Arsip Kategori: Ibadah Harian

MENIRU KARAKTER YESUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-12:1 Dipuji Rohangkon do Ho
Dipuji rohangkon do Ho, Jahowa Tuhanki
Huhut hubaritahon do sude pambaenanMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 3:12-17 (Pagi)
Ul. 22:1-4 (Malam)

RENUNGAN
Efesus 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

MENIRU KARAKTER YESUS
Kata hendaklah adalah kata perintah yang sudah barang tentu si pemberi perintah menginginkan yang diperintah melaksanakannya. Paulus meminta kepada jemaat Efesus tanpa beban karena dia tidak asal perintah tapi sudah melaksanakan lebih dulu. Paulus masuk penjara karena memberitakan injil. Dan melalui injil itulah jemaat diperdamaikan dengan Allah.

Paulus meminta jemaat hendaklah rendah hati, lemah lembut, dan sabar (=outcome-manfaat). Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu (=output-hasil). Unsur-unsur inilah yang diyakini Paulus dapat memelihara hubungan baik antar jemaat sebagai buah dari pelayanannya. Demikian juga kita jemaat HKBP Serpong. Perintah inilah yang disampaikan Yesus yang telah mati bagi kita karena dosa-dosa kita mengatakan hal yang sama hendaklah (outcome-manfaat) dan (output-hasil) dilaksanakan. Sebagai perintah Yesus yang telah berbuat lebih dulu kepada kita tentu kita akan melakukannya dengan taat dan penuh sukacita. Hubungan yang baik akan tercipta di antara kita jemaat. Tidak berlebihan hal tersebut menjadi legacy yang akan kita tinggalkan bagi anak cucu kita sebagai contoh dan teladan untuk kembali dilaksanakan oleh mereka. Mulialah Tuhan melalui ketaatan kita melakukan perintah-Nya dalam berjemaat, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1 Ya Tuhan Bimbing Aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun
‘pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HOAX NO, KEBENARAN YES


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-369:1 O Jesus Panondang
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luatta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak. 4:11-12 (Pagi)
Gal. 2:11-14 (Malam)

RENUNGAN
Titus 3:2
Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.

HOAX NO, KEBENARAN YES
Belakangan ini kita sering mendengar kata hoax . Kurang lebih artinya fitnah. Fitnah berakar dari dusta. Kata Yunani yang dipakai untuk dusta adalah “Pseudomartureo” yang juga berarti bohong, tidak benar, khianat, tidak setia ataupun palsu. Sedang hoax merupakan serapan dari bahasa Yunani “Hocus” yang artinya menipu. Hoax dimaksudkan untuk menipu orang lain dengan menyebarkan informasi palsu. Benang merahnya, fitnah dan hoax sama-sama dilandaskan pada dusta, sesuatu yang palsu dan menipu. Motifnya macam-macam. Bisa urusan bisnis, politik, agama, menjatuhkan kredibilitas orang lain, membunuh karakter, dan sebagainya.

Alkitab menyatakan perilaku ini sangat terlarang dan harus kita jauhi. Mengapa? Pertama, fitnah, hoax dan sejenisnya adalah ciri khas Iblis dan mereka yang melakukannya adalah ‘anak’ Iblis (band. Yoh 8:44). Kedua, fitnah dan hoax itu menimbulkan pertengkaran dan perpisahan. Fitnah dan hoax memang ditujukan untuk menipu orang lain dan menyebabkan perpecahan. Amsal 16:28 berkata orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib. Fitnah itu seperti gada atau pedang atau panah yang tajam (Ams. 25:18), ia sangat melukai. Lantas, apakah ganjaran bagi si pemfitnah atau penyebar hoax? Pertama, pemfitnah akan dipermalukan dan dijauhi. Kedua, pemfitnah kehilangan peluang masuk ke dalam kerajaan Allah. Ketiga, pemfitnah akan dihukum berat oleh Tuhan. Paulus menuturkan bahwa orang yang memfitnah orang lain layak mendapat hukuman dari Tuhan. Fitnah atau berita bohong (hoax) merusak sendi-sendi kehidupan bangsa, masyarakat, gereja, keluarga, dan pribadi. Maka, seharusnyalah kita menghindarinya dan sebagai anak Tuhan hendaklah kita hidup dalam damai dan rukun. Hindarilah fitnah dan pertengkaran. Hendaknya kita hidup damai dan kasih serta memegang teguh Firman Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 Yesus Pimpinlah
Yesus pimpinlah kami s’lamanya. Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup. Tuntun umat-Mu, masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ANAK-ANAK ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-826:2 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 8:12-17 (Pagi)
1 Kor. 8:12-13 (Malam)

RENUNGAN
Galatia 3:26
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

ANAK-ANAK ALLAH
Kita terpilih menjadi anak-anak Allah bukan karena kekuatan, kepintaran, kuasa, perbuatan kita, tetapi hanya karena kasih anugrah Tuhan. Paulus menjelaskan dalam firman ini, hukum taurat tidak bisa membawa kita selamat, alasannya adalah karena tidak ada orang yang mampu melakukan hukum taurat. Memang hukum taurat bermanfaat bagi kita yaitu sebagai penuntun dan pengenalan akan dosa kita (Gal. 3:24), tetapi oleh hukum taurat kita tidak bisa selamat, maka jalan satu-satunya adalah Yesus. Karena itulah Paulus menyebut: “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.” Penekanan Paulus adalah hanya dengan iman kepada Yesus sehingga kita layak menjadi anak-anak-Nya.

Kita yang telah dibaptis dalam Kristus telah menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5 : 17). Status menjadi anak-anak Allah bukan tergantung karena suku, status sosial, jenis kelamin, usia tetapi ketika kita mengaku dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Penerimaan kita sebagai anak-anak Allah sungguh anugrah yang termulia, di mana kita mengalami keintiman dan perlindungan dari Allah yang setia mengasihi, yang terutama mewariskan bagi kita kehidupan yang kekal. Masalahnya adalah sebagai anak-anak Allah hendaklah kita dapat berbuat, bertindak, berperilaku sesuai dengan kehendak Allah. Hendaklah kita menjadi contoh dan teladan bagi semua orang. Apalagi kita yang tinggal di masyarakat yang majemuk, yang berbeda suku, ras, budaya, agama, tetapi marilah kita hidup dengan tampil beda dalam arti bukan beda dengan penampilan, kegantengan, kecantikan, mode tetapi tampil beda dengan prilaku yang baik, etika yang baik, inilah tandanya kita sebagai anak-anak Allah. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ-460:1 Jika Jiwaku Berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku. Ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu. Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya. Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENGALAH AWAL KEBAHAGIAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:5 Puji Hamu Jahowa Tutu
Somba hamu Jahowa burju. Marhapantunon ma hita di Tuhanta Debata. Burju tasomba ma, Tuhanta Debata.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 3:1-9 (Pagi)
Yeh. 20:18-20 (Malam)

RENUNGAN
Efesus 5:21
Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

MENGALAH AWAL KEBAHAGIAAN
Kata yang dipakai rendahkanlah dirimu adalah submit yang mengandung arti tunduk, menyerah, memasrahkan. Kata ini bisa dimaknai dengan mengalah; jadi sikap mengalah terhadap orang lain di dalam Tuhan menjadi ajakan dan nasihat untuk menuju hidup bahagia. Teks ini sangat erat hubungannya dengan ayat selanjutnya yang mendeskripsikan hubungan antara suami dan istri. Si istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istrinya.

Sikap mengalah ternyata sangat penting ketika untuk menjalankan hidup tunduk dan hidup mengasihi antara yang satu dengan yang lain. Sikap ini bukan sesuatu yang negatif, kompromi dan pasif melainkan sebuah sikap yang positif, tegas dan aktif. Mengapa? Karena mengalah berarti memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berintropeksi diri atas apa yang dilakukannya dan bersegera memperbaiki dirinya. Sikap ini pun menunjukkan sebuah kedewasaan yang kita tidak perlu memaksakan pikiran dan kebenaran kita sendiri. Sikap ini sangat baik jika dihidupi secara bersama-sama, bukan sepihak, dan yang lain keras kepala tegar tengkuk.

Jika sikap ini terus dipelihara dengan positif dan mendidik maka kehidupan antara yang satu dengan yang lain bisa hidup saling menghargai dan saling mengasihi. Dari diri mereka akan mengalir sikap yang tunduk dan mengasihi. Tentu hidup bahagia pun tidak jauh dari mereka. Sebaliknya, di antara mereka tidak ada yang mengalah dan hanya mau menang sendiri dan benar sendiri maka akan terbangun tembok yang membuat aliran kasih dan tunduk itu tidak akan mengalir. Lebih baik mengalah untuk hidup bahagia di dalam keluarga (suami istri) daripada menuntut untuk dihormati dan menuntut untuk dikasihi. Percayalah sikap tunduk dan hormat akan mengalir dengan sendirinya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-256:1 Kita satu di dalam Tuhan
Kita satu di dalam Tuhan, satu G’reja yang esa. Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku s’muanya. Marilah bertolong-‘tolongan, kau dan aku, s’muanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEHIDUPAN SEBAGAI HAMBA ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita
Beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 656. 1. Parhahamaranggion
Parhahamaranggion i, lam hot jala togu,
Singhopma hasadaon i, di Jesus i burju
Rap sauduran hita be marholong na tutu
Mardame marlas roha ma di Jesus i tutu.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Joh. 3: 11-14 (Pagi)
Mika 2: 12-13 (Malam)

RENUNGAN
1 Petrus 2: 17
Hormatilah semua orang, kasihanilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja.

KEHIDUPAN SEBAGAI HAMBA ALLAH
Dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai makluk ciptaan Tuhan tentunya hidup dalam lingkungan yang berinteraksi antara yang satu dengan yang lain. Interaksi itu harus berdasarkan kasih dari Tuhan agar baik. Nas di atas bertujuan agar tidak terjadi perpecahan. Alkitab membuat jelas bahwa keluarga yang stabil dan masyarakat yang stabil dibangun dengan rasa hormat. Alkitab juga memerintahkan kita untuk menghormati orang tua kita, menghormati otoritas sipil, dan menghormati pemimpin gereja.

Setiap orang layak menerima rasa hormat. Mengapa? Karena: 1. Tuhan yang menciptakan mereka untuk kemuliaan. Mazmur 8: 5 mengatakan, “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.”Tidak ada yang tidak berharga. Orang membuat keputusan yang salah sepanjang waktu, tetapi mereka masih berharga untuk Tuhan. 2. Yesus mati untuk semua orang. Alkitab mengatakan, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. ” (1 Pet. 1: 18-19). 3. Ini menunjukkan bahwa Allah mengenal Anda. Alkitab memberitahu kita bahwa Allah adalah kasih. Jika Anda mengenal Allah, anda akan memenuhi hidup dengan cinta.

Alkitab mengatakan, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih “(1Yoh. 4: 8). Cinta selalu memperlakukan setiap orang dengan hormat. 4. Akan mendapatkan kembali apa pun yang Anda berikan. Ini hukum panen. Apapun yang Anda tabur, akan Anda tuai. Jika Anda ingin dihormati, Anda harus memperlakukan orang lain dengan hormat. Alkitab mengatakan, “Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Gal. 6: 7b). Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-450:1 Hidup Kita Yang Benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur. Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur. Dalam susahpun senang; dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

DIPERSATUKAN DALAM DAMAI KRISTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-644: 1 Ro Ma Ho Parasiroha
Ro ma Ho parasiroha, sai pagirgir rohangkon. Mangendehon denggan basa nilehonMu di au on. Tiruonku ma suruan mangendehon sangapMi. Pujionku Ho Jahowa partanobatoanki

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 3: 12 -14 (Pagi)
Ul. 22: 1 – 4 (Malam)

RENUNGAN
Efesus 2: 17
“Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat”

DIPERSATUKAN DALAM DAMAI KRISTUS
Nas ini merupakan penekanan Paulus di dalam suratnya atas kehidupan persekutuan jemaat di Efesus. Satu hal yang mendasar diingatkan Paulus adalah: Kita diselamatkan dan dipersatukan hanya oleh karena “Anugerah”. Iman kepada Yesus Kristus menjadikan kita dapat bersatu di dalamNya dan hidup dengan pekerjaan yang baik sebagai anak-anak Kristus.

Sebagai manusia yang hidup di dalam Kristus haruslah dipersatukan di dalam damai sejahtera Kristus dengan pemahaman bahwa hanya orang Yahudilah yang mendapatkan hak janji Allah, sedangkan yang lain tidak. Orang Jauh dan dekat disatukan sebagai warga Allah di dalam kesatuan Yesus Kristus dan sebagai orang-orang kudus. Kesatuan ini menjadikan sukacita sebagai warga keluarga Allah. Kesatuan ini dihubungkan dengan peran orang yang dipersatukan oleh Kristus yang dirancang untuk memenuhi bangunanNya (Kerajaan-Nya). Setiap bangunan-bangunan tersebut saling menopang sehingga nampak kemuliaan Allah sekaligus tempat kediaman Allah. Bangunan yang terdiri dari para rasul, para nabi dan semua orang yang percaya, Kristus adalah “batu Penjurunya”. Arti sederhana semuanya dipersatukan oleh karena Kristus. Paulus menegaskan tentang Kristus yang mempersatukan Yahudi dan non Yahudi sehingga mereka yang dulunya Jauh sekarang menjadi dekat dengan Anugerah. Jika Kristus mati di kayu salib untuk memperdamaikan bukan hanya antara manusia dengan Allah, tapi antara manusia dengan sesamanya. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-353: 1 Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil
Sungguh Lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau. Lihatlah Dia p’rihatin menunggu, menunggu aku dan kau. Hai mari datanglah, kau yang lelah mari datanglah. Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, Kau yang sesat marilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

GEMBALA YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-247:2 Sai Hehe ma Hamuna
Tangihon panjouonna tu hamusuon i. Ihuthon ma hataNa mangalo dosa i. Ibana do donganmu mandopang musu i. Ipe tongtong haposi Tuhanta Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak. 4:11 – 12 (Pagi)
Gal. 2:11- 14 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 10: 16
“Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”

GEMBALA YANG BAIK
Gembala yang baik. Ya, itulah Yesus yang telah memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba gembalaan-Nya, termasuk saya dan saudara. Semasa hidup dan pelayanan-Nya di Israel, Yesus melihat bagaimana orang-orang Farisi menggembalakan bangsa Israel. Melalui nas ini Yesus “menegur dan menyadarkan” orang-orang Farisi, karena mereka lebih mengutamakan ritual agamanya, duduk di tempat terdepan dan terhormat. Mereka membebankan masyarakat dengan aturan dan peraturan yang tidak dapat dilakukan, tetapi mereka sendiri sangat miskin dalam kasih dan pengorbanan. Melalui nas ini, Yesus juga mau memperlengkapi murid-murid-Nya dalam pelayanan mereka kelak. Yesus telah memberikan keteladanan kepada murid-murid-Nya dahulu dan juga kepada kita sekarang.

Apakah nas ini masih relevan untuk dilakukan di tengah-tengah hidup yang semakin mementingkan diri sendiri? Tentu sangat relevan, karena kita harus bersungguh-sungguh mengasihi sesama. Karena itu, ada beberapa hal penting yang dapat kita petik dari nas ini, yaitu : 1. Berusahalah untuk mengenal sesama dengan sebaik-baiknya yang didasarkan kepada kasih Yesus. Dengan demikian akan terbangun sikap saling percaya. 2. Kehadiran kita, baik sebagai jemaat (domba) apalagi sebagai anggota majelis (gembala) harus berkontribusi untuk membangun kesatuan di tengah-tengah masyarakat maupun jemaat sehingga Yesus dipermuliakan. 3. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab dan bersedia berkorban. Yesus telah melakukannya supaya kita beroleh hidup yang kekal. Maukah kita melakukannya? Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376: 4 Ikut Dikau Saja Tuhan
Ikut dalam kesucian, lahir batin yang bersih. Aku rindu mengikuti suri yang Engkau beri. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu: dalam Dikau Jurus’lamat kubahagia penuh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin