Allah Bekerja Mendatangkan Kebaikan Bagi Orang Percaya


Minggu VI Setelah Trinitatis, 27 Juli 2014 (Roma 8:26-30)

1. Pertama: Roh membantu orang percaya dalam kelemahannya.

Allah tahu orang percaya itu memiliki kelemahan dan keterbatasan daya dan juang. Bukan karena Roh itu lemah dan tidak berkekuatan, tetapi karena orang percaya itu masih belum bisa melepaskan dirinya dari kehidupan daging. Kehidupan dan keinginan daging itulah yang sesungguhnya lebih banyak mempengaruhi dan membuat orang percaya tidak berdaya. Itu sebab dalam banyak kesempatan Rasul Paulus menekankan agar hiduplah menurut keinginan Roh bukan keinginan daging.
Keinginan Roh akan menuntun umat percaya pada keinginan dan rencana Allah. Tetapi keinginan daging menuju kebinasaan dan kematian kekal. Dalam semua hal Roh akan membantu kita berhubungan dengan Allah. Termasuk dalam mengungkapkan keluhan-keluhan yang ‘tak terkatakan karena beratnya beban hidup. Membantu dalam doa-doa kita. Keterbatasan dan keluhan yang ‘tak terkatakan akan diambil alih oleh Roh. Kelemahan-kelamahan kita sesungguhnya ditanggung oleh Roh dan diserahkan sepenuhnya kepada Bapa sehingga kita tetap kuat dan survive. Hal inilah yang diyakini Rasul Paulus sehingga lahirlah sebuah ungkapan iman dalam dirinya “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Kor. 12:10).

2. Kedua: Orang percaya dipilih untuk dibenarkan.

Teologi pembenaran merumuskan kesaksian Injil bahwa hanya orang-orang yang dibenarkanlah yang memperoleh kemuliaan dan keselamatan. Pembenaran ini menyangkut soal status orang-orang percaya. Orang percaya tidak dapat dengan dirinya sendiri merubah kedudukannya dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan, tetapi oleh kehendak Allah dan kerelaan Kristus Yesus menjadi Penebus menyucikan hidup orang percaya. Di sinilah nampak jelas keberpihakan Allah kepada orang-orang pilihanNya. Di sinilah terpahami bahwa Allah bekerja mendatangkan keselamatan dan masa depan yang baik bagi umat pilihan dan setia karena pembenaran Allah.

3. Ketiga: Allah memanggil orang percaya sesuai rencanaNya

Panggilan Allah bukan tidak memiliki tujuan dan maksud. Justru panggilan Allah memberi kesempurnaan pada hidup orang percaya. Karena rencana Allah adalah mulia dan sempurna tentu orang-orang yang dipanggilNya akan mengalami kesempurnaan dan kemuliaan di dalam sorga kelak. Namun orang percaya masih berada di dunia. Rencana Allah bukan hanya nanti di sorga, tetapi berlangsung sejak dulu, kini dan akan disempurnakan di sorga kelak. Karena itu orang percaya terpanggil mensukseskan karya Allah di dunia. Orang percaya menjadi duta-duta kerajaan, Yesus menyebutnya anak-anak kerajaan. Artinya orang percaya terlibat aktif, bukan sekedar obyek karya tetapi pelaku karya Allah lewat kehidupan rohaninya. Rencana Allah menghadirkan damai dan sejahtera di dunia, karya Allah membawa kebaikan seluruh ciptaan, finalnya karya dan keselamatan Allah membawa keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Orang percaya secara otomatis menjadi alat di tangan Tuhan turut ambil bagian dalam karya dan rencana Allah. (Pdt. Singhan Pardede)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s