Pilihlah Yesus kehidupanmu


Minggu II Setelah Trinitatis, 29 Juni 2014
Roma 6:12-23
Paulus membuat suatu perbedaan antara manusia rohani dan manusia duniawi. Manusia rohani adalah manusia yang dewasa dalam Kristus, punya jati diri, sabar menderita serta mampu melakukan kehendak Kristus juga mau memberi hidupnya dituntun Roh Kudus. Sedangkan manusia duniawi adalah manusia yang berada di bawah kekuasaan nafsu, bersandar pada nalar dan emosionalnya, bahkan salib Kristus merupakan kebodohan baginya.

Sifatnya selalu tunduk kepada keinginan daging, mudah terpengaruh dunia dan terpancing keinginan-keinginan daging, tidak sabar menghadapi penderitaan. Manusia duniawi cenderung hidup dalam pertikaian, iri hati dan perselisihan. Paulus melihat, bahwa jemaat Korintus masih hidup terbelakang yaitu kedagingan, tidak saling menghormati dan tidak mengasihi di antara sesama. Tuhan menghendaki agar pengikutNya jangan lagi hidup dalam manusia duniawi yang masih mau dikendalikan oleh roh dunia, walaupun manusia itu masih di dunia ini. Sebab di sana masih hidup iri hati dan mau berselisih terhadap sesamanya. Firman ini, mengajak orang percaya hidup dalam tuntunan Roh Kudus agar berakar di dalam Kristus. Yesus Kristus telah berkorban untuk meruntuhkan segala tembok-tembok pemisah, sehingga orang Kristen mampu hidup saling mengasihi, mengampuni dan sabar. Setiap orang yang hidup di dalam Kristus dan FirmanNya, maka ia akan selalu menunjukkan identitasnya, jati dirinya sebagai anak-anak Tuhan, yaitu hidup dengan lemah lembut, hormat, dan dengan hati nurani yang murni, sabar dalam penderitaan.

Demikianlah hendaknya orang percaya tetap komit, lebih baik menderita karena berbuat baik jika hal itu dikehendaki Tuhan. Inilah salah satu prinsip hidup manusia rohani untuk mengedepankan maksud Tuhan dalam hidupnya setiap saat, hidup saling menghormati dan mengasihi, (bnd. 1 Korint 3:3 “Karena kamu masih manusia duniawi, sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi”? Maka yang dituntut Firman dari kita manusia rohani, adalah: Bila Roh Allah ada di dalam kita., maka Roh Allah itulah yang akan menyingkapkan segala perkara tentang Allah kepada kita (bnd. 1 Korint 2:12-13). Bila kita dikuasai Roh Kudus, maka perspektif hidup kitapun akan mengalami perubahan/ transformasi menjadi hidup yang kekal di dalam Tuhan Yesus. Berikanlah dirimu dituntun dan dikuasai oleh Roh Allah. Berikan akal dan hikmat itu dikuasai dan ditalukkan Allah, dan bukalah diri dan hati untuk dikuasaiNya sehingga kebijaksanaan dan hikmat akan selalu tetap memahami FirmanNya serta menjadi kekuatan kita. Jadilah menjadi orang jujur, adil, berhikmat, bijaksana serta hidup dalam kasih, sebab teladan dan dasar kita adalah Kristus. Hikmat Allah dalam Roh Kudus menyertai, menguatkan, serta untuk memampukan kita berbuat segala sesuatunya, Karena itu pilihlah Yesus sebagai Tuhan Allah yang telah menyediakan keselamatan dan hidup kekal. Amin (Pdt. Kristopurus Nababan-Cisauk)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s