Arsip Kategori: Ibadah Minggu

Datanglah kepada Tuhan supaya kami hidup


Minggu VII Setelah Trinitatis, 03 Agustus 2014
(Yesaya 55:1-5)

Seperti seorang penjual dipasar mengajak orang memperhatikan barang jualannya, demikanlah nabi Yesaya memanggil atas nama Tuhan, bukan untuk pangan saja melainkan untuk teurut dalam suatu jamuan; menikmati hasil tanah yang Tuhan janjikan kepada umatNya. Tanpa bayaran orang-orang diundang untuk makan dan minum menikmati sampai kenyang. Baca lebih lanjut

Allah Bekerja Mendatangkan Kebaikan Bagi Orang Percaya


Minggu VI Setelah Trinitatis, 27 Juli 2014 (Roma 8:26-30)

1. Pertama: Roh membantu orang percaya dalam kelemahannya.

Allah tahu orang percaya itu memiliki kelemahan dan keterbatasan daya dan juang. Bukan karena Roh itu lemah dan tidak berkekuatan, tetapi karena orang percaya itu masih belum bisa melepaskan dirinya dari kehidupan daging. Kehidupan dan keinginan daging itulah yang sesungguhnya lebih banyak mempengaruhi dan membuat orang percaya tidak berdaya. Itu sebab dalam banyak kesempatan Rasul Paulus menekankan agar hiduplah menurut keinginan Roh bukan keinginan daging. Baca lebih lanjut

Firman harus di dengar, dimengerti dan berbuah


Minggu IV Setelah Trinitatis, 13 Juli 2014
Matius 13:1-9,18-23

Rahasia tentang Kerajaan Allah-Sorga dan tentang kebenaran-kebenaran rohani sering Yesus terangkan, jelaskan dengan memakai perumpamaan (perbandingan, ibarat, kiasan dan lukisan). Hal ini dipertanyakan oleh murid-murid kepada Yesus: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Yesus menjawab: “Kepadamu (murid-murid-orang percaya) diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” Jawaban Yesus ini mengkritik kehidupan orang banyak yang munafik yang tidak percaya kepada perkataan Yesus, yang mengeraskan hatinya, karena sekalipun melihat, tetapi mereka tidak melihat, sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Baca lebih lanjut

Tuhan sempurna memelihara kita


(Mazmur 145:8-14)
Dapat dikatakan hampir sepanjang hidupnya Daud bergaul baik dengan Tuhan. Dengan demikian ia mengalami segudang pengalaman berharga bersama Tuhan. Tentu pengalaman itu tidak hanya yang baik-baik saja, yang enak-enak saja, bahkan sering hidupnya berada di ujung tanduk, di antara harapan dan keputusasaan, antara perjuangan dan apatisme. Namun Daud menjalani dan melewatinya bersama dengan Tuhan. Baca lebih lanjut

Pilihlah Yesus kehidupanmu


Minggu II Setelah Trinitatis, 29 Juni 2014
Roma 6:12-23
Paulus membuat suatu perbedaan antara manusia rohani dan manusia duniawi. Manusia rohani adalah manusia yang dewasa dalam Kristus, punya jati diri, sabar menderita serta mampu melakukan kehendak Kristus juga mau memberi hidupnya dituntun Roh Kudus. Sedangkan manusia duniawi adalah manusia yang berada di bawah kekuasaan nafsu, bersandar pada nalar dan emosionalnya, bahkan salib Kristus merupakan kebodohan baginya. Baca lebih lanjut