Berserah Kepada Tuhan


BERNYANYI BE. 273:1. Jesus Tuhanku Rajai Ma Au
Jesus Tuhanku rajai ma au on, asa mangihut tu Ho au tongtong. Topot rohangku ingani ma i, Unang be masuk na asing tusi. Jesus pasonang rohangku tongtong. Asa marguru tu Ho au tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ratapan 3:19-26
Malam: Daniel 6:20-25

RENUNGAN
Biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Yeremia 20:12b

Berserah Kepada Tuhan
Manusia datang kepada Allah dengan harapan mendapatkan kebahagiaan dan pertolongan. Realitanya tidak semua yang datang kepada Allah itu dapat tetap setia untuk berdiri teguh di jalan-Nya. Terkadang ketika keinginan kita tidak terpenuhi, kita mengubah langkah hidup dengan menjauh dari Allah dan mencari yang sesuai keinginannya. Banyak orang datang kepada Allah tetapi tidak mengenal Allah, bahkan tidak membangun hubungan baik dengan-Nya. Ada yang memahami Allah itu baik; selalu menolong dan mengampuni. Tetapi ada yang memahami Allah itu pembalas karena selalu menghukum orang bersalah. Nabi Yeremia mengemban tugas yang sulit untuk mengumandangkan pesan Allah kepada bangsa Israel. Tugas itu membuatnya harus menanggung siksaan fisik, caci maki, pemenjaraan, dan pengucilan dari kaum sebangsanya. Walaupun Yeremia bergumul dengan kekecewaan yang amat mendalam, ia mempunyai Penolong yang setia menyertainya melalui segala kesulitan itu. Allah berjanji kepadanya, “Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau” (Yer. 1:19).

Allah tidak mengabaikan Yeremia, dan Dia tidak akan mengabaikan kita. Dia terus-menerus memberikan pertolongan melalui kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam diri setiap orang percaya. Sang Penolong memberi kita pengharapan (Rm. 15:13), memimpin kita ke dalam kebenaran rohani (Yoh. 16:13), dan mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kita (Rm. 5:5). Kita dapat meyakini bahwa Allah setia menolong kita di tengah kesulitan yang sedang kita tanggung. Seperti Yeremia, kita dapat menyatakan, “Biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-367:2 Pada-Mu Tuhan dan Allahku
Di dalam Yesus Kau nyatakan, ya Bapa, isi hati-Mu: curahan kasih kesukaan, Engkau limpahkan bagiku. Andaikan orang menyadari, niscaya, Tuhan, Kau dicari.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Upah


BERNYANYI BE. 275:1 O Jesus Tuhanki
O Jesus Tuhanki, Ho Siparmonang i Raja tongtong. Ndang na margogo au, molo so Ho di au. I pe dongani au di tano on.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 92:10-16
Malam: Lukas 18:1-8

RENUNGAN
Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Ibrani 10:35

Upah
Upah adalah sesuatu yang dinanti dan diharapkan penuh dengan antusias. Karena segala sesuatu yang telah direncanakan akan terealisasi dengan menggunakan upah yang didapat. Upah seperti ini biasanya akan bias jika dikaitkan dengan iman. Mengapa demikian? Karena kadang orang berpendapat bahwa ketika seseorang mendapatkan upah, yang bersangkutan meyakini hal itu semata-mata karena prestasinya sendiri. Tidaklah demikian upah yang dimaksud dalam nas ini yang adalah upah karena iman. Upah karena iman ini berbicara upah karena teguh dalam kepercayaan kepada Yesus yang menganugerahkan hidup yang kekal. Jadi upah yang dimaksud adalah hidup yang kekal. Konkritnya upah itu adalah kasih karunia Allah. Jika demikian pastilah prestasi kita apapun profesi kita tidak akan pernah kita klaim karena gagah kuasa kita, tapi hanya oleh karena kasih karuni Allah. Rasul Paulus berkata dalam Efesus 2:8-9: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil usahamu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Demikianlah upah yang kita dapatkan dari prestasi profesi kita masing-masing guna merealisasikan setiap rencana kehidupan kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upah dengan tidak melepaskan kepercayaan kita karena kita imani bahwa kedua-duanya adalah kasih karunia Allah kepada kita. Berdasarkan hal itu mari kita realisasikan rencana-rencana kehidupan keluarga kita dengan upah-upah dimaksud karena kedua upah itu adalah kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 364:2 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus di kakiNya ‘ku sujud.
Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan, t’rima anak-Mu!
Aku berserah, aku berserah;
kepada-Mu, Jurus’lamat, aku berserah!.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Bersukacita dalam Penderitaan-Nya


BERNYANYI BE. 227:3 Jesus Ngolu ni Tondingku
Jangkon au baen siseanMu, Na girgir tu podaMi. Sai surdukkon ma tanganMu, Asa tong hutiop i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 13:46-52
Malam: Yesaya 18:1-7

RENUNGAN
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
1 Petrus 4:13

Bersukacita dalam Penderitaan-Nya
Mengapa penderitaan tidak membuat orang berbahagia apalagi bersukacita? Jawabnya adalah karena penderitaan itu diyakini sebagai hukuman; tidak ada pengharapan tetapi merupakan nasib atau takdir belaka. Penyebab penderitaan bisa karena miskin, sakit, kegagalan, musibah kecelakaan atau karena merasa tidak ada yang bisa dibanggakan. Nasib atau takdir, seringkali dijadikan kata penutup untuk menghibur diri. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa ada sukacita di dalam penderitaan, yakni jika penderitaan kita ada di dalam penderitaan Kristus. Mengapa? Karena penderitaan kita dalam Yesus Kristus memiliki pengharapan yang kuat dan pasti.

Sebagai orang Kristen atau pengikut Kristus kita selalu hidup berpegang pada nilai-nilai yang ada dalam Firman-Nya. Dalam realitas hidup sehari-hari, nilai kristiani itu akan membawa dan menjadikan kita berbeda. Prinsipnya walau terjadi penderitaan, kita tidak menganggap itu sebagai sesuatu kejadian luar biasa yang bisa menyiksa. Tetapi, semua itu harus dihadapi dan dijalani, ibarat para pelajar yang sedang menghadapi ujian yang akan membawanya naik kelas. Inilah yang dimaksud bersukacita dalam penderitaan-Nya, yakni jika kita lulus menghadapi ujian maka kita naik kelas dan bisa bersukacita. Lebih dari itu, kita juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Yesus Kristus Raja menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita. Tuhan memberkati. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:2 Tinggallah Dalam Yesus
Kita sebagai ranting pasti berbuahlah, asal dengan setia tinggal di dalam-Nya. Tinggallah dalam Yesus, muliakan nama-Nya: hidup berlimpah kurnia hanya di dalam-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Bersukaria dan Bersorak-sorai di dalam Tuhan


BERNYANYI BE. 435:1. Marolopolop Tondingki
Marolopolop tondingki ai naung di tobus Jesus i. Hamu sude, bege ma i, sai las ro hangku mandok i. Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki! Tondi na mangajari au, tarbaen marlasniroha au! Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 11:19-26
Malam: Yesaya 26:13-21

RENUNGAN
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku
Yesaya 61:10a

Bersukaria dan Bersorak-sorai di dalam Tuhan
Bersukaria dan bersorak-sorai adalah gambaran hati yang gembira dan bersyukur. Orang yang mempunyai hati yang gembira pasti ada sukaria dan orang yang bersukaria pasti mempunyai semangat hidup.” Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22). Untuk itu tak ada alasan bagi orang percaya untuk tidak bersukaria karena Allah adalah sumber sukacita.

Nas ini mengingatkan kita untuk bersukaria dan bersorak sorai di dalam Tuhan. Lantas bagaimana caranya agar kita selalu hidup bersukaria dan jiwa yang bersorak sorai di dalam Tuhan.

