KASIH YANG SEMPURNA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-223:1 – Husomba Ho Tuhan
Husomba Ho Tuhan tangihon au
sangkapMu ma tongtong pasaut tu au
Lam ganda baenonMi holong ni rohangki
Sai lam gandai holong tu Ho

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tes 4:1-7 (Pagi) Yes. 5:1-4. (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 12 Maret 2018
Yeremia 31:3
Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

KASIH YANG SEMPURNA
Kadang kita berpikir jika kita harus melakukan hal-hal tertentu untuk mendapatkan kasih Allah. Tapi yang perlu kita ingat adalah bahwa kasih Allah itu konsisten dan gigih. Allah berkata, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu. Amat kontras bila kita membandingkan kasih Allah dengan cinta yang didefinisikan oleh budaya kita. Budaya kita mencintai kita ketika kita masih muda dan cantik, tapi Allah sangat mengasihi kita ketika kita tua dan tidak begitu menarik. Dunia kita mencintai kita ketika kita menjadi seorang selebriti, tapi Allah sangat mengasihi kita ketika kita menjadi orang yang tak dikenal dan bukan siapa-siapa. Dunia kita mencintai orang kaya dan yang berkuasa, tapi Allah sangat mengasihi orang miskin dan yang lemah. Dunia kita mencintai orang yang luarbiasa, tapi Allah sangat mengasihi orang biasa seperti engkau dan saya. Allah telah menunjukkan kasihNya kepada kita dengan cara yang nyata. Tuhan Yesus berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13). Tuhan Yesus, menunjukkan kasihNya dengan mati bagi kita. Kita membaca dalam ~Wahyu 1:4-5~ dikatakan: “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya”. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 – Yesus Pimpinlah
Yesus pimpinlah kami s’lamanya, hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup. Tuntun umatMu masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
Amin-amin-amin

Sukacita


Tuhan memberikan sukacita yang besar kepada umat pilihan-Nya. Sukacita merupakan bagian dari Buah Roh. Banyak yang berhubungan dengan Sukacita, dan salah satunya adalah: Sukacita Abadi. Dalam Firman Tuhan, Allah berjanji untuk memulihkan umat-Nya, setelah masa pembuangan mereka di Babilon. Ia memang membawa mereka kembali ke Yerusalem pada tahun 537 SM, dan mereka sangat bersukacita ketika fondasi bait diletakkan (Yes 35:10; 51:11; 65:17-19; Ezr 3:10-13). Namun, nubuat Yesaya (65:17) mengalami penggenapan yang lebih besar ketika ”langit baru dan bumi baru” terbentuk; dalam penyelenggaraan itu seluruh umat manusia akan memperoleh sukacita untuk selamanya di bawah ”Yerusalem Baru” (Why. 21:1-3). Sukacita tidak dapat dinikmati dengan langgeng dan sepenuhnya karena adanya kondisi-kondisi dewasa ini, kefasikan, penyakit, dan kematian. Akan tetapi, selaras dengan peraturan Alkitab, ”Raja yang berhikmat menyerakkan orang-orang fasik,” Yesus Kristus sebagai Raja akan melenyapkan semua musuh Allah dan musuh keadilbenaran (Ams 20:26; 1Kor 15:25, 26). Dengan demikian, semua hal yang menghalangi terwujudnya sukacita yang lengkap akan disingkirkan, karena bahkan ”kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit” (Why 21:4) Kesedihan atas orang-orang yang telah meninggal akan lenyap sama sekali, karena disingkirkan melalui kebangkitan orang mati. Dewasa ini pun, pengetahuan tersebut menghibur orang-orang Kristen yang, karena hal itu, ”tidak berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai harapan” (1Tes 4:13, 14; Yoh 5:28, 29).

KESELAMATAN SUDAH DEKAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami ido pangidoan nami.
Sai pahipas be hami on sude.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 15:21-28 (Pagi) Yes 63:7-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 10 Maret 2018
Mazmur 98:3
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-NYA terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

KESELAMATAN SUDAH DEKAT
Everything happens is for a reason, bukanlah perkataan yang asing buat kita semua, apakah kita mengetahui alasannya atau tidak. Jika kita tidak mengetahuinya sekarang, pasti ada saatnya kita mengetahui dan menyadari apa alasannya. Tuhan punya rencana dalam kehidupan kita umat ciptaan-Nya. Demikian halnya dengan bangsa Israel, meskipun bangsa Israel sudah berulang kali membuat Tuhan murka, namun Tuhan mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel. Ia menggenapi janji-Nya dengan penyelamatan kaum Israel dari perbudakan Babel. Untuk itulah bangsa Israel selayaknya menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian yang dinyanyikan sebagai ungkapan perasaan syukur dari lubuk hati terdalam. Kita juga diminta melakukan hal yang sama, berkat Tuhan tiada hentinya dalam kehidupan kita, selalu baru dan tak pernah terlambat pertolongan Tuhan bagi kita, besar setia-NYA sepanjang hidup kita. Baik maupun buruk yang terjadi dalam kehidupan kita, percayalah itu semua rencana Tuhan dan Dia akan selalu ada bersama-sama kita untuk menjalaninya. Pegang selalu janji Tuhan….semua indah pada waktunya.

BERDOA

BERNYANYI KJ 344:4 Ingat Akan Nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

KASIH SETIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 826 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Rm. 4:13-16 (Pagi) Maz.36:6-8 (Malam)

RENUNGAN HARIAN,  Jumat 9 Maret 2018
Keluaran 34:9
Serta berkata: “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”

KASIH SETIA
Nas ini melukiskan dimana saat Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir dan mengembara untuk masuk ke “Tanah Perjanjian”. Namun dalam perjalanan bangsa Israel tidak teguh hati percaya kepada Allah. Kita dapat melihat sederetan sejarah bangsa Israel yang sering “ngeyel” (tegar tengkuk) dengan Allah. Musa dengan berlutut ke tanah, lalu sujud meyembah kepada Tuhan, memohon ampun atas dosa bangsanya yang tegar tengkuk, agar tidak menjadi sempurna dalam dosa dan binasa. Nyata Allah mau melindungi orang yang mengakui keterbatasannya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Sekalipun tegar tengkuk, tetapi karena Musa mengakui dosa umat Israel dan tetap percaya kepada Allah, maka Allah tetap menerima Israel menjadi umat-Nya dan berjalan di tengah-tengah kehidupan mereka. Penyerahan dan kepasrahan hidup ke dalam kuasa Allah pasti mendapat kasih setia yang besar dari Allah. Inilah yang perlu direnungkan; jangan “ngeyel”, karena itu berarti membiarkan tegar-tengkuk menjadi penghalang dan menyesatkan kita dari kasih karunia Allah sehingga kita berjalan seorang diri. Jadikanlah Kasih Setia Allah yang memenuhi hidup kita supaya Dia yang memimpin setiap langkah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:1 “Ikut Dikau Saja, Tuhan”
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu: Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

Gema Kehidupan


Seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan di sebuah gunung. Tiba-tiba anak itu tergelincir dan menjerit, “Aaaaahhh!!!” Betapa kagetnya ia, ketika mendengar ada suara dari balik gunung, “Aaaaahhh!!!”

Dengan penuh rasa ingin tahu, ia berteriak, “Hai siapa kau?” Ia mendengar lagi suara dari balik gunung, “Hai siapa kau?”

Ia merasa dipermainkan dan dengan marah berteriak lagi, “Kau pengecut…!!!” Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara, “Kau pengecut…!!!” Ia lalu menengok ke ayahnya dan bertanya, “Ayah, sebenarnya apa yang terjadi?”

Ayahnya tersenyum dan berkata, “Anakku, mari perhatikan ini.”

Kemudian ia berteriak sekuat tenaga pada gunung, “Aku mengagumimu…!!!” Dan suara itu menjawab, “Aku mengangumimu…!!!” Sekali lagi ayahnya berteriak,”Kau adalah sang juara…!!!” Suara itu pun menjawab lagi,”Kau adalah sang juara…!!!”

Anak itu merasa terheran-heran, tapi masih juga belum memahami. Kemudian ayahnya menjelaskan, “Nak, orang-orang menyebutnya gema, tetapi sesungguhnya inilah yang dimaksud dengan hidup itu. Ia akan mengembalikan padamu apa saja yang kau lakukan dan katakan.”

Hidup kita ini hanyalah refleksi dari tindakan kita. Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak cinta kasih di dunia ini, maka berikanlah cinta kasih dari hatimu. Bila kita ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka berikanlah kebaikan dari dirimu. Hal ini berlaku pada apa saja dan pada semua aspek dalam hidup. Hidup akan memberikan apa yang telah kamu berikan padanya. Maka, sebenarnya hidup ini bukan suatu kebetulan. Hidup adalah pantulan dari dirimu; gema dirimu.

HANYA TUHAN PENOLONGKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 10:17-20 (Pagi) Yes. 43:1-7 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 8 Maret 2018
Keluaran 15:13
Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.

HANYA TUHAN PENOLONGKU
Ayat Renungan di atas bagian dari nyanyian pujian Musa kepada Tuhan setelah Tuhan membantu mereka lolos dari kejaran raja Firaun ketika keluar dari Mesir melalui Laut Teberau. Musa dan Bangsa Israel saat itu benar-benar dan sungguh merasakan karya nyata Tuhan dalam menolong mereka. Mereka sampai kepada suatu titik yang menurut logika rasional mereka tidak ada lagi jalan keluar, mereka akan segera ditindas oleh Raja Firaun dan serdadunya, karena tidak ada lagi jalan meloloskan diri, laut Teberau telah menghalangi jalan mereka. Namun Musa sebagai Pemimpin memohon pertolongan dari Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel.

Kita yang ada dalam zaman yang semakin canggih ini, ternyata tidak otomatis terbebas dari masalah kehidupan. Dan setiap orang dengan segala perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi dan rohaninya tidak ada yang luput dari permasalahan hidup. Dari beragam kejadian yang kita alami dalam kehidupan ini, pasti pernah sampai ke suatu titik di mana kita merasa tidak ada lagi jalan keluar. Suatu kondisi yang secara hitungan matematika atau logika rasional kita memang sudah tidak ada lagi harapan. Lalu bagaimana kita harus bersikap? Sebagian orang ada yang mengambil langkah bunuh diri karena tidak tahan menahan beban masalahnya, ada sebagian yang melakukan perbuatan kriminal untuk bertahan hidup, dan ada yang menjadi stress, depresi bahkan gila. Jika kita mengaku sebagai orang Kristen, pengikut Kristus, tentu tidak akan berhenti di masalah tersebut, tetapi kita harus mampu lolos dari permasalahan tersebut dengan bantuan daripada Tuhan. Hanya kasih setia Tuhan kita mampu keluar dari permasalahan hidup, Tuhan akan selalu berserta kita, menebus dosa kita, menuntun kita dan membimbing kita hingga pada akhirnya kita sampai ke tempat-Nya yang kudus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kau tempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.