DITUNTUT KESUNGGUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-207:1 Sai Tiop Ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au, Paima tos hosangku ramoti au. Ndang olo au mardalan sasada au; Sai Ho ma ale Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak 4:6b-10 (Pagi) Yer 1:11-17 (Mlm)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 7 Maret 2018
2 Petrus 1: 10
“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya , kamu tidak akan pernah tersandung”

DITUNTUT KESUNGGUHAN
Apapun yang kita kerjakan memerlukan kesungguhan hati, agar mendapat hasil yang maksimal. Misal seorang pelajar bila tidak belajar sungguh-sungguh tentu tidak akan mendapat nilai prestasi yang menggembirakan. Begitu juga sebagai orang yang sudah terpanggil sebagai saksi Kristus. ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sediri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan (1 Pet 2: 9-10).

Kendala, kesulitan bahkan godaan pasti akan banyak kita alami sebagai hamba Tuhan dalam melakukan tugas pelayanan. Kita diminta untuk memberitakan kabar baik dan perbuatan-perbuatan Allah yang besar akan keselamatan manusia bahkan isi dunia ini. Yesus juga berkarya dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan dunia ini melalui kematian-Nya di kayu salib. Orang yang dipanggil Tuhan akan menghadapi godaan dunia ini yang menghambat pelayanan kita, bisa dari masyarakat umum, saudara-saudara seiman, keluarga, dan sebagainya. Tetapi ingatlah dan percayalah kepada janji dan Amanat Agung Tuhan Yesus: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Oleh karena itu marilah kita terus bersungguh-sunguh melayani Tuhan sesuai dengan tugas panggilan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-375:1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia. Saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Saling perduli


Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum.

Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, “Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu?

Tolonglah Pak,karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!”
Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, ” Saya Ny . Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya.”

“O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda.” jawab pria itu. “Apa, maaf?” tanya wanita itu dengan gusar.

“Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.

Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya,” jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

“Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny.Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.

Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia. Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!”

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

(Seputar kebenaran)

MENYIKAPI KEMERDEKAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-565:1 Las Rohangku Lao Mamuji
Las rohangku lao mamuji Debata Parholong i. Songon bunga na mangerbang di na binsar ari i. Arsak, dosa, haporsuhon mago dibaen asiMi. Las ni roha na manongtong lehon di au Tuhanhi

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 2:17-24 (Pagi) Ulangan 2:7-9 (Mlm)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 6 Maret 2018
Galatia 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

MENYIKAPI KEMERDEKAAN
Paulus menulis dalam Injil kepada jemaat di Galatia, bahwa orang-orang yang menerima Kristus telah merdeka. Pertanyaannya “Merdeka dari apa?” Lewat karya penebusan Kristus, kita sudah dimerdekakan. “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:18). “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Gal 5:1).

Kemerdekaan yang kita peroleh lewat karya penebusan Kristus di atas kayu salib bukan berarti bahwa kita bisa berbuat seenaknya, bebas berbuat dosa. Kemerdekaan adalah karunia Tuhan atas kita, karena kasih-Nya yang begitu besar. Ketika kita menerima kasih sedemikan rupa yang memerdekakan dari Tuhan, maka seharusnyalah kita pun terpanggil untuk mengasihi orang lain. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu Firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Gal 5:14). Ini adalah pesan yang sangat penting agar kita tidak keliru mengartikan sebuah kemerdekaan yang dikaruniakan Tuhan. Ketika dunia mengartikan kemerdekaan sebagai sebuah kebebasan tanpa batas untuk melakukan apa yang mereka sukai seenaknya, kita haruslah berbeda. Kita menyikapi kemerdekaan dengan ucapan syukur dan sukacita, dan mengisinya dengan menyatakan kasih kepada semua orang.

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:1 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami Tuhan dengan anug’rah-Mu
Berilah pertolongan, melawan si set’ru

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.

ALLAH MAHA TAHU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1- “Puji Hamu Jahowa Tutu”
Puji hamu Jahowa tutu, Pardenggan-basa, parasi roha salelengna i, Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk 13:10-17 (pagi) Yer 1:4-8 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 5 Maret 2018
Yesaya 65:24
“Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarnya”

ALLAH MAHA TAHU
Dalam kitab Yesaya ada satu sebutan yang sangat dominan yaitu; Allah semesta alam. Ada lima makna dari Allah semesta alam yaitu; Allah pencipta, Allah pemelihara, Allah penguasa atas segala bangsa, Allah adalah Bapa atas seluruh umat manusia. Dia adalah hakim atas semua dan setiap orang.
Nas renungan hari ini mengingatkan kita untuk memahami kehendak Allah, sebelum kita meminta kepada-Nya. Yakobus 4:3 mengingatkan setiap pendoa, agar tidak terjebak dalam doa yang berpusat pada keinginan hati manusia yang serakah. Doa yang serakah adalah doa yang dimotivasi oleh hawa nafsu sehingga kita tidak mendengar apa yang ingin Allah katakan untuk Ia berikan kepada kita. Doa kita menjadi monolog, bukan sebuah dialog pribadi dengan Tuhan, di mana kita memberikan kesempatan Allah juga menyampaikan sesuatu kepada kita. Ibarat percakapan dengan telpon, kita lebih dahulu memutuskan sambungan telepon sebelum kita mendengar apa yang Tuhan mau katakan! Akibatnya kita tidak menerima jawaban apa-apa dari doa itu. Dengan demikian, berdoa bukan untuk meminta perhatian Allah, melainkan kita memfokuskan perhatian kita kepada Allah dan memahami apa yang akan Ia katakan atau berikan kepada kita. Dengan kata lain berdoa adalah mencari Allah dengan segenap hati. Kalau demikian, kita tidak perlu takut doa kita tidak dijawab. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:1 – Tuhanku Bila Hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

GUNUNG BATU


Dalam Alkitab terdapat kata “Gunung Batu”. Alkitab dalam bahasa Ibrani membedakannya antara batu atau gunung batu (tsur) dan tebing batu (seʹlaʽ). Kedua istilah ini digunakan secara harfiah dan kiasan dalam Alkitab. Keduanya muncul secara paralel di 2 Samuel 22:2, 3 dan Mazmur 18:2, ”Yehuwa adalah tebing batuku . . . Allahku adalah gunung batuku.”. Dalam bahasa Yunani pe·troʹdes (berkaitan dengan kata benda peʹtros) digunakan untuk melukiskan tempat berbatu-batu yang ke atasnya beberapa benih jatuh. (Mat 13:3-5, 20) Peʹtros digunakan sebagai nama diri ”Petrus” (Yoh 1:42). Mengenai arti istilah ini, Vine’s Expository Dictionary of Old and New Testament Words (1981, Jil. 4, hlm. 76) mengomentari, ”Petros berarti sepotong batu, sebuah batu atau batu besar yang terpisah, kontras dengan petra, sekumpulan batu.” Word Studies in the New Testament mengatakan tentang peʹtros, ”Dalam bahasa Yunani klasik, kata itu berarti sebuah batu, seperti dalam Homerus, tentang Ajax yang melemparkan batu ke Hector, . . . atau tentang Patroclus yang menggenggam dan menyembunyikan sebuah batu bergerigi dalam tangannya.”

Dalam Alkitab, Gunung Batu sering digunakan Sebagai Kiasan. Secara kiasan, ”gunung batu” menggambarkan sifat-sifat Yehuwa sebagai Bapak Israel (Ul 32:18), sebagai benteng ( 2 Sam 22:32, 33; Yes 17:10), sebagai tempat tinggi yang aman dan perlindungan bagi umat-Nya (Mz 62:7; 94:22), dan sebagai keselamatan mereka (Ul 32:15; Mz 95:1). Ada yang memandang ilah-ilah palsu sebagai ”Gunung batu” mereka. (Ul 32:37) Ada contoh-contoh lain yang memperlihatkan bahwa ”Gunung batu” secara umum melambangkan tempat yang aman dan terlindung. (Yes 2:10, 19, 21) Di Yesaya 8:14 Kristus Yesus disebut sebagai ”batu” yang menjadi sandungan bagi ”kedua keluarga Israel” (Bdk. Mat 21:42-44).

Belajar Mengalah


Ada dua ekor kambing gunung bertemu satu sama lain di jalan sempit di tepi tebing terjal yang hanya cukup untuk diliwati salah satu dari kedua binatang liar tersebut. Di sebelah kiri adalah tebing terjal, dan di sebelah kanan danau yang dalam. Keduanya saling berpandangan. Apa yang harus mereka lakukan? Keduanya tak dapat balik karena terlalu berbahaya, tak dapat berputar karena jalan itu terlalu sempit.

Kemudian salah satu dari mereka membaringkan dirinya di jalan yang kecil itu, dan mengembik memberi tanda kepada kambing lainnya supaya berjalan diatasnya. Dan selamatlah keduanya dari kecelakaan. Kambing-kambing itu tidak saling menanduk dan berkelahi mempertahankan jalannya masing-masing supaya selamat.

Kata Martin Luther yang mengangkat ilustrasi ini, manusia justru kadang-kadang tidak lebih bijak dari kedua kambing diatas, yang mau saling “merendahkan diri” untuk “memberi jalan” ketika “papasan” dengan yang lain!

“……Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” Filipi 2:3-4.

ALLAH MERANCANG YANG TERBAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 182:1 Tu JoloM O Debatangku
Tu joloM O’ Debatangku sai use do rohangkon. Sai pasiat tangiangku dohot iluilungkon.

PEMBACAAN FIRMAN
Kis P 7:54-8:1a (pagi) 1 Sam 3:11-18 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 3 Maret 2018
Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

ALLAH MERANCANG YANG TERBAIK
Seorang pemuda yang selalu setia kepada Tuhan sedang mempersiapkan diri untuk suatu tugas yang sangat penting di luar daerah dan hendak bepergian naik pesawat. Diperjalanan pemuda ini sangat kecewa ketika jalanan menuju bandara sangat macet dan banjir sehingga akibatnya dia ketinggalan pesawat. Lalu dengan sangat kecewa dia pulang ke kantornya dan bekerja kembali. Setelah sore hari dia pulang ke rumah dan duduk sambil menonton siaran televisi ternyata ada berita bahwa pesawat yang akan ditumpangi hilang kontak dan belum diketahui keberadaannya. Setelah mendengar berita ini kekecewaannyapun berubah menjadi sukacita dan tidak henti hentinya pemuda ini sujud untuk bersyukur dan mohon pengampunan kepada Tuhan karena kekecewaan yang sebelumnya dialami ternyata membawa kebaikan karena pada akhirnya dia tidak ikut celaka dalam pesawat itu.

Saudara dari cerita ini, kita dapat mengambil makna bahwa ketika sesuatu tampaknya tidak berjalan sesuai dengan rencana, kita seringkali kecewa dan marah. Tetapi ketahuilah bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan. Mari yakin dan percaya kepada Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 380:1 Asal Yesus Jua Tuhan Hidupku
Asal Yesus jua Tuhan hidupku, oleh janji-Nya semua rasa jiwaku teduh. Sampai waktu mati aku bersyukur, bersuka hati.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin, Amin, Amin