Arsip Kategori: Ibadah Harian

MEMUJI TUHAN SUMBER BERKAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-223:1 – Husomba Ho Tuhan
Husomba Ho Tuhan tangihon au. SangkapMu ma tongtong pasaut tu au. Lam ganda baenonMi holong ni rohangki. Sai lam gandai holong tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 3:17-18 (Pagi) Ul. 8:17-20 (Malam)

RENUNGAN
1 Tawarikh 29:12
Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya, dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

MEMUJI TUHAN SUMBER BERKAT
Dalam perjalanan hidup Daud, sangat menyadari begitu banyak anugrah dan berkat Tuhan yang dia terima. Pada masa kecilnya yang bertugas sebagai gembala sering berhadapan dengan binatang buas tetapi Tuhan setia menyertai hidupnya. Pada masa mudanya yang banyak mengalami cobaan dan ancaman, terutama dari ancaman raja Saul, tetapi Tuhan menolongnya. Pada masa tuanya yang menjadi raja yang kedua Israel, juga banyak mengalami cobaan dari bangsa-bangsa sekitarnya, yang berusaha untuk menghancurkan kerajaan-Nya, tetapi Tuhan menolongnya. Semua anugrah dan berkat Tuhan inilah yang disyukuri oleh Daud. Kemudian Daud sangat menyadari segala apa yang ada bagi dia, semuanya bersumber dari Allah. Daud sudah banyak menerima berkat-berkat Tuhan, dengan materi atau kekayaan yang melimpah, tetapi yang menarik Daud tidak mau untuk membanggakan diri, menjadi sombong, meninggikan diri, dan menyimpang dari ajaran Tuhan. Daud menyadari semuanya apa yang dia punya adalah bersumber dari Tuhan, semuanya karena campur tangan Tuhan, bukan karena kekuatanya dan kegagahanya karena itulah Daud selalu setia memuji Tuhan, sebagaimana dalam firman ini menyebut : Sebab kekayaan dan kemuliaaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala galanya, dalam tanganMulah kekuatan dan kejayaan dalam tanganMulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

Saudara, marilah kita menghayati bahwa semua yang kita miliki datangnya dari Tuhan dan semuanya adalah kepunyaan-Nya. Oleh sebab itu jangan sekali-kali meyombongkan diri, tetapi bersyukurlah kepada Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 363:1 Bagi Yesus Kuserahkan
Bagi Yesus kuserahkan, hidupku seluruhnya. Hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERPEGANG PADA YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-228:1 Jesus Haposanku
Jesus haposanhu, unang ma pasombu au di hapunjungan di na so mardongan./ Ho tongtong donganhu, dipardalananhu, Jesus haposanku unang au pasombu

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 6:12-14 (Pagi)
Ayub 38:12-21 (Malam)

RENUNGAN
1 Tesalonika 5:21-22
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

BERPEGANG PADA YANG BAIK
Setiap manusia harus belajar dari dua hal, yaitu yang baik juga yang jahat! Namun setiap manusia haruslah berpegang kepada yang baik. Sebagai bukti iman percaya kepada Allah adalah kemampuan untuk berpegang pada hal yang baik dan melakukannya kepada orang lain. Belajar dari hal yang baik adalah berdasarkan firman Tuhan yang menjadi teladan di dalam kehidupan, sedangkan belajar dari hal yang jahat adalah merasakan hal yang jahat yang dilakukan orang lain kepada diri seseorang dan tidak membalaskannya kepada orang lain. Hal yang buruk yang dilakukan orang lain menjadi pelajaran untuk menghargai orang lain dengan tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain.
Paulus mengingatkan agar setiap orang percaya yang ada dalam jemaat Tesalonika untuk berpegang pada yang baik dan menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan sebagai bukti dari iman dan Roh Allah yang diam dalam diri mereka. Pada saat ini pesan ini dapat kita aplikasikan dengan merenungkan apa saja yang baik yang telah dilakukan orang lain kepada kita dan melakukannya kepada orang lain, dan menghindarkan perbuatan jahat yang dilakukan orang lain kepada kita tanpa melakukannya kepada orang lain. Sebagai contoh jika kita merasakan dicaci itu sakit, maka jangan mencaci orang lain, namun jika memuji itu kita rasakan baik maka kita bisa memuji saudara kita. Selamat melayani!

BERDOA

BERNYANYI KJ-375: 1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia. Saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JADIKAN HATI KAMI TAHIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-24:1 Tuhan Debata
Tatap hami on na pungu di son; Ai na naeng pujionnami denggan ni basaM di hami. Tatap hami on na pungu di son.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 6:4-5 (Pagi)
Yeh. 11:18-20 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 51:12
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

JADIKAN HATI KAMI TAHIR
Daud saat menulis mazmur ini dalam keadaan hati remuk dan tertunduk malu, penuh penyesalan atas dosa dan perbuatannya yang sangat tercela terhadap Uria. Daud merasa tidak layak di mata Tuhan karena dosa-dosanya. Atas dasar keberdosaan inilah Daud datang dan berdoa memohon ampun supaya Allah menjadikan hatinya tahir dan memperbaharui batinnya dengan roh yang teguh. Nas ini menyadarkan kita bahwa semua manusia adalah orang berdosa dan tidak layak di hadapan Allah. Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliahan Allah” dan Mazmur 51:7 “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku”.
Menyadari bahwa kita orang berdosa pastilah memerlukan pengampunan Allah. Pengampunan Allah akan memulihkan kehidupan kita serta memampukan kita untuk datang kepada-Nya yang Kudus. Selama dosa-dosa kita belum diampuni dan selama hati kita belum ditahirkan oleh Tuhan, maka kita akan kehilangan kegirangan, sukacita, rasa damai, bahkan akan kehilangan keselamatan yang dari Tuhan. Untuk itu marilah datang hanya kepada Tuhan. Dengan rendah hati, bawalah seluruh jiwa dan hati yang telah hancur akibat dosa. Menangislah, menjeritlah, berserah serta sujudlah kepada-Nya untuk memohon pengampunan sehingga dengan Roh-Nya yang Kudus, kehidupan kita diperbaharui dan hati kita yang hancur akibat dosa ditahirkan. Allah selalu menawarkan pengampunan jika kita mau bertobat. Melalui kematian Yesus dosa kita telah ditebus, melalui darahNya, kita disucikan sehingga kita layak di hadapanNya. Untuk itu jangan menyia-nyiakan pengorbanan-Nya yang rela mati untuk kita. Sebagai keluarga Kristen yang telah mendapat penebusan dan penyucian dosa dari Tuhan haruslah bertobat, dengan demikian hidup kita menjadi bersih dan berkenan kepada Allah. Bertobatlah dan kembali ke jalan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:1 Ya Tuhan tiap jam
Ya Tuhan tiap jam, ‘ku memerlukan-Mu. Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh. Setiap jam ya Tuhan, di Kau kuperlukan. ‘Ku datang, Juru selamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN SANG PEMILIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1 Puji Hamu Jahowa Tutu
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, Parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 17:24-28 (Pagi)
Yes. 11:6-8 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 24:1-2
Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.”

TUHAN SANG PEMILIK
Ayat renungan di atas merupakan bagian pujian Daud, di mana Mazmur 24 ini sering dibacakan sebagai pengatar ibadah orang Yahudi. Sekaligus sebagai pengingat apakah kita sudah layak atau tidak masuk ke rumah ibadah. Ayat renungan hari ini menegaskan kembali bahwa Tuhanlah pemilik tunggal alam semesta beserta seluruh isinya. Melalui ayat ini raja Daud yang sangat merasakan kehadiran dan pertolongan Tuhan dalam kehidupannya mengingatkan kita bahwa Allah berkuasa mengatur alam semesta ini, baik apapun yang terjadi di seluruh muka bumi ini, baik di daratan maupun di lautan juga di dalam tanah maupun di dalam air.

Sebagai konsekuensi pengakuan ini, kita sebagai pengikut Yesus harus mematuhi aturan yang diberikan Sang Pemilik alam semesta ini supaya bisa berkarya selama hidup di dunia ini. Melalui Firman-Nya yang bisa kita temukan dengan jelas dan rinci dalam Alkitab, kita harus terus meningkatkan keimanan kita dengan selalu membaca Alkitab setiap harinya. Sangat banyak rahasia-rahasia Tuhan yang bisa kita temukan di dalam Alkitab tersebut. Dalam Pengkhotbah 1:9 dengan jelas dikatakan “Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari”. Mengapa kita harus sadar benar akan konsep bahwa Tuhan adalah Sang Pemilik alam semesta ini? Karena kita sebagai manusia ciptaan-Nya tidak berjalan sendiri tetapi selalu dipelihara dan dijaga oleh Sang Pemilik. Jadi, tidak ada asalan bagi kita untuk mengeluh dan mengkhawatirkan akan kehidupan di dunia ini, apalagi ketika kita mengalami permasalahan atau cobaan. Ingat! Tetaplah tegar menghadapinya karena Sang Pemilik akan segera menolong kita sepanjang kita percaya kepada-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-460:1 Jika Jiwaku Berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku, ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu. Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya. Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu, jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERKAT TUHAN TAK BERKESUDAHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-30:1- “Jesus lehon hatorangan”
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi. Lehon mata na marnida, dohot roha, na umboto dalanMi. Asa tongtong maradophon, bohiMi mardalan au. Asa digombomi TondiMi ma au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ayub 28:1-12 (Pagi)
Kej. 9:8-17 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 8:22
Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

BERKAT TUHAN TAK BERKESUDAHAN
Peristiwa air bah yang terjadi pada jaman Nuh bukanlah sekedar pekerjaan penghancuran, melainkan pekerjaan mencari manusia baru yang setia mengikuti kehendak Allah. Kejadian ini juga mengingatkan kepada kita bahwa selain maha pengasih dan maha penyayang, ternyata Allah juga bisa murka karena dosa-dosa kita. Kemarau dan kekeringan dalam hidup kita, tanpa disadari karena ketidaksetiaan kita kepada Tuhan Yesus. Kita lebih mengutamakan kehidupan duniawi, lebih mengutamakan mencukupi kebutuhan jasmani kita dari pada mengutamakan Tuhan. Kita selalu mengandalkan kekuatan, kepintaran, harta kekayaan dari pada mengandalkan Tuhan. Secara perlahan kita mulai meninggalkan Tuhan sumber air yang hidup.

Alkitab berkata apa yang ditabur orang, itu akan dituainya. Maka, marilah perhatikan dengan seksama apa yang telah kita tabur. Prinsipnya, taburlah hanya kebaikan agar kitapun menuai kebaikan. Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Jadi prinsipnya, bila kita ingin menuai banyak maka kita memang harus menabur banyak. Ini berlaku dalam hal apapun dalam segala bidang kehidupan kita secara kualitas maupun kuantitas. Menabur atau memberi, adalah hal yang Tuhan mau agar kita mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Bukan sebagai suatu kewajiban melainkan bukti bahwa kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Selanjutnya Tuhan mau memberi pesan kepada kita bahwa saat sedang musim atau tidak musim, hidup kita harus tetap berbuah hingga pada saat Kristus datang, kita semua telah siap untuk dituai. Dalam segala masalah yang kita hadapi, yang bisa diharapkan hanya Tuhan Yesus. Kita mengikuti Tuhan tidak hanya untuk menantikan berkat saja, tetapi kita juga harus pikul salib Kristus. Dalam segala pergumulan yang dihadapi pasti terselesaikan pada waktunya, karena pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:3 – Tuhanku bila hati Kawanku
Dan hari ini aku bersembah serta pada-Mu, Bapa berserah. Berikan daku kasih-Mu mesra. Amin, amin.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BENIH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 – Jesus ngolu ni
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki. Gok di Ho na ma diringku,
ro di nasa langkaki.

PEMBACAAN FIRMAN
Ayub 36:26-31 (Pagi)
Im. 25:17-19 (Malam)

RENUNGAN
2 Korintus 9:10
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

BENIH
Kita tentu masih ingat perumpamaan tentang penabur yang jatuh ke tanah yang baik dan berbuah berlipat ganda (Mat. 13:8). Kerjasama yang baik antara benih dan tanah sangat menentukan untuk menghasilkan buah yang baik. Demikian juga kerjasama yang baik antara benih dalam nas renungan ini dengan tanah menghasilkan buah yang baik yang disebut buah kebenaran. Buah tersebut dibagi oleh si pemilik dengan penuh sukacita dan menjadi berkat bagi setiap orang yang menerimanya. Mari kita pastikan adanya kerjasama yang baik antara benih dengan penabur yang akan menaburkannya ke tanah yang baik menjadi kata kunci adanya sukacita dan menjadi berkat. Tuhan menyediakan benih bagi kita sebagai penabur untuk ditaburkan dengan penuh ketaatan ke tanah yang baik. Tuhan juga yang memastikan benih tersebut akan menghasilkan roti sebagai simbol kehidupan. Dan kehidupan tersebut menjadi berkat bagi banyak orang ketika kita bagikan dengan sukacita.

Roti Hidup yang tidak lain adalah Yesus Firman Kebenaran itu menyediakan benih untuk kita taburkan dan melipatgandakannya dengan buah-buah kebenaran kita. Melalui buah-buah kebenaran itulah anak-anak dunia ini akan berkata sungguh mereka ini adalah anak-anak Allah. Niscaya Allah akan menarik anak-anak dunia tersebut menjadi anak-anak Allah sama seperti kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-300:1 Andaikan Yesus, Kau bukan Milikku
Andaikan Yesus, Kau bukan milikku dan tak Kau b’rikan darah-Mu bagiku. Kemana aku mohon pengampunan dan perlindungan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERHASIL ATAU BERBUAH?


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 440:1 Sai Puji ma Tuhanta
Sai puji ma Tuhanta Jesus Kristus Pasangapma, lomoNa ma patulus
Pinuji ma, goarNa da.

PEMBACAAN FIRMAN
Ayub 37:5-13 (Pagi)
Kel. 23:10-12 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 1:28
“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka, “Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan takhlukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

BERHASIL ATAU BERBUAH?
Sedikitnya ada empat proses pertumbuhan untuk mencapai kepenuhan hidup dalam Kristus yaitu: Berakar di dalam Kristus, Dibangun di atas Dia, Teguh dalam iman, dan Hati yang melimpah dalam ucapan syukur. Jika akar atau pondasi sudah kokoh maka bangunan yang ada di atasnya, pohon akan berbuah banyak, untuk membuat pundasi yang kokoh diperlukan pengerasan, pukulan, untuk naik kelas perlu ujian (Kol 1:23; Yak 2:2-4). Buah atau perbuatan yang melimpah lahir dari ucapan syukur. Hidup orang beriman seperti pohon, berakar, bertumbuh, dan berbuah. Berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Orang yang bertumbuh di dalam Kristus, hidup beriman, melayani dan memiliki karakter yang baik. Allah memilih dan menetapkan kita untuk berbuah, karena buah yang dihasilkannya bukan untuk dirinya tapi untuk yang lain. Allah bersabda bahwa pohon yang tidak berbuah akan dipangkas, dibersihkan, dipotong, dan dibuang kedalam api (Mat 7:19).

Manusia boleh berlomba-lomba untuk berhasil, tetapi orang yang berhasil harus menghasilkan buah yang baik (Gal.5:22-23). Ada juga keluarga yang berhasil saat ini akan tetapi keberhasilannya tidak dinikmati keluarga tersebut. Hendaklah orang yang berhasil juga dapat berbuah supaya bisa dinikmati yang lain. Jika ada orang Kristen yang berhasil tapi tidak menjadi berkat bagi orang lain sebenarnya ia bukan Kristen sejati, belum berbuah. Semua manusia ingin diberkati Tuhan tetapi tidak semua manusia mau menjadi berkat. Oleh karena itu, hendaklah kita yang berhasil dan memiliki buah yang baik untuk menjadi berkat bagi orang lain. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ. 356:1 IKUT DIKAU SAJA, TUHAN
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya. B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dialah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin