Advent adalah masa menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Dalam Masa Advent ini juga masa mempersiapkan Natal (Kisah Kelahiran Yesus) atau Epifania (Awal pelayanan Yesus). Masa Advent terbagi atas 4 minggu dengan tema yaitu:
1. Advent I : Sikap gereja dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya untuk membebaskan manusia.
2. Advent II : Pertobatan menuju langit baru dan bumi baru bagi segala bangsa, seluruh umat manusia, sesuai dengan keadilan-Nya.
3. Advent III : Ajakan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. KedatanganNya tidak sejajar dengan kelahiranNya, namun dapat dilihat sebagai kedatanganNya yang kedua kali
4. Advent IV : Mengarah kepada kelahiran Tuhan di Betlehem.
HASILKANLAH BUAH SESUAI PERTOBATAN
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-248:2- SALELENG HO DI TANO ON
Sai songon hau na denggan ho,
ramos parbue nii.
Bulungna pe na uli do, antong sai tiru i.
PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 5:11-6:8 (Pagi) Mikha 2:1-13 (Malam)
RENUNGAN HARIAN, Sabtu 02 Desember 2017
Lukas 3:8a
“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”
HASILKANLAH BUAH SESUAI PERTOBATAN
Di saat menanam sebuah pokok pohon kita selalu mengharapkan agar pohon itu memberikan hasil yang baik, yaitu dari buahnya (Luk.6:44). Untuk mendapatkan hasil itu kita menyiram, memupuk dan melakukan hal yang lainnya agar hasil maksimal, ternyata pohon itu hanya daunnya yang lebat tanpa menghasilkan buah sama sekali. Ini dapat mengecewakan kita, dan mungkin saja kita akan menebangnya. Demikian juga dengan apa yang terjadi dalam cerita Alkitab tentang apa yang dilakukan Yesus terhadap pohon yang tidak menghasilkan buah (Luk.13:7, Yoh.15:2).
Pohon adalah gambaran dari hidup orang Kristen, di mana buah yang dihasilkan adalah karakter kehidupan yang baik. Buah itu dihasilkan dari pertobatan di dalam hidup yang ditunjukkan dalam tindakan sehari-hari (Kis.26:20; Luk.3:8-14). Pertobatan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang menjadi berkat bagi sesama. Dengan demikian buah itu dapat ditunjukkan hanya jika kita telah hidup dan tinggal di dalam Kristus (Mat.3:8; Yoh.15:2,4), di mana kita telah bertobat dan meninggalkan segala kejahatan kita dan masuk dalam kebaikan yang diberikan oleh Kristus di dalam penebusannya. Buah yang baik dapat kita tunjukkan dari tanggung jawab kita di dalam ibadah dan demikian juga di dalam pekerjaan sehari-hari dengan cara kita selalu berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan disiplin, mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan tanggung jawab kita, mengerjakan segala sesuatu sebagai cara kita untuk melayani Tuhan Allah. Tuntunan Tuhan Allah di dalam menghasilkan buah yang baik sangatlah kita perlukan, sehingga untuk memberikan buah yang baik haruslah kita mulai dari hubungan kita dengan Tuhan Allah. Selamat berbuah. Amin.
BERDOA
BERNYANYI KJ-424:4- YESUS MENGINGINKAN DAKU
Aku ingin bersinar dan melayani-Nya, hingga di sorga ‘ku hidup senang bersama-Nya. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus
Bersinar, bersinar, aku bersinar terus.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin
Utamakan Kejujuran dalam Menggapai Sukses
Dalam hidup ini, apa yang Anda mau pertahankan? Harta kekayaan yang berlimpah yang diperoleh dengan tidak halal? Atau Anda ingin tetap mempertahankan kejujuran dalam menggapai sukses dalam hidup Anda?
Beberapa tahun lalu, komite olimpiade mencopot medali emas lari 1500 meter yang dimiliki oleh pelari Bahrain bernama Rashid Ramsi. Hal itu dilakukan, karena Ramsi kedapatan melakukan dopping saat sebelum bertanding. Tes urine yang dilakukan menyatakan bahwa ada obat-obatan yang terkandung di dalamnya. Obat-obatan yang dikonsumsi oleh Ramsi itu termasuk yang dilarang untuk digunakan dalam dunia olahraga.
Ramsi berkelit. Ia mengatakan bahwa ia tidak melakukan dopping sebelum bertanding. Ia telah melakukan pertandingan dengan jujur. Karena itu, ia mengharapkan pihak komite tidak mencopot medali emas yang telah diraihnya. Ia telah bekerja keras untuk meraih medali emas itu. Ia telah berlatih berbulan-bulan untuk mengikuti lomba itu. Jadi pihak komite bisa berbuat sewenang-wenang terhadap dirinya.
Ramsi boleh membela diri. Medali itu kemudian diambil daripadanya. Medali itu bukan lagi milik dirinya. Ia tidak bisa mempertahankannya. Ia bisa mempertahankannya, kalau ia berlomba dan memenangi lomba itu di olimpiade yang akan datang. Tentu saja hal ini sangat menantang Ramsi untuk membuktikan kejujuran dirinya.
Sahabat, hidup kita di dunia ini sebenarnya seperti orang yang sedang berada dalam pertandingan. Untuk berhasil meraih medali pertandingan, ada banyak tuntutan yang mesti kita penuhi. Dari segi fisik, kita harus melatih tubuh kita agar tetap prima. Dengan demikian, kita dapat tetap bertahan dalam pertandingan itu. Tetapi dari segi psikis, kita juga mesti tetap memperjuangkan kejujuran. Kita tidak boleh melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, saat kita meraih juara, kita meraihnya dengan sukacita.
Kisah di atas mengingatkan kita agar kebenaran dan kejujuran senantiasa dijunjung tinggi dalam hidup ini. Orang mesti bekerja keras untuk meraih impiannya. Orang tidak bisa hanya santai-santai sambil mengharapkan bintang jatuh dari langit. Orang mesti berani berjerih payah untuk meraih sukses dalam hidupnya.
Namun kecenderungan negatif sering memaksa orang untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Orang berani melawan arus kebenaran dan kejujuran untuk meraih kesuksesan dalam hidup mereka. Mereka mengira bahwa dengan mematahkan kebenaran dan kejujuran mereka mampu hidup aman dan tenteram.
Kita menyaksikan begitu banyak pemimpin di negeri ini yang dijebloskan ke penjara begitu turun dari kekuasaan. Mengapa? Karena tidak berhasil mempertahankan medali kebenaran dan kejujuran. Godaan uang dan harta membuat mata mereka tersilau. Mereka kemudian tunduk oleh kemilau uang dan harta itu. Ketidakjujuran yang dibungkus dalam korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi bagian hidup mereka.
Karena itu, kita diajak untuk senantiasa mempertahankan medali kejujuran. Dengan demikian, kita dapat meraih sukses dengan baik dan benar. Hidup kita menjadi damai dan sejahtera. Tuhan memberkati.
RENDAH HATI
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-227:2- JESUS NGOLU NI TONDINGKU
Lam tangkas ma patuduhon tu au on panghophopMi. Asa i huhalungunhon, hot ma au di lambungMi
PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 4:9-5:10 (Pagi) Zakharia 14:1-9 (Malam)
RENUNGAN HARIAN, Jumat 01 Desember 2017
Amsal 16.18
“Kecongkakan mendahului kehancur-an, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
RENDAH HATI
“Takut akan Tuhan” adalah inti sari pengajaran yang diberikan oleh Raja Salomo di dalam kitab Amsal. Salah satu bentuk rasa “Takut akan Tuhan” adalah kerendahan hati. Ada beberapa hal positif yang dihasilkan oleh kerendahan hati, yaitu: menghargai segala sesuatu yang diberikan Tuhan di dalam hidupnya, disiplin dalam waktu dan pekerjaan, menerima pendapat orang lain. Kerendahan hati mampu menjadikan orang sukses, karena kerendahan hati memunculkan rasa yang mau belajar dari setiap keadaan. Sedangkan kecongkakan dan tinggi hati akan menjadikan seseorang tidak mampu untuk belajar dan pada akhirnya tidak berkembang.
Apa yang menjadikan seseorang menjadi congkak atau tinggi hati? Sebenarnya bukan karena harta, pengetahuan, kecantikan yang dimilikinya namun semata-mata hanya karena dia sudah lupa Tuhan. Lupa dari mana asal berkat yang diterima di dalam hidupnya. Lupa bahwa apa yang dimilikinya adalah fana, dan itulah yang menjadi awal kehancuran. Dengan demikian congkak atau tinggi hati adalah bukti bahwa seseorang tidak takut akan Tuhan, dan itu juga kekejian bagi Tuhan (ay.5) sehingga Tuhan sendiri yang akan merendahkan orang itu (Mat.23:12). Saudara marilah kita melihat bahwa setiap manusia lahir tanpa membawa apa-apa ke dunia ini, dan mati juga tidak akan membawa apa-apa; sehingga tidak ada yang kita miliki yang menjadikan kita congkak atau tinggi hati. Bagaimana pun kekayaan kita, kepintaran, atau kecantikan yang kita miliki jadikanlah itu untuk memuji Tuhan, bukan untuk memuji diri sendiri dengan membangga-banggakannya dalam kehidupan. Selamat berkarya. Amin.
BERDOA
BERNYANYI KJ-393:1- TUHAN, BETAPA BANYAKNYA
Setiap hari rahmat-Mu, tiada putusnya:
Hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya
T’rima kasih ya, Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi!
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin
KETAATAN MARIA
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-581: 1 Sangap Di Jahowa
Sangap di Jahowa na sun timbul i, Balga ni holongNa ndang tarasam i, Di lehon Anak-Na na sasada i, manobus hita jolma pardosa i. Puji ma Debata ale manisia, Las roham las roham somba ma Debata. Dapothon Jahowa na sun timbul i, Marhite Anak-Na Tuhan Jesus i.
PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 3: 19-4:8 (Pagi) Zakaria 13:1-9(Malam)
RENUNGAN HARIAN, Kamis 30 Nopember 2017
Lukas 1.28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.
KETAATAN MARIA
Kadang-kadang tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita terasa berat dan tidak menyenangkan sehingga kita suka mencari cara dan alasan untuk ‘meninggalkannya dengan diam-diam.’ Apakah orang yang benar-benar beriman boleh melarikan diri dari tugas yang sudah dipercayakan kepadanya? Tidak. Mereka adalah orang yang taat dan selalu terbuka terhadap kehendak Tuhan. Maria dengan taat dan penuh iman menerima tugas yang dipercayakan Allah kepadanya untuk mengandung, melahirkan dan menjadi ibu Yesus.
Allah telah merencanakan semuanya sejak semula. Allah telah mempersiapkan Maria sejak kelahirannya, di mana ia dikandung dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang takut akan Allah, sehingga pada saatnya Allah menyatakan kehendak-Nya melalui Malaikat Gabriel. Pemberitahuan malaikat bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki tentu saja membuatnya terkejut. Bagaimana mungkin melahirkan tanpa bersuami? Akan tetapi, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Bila ia dipilih untuk melahirkan Mesias, itu merupakan kasih karunia Allah (ay. 28, 30). Maka meskipun peristiwa ini dapat menjatuhkan nama baiknya sebagai seorang gadis, tidak ada bantahan terlontar dari bibirnya. Maria dengan penuh iman menyatakan, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk. 1:38). Yang terucap adalah kalimat kepatuhan agar rencana Allah digenapi melalui dirinya. Ketaatan ini muncul karena kesadaran bahwa dirinya adalah hamba Tuhan. Kepatuhan dan keterbukaan Maria pada kehendak Allah menjadi teladan bagi kita. Namun bukan berarti bahwa ia harus diagungkan melebihi manusia lain dan disamakan seperti Tuhan. Ketaatan Maria menjadi pintu keselamatan manusia, melalui kelahiran Kristus, untuk itu marilah kita mencari kehendak Allah dalam hidup kita. Amin.
BERDOA
BERNYANYI – KJ-5 :1 – Tuhan Allah Nama-Mu
Tuhan Allah nama-Mu, kami puji dan masyhurkan; Isi dunia sujud, di hadapan-Mu ya Tuhan! Bala sorga menyembah. Dikau khalik semesta!
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin
AKU MAU DIAM BERSAMAMU
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-10:4 Hupuji, Hupasangap Ho
Tongtong pasangaponku Ho saleleng au mangolu; Paratarataonku do barita ni goarMu. Pamatang dohot tondingki ingkon mamuji sangapMi. Pinuji ma goarMu.
PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 3: 7-18 (Pagi) Yehez. 34: 17-31 (Malam)
RENUNGAN HARIAN, Rabu 29 Nopember 2017
Yeremia 7.3
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah lang-kahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.
AKU MAU DIAM BERSAMAMU
Di masa Nabi Yeremia, bangsa Yehuda mempunyai kehidupan dua sisi yang bertolak belakang. Sisi pertama adalah hidup yang senantiasa beribadah. Sisi yang kedua adalah praktik hidup curang yang tidak adil, penindasan pada orang asing/anak yatim/janda bahkan kegiatan penyembahan berhala (Yer.7:3;5-10). Kegiatan beribadah di bait Allah berjalan rutin dalam sukacita, namun dalam keseharian umat hidup bebas mengikuti kehendak hatinya sendiri. Gaya hidup angkuh dan perbuatan tidak bermoral menjadi pemandangan sehari hari. Lewat ibadah, para Pelayan Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan sehingga umat merasa terhibur dan bersukacita. Diluarnya umat terlihat bahagia dan baik-baik saja tapi dalam batinnya mereka tertekan dan menderita. Lambat laun arus hidup duniawi menyeret mereka sehinga tersesat dan semakin jauh dari Allah.Bahkan Allah, enggan hadir dalam ritual ibadah yang mereka selenggarakan.
Di kehidupan modern yang cepat dan serba gemerlap saat ini mungkin kitapun telah terjebak dalam hidup bergereja yang saleh dan kesehariannya kita hanya memikirkan keuntungan sendiri, tidak perduli orang lain bahkan melakukan apa-apa yang jahat pada sesama atau berlaku kompromi dengan praktek berhala. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, bahwa Allah hanya berkenan dan mau hadir diam dalam sebuah Ibadah yang di selenggarakan oleh umat yang mempraktekan hidup yang adil dan berlaku kasih pada sesama. Kekudusan umatNya bukan hanya di ibadah tapi juga ditandai perbuatan adil dan kasih pada sesama. Mengasihi Allah, hidup berkeadilan dan tolong menolong adalah sikap dan perbuatan yang Tuhan inginkan dari tiap kita. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati dan menguduskan Ibadah kita. Amin.
BERDOA
BERNYANYI KJ-406:1 – Ya Tuhan bimbing aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun, ‘pabila Kau tak ada di sampingku.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin
Selagi diberi Tuhan kesempatan
Matius 25:31-46
Mengapa kita belum masuk daftar orang meninggal yang diwartakan hari ini? Tuhan punya rencana dalam hidup kita. Ia punya rencana bagi saudara-saudari kita yang sudah mendahului kita.
Karenanya, selagi Tuhan memberi kita kesempatan menjalani hidup ini kita syukurilah dari hati yang terdalam dan dengan iman yang teguh. Kita tekunilah mewujudkan kehendakNya sebagai wujud nyata ungkapan syukur kita.
Dalam Matius 25 ini secara singkat dapat dikatakan bahwa Yesus menyebut dua kelompok manusia:
(1) yang peduli pada orang kecil, menderita dan terpinggirkan.
(2) yang tidak peduli.
Atas dasar itulah nanti pemisahan dilakukan. Dengan anugerahNya dan sambutan kita pada anugerah yang sangat berharga itu kiranya kita masuk dalam kelompok 1.
Ada ungkapan berharga begini: “Jangan ingat kebaikan yang kamu lakukan kepada orang lain. Jangan pernah lupakan kebaikan orang yang engkau terima.”
Jangan ingat di sini berkaitan juga dengan “memperhitungkan” yang bisa menjerumuskan seseorang pada kesombongan. Misalnya dengan mengatakan, “kalau bukan karena aku, dia itu tidak jadi orang”. Atau, “dasar tak tahu diri, aku yang menyekolahkannya, aku yang memberi pekerjaannya sampai dia berhasil kaya”. Ini adalah cerminan menghitung-hitung apa yang dilakukan seseorang tanpa keikhlasan.
Kita harus tetap berpegang pada kebenaran bahwa kita hanya bisa memberi dari apa yang kita terima. Yang kita terima dari Tuhan.
Dalam kaitan itu pula ungkapan “ikan teri ikan tenggiri, semakin memberi semakin diberkati” harus kita koreksi. Yang benar adalah “ikan tenggiri ikan teri, karena kita diberkati kita dapat memberi”.
Di dalam doa kita bertemu dengan Kristus yang menanggung penderitaan dunia ini, di dalam pelayanan dan pemberian pertolongan kita bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan uluran hati dan tangan yang di tengah-tengah mereka Kristus hadir.