1. Mengingat Kebaikan-Nya. (Mazmur 143:5) Mengingat dan merenungkan kembali kebaikan Tuhan dan kebaikan orang yang pernah menolong kita dapat membantu kita mengatasi pikiran dan perasaan buruk, tetapi sebaliknya mengingat hal-hal yang buruk yang menimpa kita akan membuat kita sakit hati, kecewa, susah, sedih dan tertekan sehingga kita kehilangan sukacita. Untuk itu mari pikirkan hal-hal yang positif (Filipi 4:8).

2. Setia Kepada Tuhan. Ketika kita mengalami keadaan yang paling buruk tetaplah setia memuji dan menyembah Tuhan. Disaat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh maka hati kita akan merasa damai oleh karena sukacita yang dari Tuhan.

3. Meminta Pertolongan Tuhan (Maz. 143:7). Dalam menghadapi masalah jangan pernah mencari pertolongan manusia, paranormal, dukun karena hasilnya hanya kekecewaaan dan masalah menjadi makin berat. Yesus meminta kita untuk datang menghampiriNya, karena Yesus sanggup memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita yang letih lesu dan berbeban berat. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-299:1 Bersyukur Kepada Tuhan
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan sebab Ia baik. Bersyukur kepada Tuhan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Reminiscere Tuorum Domine


Seruan Passion Pertama:
“Reminiscere Tuorum Domine”

Saat ini kita memasuki Minggu Passion yang pertama. Pada minggu ini kita diajak untuk menyerukan kepada Allah “ingatlah segala rahmat dan kasih setiaMu” dalam bahasa Latin dikatakan: Reminiscere Tuarum Domine. Itu sebabnya minggu ini disebut dengan Minggu “Reminiscere”.
Pada tradisi beberapa gereja, minggu ini akan dibacakan penggalan cerita tentang perjalanan penderitaan Kristus sesuai dengan tema “reminiscere”. Salah satu peristiwa yang berkenaan dengan Minggu ini adalah dimana Kristus berjumpa dengan perempuan yang menaburkan kakiNya dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Tetapi seorang muridnya mengecam perbuatan itu, katanya: “bukanlah lebih baik jika minyak itu dijual dan diberikan kepada orang miskin?” tetapi Yesus menjawab mereka: “orang ini mengingatkan Aku akan hari kematianKu”. Dengan mengingat pengorbanan Kristus, kita mengingat kembali bagaimana janji Allah telah digenapi.

Reminiscere memiliki arti “ingatlah”. Mengingat tentu kita akan menggunakan pikiran (kepala). Dengan mengingat janji-janji Allah, kita diajarkan agar seluruh hidup kita dimulai dari kepala dipenuhi akan Firman Allah. Pikiran adalah pusat kendali manusia. Pikiran (otak) adalah pusat system yang mengatur seluruh pergerakan, seluruh saraf manusia akan terhubung kepada otak. Maka dengan dipenuhinya Firman Allah di dalam pikiran, seluruh perasaan dan pergerakan kita lahir dari Firman yang hidup.

Kerajaan Allah


BERNYANYI BE. 789:1 Lului Hamu Harajaon ni Debata
Lului hamu harajaon ni Debata, Rap dohot hatigoranNa, Tambahononna ma ondeng tu hamu, Haleluya, Haleluya. Haleluya, haleluya. Haleluya, haleluya, haleluya.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 18:1-10
Malam: Yesaya 26:1-12

RENUNGAN
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Roma 14:17

Kerajaan Allah
Betapa luar biasa bahagianya jika usaha dan kerja keras kita untuk melayani Kristus, berkenan kepada Allah dan dihormati manusia. Lantas, bagaimana caranya supaya kita bisa melayani Kristus dengan hasil yang luar biasa?

Pertama, kita melayani Kerajaan Allah. Fokus utama pelayanan kita haruslah untuk kebesaran dan kemuliaan Kerajaan Allah, bukan untuk “kerajaan” kita pribadi, dan bukan pula untuk “kerajaan” denominasi organisasi gereja. Dalam melayani, biarlah Kristus yang semakin bertambah besar dan mulia, sedangkan kita menjadi semakin kecil serta semakin berkurang kebanggaan dan ketenaran pribadi kita.

Kedua, melayani Kristus bukan berfokus utama pada soal makanan dan minuman. Melayani Kristus bukanlah soal untuk mencari keuntungan agar kebutuhan makanan dan minuman kita menjadi lebih terjamin. Bukan pula seperti kita menjalankan bisnis dengan berhitung soal untung rugi. Melayani Kristus tak berbeda dengan menempatkan diri kita sebagai hamba Tuhan yang setia dan dapat dipercaya.

Ketiga, melayani Kristus berfokus utama pada kebenaran Firman Tuhan.

Keempat, melayani Kristus dengan mengutamakan pelayanan damai sejahtera, bukan permusuhan, perpecahan, mencari kemenangan diri sendiri atau kelompok tertentu.

Kelima, melayani Kristus dalam sukacita oleh Roh Kudus. Hati yang dipenuhi sukacita oleh Roh Kudus akan selalu membuat kita bergembira dan bersemangat dalam melayani Tuhan, meski harus menghadapi banyak tantangan dan rintangan, sebagai proses yang harus dijalani dalam melayani Tuhan dari hari ke hari. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-409:1 Yesus Kau Nahkodaku
Yesus, Kau Nahkodaku di samud’ra hidupku. Badai topan menggeram dan gelombang menyerang. Kemudikan bidukku, Yesus, Kau Nahkodaku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Harapan Dan Sukacita


BERNYANYI BE. 227:1 Jesus Ngolu Ni Tondingku
Jesus ngolu ni tondingku. Ho do haporusanki. Gok di Ho nama diringku. Ro di nasa langkaki

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 8:9-25
Malam: Yesaya 9:13-18

RENUNGAN
Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.
Amsal 10:28

Harapan Dan Sukacita
Semua orang berharap pada sesuatu. Beberapa orang berharap pada diri mereka atau pada manusia. Tetapi sesungguhnya keyakinan diri dan manusia tidak akan cukup mampu menguatkan mereka. Di manakah Anda dapat menaruh harapan Anda? Serahkan ke dalam Allah. Dia tidak akan pernah mengecewakan Anda. Allah ada untuk saya, dan Dia pun ada untuk Anda. Tidak peduli apa yang tengah Anda hadapi dalam hidup, Ia akan berjalan bersama Anda melewati itu semua. Seperti pemazmur berkata, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4) Anda adalah orang yang penuh harapan, atau orang yang putus asa? Alkitab mengatakan, “Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia” (Amsal 10:28) Jadi berharaplah hanya kepada Tuhan. Apa kepada-Nya harapan Anda berada? Mungkin saat ini Anda sedang menghadapi krisis kehidupan. Mungkin Anda baru saja mendengar kabar terburuk yang pernah Anda terima. Mungkin Anda sedang melalui masalah dalam pernikahan Anda, masalah di tempat kerja, masalah dalam keluarga, masalah kesehatan, masalah keuangan, dan masalah-masalah lain yang menurut Anda sulit untuk dihadapi. Mungkin saat ini Anda sedang berada dalam kesedihan atau kecemasan yang mendalam, dan Anda bertanya-tanya apa yang harus diperbuat? Satu hal yang perlu kita lakukan: “Berseru dan berharaplah kepada Tuhan”. Apa pun yang terjadi kita mempunyai satu jaminan kepastian di dalam Dia. Berharaplah hanya kepada Allah, Dia tidak pernah mengecewakan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-417:1 Serahkan Pada Tuhan
Serahkan pada Tuhan seluruh jalanmu; kuatirmu semua ditanggung-Nya penuh. Sedangkan angin lalu dituntun tangan-Nya, pun jalan di depanmu, Tuhan mengaturnya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin