Jangan Melupakan Tuhan


BERNYANYI BE. 262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan. Sitompa sasude, silehon hangoluan. Sai lehon ma di au, pamatang na hipas
Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 8:1-8
Malam: Yesaya 9:7-12

RENUNGAN
Kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.
Yesaya 26:8b

Jangan Melupakan Tuhan
Beberapa hari yang lalu di suatu acara televisi, saya menonton diskusi panel mengenai cara otak bekerja, khususnya mengenai perbedaan cara mengingat antara pria dan wanita. Para pria biasanya mengingat hal-hal secara klinis dan langsung memisahkan mana hal penting yang perlu diingat atau hal yang tidak terlalu penting. Sebaliknya para wanita mengingat suatu momen secara detail bersamaan dengan emosinya saat itu. Itulah sebabnya pria mungkin lebih tangguh ketika menghadapi persoalan yang memerlukan daya ingat dan pengalaman, sedangkan wanita lebih luwes dalam mengingat momen-momen dalam kehidupan. Namun, di akhir pembicaraan, sang pakar menegaskan bahwa secara keseluruhan manusia itu cenderung mudah lupa.

Sama halnya dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen, kita mungkin sering lupa akan kebaikan Tuhan. Alkitab mencatat manusia mudah lupa akan kasih Tuhan. Satu contohnya adalah kisah orang Israel yang dilepaskan dari perbudakan di Mesir, berjalan melewati Laut Teberau, dan saat mereka bersungut-sungut karena tidak ada makanan. Dalam Nas ini, nabi Yesaya juga mengingatkan kita dengan perkataannya: “Kesukaan kami adalah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau” (Yes. 26:8b). Jangan pernah merasa bahwa Tuhan itu melupakan kita. Kita harus tetap percaya kepada Tuhan. Manusia dapat melupakan kita, tetapi ingatlah bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan serta tidak melupakan kita. Yesus juga sangat mengasihi kita. Dia selalu beserta dengan kita. Apapun kondisi kita hari ini, tetaplah kuat di dalam iman. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:4 Ingat Akan Nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.
Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia!
Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup Baru


BERNYANYI BE. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi. Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi. Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami, asa digomgomi TondiMi ma hami.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 2:26-36
Malam: Yesaya 2:1-6

RENUNGAN
Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Efesus 4:24

Hidup Baru
Bila kita berbicara tentang “manusia baru” tentu kita akan bertanya apakah ada manusia lama? Bagaimanakah ciri-ciri manusia lama? Seperti tertulis pada Efesus 4:17-19 dikatakan bahwa manusia lama adalah orang orang yang hidupnya tidak mengenal Allah, jauh dari persekutuan Allah, mereka bodoh dan degil hatinya, perasaannya tumpul dan mereka hidup dengan hawa nafsu dan serakah serta penuh kecemaran. Hari-hari ini ada banyak orang yang aktif ke gereja tapi gaya hidupnya masih seperti manusia lama, masih gelap, karakternya masih seperti karakter orang yang belum mengenal Tuhan, tidak berpikir panjang, gampang emosi, mudah terpancing amarah, gampang memilih jalan pintas, sering mengambil keputusan yang keliru, dan menjadi seorang yang masa bodoh terhadap orang lain. Hidup ini adalah pertarungan antara manusia lama dan manusia baru, kalau ingin menang dengan manusia lama, mau tidak mau kita harus membiasakan diri dengan cara-cara Allah dalam menyelesaikan sesuatu. Kita harus berani berkata tidak dengan cara-cara hidup yang lama dan selalu berkata ya dengan kehendak Allah. Memang tidaklah mudah untuk mewujudkannya, tetapi ingatlah kita hanya dituntut untuk “mengenakan” artinya yang menyediakan hidup baru itu adalah Allah, berarti Allah juga yang akan memampukan kita untuk menjalani kehidupan baru itu asal kita berserah kepada Dia pemilik kehidupan itu. Kemenangan akan Tuhan sediakan bagi setiap mereka yang percaya dan yang mengandalkan Tuhan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-388:1 S’lamat Di Tangan Yesus
S’lamat di tangan Yesus aman pelukan-Nya. Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar.
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus aman pelukan-Nya. Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Mendengar Tuhan Gembala Kita


BERNYANYI BE. 470:1 Jesus Ho Nampuna Au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au. Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganmi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 1 Korintus 3:10-15
Malam: 1 Samuel 3:10-14

RENUNGAN
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.
Yohanes 10:27

Mendengar Tuhan Gembala Kita
Kata “mendengarkan suara-Ku” dalam ayat 27, adalah bentuk kata kerja yang tindakannya terus menerus berkelanjutan” yang mana kata kerja tersebut terus menerus dikerjakan. Kita konsisten setiap jam, setiap menit, setiap detik untuk terus menerus mendengarkan suara TUHAN”. Itulah makna sesungguhnya dari kata tersebut berdasarkan tata bahasa Yunaninya. Jadi yang dimaksudkan oleh TUHAN YESUS mengenai siapa yang termasuk golongan domba-domba-NYA adalah “orang-orang yang terus menerus konsisten mendengarkan suara-NYA. Orang yang terus menerus taat akan firman-NYA”.

Selanjutnya kata “Mengikuti” dalam ayat 27, adalah “domba-domba yang terus menerus konsisten mengikuti TUHAN YESUS setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik”. Jadi mereka-mereka inilah yang dimaksudkan oleh TUHAN YESUS sebagai domba-domba-Nya yang mana Tuhan Yesus memberi kepastian bagi mereka yang terus menerus konsisten hidup di dalam firman-Nya, maka mereka inilah yang akan diselamatkan. Jika orang-orang Kristen terus menerus hidup dalam dosa, maka jangan harap kita akan tergolong ke dalam domba-domba TUHAN YESUS. Itu artinya jangan harap kita akan diselamatkan. Kebenaran Alkitab harus diajarkan secara utuh, jangan setengah-setengah! Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-332:2 Kekuatan Serta Penghiburan
Tiap hari Tuhan besertaku, diberi rahmat-Nya tiap jam. Diangkat-Nya bila aku jatuh, dihalau-Nya musuhku kejam. Yang nama-Nya Raja Mahakuasa, Bapa yang kekal dan abadi, mengimbangi duka dengan suka dan menghibur yang sedih.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berpaut Pada Tuhan


BERNYANYI BE. 690:1. Hibul Rohangku
Hibul rohangku tu Tuhan Jesus
Sude ngolungku di Tuhan Jesus
Ihuthononku do Tuhan Jesus
Ndang olo au sumurut be

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Hakim-hakim 7:1-7
Malam: Yohanes 17:20-23

RENUNGAN
Dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita
1 Raja-raja 8:61a

Berpaut Pada Tuhan
Pada pertengahan abad ke-19, tepatnya sebelum tahun 1961, leluhur orang Batak bisa dikatakan hidup dalam masa-masa yang suram dan belum mengenal kekristenan. Kedatangan para missionaris memberitakan injil kemudian membuat kehidupan orang Batak mendapat pencerahan. Tindakan para missionaris ini, harus diakui sangat banyak mempengaruhi kemajuan orang Batak pada umumnya sehingga bisa semaju sekarang. Gereja HKBP berdiri tentu saja adalah bagian dari maksud Tuhan agar kita tetap belajar dan bersekutu sehingga tetap berpaut pada Tuhan. Dengannya kita dengan tekun dan rajin baik secara pribadi maupun bersama-sama untuk mempelajari, merenungkan dan menjalankan firman-Nya. Tuhan menginginkan kita agar tetap setia dan bersandar pada Tuhan. Orang Israel yang dibebaskan dari Mesir, mengembara selam 40 tahun di padang pasir, akan tetapi dengan penyertaan Tuhan bisa sampai dan hidup sejahtera di Kanaan.

Demikian juga kita jemaat HKBP, telah diberkati Tuhan, dari dulunya hidup dalam kegelapan menjadi orang-orang yang diselamatkan dan diberkati Kristus dan hidup di bumi Indonesia dan dunia. Pertanyaannya apakah kita akan berterima kasih dengan tetap setia dan berpaut kepada Tuhan dengan semua pengalaman kita? Apakah kita akan terus berbuah? Kini, kita mungkin termasuk orang yang taat kepada Tuhan dan mengimani penyertaan Tuhan. Tanpa ketergantungan kepada Tuhan, kita tidak mungkin menghasilkan buah yang memuliakan nama Tuhan hingga akhir hidup kita nanti (Yoh. 15:4-5).

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:1 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami Tuhan, dengan anug’rah-Mu
Berilah pertolongan melawan si set’ru.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

INVOCAVIT


Minggu ini adalah Minggu penutup pada minggu biasa bagian pertama. Tetapi bukan hanya itu, minggu ini juga adalah minggu Introit menuju Minggu-minggu Penderitaan (Passion). Umumnya minggu ini disebut dengan Minggu Quadragesima yang memiliki arti empat puluh hari sebelum kebangkitan Kristus.

