HAMBA YANG SETIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-252:1 “Paian Ma Di Hami”
O Jesus sai dongani ma hami sasude
Pasada rohanami asa bulus sude

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 9:16-18 (Pagi)
Yes. 50:4-5 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 12:43
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

HAMBA YANG SETIA
Suatu malam, seorang bapak dan istrinya masuk ke sebuah hotel kecil untuk bermalam. Sayangnya, hotel itu sudah penuh karena ada acara besar di daerah itu. Namun, melihat cuaca yang buruk, seorang pegawai hotel mempersilakan pasangan itu untuk beristirahat di kamarnya. Keesokan harinya, bapak itu berkata, “Karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh dan dengan sikap melayani, suatu saat saya akan membuat hotel untukmu.” Dua tahun kemudian, bapak itu—William Waldorf Astor—mengangkat pegawai hotel tersebut, George Charles Boldt, untuk menjadi pimpinan hotel Waldorf-Astoria, salah satu hotel paling bergengsi di dunia. Dalam perumpamaan “Hamba yang setia dan hamba yang jahat,” Kristus memperlihatkan bagaimana seorang hamba yang setia terhadap pekerjaannya akan mendapat kepercayaan yang lebih besar. Perumpamaan itu menjadi sangat lekat bagi kita sebagai orang Kristen karena kita sesungguhnya adalah hamba-hamba itu dan Tuhan Yesus adalah tuan kita.

Kita semua telah dipanggil oleh Tuhan untuk melakukan tugas pelayanan di dunia. Namun, apakah kita sudah melakukannya dengan penuh kesungguhan? Atau, jangan-jangan, karena kita merasa bahwa Tuhan sedang tidak mengawasi kita, lantas kita berbuat seenaknya? Kepada setiap orang dipercayakan tugas yang berbeda-beda sesuai dengan talenta yang dimilikinya. Mereka yang bertalenta organisatoris bisa menjadi pengurus di gereja. Mereka yang bertalenta musikal bisa berbagi sukacita lewat musik. Setiap hal kita lakukan dengan sungguh-sungguh karena kita melakukannya untuk Tuhan, amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-460:1. Jika Jiwaku Berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku. Ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu. Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya. Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s