MENYAKSIKAN SANG TERANG


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-43:1 Padiri Rohamuna
Padiri rohamuna, hamu parroha i
Naung ro do tuamuna na pasaehon dosa i
Ro sian ginjang do, maningkir sidangolon
Nasa hajolmaon naeng buatonNa do

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 7: 9–17 (Pagi) Mikha 4:6-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 5 Desember 2017
Yohanes 1: 6 – 8
“Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu”

MENYAKSIKAN SANG TERANG
Siapa yang tidak ingin disanjung, menjadi tenar dan terkenal? Yohanes punya kesempatan itu! Namun Kitab Suci tidak pernah mencatat Yohanes menggunakan kesempatan itu untuk kepentingannya sendiri. Ia sadar bahwa hidup dan kerjanya adalah untuk menyiapkan jalan bagi Sang Mesias, sebagai alat yang menunjuk kepada kebenaran yang hakiki, yakni Sang Terang yang sesungguhnya. Yohanes ingin agar orang melupakannya dan berharap semua manusia mengenal Mesias. Bahkan dalam kesempatannya menjadi tenar itu, ia berkata, “…di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang kamu tidak kenal…..Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak (ay. 26-27).” dia tidak dapat menyebutkan pekerjaan yang lebih kasar lagi dari pada membuka tali kasut dengan tujuan agar pendengar menyadari bahwa “Ada seseorang yang datang, yaitu Dia yang sangat mulia, sehingga menjadi budaknya saja pun tidak pantas.”

Yohanes sadar bahwa dirinya harus bertambah kecil dan Kristus semakin besar. Nas ini mengajak kita untuk bersedia “bertambah kecil” agar Tuhan dimuliakan, melalui kesaksian kita yang menceritakan bagaimana perbuatan Tuhan di dalam hidup kita. Meski banyak orang berusaha untuk melambungkan namanya tak terkecuali dalam pelayanan; alih-alih berfungsi sebagai jari yang menunjuk kepada Mesias, jari itu ditujukan pada diri sendiri. Namun dari kisah Yohanes mestinya kita menyadari bahwa yang terutama dalam kesaksian itu adalah orang melihat, mengenal dan mengarahkan diri bukan kepada si pemberita melainkan kepada yang ia beritakan, yakni Kristus itu sendiri, kiranya Kristus semakin dimuliakan dalam perbuatan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-85:1 Kusongsong bagaimana
Kusongsong bagaimana, ya Yesus datang-Mu? Engkau terang buana, Kau surya hidupku! Kiranya Kau sendiri penyuluh jalanku. Supaya kuyakini tujuan janji-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s