Dalam tradisi gereja, pada minggu Quadragesima ini akan disuarakan “pertobatan” agar manusia kembali kepada Firman Allah. Itu sebabnya minggu ini disebut dengan minggu Invocavit. Invocavit sendiri adalah minggu introit menuju masa penderitaan. Sesuai namanya Invo = Panggilan dan Cavit=Ketentuan atau pernyataan, pada minggu ini kita diajak untuk mengenang akan Firman Allah yang terus menyuarakan kebaikan dan Janji Allah kepada manusia. Minggu Quadragesima sendiri kita mengenang penciptaan Allah akan benda-benda penerang, termasuk matahari. Itu sebabnya, kita juga mengenang bagaimana Firman Allah harus menjadi matahari (penerang) dalam kehidupan setiap manusia. Perjalanan manusia pasti akan menghadapi banyak tantangan, jika ada hari siang, maka akan datang malam hari. Karena itu persiapan menuju penderitaan dalam kehidupan harus terus dilakukan. Seperti Kristus yang mempersiapkan diriNya menuju hari kematianNya, demikian juga orang percaya harus mempersiapkan hari kekelamannya. Dengan keteguhan hati pada Minggu Quadragesima atau biasa disebut dengan Invocavit ini, kita telah siap untuk menghadapi tantangan. Hanya saja terang yang dari pada Allah hendaklah dijaga agar tidak padam. Dengan terang itulah, kita dimampukan untuk melihat arah jalan.

Amsal Orang Bijak


BERNYANYI BE. 260:1 Holan Jesus do Hubahen
Holan Jesus do hubahen donganku, ai Ibana pasonangkon au. Ingkon sai tongtong tiur langkangku,
molo raphon Jesus i au lao.
Molo raphon Jesus i au lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yosua 24:14-15
Malam: Lukas 10:25-37

RENUNGAN
Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
Amsal 23:26

Amsal Orang Bijak
Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (Amsal 1:7). Kitab Amsal ditulis oleh Raja Salomo, berisi ajaran untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda (Amsal 1:2-4). Mendidik, membimbing, mengajarkan dan mengarahkan anak-anak ke jalan yang benar sesuai ajaran firman Tuhan tentulah menjadi tugas dan tanggungjawab penuh orangtua. Melalui nasihat dan perilaku hidup sehari-hari, orangtua menanamkan ajaran tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana harus dilakukan oleh seorang anak kelak ketika dia harus mengambil keputusan dalam hidupnya, ketika dia harus menghadapi persoalan dan pergumulan hidup dan bagaimana dia harus menyikapi keberhasilan dan kesuksesan dalam hidupnya.

Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikannya (Amsal 13:1). Mari memberikan waktu membaca kitab Amsal ini secara keseluruhan untuk mendapatkan pemahaman dan pengertian yang benar akan hikmat dari Tuhan, baik sebagai orangtua maupun sebagai anak.

BERDOA

BERNYANYI KJ-40:2 Ajaib Benar Anugerah
Ketika insaf ‘ku cemas. Sekarang ‘ku lega
Syukur bebanku t’lah lepas, berkat anugerah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup Adalah Ibadah


BERNYANYI BE. 470:1. Jesus Ho Nampuna Au
Jesus Ho nampuna au,
dohot na adong di au.
Gogo dohot hosangki
Sahat ma tu tanganMi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Galatia 5:16-21
Malam: Yohanes 8:12-16

RENUNGAN
Latihlah dirimu beribadah.
1 Timotius 4:7b

Hidup Adalah Ibadah
Rasul Paulus menegaskan pada Timotius agar “latihlah dirimu beribadah” (ay-7b). Kata “latih” berasal dari kata “gumnazo” (dari kata inilah gym digunakan). Kata ini memiliki kesamaan arti dengan kedisiplinan yang dimiliki oleh seorang atlit. Itu berarti, seorang anak Tuhan haruslah memiliki disiplin rohani yang baik. Ia harus melakukan hal-hal yang mendukung pertumbuhan rohaninya, tapi harus membuang hal-hal yang bisa menghalangi pertumbuhan imannya. Berdasarkan konteks ayat ini, maka kita melihat bahwa kita harus “terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kau ikuti selama ini.” Ini berarti kita harus memiliki komitmen untuk mempelajari firman Tuhan dengan baik. Paulus juga mengingatkan bahwa disiplin ini akan membawa keuntungan bagi kehidupan kita, “ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Jika latihan badani membawa keuntungan bagi fisik kita, maka latihan rohani juga akan membawa keuntungan bagi kerohanian kita. Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibr 11:6c). Apakah kita sudah melatih diri untuk tekun beribadah? ”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibr 10:25). Orang Kristen mengenal berdoa adalah nafas hidup orang percaya. Tetapi apakah sudah semua orang yang percaya bernafas di dalam Tuhan? Baiklah kita masing-masing memeriksa kehidupan kita, apakah ibadah telah menjadi prioritas dalam praktek hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-26:1 Mampirlah Dengar Doaku
Mampirlah dengar doaku Yesus penebus. Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus. Yesus Tuhan, dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin