Arsip Kategori: Ibadah Harian

BERSERU KEPADA-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-424: 1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta I. jot-jot dilao si, ditulak ho i. Sai Tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, si sesa dosam.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Pet. 3: 3-10 (pagi) 1 Sam. 30:4-6 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 19 Mei 2018
Mazmur 50: 15
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”

BERSERU KEPADA-NYA
Kondisi dunia semakin hari semakin buruk, gangguan keamanan terjadi di berbagai tempat, bukan hanya di Indonesia saja. Bahkan di negara-negara maju seperti Perancis dan Amerika pun mengalami teror. Tidak hanya itu, masalah pribadi pun dialami setiap orang, mulai dari krisis ekonomi, masalah kesehatan, hingga masalah keluarga atau pekerjaan. Lalu apakah ada jalan keluar dari kondisi kehidupan yang mencekam dan menakutkan ini? Jawabannya adalah “Ada”, yaitu Tuhan. Saat-saat kesesakan, mencekam dan penuh teror adalah waktunya untuk berseru kepada Tuhan. Hanya Dialah satu-satunya sumber pertolongan, pribadi yang dapat meluputkan kita sehingga saat semua telah berlalu kita bisa bersyukur dan memuliakan Tuhan atas karya-Nya yang ajaib dalam kehidupan kita. Mungkin Anda berkata, “Saya sudah mencobanya, saya berseru kepada Tuhan tapi sepertinya Dia tidak mendengarkan. Pertolongan itu tidak kunjung datang!” Di saat segala sesuatu tampaknya sulit, bahkan seakan tembok tebal menghalangi kita, jawabannya hanya satu, berserah penuh kepada Kuasa Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Ingat bahwa Tangan KasihNya senantiasa terulur untuk menolong, memberi jalan keluar dan memimpin seluruh hidup kita.

Untuk itu jangan berhenti percaya! Iman percaya adalah satu-satunya cahaya ditengah kegelapan teror dan tekanan masalah. Ketidakpercayaan artinya Anda nyaman dalam kondisi kegelapan itu. Kita perlu untuk tetap memegang janji Tuhan saat dalam kesesakan, dan bertindaklah dalam iman. Percayalah Ia senantiasa memberikan pertolongan. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar” (Yes. 59: 1) Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-364: 1. Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

TUHAN DEKAT DAN BERKENAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-6: 4. Puji Jahowa Na Sangap
Puji Jahowa situmpak sude ulaonmu; Ai ditumpakhon tu ho tongtong hangoluanmu, ingot ma i denggan basaNa do i, tomutomuNa sambing

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yohannes 4: 13-21 (pagi) Amos 5: 7-8 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 18 Mei 2018
Yesaya 55:6
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.

TUHAN DEKAT DAN BERKENAN
Nabi Yesaya berkarya semasa 4 pemerintahan Raja Yehuda, kurun waktu yang panjang sekitar 50 tahun. Ia menyaksikan pemeliharaan dan Keadilan Allah dibalas dengan ketidaktaatan, meragukan Kuasa-Nya dan juga berlaku tidak adil dengan sesamanya. Bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan dan kemunafikan bahkan menista Yang Maha Kudus. Tersesat dan tidak mengenal jalan Tuhan. Nabi Yesaya giat menyampaikan peringatan akan kejahatan dan hukuman dosa Yehuda bahkan sampai akhirnya bangsa Israel mengalami hidup di pembuangan Babel selama 70 tahun. Didalam keadaan menderita dan tanpa harapan ini lah, Yesaya berseru dan membujuk umat Israel untuk turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan. Bahkan dalam kuatir dan gemasnya, Yesaya menekankan “Carilah Tuhan selama Tuhan berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat”.

Bagi orang Kristen yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita tahu bahwa Tuhan itu dekat dan selalu berkenan. Bahkan kedatangan dan pertobatan seorang berdosa dari kejahatannya sangat dinantikan-Nya (Mat.9:13). Sebaliknya, manusialah yang sering menjauh dan tidak berkenan kepada Firman Tuhan. Oleh godaan dan tawaran kenikmatan dunia jadi lupa dan disesatkan oleh keinginan-keinginan hatinya bahkan sampai tidak mengenal jalan Tuhan lagi. Sekarang nubuatan Nabi Yesaya tentang keselamatan dalam Yesus Kristus Sang Mesias sudah sampai dan menjadi milik kita, maka mari jaga diri dan tetap setia berdoa, baca Firman Tuhan, beribadah, dan berbuat kebaikan pada sesama. Tuhan memberkati kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-358:1 Semua Yang Letih Lesu
Semua yang letih lesu, berdosa, bercela, terima rahmat. Tuhanmu, percaya sabdaNya. Datang saja pada Yesus; kini saatnya!. Datang saja pada Yesus, t’rima rahmatNya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BELAS KASIH TUHAN YANG MENYEMBUHKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-221: 1. Saleleng Jesuski
Saleleng Jesuski, Na mandongani au. Maporus holsoholsongki, Sai di Ibana au.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 8: 18-25 (pagi) Maz. 55: 1-8 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 17 Mei 2018
Ratapan 5: 1
Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.

BELAS KASIH TUHAN YANG MENYEMBUHKAN
Suatu ketika, seorang sahabat divonis dokter menderita penyakit kanker ganas. Bagaikan tembok yang runtuh dan hancur berkeping-keping, itulah yang kami rasakan. Sahabat kami mulai goyah, marah dan mengatakan, “Tuhan tidak adil”. Tetapi dengan kekuatan imannya, sahabat kami ini mulai menerima segala yang terjadi pada dirinya dengan tabah. Bahkan dia menguatkan kami dengan mengatakan, “Apa yang kualami tidak ada artinya dibandingkan dengan keadaan yang dialami oleh Nabi Yeremia atas Yerusalem.” Ya, setelah Yeremia melewati dan menjalani hidup demikian rupa; ditolak, dibenci, diejek, dipenjara, diabaikan; setelah melihat Yerusalem tercinta dirampok, di hancurkan; mengalami kengerian perang, kebrutalan musuh dan kepedihan kelaparan, Yeremia masih mampu mengingat dan bahkan berdiri keluar dari tengah puing reruntuhan kota dengan mayat-mayat yang bergelimpangan, seraya mengangkat suaranya begitu tinggi untuk memuji Tuhan, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

Bagaimana mungkin ini terjadi? Meskipun menghadapi percobaan dan kesulitan, justru Yeremia telah mendapat pemahaman yang makin baik tentang kenyataan “siapakah Tuhan itu”. Yeremia tahu apapun yg terjadi dalam dunia dan kehidupannya, Tuhan tetaplah Allah, dan Dialah Allah yang kekal dan setia kepada umat-Nya. Yeremia bahkan masih bisa menemukan harapan dalam situasi tanpa harapan karena ia percaya pada kesetiaan Allah yang besar. Setahun telah berlalu dan sahabat kami ini keadaannya semakin membaik, rupanya kepasrahannya membuat Tuhan semakin mencintai dan memeliharanya dengan baik, hal ini terbukti dengan berangsur kesehatannya semakin pulih. Tuhan sang Tabib ajaib dengan belas kasih-Nya telah menyingkirkan puing-puing, merombaknya, dan membangun kembali sesuatu yang lebih baik. Semua proses itu memang memerlukan waktu, tetapi kita dapat selalu mempercayai-Nya. Allah sanggup menyembuhkan dan memulihkan hidup kita, terpujilah Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-40: 4. Ajaib Benar Anugerah
Kudapat janji yang teguh, kuharap sabda-Nya dan Tuhanlah perisaiku tetap selamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

DOA MINTA PERTOLONGAN KEPADA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-487: 1. Tung Halak Namargogo
Tung halak namargogo, sipartangiang i. Dokdok pe sitaonon, ndang olo talu i. Pos situtu rohana, di Debatana i. Tuhanna manaluhon, sude pangalo i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 20: 29-34 (pagi) Yer. 16: 19-21 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 16 Mei 2018
Yunus 2: 3
Katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku

DOA MINTA PERTOLONGAN KEPADA TUHAN
Doa adalah alat komunikasi kita kepada Tuhan. Doa adalah nafas rohani kita kepada Tuhan, karena itu seseorang tidak mau berdoa berarti sudah mati rohaninya. Dalam firman ini Yunus berdoa kepada Tuhan meminta pertolongan disaat menghadapi penderitaan yang sangat berat. Pada waktu itu, Yunus yang diutus oleh Tuhan untuk mewartakan kehancuran kota Niniwe yang menjadi musuh besar bangsa Israel, berdalih menolak suruhan Allah dan ia pergi ke Tarsis. Mengapa Yunus pergi ke Tarsis? Menurut Yunus Niniwe tidak layak untuk diselamatkan. Niniwe adalah bangsa yang jahat, penyembah berhala dan musuh utama umat Israel. Karena itulah Yunus pergi Tarsis dengan berlayar, tetapi di tengah lautan datanglah gelombang yang besar, membuat semua orang yang ada di kapal itu menjadi takut. Singkat cerita, Yunus menyerahkan dirinya dibuang ke laut dan ditelan seekor ikan besar dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Tetapi yang menarik waktu Yunus dalam perut ikan, Yunus berdoa kepada Tuhan dan katanya: Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. Dalam perut ikan itulah Yunus bertobat dan berdoa meminta untuk diselamatkan Tuhan dan ternyata Tuhan menyelamatkan Yunus.

Berbagai pergumulan, penderitaan dan persoalan hidup, sering membuat kita tidak berdaya, kepada siapa kita berseru? Kepada siapa kita berteriak? Melalui firman ini, mari belajar dari Yunus, kita diajak untuk setia mengandalkan kuasa Tuhan. Marilah kita menyerahkan diri secara total kepada Tuhan, mari kita setia berdoa bagi Tuhan, karena dalam doa kita ada pertolongan, penguatan, permintaan, penghiburan, pengampunan dosa dan ucapan syukur.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-426:1. Kita Harus Membawa Berita
Kita harus membawa berita, pada dunia dalam gelap. Tentang kebenaran dan kasih dan damai yang menetap, dan damai yang menetap. Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang. Kuasa Kristus kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

ALLAH MENDENGAR SERUAN KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-733. 1. Dulo ma au on o Tuhan
Dulo ma au on o Tuhan, bege anggukhon
Ro do Ho tu angka dongan topot nang au on. Jesus Tuhan bege anggukhon. Ro do Ho tu angka dongan topot nang au on

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 3:18-21 (Pagi) Maz. 17:13-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 15 Mei 2018
Keluaran 3:7
Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

ALLAH MENDENGAR SERUAN KITA
Nabi Musa diutus Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan bangsa Mesir, dengan cara Tuhan menunjukkan diri kepada Musa melalui nyala api (Kel 3:2). Dan sebelum Tuhan menyampaikan pesan kepada Musa, Tuhan meminta persyaratan dengan membuka kasut kakinya, karena Tuhan itu kudus (Kel 3:5) lalu Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Tuhan dari semua nenek moyang Musa (Kel 3:6), setelah itu Tuhan menyampaikan berita keselamatan bagi umat Israel.

Sebenarnya Tuhan kita adalah Tuhan Pemurah dan Mahatahu dan mendengar segala keluhan kita. Pada Mazmur 139:2 “Engkau Maha mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengetahui pikiranku dari jauh. Di dalam kebaikan Tuhan memperhatikan kita, Tuhan juga menginginkan kita, supaya memberlakukan Tuhan itu kudus dengan cara menuruti perintah-Nya dan menjauhi segala yang tidak berkenaan di hadapan-Nya. Pada Mazmur 1:1-2 tertulis “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Allah telah memperkenalkan diri-Nya kepada Musa, sehingga Musa mengenal Tuhan. Demikian juga kita harus mengenal Allah dengan baik maka Tuhan akan mengenal kita. Firman-Nya mendesak kita, Yakobus 4:8 ”Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu.” Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati. Maka dengan demikan Tuhan akan medengar seruan kita, melimpahkan kasih karunia-Nya dan kita akan selamat dari penderitaan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-27:1.Meski tak layak diriku
Meski tak layak dirku, tetapi kar’na darah-Mu. Dan kar’na Kau memanggilku, ‘ku datang Yesus pada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERIMAN TEGUH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 425:1 Batu Mamak di Au on
Batu mamak di au on, hupasahat tondingkon, tu aek dohot mudarMi. Na ro sian lambungMi; Sipalua au do i sian pardosaonki.

PEMBACAAN FIRMAN
Yer. 15:15-21 (Pagi) Yer. 17:13-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 14 Mei 2018
Mazmur 27:7
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!

BERIMAN TEGUH
Sikap yang diambil Daud saat hidupnya menghadapi masalah ialah berseru dan minta tolong kepada Tuhan supaya ia diselamatkan. Imannya teguh, percaya dan yakin bahwa Tuhan adalah bukit batu sebagai pertahanan dan penyelamatannya, serta sebagai gunung batu tempat berlindung. Daud dalam hidupnya banyak mengalami tantangan yang datang dari mana saja, bahkan masalah atau persoalan datang dari orang di sekitarnya yang berniat jahat untuk menjatuhkan dan menghancurkannya. Sikap Daud dalam menghadapi semua itu adalah tetap percaya kepada Tuhan dan tetap bertekun mencari Tuhan.

Beriman teguh kepada Tuhan adalah contoh nyata ketika Daud menghadapi masalah. Kita juga harus terlebih dahulu mencari Tuhan bila ada masalah yang menghadang. Berserulah kepada Tuhan, mohon jawaban dan belas kasihan-Nya. Tuhan pasti mendengar seruan kita atas kesesakan yang kita alami karena Tuhan adalah gunung batu tempat pertahanan, penyelamatannya, serta tempat berlindung kita. “Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.” (Amsal 8:17). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:1 “Ikut Dikau saja, Tuhan”
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENCAPAI GARIS AKHIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:7 – O Jesus na pangolu au
O Jesus alealengki, rohaM nama di au
Ai Ho do hangoluanhi, nang di na mate au

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 3:12-15 (Pagi) Yes. 2:2-3 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 12 Mei 2018
Kisah Para Rasul 20:24
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

MENCAPAI GARIS AKHIR
Dalam pandangan Paulus, hidup ini adalah sebuah pertandingan yang harus dijalani. Banyak orang-orang sebelum kita yang juga mengikuti pertandingan yang sama dan keluar sebagai pemenang. Dalam menghadapi pertandingan hidup, ada beberapa hal yang Paulus lakukan:

Pertama: Melatih diri terus menerus.“ Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (1 Kor. 9:26-27). Terus menerus melatih diri dan berusaha menguasai seluruhnya sehingga tidak lagi berbuat dosa. Selama kita melayani, yang memberikan pujian adalah manusia yang tidak bisa melihat ke dalam isi hati seseorang sehingga kadang kita bisa lupa kalau ada Tuhan yang bisa melihat hati kita. Walau kita begitu aktif dalam pelayanan, tapi kadang hati kita mengingkari firman Tuhan, tidak berusaha mengendalikan diri.

Kedua: Bertanding dengan mengikuti peraturan yang ada. “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga” (2 Tim. 2:5). Dalam pertandingan hidup ini ada peraturan-peraturan yang harus ditaati yaitu firman Tuhan. Contoh: dalam menyatakan kasih terhadap saudara harus tetap ada dalam kebenaran.

Ketiga: Setia mengikuti pertandingan hingga akhir. Kita harus yakin seperti Paulus bahwa kita telah menyelesaikan pertandingan dengan baik dan memperoleh mahkota kehidupan yang sudah disediakan Tuhan (2 Tim. 4:7-8). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1 Ya Tuhan bimbing aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ku melangkah setapak pun. ‘Pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin