AKU MEMBERKATI DAN MELINDUNGI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-566:1 Na badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do.
Diboto rohangkon do mandok: “Badia do Ho”

PEMBACAAN FIRMAN
Why 11: 1-14 (Pagi) Yes. 26: 7-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 11 Desember 2017
Bilangan 6: 24
“TUHAN memberkati dan melindungi engkau”

AKU MEMBERKATI DAN MELINDUNGI
Firman ini selalu terdengar di setiap kali pendeta akan mengakhiri ibadah dan jemaat menyambutnya melalui doa nyanyian Amin (3x). Secara lengkap “Ucapan berkat IMAM” ini terdapat di dalam Bilangan 6:24-26, yaitu pernyataan Allah lewat Imam Harun untuk memberkati orang Israel.

Kata memberkati dan melindungi atau diberkati dan dilindungi adalah dambaan dan kerinduan semua orang. Yang memberkati dan yang mampu melindungi tentulah sesuatu atau seseorang yang berkuasa, kuat dan perkasa. Sebagai umat kristiani, kita adalah orang-orang yang sudah mengenal dan mengetahui bahwa Allahlah yang berkuasa dan berdaulat sepenuhnya atas hidup kita dan seisi dunia ciptaan-Nya. Lebih dari sekedar mengetahui Kuasa-Nya, kita juga menerima anugerah pengampunan dan keselamatan di dalam pengorbanan Kristus Yesus disalib. Sehingga kita berhak dan layak memperoleh berkat-berkat kasih karunia, damai sejahtera dan jaminan hidup di surga kekal. Menjadi bahan renungan kita: “Apa dan bagaimanakah kita merespon berkat dan perlindungan Tuhan yang kita terima? Menjelang akhir tahun 2017 ini, di samping kata “berkat dan lindungan” maka kita diingatkan juga oleh kata “berbuah”. Sebab berkat dan perlindungan Tuhan mengandung tugas dan tanggungjawab seperti tertulis dalam Yesaya 15:5: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Tuhanlah pokok anggur dan kitalah ranting-ranting-Nya. Berkat dan perlindungan Allah menuntut kita setia didalam Dia sehinga kita dapat berbuah banyak yaitu dengan hidup saling mengasihi dan selalu bertolong- tolongan. Tuhan memberkati dan melindungi kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus, jadilah murid-Nya, belajarlah. Firman Tuhan taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dialah pokok anggur yang benar, kitalah ranting-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

YESUS SEBAGAI TELADAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-277:1 Marsada roha hita
Marsada roha hita, sitanda Jesus i.
Tatiop tongtong jamita, pasonang roha i.
Sai pir tondinta be, sada tongtong rohanta
Mangihut tu Tuhanta, sihophop sasude.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 6:9-7:8 (Pagi) Mikha4:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 9 Desember 2017
Filipi 2: 5
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”

YESUS SEBAGAI TELADAN
Manusia memiliki tiga anatomi yaitu tubuh, jiwa dan roh (1Tes. 5:23). Roh itulah yang mengaku kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan. Manusia perlu pemimpin untuk ditiru atau diteladani. Sedikitnya ada tujuh keteladanan dari seorang pemimpin yaitu: teladan dalam pengajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan (2Tim. 3:10). Sadar tidak sadar saat ini, kita kehilangan figur pemimpin teladan yang baik di rumah, masyarakat dan gereja, itu sebabnya kehadiran kita sering kurang diterima, bahkan ditolak. Rasul Paulus berkata dalam 1Korintus 11:1.”Jadilah pengikutku sama seperti aku juga jadi pengikut Kristus.” Umat percaya apalagi pemimpin harus menjadi teladan di mana dan dalam keadaan apapun. Pertanyaanya adalah sudah berapakah dari tujuh keteladanan itu, yang telah kita lakukan? Berusahalah untuk menjadi teladan bagi sesama.

Menjadi Kristen adalah menjadi murid Kristus yang mau belajar secara terus menerus belajar kepada Kristus Sang Guru, karena tugas dan hakekat murid adalah belajar dalam kondisi apapun dan kapanpun. Menjadi murid Yesus tidak dibatasi usia, pekerjaan, keadaan, waktu, dan tempat, itu sebabnya orang Yahudi pernah marah kepada Yesus karena Yesus mengajar pada hari sabat, bergaul dengan pemungut cukai, dan pelacur. Pengampunan adalah dasar pembelajaran utama menjadi murid Yesus. Mari kita jujur sudah seberapa karakter Yesus yang menular bagi hidup kita. Karakter dan perbuatan kita jauh lebih penting dari perkataan kita, jadi apa yang kita lakukan itu yang dilihat orang, bukan apa yang kita katakan. Yesus telah memberikan perintah baru bagi kita yaitu agar kita saling memgasihi, sama seperti Kristus telah mengasihi kita, karena itu kita harus saling mengasihi (Yoh. 13:34-35). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356: 1 Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus, jadi murid-Nya, belajarlah Firman Tuhan, taat kepadanya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dialah pokok yang benar, kitalah rantingnya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

JADIKAN HATIKU TAHIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-104:1 Bongoti Ma Rohangku
Bongoti ma rohangku ingani ma au on
O Tondi Debatangku, pasonang rohangkon
Namarhabangsa Ho raphon Debata
Ama, nang Jesus pe AnakNa, naeng pujionku Ho

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 9:12-21 (Pagi) Yer. 1:4-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 8 Desember 2017
Mazmur 51:12
“Jadikanlah hariku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah hatiku dengan roh yang teguh”

JADIKAN HATIKU TAHIR
Dalam Alkitab berulang kali digambarkan bahwa Daud sebagai manusia yang senantiasa mengejar hati Allah dan dengan setia melayani Allah di sepanjang hidupnya. Daud tidak pernah melupakan pemberontakan yang pernah ia lakukan saat ia lemah; Daud seringkali menyalahkan dirinya sendiri dengan penuh penyesalan kepada Tuhan. Seperti tertulis dalam Mazmur 53:3, “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Daud menyadari bahwa ia telah berdosa, bukan karena ia tidak bersedia mengikuti perintah Allah, tetapi karena ia mempunyai keinginan daging yang tidak bisa dia kendalikan. Karena itu, Daud memohon kepada Tuhan “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.” Daud mengetahui pentingnya pertobatan.

Kebangkitan iman dimulai dengan kesadaran akan dosa-dosa dan pengakuan yang tulus. Mengetahui sebab dosa-dosa kita akan menolong membantu kita menghindari perbuatan dosa yang sama lagi. Begitu dosa-dosa kita diampuni, kita tidak boleh lagi menjadi hamba dosa, karena kita adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Sebagai orang telah diselamatkan oleh Tuhan, kita masih seringkali jatuh dalam dosa, tetapi yang terpenting bagi kita adalah untuk mengikuti teladan Daud, kita harus memohon kepada Allah untuk menjadikan hati yang tahir, dan memperbarui roh yang teguh di dalam diri kita. Kita tidak boleh meyerah kepada dosa, tetapi harus mengalahkannya. Hanya dengan hati yang berseru-seru seperti hati Daud, hati yang sudah lelah dengan kehidupan dosa, barulah kita dapat berhasil dalam peperangan dengan manusia lama, untuk melanjutkan pembaruan yang terang dan lebih baik bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-36:2 Dihapuskan Dosaku
Pengampunan dosaku hanya oleh darah Yesus
Penyucian hidupku hanya oleh darah Yesus
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku, hanya oleh darah Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

KARUNIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-704:1, 3 Basa do Ho
Basa do Ho, basa do Ho, Basa do Ho tu au Debata. Haposanhi, haposanhi,
Haposanhi do Ho Debata

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 9:1-11 (Pagi) Mikha 5:1-5a (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 7 Desember 2017
1 Petrus 4:10
“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

KARUNIA
Karunia adalah sesuatu yang didapat seseorang namun pada hakikatnya seseorang tersebut tidak layak memperolehnya. Jika demikian adanya; sudah barang tentu seseorang tersebut pastilah mengucapkan terima kasih kepada si pemberi karunia. Siapakah yang dimaksud seseorang itu? Saya salah satunya dan Allahlah Sang Pemberi. Jika memang sayalah penerima karunia itu, renungan ini memerintahkan saya sebagai ucapan terima kasih untuk melayani seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang saya peroleh sebagai pengurus yang baik. Demikian pula orang-orang yang ada dalam kepengurusan dimaksud melayani dengan cara yang sama sesuai dengan karunia yang mereka peroleh. Dengan demikian terciptalah sinergi pelayanan dalam kepengurusan tersebut katakanlah dalam sebuah gereja.

Karunia apakah yang saya peroleh sebagai anggota gereja? Setiap orang sudah diperlengkapi dengan karunia oleh karena kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Sudah saatnya kita sadar akan karunia yang kita peroleh dan kita gunakan untuk melayani sesama. Janganlah kita berpangku tangan karena sama saja itu namanya melayani diri sendiri yang tidak dikehendaki Tuhan dari kita. Di akhir perikop renungan ini dengan tegas dikatakan bahwa melayani dengan karunia yang kita peroleh akan memuliakan Allah karena Dialah yang empunya kemuliaan itu. Apakah yang menjadi bagian kita sebagai pelayan? Tidak lain adalah damai sejahtera sebagaimana pujian malaikat di padang Efrata: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-286:1, 4 Bumi dan langit, Pujilah
Bumi dan langit, pujilah Yang Tinggi dan Kudus:
Firman-Nya maha mulia dan jalan-Nya tentu.
Tak sekedar karunia yang dimiliki-Nya:
Hakekat Allah yang kekal jadi Kodrat-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

TUHAN GEMBALA YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-139:1 Sada siparmahan i
Sada siparmahan i, sapunguan dorbiaNa
Di na jumpang HataNa , longang situtu rohanta. Sai haposi Jesus i, ingkon saut HataNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 6:9-7:8 (Pagi) Mikha4:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 6 Desember 2017
Yehezkiel 34:22
“Maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba”

TUHAN GEMBALA YANG BAIK
Alkitab mencatat bahwa kepemimpinan bangsa Israel silih berganti. Tidak sedikit di antara pemimpin bangsa Israel yang memberontak kepada TUHAN. Pemimpin tidak membawa sejahtera dan rasa aman di masyarakat, membawa bangsa Israel untuk beribadah kepada allah-allah lain. TUHAN berulang kali menghukum mereka karena tidak setia kepada-Nya, tetapi beberapa pemimpin yang kemudian juga melakukan kesalahan yang sama.

Pada dasarnya, kita dapat digolongkan sebagai gembala sekaligus sebagai domba. Gembala (pemimpin), yaitu pemimpin jemaat, seperti Pendeta atau Penatua. Mereka bertanggungjawab keberlangsungan hidup jemaat yang dipimpinnya. Pemimpin tidak boleh membiarkan jemaatnya tercerai berai (terpecah), apalagi menjadi sumber perpecahan. Mereka harus memimpin dengan hikmat TUHAN sehingga bertindak adil, membawa rasa aman, menolong dan menjadi teladan bagi jemaat yang dipimpinya. Lebih utama lagi, pemimpin harus membawa jemaat semakin taat dan setia kepada TUHAN. Domba, yaitu: jemaat. Kita diingatkan untuk saling menolong dan saling memperhatikan, namun tidak jarang di dalam jemaat terdapat sifat dan sikap saling menyakiti, menyingkirkan dan melemahkan. Sehingga hari ini kita diajak sebagai gembala atau domba untuk menjaga keutuhan hidup sebagai umat TUHAN, yang menjadi pertanggunganjawaban kita kepada TUHAN. Apakah kita sudah melakukan bagian dan tanggung jawab kita sebagaimana seharusnya di hadapan-Nya? Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-283:1 Gembalaku Tuhan
Gembalaku Tuhan! Domba-Nya senang: Di rumput yang subur kenyang ‘ku tertidur. Dibimbing-Nya ke air tenang

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

MENYAKSIKAN SANG TERANG


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-43:1 Padiri Rohamuna
Padiri rohamuna, hamu parroha i
Naung ro do tuamuna na pasaehon dosa i
Ro sian ginjang do, maningkir sidangolon
Nasa hajolmaon naeng buatonNa do

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 7: 9–17 (Pagi) Mikha 4:6-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 5 Desember 2017
Yohanes 1: 6 – 8
“Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu”

MENYAKSIKAN SANG TERANG
Siapa yang tidak ingin disanjung, menjadi tenar dan terkenal? Yohanes punya kesempatan itu! Namun Kitab Suci tidak pernah mencatat Yohanes menggunakan kesempatan itu untuk kepentingannya sendiri. Ia sadar bahwa hidup dan kerjanya adalah untuk menyiapkan jalan bagi Sang Mesias, sebagai alat yang menunjuk kepada kebenaran yang hakiki, yakni Sang Terang yang sesungguhnya. Yohanes ingin agar orang melupakannya dan berharap semua manusia mengenal Mesias. Bahkan dalam kesempatannya menjadi tenar itu, ia berkata, “…di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang kamu tidak kenal…..Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak (ay. 26-27).” dia tidak dapat menyebutkan pekerjaan yang lebih kasar lagi dari pada membuka tali kasut dengan tujuan agar pendengar menyadari bahwa “Ada seseorang yang datang, yaitu Dia yang sangat mulia, sehingga menjadi budaknya saja pun tidak pantas.”

Yohanes sadar bahwa dirinya harus bertambah kecil dan Kristus semakin besar. Nas ini mengajak kita untuk bersedia “bertambah kecil” agar Tuhan dimuliakan, melalui kesaksian kita yang menceritakan bagaimana perbuatan Tuhan di dalam hidup kita. Meski banyak orang berusaha untuk melambungkan namanya tak terkecuali dalam pelayanan; alih-alih berfungsi sebagai jari yang menunjuk kepada Mesias, jari itu ditujukan pada diri sendiri. Namun dari kisah Yohanes mestinya kita menyadari bahwa yang terutama dalam kesaksian itu adalah orang melihat, mengenal dan mengarahkan diri bukan kepada si pemberita melainkan kepada yang ia beritakan, yakni Kristus itu sendiri, kiranya Kristus semakin dimuliakan dalam perbuatan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-85:1 Kusongsong bagaimana
Kusongsong bagaimana, ya Yesus datang-Mu? Engkau terang buana, Kau surya hidupku! Kiranya Kau sendiri penyuluh jalanku. Supaya kuyakini tujuan janji-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

LANGIT DAN BUMI BARU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongotong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 6:9-7:8 (Pagi) Mikha 4:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 4 Desember 2017
Yesaya 65:17
“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru ; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

LANGIT DAN BUMI BARU
Ayat Renungan di atas merupakan bagian dari Jawaban Allah bagi orang saleh yang akan memperoleh keselamatan di akhir zaman. Suatu langit dan bumi yang baru yang untuk logika normal kita saat ini sangat sulit diterima akal dimana suasananya sangat berbeda sekali seperti serigala dan anak domba bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu, tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk. Suasana yang benar-benar damai dan bahagia. Dan yang pasti di langit dan bumi baru tersebut tidak akan ada lagi ingatan akan masa lalu, bahkan tidak timbul lagi dalam hati. Apapun yang terjadi dalam hidup kita baik senang maupun susah, sehat maupun sakit dan kaya maupun miskin kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan yang maha kasih. Dan untuk mencoba merasakan suasana langit dan bumi baru tersebut, mampukah kita saat ini melupakan segala sakit hati dan benci serta dendam yang kita alami, mampukah kita melupakan segala kebaikan yang telah kita lakukan untuk sesama, mampukah kita memahami bahwa ketika kita mati maka tidak satupun harta yang kita miliki akan kita bawa, mampukah kita tabah menjalani penderitaan dan permasalahan hidup ini dengan tetap hidup benar seturut Firman Tuhan, mampukah kita berbagi dengan sesama tanpa merasa kehilangan sebagian yang kita miliki. Jika kita mampu maka berbahagialah kita saat ini, karena kita sudah bisa merasakan sebagian langit dan bumi baru tersebut. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kaumasuk dalam t’rang ceria setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.