kebenaran di dunia ini walau banyak hambatan yang bertentangan dengan tujuan kita. Tidak menjadi takut atau lemah atas segala persoalan hidup, tetapi harus tetap yakin karena Allah menyertai kita. Nyatakan kebenaran dan jangan bersaksi dusta.

Perkataan harus sejalan dengan perbuatan. Jadilah teladan seperti Paulus menjadi model atau teladan bagi jemaat di Tesalonika. Ia bekerja keras siang dan malam bahkan menghadapi tantangan agar orang-orang di Tesalonika meneladani dirinya. Kita dapat meneladani Paulus. Pada masa itu jemaat Tesalonika bukan dikenal sebagai jemaat yang besar tetapi menjadi teladan bagi seluruh orang percaya di wilayah Makedonia dan Akaya. Tuhan ingin agar kita dapat menjadi “Paulus-Paulus” baru yang telah diberkati oleh Allah. Setelah kita mendengar firman ini kiranya kita dapat menjadi “batu penjuru” di antara sesama kita dan tidak menjadi “batu sandungan”, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 345:1-2. “Sertai kami Tuhan”
Sertai kami Tuhan dengan anug’rah-Mu. Berilah pertolongan melawan si set’ru. Sertai kami Tuhan di dalam firman-Mu
Sehingga kebajikan dan s’lamat pun penuh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin