KEMERDEKAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 256 : 1 Jesus Kristus Ido Raja
Jesus Kristus i do Raja pinabangkit ni AmaNa. Manggomgomi sasude, manggomgomi sasude. Jala nasa hajolmaon tu Ibana do mar-Tuhan parhatopotonna be parhatopotonna be

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk. 7: 31-37 (pagi) Yes. 42: 14-17 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 16 Maret 2018
YESAYA 52:10
“TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita”

KEMERDEKAAN
Kemerdekaan adalah sesuatu yang sangat didambakan setiap orang maupun bangsa yang berada dalam keadaan tertindas. Bagi mereka tidak ada yang paling diharapkan kecuali bebas, merdeka. Sukacita ini dirasakan oleh bangsa Israel ketika Allah memerdekakan mereka dari penjajahan, karena dosa-dosa mereka bahkan mereka tidak harus membayar apa-apa untuk kemerdekaan itu. Allah membawa umat-Nya yang suci untuk kembali ke Yerusalem, kota Allah yang kudus. Wajarlah jika mereka menikmati suatu sukacita karena karya besar pembebasan Allah.

Manusia telah berdosa dan memerlukan keselamatan dari Allah. Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom.3:23), upah dosa adalah maut tapi kasih karunia Allah dalam Kristus Yesus adalah hidup kekal (Rom.6:23). Yesus adalah pemilihan Allah dari sejak semula (EF.1:4) yang telah memilih kita supaya kudus dan tak bercacat. Pemilihan untuk diselamatkan dalam batasan lingkaran kasih karunia Allah dalam Kristus Yesus, inilah pengertiannya pengenalan Allah dari sebelumnya tentang kita yang dimerdekakan dari dosa. Sejarah membuktikan bahwa ketika manusia tidak sanggup menolak keinginan berbuat dosa, ketika itu pula manusia masuk dalam perbudakan dosa. Tetapi Allah yang maha mulia, melalui Putra-Nya Yesus Kristus memerdekakan manusia dari kuasa dosa. Seperti halnya Israel yang dibebaskan tanpa membayar apa pun, demikian juga orang yang percaya kepada Kristus. Kini kita hidup dalam masa-masa penuh kemerdekaan. Sukacita menikmati anugerah keselamatan Allah sepatutnyalah mewarnai kehidupan setiap orang percaya. Karena itu janganlah sia-siakan anugerah yang begitu agung dan mulia itu, melainkan hiduplah sebagai orang percaya yang benar-benar merdeka dari perbudakan dosa. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 387- ‘Ku Heran Allah Mau Memb’ri
‘Ku heran, Allah mau memb’ri rahmat-Nya padaku dan Kristus sudi menebus yang hina Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan aku yakin ‘kan kuasaNya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Tergantung Cara Penyampaian


Suatu hari, seorang tukang kayu yang buta huruf menerima sepucuk surat dari anaknya yang tinggal jauh dari mereka.

Karena ia buta huruf, maka ia dengan tergesa-gesa menuju ke penjual daging kenalannya yang mempunyai watak yang keras untuk diminta membacakan surat yang diterima dari anaknya tersebut.

“Ini surat dari puteramu…..
begini bunyinya : Ayah aku sakit dan tidak punya uang sesenpun, tolong kirimkan aku sejumlah uang sesegera mungkin..”

Surat itu di bacakan dengan keras dan kasar oleh si tukang daging…

Tukang kayu menjadi marah dan berkata: “Dasar anak tak tau diri !!! Memangnya dia siapa memerintah aku ayahnya?.. Jangan kira aku akan mengirimi dia sesenpun.”

Dalam kemarahannya ia kembali kerumah, tapi dalam perjalanan ia bertemu sahabatnya seorang penjahit yang bersuara lembut.
Ia pun bercerita tentang surat tadi.
“Coba kau lihat sendiri surat dari puteraku ini”.
Penjahit itu lalu membaca surat itu dengan suaranya yang lembut…., tenang…. dan jelas.
Tiba-tiba surat itu berbunyi sangat lain dan si Tukang Kayu itu pun menjadi sedih..
“Oh anakku malang… Ia pasti sangat menderita, lebih baik aku segera mengirimnya uang sekarang juga.”

“Pesan sangat tergantung pada cara penyampaiannya..”

Bila kita renungkan, konflik yang terjadi antara pasangan…, sahabat…., rekan kerja… dll, sering bukan karena ada masalah besar dan rumit yang tidak bisa dipecahkan NAMUN karena kita tidak dapat mengatur cara kita menyampaikannya..

Ketika kita tidak menyetujui sesuatu lalu kita menyampaikan dengan sikap lebih sabar….ramah…lembut…, maka yang mendengarnya akan mudah menerima dan tidak akan menjadi pertentangan….

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
( Amsal 15 : 1 )

KEPADA SIAPAKAH KITA MENCARI KESELAMATAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-518:1 – Marsinondang Dibaen Jesus
Marsinondang dibaen Jesus asi ni rohana i, jala hita do disuru, asa tapaboa i. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i. Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 8:1-4 (Pagi) Ul. 4:30-35 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 15 Maret 2018
Mazmur 80:4
Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajahMu bersinar, maka kami akan selamat.

KEPADA SIAPAKAH KITA MENCARI KESELAMATAN
Keselamatan menjadi tujuan hidup seluruh umat manusia. Apapun agamanya pasti menginginkan dan mengajarkan agar jemaatnya ‘selamat’. Keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan Sorgawi yaitu kebahagiaan sejati. Pada ajaran Kristen, Allah adalah sumber keselamatan. Setidaknya nas hari ini pada Mazmur 80:4 merupakan permohonan akan keselamatan. Hanya saja, sekarang (zaman now) semua ingin serba cepat tanpa terlebih dulu menganalisa baik buruk. Gaya hidup zaman “now” menggiring opini masyarakat pada umumnya dengan ketergantungan pada gedjet atau sejenisnya, sehingga apapun yang diinginkan cari di “mbah google” tanpa membaca, tanpa susah payah apapun yang ingin kita ketahui akan ada di sana walaupun itu belum tentu benar adanya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa keselamatan datangnya dari Tuhan. Jangan pernah mencari keselamatan kepada siapapun atau kemanapun, walau dunia ini seolah-olah mampu memberikan keselamatan itu tidak akan berhasil. Ketika kita sedang susah, ketika kita benar-benar sedang menghadapi pergumulan hidup, terkadang kita sudah lelah, kita ingin cepat cepat keluar dari persoalan, di saat seperti itu bisa jadi banyak godaan yang bertentangan dengan Firman Allah. Untuk itu jangan pernah ragu akan Firman Allah, sesungguhnya Tuhan adalah sumber keselamatan. Carilah Tuhan sebab Dialah solusi akan setiap persoalan hidup kita. Mungkin saja kita tidak sabar karena kita ingin cepat-cepat keluar dari persoalan yang kita hadapi, berdoa pasti, rajin ibadah ok, konsultasi juga sudah namun hasilnya tetap nihil, untuk itu kita dituntut lebih sabar dan jangan sampai menyimpang, jangan sampai sesat sebab Tuhan pada akhirnya akan memberikan yang terbaik bagi kita. Kiranya renungan ini menguatkan kita untuk semakin yakin bahwa sesungguhnya keselamatan itu datang-Nya dari Tuhan, amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424:1 – Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku bersinar bagi-Nya, di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkan-Nya. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus. Bersinar, bersinar aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Kisah Sebuah Benih


Suatu kali, ada sebuah benih yang tercecer dan tidak dipedulikan orang. Karena merasa rendah diri, benih itu menganggap dirinya tidak penting. Hingga suatu hari, angin kencang datang dan membuat benih itu terbang, ia tidak tahu akan dibawa kemana, lalu tiba-tiba ia dilemparkan ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari.

Dia merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia butuhkan bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari, kadang gerimis dan kadang hujan deras.

Sementara waktu berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”

“Apa yang kamu bicarakan?” benih itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok-olok dirinya. Benih itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.

“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.

“Ini aku, Benih..”

“Benih?” pria itu melihat pohon raksasa itu. “Apa kamu bercanda? Kamu bukan benih. Kamu pohon. Sebuah pohon raksasa!”

“Benarkah?”

“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”

”Untuk apa mereka datang kesini?”

”Untuk berasakan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”

Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat benih itu sadar siapa dirinya sekarang. Benih itu sekarang telah menjadi sebuah pohon raksasa. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya. Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya.

“Oh! Itu artinya aku bukan benih kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap benih yang telah menjadi sebuah pohon raksasa itu.

Kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup benih ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya di masa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang.

Ingatlah bahwa hidup anda lebih berharga dari ribuan permata, karena anda telah ditebus dengan darah Kristus yang mahal. Hari ini sadarilah, bahwa anda bukanlah sebuah benih lagi. Anda adalah sebuah pohon dimana ada banyak orang yang bernaung.

ANUGERAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:7- O Jesus Na Pangolu Au
O Jesus alealengki, rohaM nama di au
Ai Ho do hangoluanhi, nang di na mate au

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh 8:21-30 (Pagi) Yunus 2:1-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 14 Maret 2018
Efesus 2; 8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah

ANUGERAH
Anugerah dalam bahasa Indonesia dapat diartikan pemberian atau ganjaran tanpa mengharapakan imbalan dan tanpa biaya. Sedangkan Anugerah menurut Alkitab adalah pernyataan Allah melalui Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).

Kenapa kita diselamatkan? Pada ayat permulaan dalam Efesus 2 disebutkan, manusia perlu diselamatkan karena manusia sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosanya, bahkan manusia hidup di dalamnya. Mati dimaksudkan di sini adalah mati secara rohani. Manusia perlu diselamatkan agar kembali mengenal dan mengikut Tuhan. Manusia yang sudah mati secara rohani berarti jauh dari Allah. Namun Allah yang penuh kasih mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia. Dapat dikatakan bahwa dalam hal ini manusia tidak ada memiliki andil dalam memperoelh keselamatan itu karena semuanya adalah karya Tuhan semata. Di dalam diri kita tidak terdapat apapun yang memantaskan kita kepada Allah (Roma 3:10-11). Kita tidak memiliki “kasih karunia yang menyelamatkan” dari dalam diri kita. Karena ketidakpantasan itu, keselamatan adalah karya Allah. Ia memberikan kasih karunia yang kita butuhkan. “Kasih karunia yang menyelamatkan” kita ialah Kristus Sendiri. Karya-Nya di atas salib -lah yang menyelamatkan kita, bukan kepantasan kita sendiri. Janganlah kita beranggapan dengan perbuatan baik, kita jadi diperhitungankan apalagi memegahkan diri. Perbuatan baik adalah merupakan buah dari iman, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2; 17).

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1 – – Ya Tuhanb bimbing aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ku melangkah setapak pun. ‘Pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

JADILAH KEHENDAKMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:1 O Jesus na Pangolu au
O Jesus na Pangolu au, Anak ni Debata. Asi rohaM sai togu au, sahat tu Debata.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk 12:1-9 (Pagi) Amos 8:2-3 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 13 Maret 2018
Yunus 2:6
Aku tenggelam ke dasar bumi, pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur ya Tuhan, Allahku.

JADILAH KEHENDAKMU
Ayat Ini adalah keyakinan dari nabi Yunus, ketika ia mengalami ujian hidup sebagai nabi. Ia memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan. Api penderitaan yang disebut ujian hidup bisa saja seperti api yang membara untuk membuat parang, pisau, paku dan lain sebagainya. Demikianlah Tuhan sedang membentuk kehidupan nabi takkala ia harus berhadapan dengan manusia-manusia yang kejam dan berdosa.

Firman Tuhan berkata, ” Aku tenggelam ke dasar bumi, pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur ya Tuhan, Allahku (Yunus 2:6). Kita harus lebih taat dan setia atas panggilan Tuhan sekalipun kita harus mengalami kesulitan hidup seolah-olah merasa tenggelam dalam persoalan hidup ini. Tuhan memberi kekuatan pada kita agar dapat menanggungnya, sehingga kita akan menghadapinya bersama Tuhan, kita akan dihiburkan. Tuhan Yesus juga berdoa demikian di Getsemani (Mat. 26:42), Dia menyerah kepada kehendak Bapa. Dan doa itu dijawab dengan kekuatan untuk menanggung penderitaan-Nya (Luk. 22:43). Jadilah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Jika kehendak Tuhan yang terjadi maka Kerajaan Allah akan hadir dalam kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:1 – Tuhanku Bila Hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakMu jadi panduku, ampunilah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TRUK SAMPAH


Suatu hari saya naik taxi menuju ke Bandara. Taxi melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami, Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam yang ngawur tersebut mengeluarkan kepalanya & memaki-maki ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut.

Saya sangat heran dan aneh dengan sikapnya itu. Saya pun bertanya, “Mengapa bapak tidak marah bahkan tersenyum? Bukankah orang itu hampir merusak mobil bapak dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?”

Ia menjelaskan, “Banyak orang yg seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah. Sampah kemarahan, kekecewaan, frustasi dan emosi negatif lainnya.

Seiring dengan semakin penuh bak sampahnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya & seringkali mereka membuangnya kepada anda.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup anda.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan...”

Saat itulah saya belajar dari supir taxi itu mengenai apa yg saya kemudian sebut “Kaidah Truk Sampah”.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yg tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati…

Hidup itu 10% mengenai apa yg kita buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kita menyikapinya …

You choose to be Happy or Grumpy…

Hidup ini jangan diisi dengan penyesalan, maka cintailah orang yg memperlakukan kita dengan benar, berdoalah bagi yg memperlakukan kita tidak benar.

Hidup bukan tentang bagaimana menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan badai.

Jangan pernah menghakimi orang lain, Berusahalah menjadi pribadi bijak & mencoba belajar memahami orang lain.