KITA HANYA MERENCANAKAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 10:17-24.
Malam : Yeremia 2:1-13.

03. Renungan: Amsal 16:9.
Hati manusia yang memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya

Tidak sedikit manusia merasa kecewa dalam hidupnya ketika dia menemukan hidupnya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Pada kondisi yang seperti ini mulailah orang tersebut bertanya mengapa Tuhan tidak menjawab doa permintaan saya? Apa salah dan dosaku sehingga Tuhan tidak memberkati hidupku? Seorang ayah melihat bakat anak sangat mahir di bidang keteknikan sehingga dia dengan segenap hati berusaha membimbing sang anak belajar matematika, fisika dan cabang-cabang ilmu eksakta lainnya. Si anak merasa sedikit dipaksa oleh ayahnya untuk mengikuti keinginan ayahnya padahal dia sendiri ingin menjadi seperti seorang penyanyi yang popular dan memiliki harta banyak. Si Anak ogah-ogahan menyelesaikan studinya dibidang Teknik dan dengan segala usaha dia mati-matian belajar menjadi penyanyi. Sayangnya, sebagai penyanyi dia tidak pernah mencapai hit dan penghasilannya seperti yang dia bayangkan. Lama-lama dia sadar bahwa dirinya sesungguhnya tidak terlalu istimewa di bidang tarik suara, kalaupun dia bisa nyanyi itupun karena dia sudah melakukan usaha yang mati-matian. Lalu si anak bertanya kepada Ayahnya, mengapa Ayah dulu bersikeras menyuruh saya belajar Teknik? Lalu Ayahnya menjawab, karena bakatmu sejak kecil Ayah lihat di keteknikan, semua barang-barang dirumah kamu bongkar, rusak dan pasang kembali dan berhasil. Si anakpun paham lalu mengikuti arahan Ayahnya, dan benar si Anakpun dapat berhasil dengan luar biasa dan menikmati hasilnya dengan bahagia. Sering manusia hanya berpikir untuk memenuhi keinginan dirinya sendiri tanpa bertanya apa yang Tuhan siapkan dan inginkan untuk dirinya? Oleh karena itu lakukanlah Tuhan maka Ia akan menuntun perjalanan hidupmu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 207:1. Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku sai togu au. Paima tos hosangku ramoti au
Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan manogu au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENDENGAR FIRMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut di Kau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Timotius 4:1-5.
Malam : Yeremia 1:11-19.

03. Renungan: Lukas 4:21.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.

Tuhan Yesus dalam menutup perumpamaan-Nya berkata; “Barang siapa bertelinga hendaklah ia mendengar”. Jika kita tidak mempunyai cara mendengar yang baik dan benar kita tidak dapat apa-apa, bahkan apa yang ada pada kita akan diambil (Luk 8:18). Pada saat Allah memanggil Samuel sampai tiga kali agar imam Eli dan Samuel tahu bahwa Allah yang memanggil Samuel. Dan samuel menjawab “Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Yang dapat kita pelajari dari peristiwa itu adalah ; bahwa dalam mendengar harus ada unsur kesengajaan, ekspestasi, penantian, dan postur yang tepat dalam mendengar dan membaca firman. Kita juga bisa belajar dari cara Maria mendengar Yesus. Maria memberi perhatian yang penuh, fokus kepada Yesus, posisi yang tepat duduk dekat kaki Yesus (Luk 10:38-39). Paul Tilic berkata: Mengasihi dan menghargai seseorang terlihat dari cara dia mendengarkan. Jika kita sayang pada orang di sekeliling kita, anak, istri, suami, perhatikan bagaimana cara kita mendengar mereka. Untuk menghargai sesama, kita harus fokus pada ucapan-ucapan mereka. Kita sering berkata saya cinta kamu, pada hal yang utama adalah aku mengerti kamu, saya mendengar kamu. Mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita itulah yang membuat kita intim, dekat, dengan Tuhan. Beberapa tips menjadi pendengar yang baik dan benar yang perlu kita lakukan yaitu: fokus pada individunya, bukan pada kata-katanya, buka telinga, singkirkan segala penghalang-penghalang, mendengar untuk mengerti, bukan untuk di mengerti atau menjawab. Amen.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 197:1-2. Na marmahani hita
Na marmahani hita parholong roha i. Ima Tuhanta Jesus, silehon tua i, silehon tua i
Ditatap pardangolan ni manisia i. Soada hasonangan na lilu do sude, na lilu do sude.

06. Doa Bapa kami – Amin

JANGAN MEMBUNUH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 10:1-16.
Malam : Yeremia 1:1-10.

03. Renungan: Kejadian 4:10
Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah”.

Pembunuhan adalah pemberontakan terhadap Allah. Sedikitnya ada Lima perebutan yang termasuk membunuh yaitu; Melalui fisik seperti Kain membunuh Habel. Melalui tulisan saksi dusta, serakah, pencemaran nama baik seseorang, penyebaran hoax, buli, dll. Melalui perkataan, memfitnah, menghasut, menjatuhkan kinerja, profesi, masa depan seseorang, seperti raja Daud, mengambil Betseba dan membunuh Uria dengan menyusun skenario licik menempatkan Uria di depan saat berperang, agar Uria mati. Setiap orang yang membenci saudarannya, adalah seorang pembunuh, dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh, memiliki kehidupan yang kekal di dalam hidupnya.1 Yohanes 3:15 ; Mateus 5: 21-22. Siapa berkata seseorang bodoh, kafir harus di hukum.” Pemazmur berkata: “Apabila kamu marah, janganlah kamu berbuat dosa”. Kalimat yang sama dikutip dalam Efesus 4:26.” Biarlah kamu marah tetapi jangan berbuat dosa. Amarah yang tidak tepat waktu dan alasannya akan kehilangan masa depan. Renungan hari ini mengajak kita agar kita meneladani Tuhan Yesus, yang telah rela mati diatas kayu salib untuk menebus dosa-dosa umat manusia, dan menggenapi hukum taurat dengan hukum kasih dan teladan bagi kita. Yesus datang kedunia, mati, dan bangkit untuk menebus dosa-dosa umat manusia agar beroleh hidup yang kekal. Karena itu marilah kita saling mengasihi, menghargai sesama, dengan menjungjung tinggi harkat hidup, dan martabat seseorang dengan mengasihi mereka seperti diri sendiri. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 194:3. Aut so asi rohaM
Anggiat ma holong, rohangku sai tongtong, burju tu Ho
Sai dongananMu au manang tu dia lao, sonang tutu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KUAT DALAM PENDERITAAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Raja-raja 19:15-21.
Malam : 1 Korintus 16:15-24.

03. Renungan: 2 Korintus 6:9.
Sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati.

Kehidupan adalah hasil dari sebuah keputusan dan pilihan. Ada saatnya keputusan dan pilihan yang harus kita buat itu berlawanan dengan arus dunia, sehingga untuk bertahan pada keputusan kita menjadi sebuah hal yang sulit. Ketika kita memutuskan untuk tetap berpegang pada kebenaran, kita masuk dalam kondisi yang tidak nyaman dan bahkan menderita. Di sinilah sesungguhnya panggilan kita di dunia ini, yaitu untuk meneladani Dia (1 Petrus 2:21) bahkan di dalam penderitaanNya. Tentunya penderitaan di sini adalah penderitaan karena Kristus dan bukan karena perbuatan dosa atau pelanggaran kita. Jika kita kuat dalam penderitaan, pelajaran dan berkat apa yang kita bisa peroleh darinya? Penderitaan menjadikan kita berharap penuh pada Tuhan (2 Kor 1:8-9) Penderitaan mengajar kita untuk lebih berharap kepada Tuhan. Berada di zona nyaman seringkali membuat kita terlena dan tanpa disadari beresiko memadamkan roh kita. Penderitaan dan ketidaknyamanan adalah sarana Tuhan untuk membuat kita terjaga dan selalu berharap kepadaNya. Penderitaan membawa kita dalam kemuliaan kekal (2 Kor 4:17). Saat penderitaan menghampiri, kita harus tahu bahwa ada kemuliaan kekal yang menanti kita di depan, dan penderitaan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kemuliaan yang akan dinyatakan kelak (Roma 8:18). Semua orang Kristen seharusnya memiliki komitmen untuk mempertahankan imannya, meskipun harus sampai menderita. Janji Tuhan adalah kita dijadikan ahli waris, jika kita menderita bagi Tuhan (Roma 8:17-18). Amin!

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma di Ho o Debata ala basaM
Sibahen dalan i marhite anakMi tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

Hidup beriman dan berhikmat


Minggu V Setelah Trinitatis
Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus
Topik: Marhaporseaon huhut marbisuk
(Hidup beriman dan berhikmat)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na ratarata)
Warna Pertumbuhan dan Kasih

Tuhan memberi Pertumbuhan dan memelihara umatNya
Ev. Yakobus 1:2-12.
Ep. 1 Raja-raja 3:5-15.

LIMA SYARAT PERNIKAHAN DI HKBP
Yang benar dan tepat

Syarat pernikahan di HKBP ini umumnya merupakan salah satu hal yang tidak banyak diketahui oleh calon pengantin. Hal ini karena minimnya informasi yang berkaitan dengan hal tersebut. Maka dari itu bagi pasangan yang ingin menikah di gereja HKBP perlu mengetahui lebih dahulu bagaimana syarat yang harus dipersiapkan supaya dapat melakukan pemberkatan nikah. Beberapa syarat pernikahan di HKBP untuk informasi calon pengantin:
1. Beritahu Sekretariat Gereja. Upacara pemberkatan pernikahan tentunya harus diatur sebaik mungkin supaya tidak menghalangi atau bentrok dengan berbagai macam aktivitas maupun kegiatan gereja yang lainnya.
2. Melakukan Perjanjian Nikah (Martumpol). Selanjutnya setelah itu calon pengantin harus menyediakan waktu untuk melakukan perjanjian nikah. Hal ini umumnya dilakukan 2 minggu sebelum melangsungkan pernikahan. Sebelumnya calon pengantin wajib mengisi formulir pernikahan secara lengkap sebelum melakukan janji pernikahan kristen tersebut.
3. Konseling Pra Nikah. Setelah melakukan janji pernikahan maka bagian berikutnya yang harus dilakukan yaitu menjalani konseling pra nikah. Disini kedua calon pengantin wajib untuk memberikan informasi kepada pelayan Tuhan akan seluk- beluk kehidupan sebelum pernikahan nanti beserta komitmen yang harus dijalani.
4. Lengkapi Administrasi Catatan Sipil. Berikutnya yang tidak kalah penting yaitu urusan administrasi yang akan diperlukan untuk ke catatan sipil. Hal ini meliputi berbagai macam surat dan kelengkapan yang harus diserahkan ke pihak gereja sebagai bahan untuk pencatatan pada catatan sipil nantinyA supaya dianggap sah oleh negara.
5. Persiapan Pemberkatan.

TUHAN YANG SETIA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 454:1. “Indahnya saat yang teduh”
Indahnya saat yang teduh menghadap tahta Bapaku:
ku naikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega. Di waktu bimbang dan gentar,
jiwaku aman dan segar; ‘ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 9:57-62.
Malam : 1 Korintus 16:1-14.

03. Renungan: Mazmur 119:116.
Topanglah aku sesuai dengan janji-Mu, supaya aku hidup, dan janganlah membuat aku malu dalam pengharapanku.

Kita patut bersyukur karena memiliki Tuhan yang begitu peduli dengan keberadaan kita, bahkan Dia bersedia menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati kita. Seberat apa pun permasalahan yang kita alami bawalah kepadaNya dan curahkan segala isi hati kita. Dia tidak hanya siap menjadi pendengar keluhan, tetapi juga sebagai Penolong yang sejati, “Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;” Yang perlu kita lakukan tetap sabar saat menantikan pertolonganNya. Sebab pertolongan Tuhan itu tidak pernah terlambat, Tuhan memiliki waktu yang tepat untuk menyatakan pertolonganNya, walaupun terlambat namun sesungguhnya Dia tidak pernah ingkar janji. Seperti dikisahkan saat Yesus membangkitkan Lazarus, pertolongannya terkesan terlambat, sebab Lazarus sudah terkubur. Nyatanya, Tuhan sanggup untuk membangkitkan Lazarus dan hal ini menjadi kesaksian yang baik bagi banyak orang. Oleh karenanya saat menghadapi masalah apapun jangan cemas serahkanlah segalanya pada Tuhan dan nantikanlah dengan sabar pertolonganNya. Karena pertolongan Tuhan tidak pernah mengecewakan, Bahkan firmanNya menjelaskan mereka yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan yang baru, artinya saat kita menantikan pertolongan Tuhan. hidup kita tidak akan menjadi lemah namun akan semakin kuat. Kemudian, kita perlu memiliki penyerahan diri kepada Tuhan artinya kita hanya mengandalkan kuasaNya. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 171:1. Tandai ma au
Tandai ma au, sungkapi ma dohot rohangku.
Uji ma au, pamanat huhut ma dalanku. Olo ditanda Ho au Debata

06. Doa Bapa kami – Amin.

DAMAI SEJAHTERA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 364:1. “Berserah kepada Yesus”
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku
Ku kasihi, ‘ku percaya, ‘ku ikuti Dia t’rus
Aku berserah, aku berserah
KepadaMu Jurus’lamat aku berserah.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ayub 10:18-22.
Malam : 1 Korintus 15:50-53.

03. Renungan: Filipi 4:7.
Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Semua orang merindukan damai sejahtera. Ada pula orang yang mengeluarkan uang miliaran rupiah demi membangun rumah mewah, lengkap dengan fasilitasnya, dengan tujuan supaya hatinya merasakan damai sejahtera. Berbagai cara dan usaha dilakukan manusia, namun mereka tetap saja tidak menemukan damai sejahtera. Sesungguhnya untuk memiliki damai sejahtera sejati itu tak memerlukan biaya yang mahal, karena damai sejahtera tidak ada hubungannya dengan berapa besar uang atau kekayaan yang dimiliki, di mana kita tinggal, atau dalam situasi yang bagaimana. Damai sejahtera yang sejati akan kita dapatkan ketika kita hidup benar, ketika hati kita bersih dan terbebas dari segala kejahatan.

Sekalipun kita sedang dalam pergumulan hidup yang berat, sekalipun kita tinggal di tengah situasi yang gawat, tetapi kalau kita tetap menjaga hidup kita seturut dengan kehendak Tuhan, maka damai sejahtera yang sejati akan kita rasakan. “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” (Yesaya 32:17). Untuk itu di tengah masalah dan pergumulan, tetaplah sediakan waktu untuk bersaat teduh, membangun persekutuan yang karib dengan Tuhan. Itulah yang membuat hati kita tetap mengalami damai sejahtera!. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 171:1. Tandai ma au
Tandai ma au, sungkapi ma dohot rohangku.
Uji ma au, pamanat huhut ma dalanku. Olo ditanda Ho au Debata

06. Doa Bapa kami – Amin.