Arsip Kategori: Ibadah Harian

HARI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-195:1 – Holong Do Roha
Holong do roha ni Debatangku, holong do rohaNa tongtong di au. Ai dipatupa do haluaonhu marhite Jesus, AnakNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 24:37-42 (Pagi)
Yer. 46:10-12 (Malam)

RENUNGAN
2 Petrus 3:10
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

HARI TUHAN
Salah satu anugerah besar yang diterima setiap orang adalah kesadaran-diri. Anugerah ini memampukan tiap orang untuk mengambil jarak terhadap diri sendiri dan menelaahnya. Yaitu antara lain pemikiran kita, sejarah kita, motif-motif kita, kebiasaan kita dan tujuan hidup kita. Orang Kristen tahu atau sadar bahwa kehidupan bukan hanya di dunia ini, namun anugerah kesadaran diri dan hari-hari hidupnya sering dimanfaatkan pada hal-hal duniawi yang bersifat sementara saja. Coba kita perhatikan sejenak kehidupan seorang gila. Walau tanpa kesadaran diri, kelihatan ia dapat menjalani hidupnya. Orang gila tidak takut makan dan minum yang kotor dan juga tidak merasakan penderitaan atau sakit sebagaimana orang lain rasakan. Orang gila itu hidup tanpa kesadaran diri, tidak ada rasa takut tapi tidak punya arah dan tujuan.

Surat Rasul Petrus ini berusaha menghidupkan pengertian iman yang murni melalui peringatan-peringatan supaya kita sadar akan Kuasa-Nya yang dahsyat dan Kasih-Nya yang tak berkesudahan. Sebagai umat yang telah ditebus melalui kematian Kristus, kita dingatkan dan disadarkan bahwa Hari Tuhan pasti akan terjadi. Pada Hari Tuhan bukan hanya hari penghukuman atas dosa-dosa tetapi sekaligus perlindungan di mana mahkota kebenaran dikaruniakan kepada orang-orang yang mengasihi-Nya (2Tim. 4:8). Untuk itu, menjaga kekudusan selama kita hidup di dunia harus dikerjakan dengan kesadaran diri yang tinggi. Gunakan dan latih anugerah kesadaran diri setiap hari secara terus menerus sehinga kita sehat atau tidak bercacat cela pada waktu kedatanganNya (1 Kor.1: 8). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 263:1 Yang T’lah Menang
Yang t’lah menang disambut di Firdaus dan makan buah pohon Alhayat, tak lagi ingat duka atau maut: Kristus yang hidup Tuhannya tetap. Ia alami nikmat Sorgawi dan merasai kasih kekal, dan merasai kasih kekal.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERJAGA-JAGA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-772:1 Tuhanhu do Pature Dalanki
Tuhanhu do pature dalanki. Tuhanhu do patiur langkanghi. Sian nasa rohangki hupasahat ngolungki, Tuhanhu do patiur dalanki.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 24:9-14 (Pagi)
Yes. 14:1-6 (Malam)

RENUNGAN
1 Tesalonika 5:2
Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

BERJAGA-JAGA
Di dalam hidup ini pasti ada yang kita harapkan dan nantikan untuk terjadi kelak. Untuk hal itu, kita akan melakukan persiapan dan usaha supaya ketika tiba waktunya kita memperoleh apa yang kita harapkan dan nantikan tersebut. Hal yang sangat penting yang harus kita miliki dalam hal menantikan ini adalah ketekunan. Tanpa ketekunan, proses menantikan menjadi sesuatu yang sangat membosankan dan melelahkan. Namun itulah harga yang harus “dibayar” supaya apa yang diharapkan dan dinantikan menjadi kenyataan dan menjadi milik kita. Sebagai orang beriman, kita percaya akan hari Tuhan di mana Tuhan akan datang kembali dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya untuk melaksanakan keadilan dan penghukuman-Nya. Kapan hari Tuhan itu tiba?

Pada Markus 13:32 “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” Karena itu, bagaimana sikap kita tentang nas hari ini? Ada beberapa hal yang dapat kita petik dari nas ini, yaitu :

  1. Bertobat. Jika pada saat ini Tuhan masih memberi kita hidup, berarti Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan dibaharui supaya beroleh keselamatan.
  2. Bertekun. Kita harus bertekun dalam menantikan hari Tuhan.  Pada Wahyu 3:11 “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
  3. Sadar dan berjaga-jaga. Sikap ini sangat perlu kita miliki karena Iblis akan semakin giat bekerja dalam berbagai bentuk untuk mencari orang yang dapat ditelannya.
  4. Hidup sebagai saudara. Sebagai orang beriman, kita diminta untuk saling menasihati dan membangun di dalam Tuhan sampai hari Tuhan tiba. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-329:1 Tinggal Sertaku
Tinggal sertaku; hari t’lah senja. G’lap makin turun, Tuhan, tinggallah! Lain pertolongan tiada kutemu: Maha Penolong, tinggal sertaku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERPEGANG TEGUHLAH DI DALAM IMAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-690:1 – Hibul Rohangku
Hibul rohangku tu Tuhan Jesus sude ngolungku di Tuhan Jesus, ihuthononku do Tuhan Jesus ndang olo au sumurut be.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 24:6-8 (Pagi)
Yes. 13:6-13 (Malam)

RENUNGAN
1 Korintus 1:8
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

BERPEGANG TEGUHLAH DI DALAM IMAN
Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita diperhadapkan pada berbagai macam persoalan dan pergumulan. Respon kita terhadap persoalan pun bermacam-macam, umumnya kita gampang kecewa dan putus asa bahkan ada orang yang sampai meninggalkan imannya karena merasa bahwa pertolongan Tuhan itu tidak tepat waktu, seperti yang diharapkan. Perihal waktu inilah yang selalu menjadi masalah serius dalam kehidupan orang percaya. Mengapa? Karena kita menghendaki pertolongan dan jawaban doa dari Tuhan itu secara cepat, tidak perlu menunggu lama. Pada saat kita menunggu pertolongan dari Tuhan kadang kita tidak sabar dan tidak teguh dalam iman kita.

Berpegang teguh di dalam iman adalah berpegang teguh pada kebenaran atau isi dari Injil Kristus. Setan tidak dapat merebut iman keselamatan kita, namun ia dapat dan seringkali membuat orang Kristen mudah bimbang atau ragu yang mengakibatkan imannya menjadi catat karena menduakan Tuhan. Apabila kita tidak berakar kuat di dalam firman dan tidak berpegang teguh pada Injil. Kita akan mudah terpedaya dan mulai mengkompromikan hal-hal di luar kebenaran. Hal ini terjadi dan dialami oleh orang-orang di Korintus pada waktu itu, di mana mereka menganggap bahwa kebenaran Injil adalah sebuah kebodohan. Sehingga mereka pun lebih condong mengandalkan filsafat dan hikmat manusia sebagai pegangan hidup mereka. Jika saat ini kita sedang mengalami pergumulan berat: sakit-penyakit, perekonomian, keuangan, karir/pekerjaan sepertinya sudah mati dan tiada harapan lagi, janganlah menyerah pada keadaan dan mencari solusinya diluar kebenaran Firman Tuhan. Tetaplah berserah kepada Tuhan dan nantikan pertolongan-Nya dengan sabar, dan sungguh-sungguh terus berusaha dan berpegang teguh kepada kebenaran Injil Kristus.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 413:1 Tuhan, Pimpin Anak-Mu
Tuhan, pimpin anakmu, agar tidak tersesat. Akan ¬jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat. Tuhan, pimpin! Arus hidup menderas: agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEKEKALAN ADALAH TUJUAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25:1 – HataMi Ale Tuhanhu
Hatami ale Tuhanhu, arta na ummarga i. Sai paian di rohangku, unang so hutiop i. Molo so be sitiopan hata nabadia i; aha nama haojahan ni haporseaon i?

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tes. 5:1-10 (Pagi)
Yes. 52:1-6 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 21:33
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

KEKEKALAN ADALAH TUJUAN
Di zaman kemajuan teknologi sekarang ini, segalanya dapat diperoleh dengan cepat. Kejadian di suatu tempat dalam beberapa detik saja dapat terdengar di seluruh belahan dunia. Luar biasa pengaruh teknologi ini sampai-sampai banyak orang lebih percaya dan mempercayakan hidupnya kepada teknologi. Bahkan ada kelompok yang tidak lagi percaya kepada Tuhan, selain teknologi. Inilah yang disebut deux et machine. Artinya, segala sesuatu diatur oleh mesin atau teknologi. Benar dengan banyak kelebihan teknologi sekarang tapi bukan berarti tanpa kekurangan dan kelemahan. Dan teknologi adalah ciptaan manusia yang merupakan ciptaan Tuhan Allah. Manusia bukan kekal termasuk teknologi tidak bersifat kekal. Oleh karena itu, teknologi tidak tepat dijadikan sebagai tujuan hidup. Kekekalanlah yang menjadi tujuan hidup kita, yaitu Tuhan Allah.

Allah Bapa telah mengutus anaknya ke dunia ini menjadi manusia, melalui kematiannya di kayu salib, bangkit pada hari yang ketiga kembali naik ke surga dan menyediakan hidup kekal bagi dunia ini (Yoh 3:16). Anugerah hidup kekal ini, disediakan bagi yang percaya kepada-Nya. Nas Firman Tuhan bacaan pagi hari ini, kita juga diingatkan supaya berjaga-jaga bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam (1 Tes 5:2). “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh keatas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini (Luk. 21:34-35). Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita mengejar suatu yang menuju hidup yang kekal karena apapun yang di dunia ini hanya sementara, hanya Firman Tuhan yang kekal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ.49: 1 Firman Allah jayalah
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia, kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MEMPEROLEH HIDUP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-692: 1 Hupasahat tu TanganMu
Hupasahat tu tanganMu ma tondingki. Ndang olo sirang ahu sian Tuhanki. Ho do panghirimanku nang ngolungki, halasan ni rohangku, o Tuhanki

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 3: 7 – 9 (Pagi)
Mzm. 96:7-10 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 21: 19
Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.

MEMPEROLEH HIDUP
Ada pepatah yang mengatakan “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” yang artinya kehidupan yang ada saat ini adalah buah perjuangan dari hidup sebelumnya. Hidup sebelum dan hidup saat ini dihubungkan dengan pepatah tadi menjeleaskan tentang hidup yang penuh perjuangan, jatuh bangun dan berbagai pengalaman pahit dan setelahnya mendapatkan hidup yang sukses di berbagai bidang seperti dalam pendidikan, karir, dan keluarga. Kadang ada juga seseorang menyikapi bahwa kehidupan seperti ini adalah sesuatu yang wajar terjadi pada saya karena saya menerapkan pepatah itu dengan sungguh-sungguh tanpa ada campur tangan dari orang lain, termasuk Tuhan.

Saudara, melalui nas ini kita diingatkan bahwa hidup sukses yang kita dapatkan saat ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari episode kehidupan yang telah dirancangkan Tuhan untuk dianugerahkan kepada kita. Hal ini dengan tegas antara lain dikatakan oleh Yesus: “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya…… akan menerima kembali seratus kali lipat dan memperoleh hidup yang kekal.” (Mat. 19:29). Dengan bersakit-sakit dahulu yang kita alami melalui gempuran, hinaan, aniaya, dan cercaan karena nama Yesus, kita yakin dalam Dia kita akan tetap bertahan dan kata Tuhan kita akan memperoleh hidup. Hidup yang dimaksud adalah hidup yang kekal bersama Allah di surga kelak. Betapa indahnya janji Tuhan itu hidup sukses yang kita dapatkan di dunia saat ini melalui penderitaan yang kita alami sebelumnya kita imani semua itu bisa terjadi karena Tuhan bukan karena kekuatan kita semata. Dan hidup sukses di dunia itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup yang kekal yang dijanjikan itu. Oh betapa indahnya, betapa bahagianya kita yang tetap bertahan di dalam Tuhan, kita akan memperoleh bukan saja hidup sukses di dunia saat ini tapi juga hidup kekal di surga. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-79: 1 Mahaterpuji Allahku
Mahaterpuji Allahku: ia lepaskan kita dari kuasa seteru dan segenap derita. Tanda selamat diberi membuat wajah berseri: Mesias akan datang! Kini terkabul dan genap janji nubuat Alkitab, yang lama didambakan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

YESUS DIELU-ELUKAN DI YERUSALEM


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-4: 1 Sai Puji Debata
Sai puji Debata, dibaen asi rohaNa, huhut tongtong basa di nasa tinompaNa. Ria ma hita be mamuji Debata, ai sesa do nuaeng dosanta i dibaen.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 1: 67-80 (Pagi)
Yer. 33: 14 – 16 (Malam)

RENUNGAN
Matius 21: 9
Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: ”Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

YESUS DIELU-ELUKAN DI YERUSALEM
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion. Bersorak-sorailah, hai putri Yerusalem! Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai beban yang muda. Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkanNya, dan Ia akan memberikan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaan-Nya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi (Zak. 9:9-10). Kejadian ini sudah dinubuatkan oleh Nabi Zakharia dan ternyata benar terjadi seperti yang sudah dinubuatkan. Yesus menunjukkan ketaatan-Nya sebagai anak Allah, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan (Fil. 2 : 5 – 8). Dia datang dengan kesederhanaan, tidak dengan mengendarai kuda perang yang gagah, melainkan keledai beban yang muda. Yesus datang bukan hanya untuk memerangi orang-orang Romawi seperti halnya yang diinginkan oleh orang-orang Yahudi, tapi dunia dari dosa.

Jika kita baca perikop ini secara keseluruhan kita bisa memahami bahwa segala sesuatunya sudah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik, tidak terjadi dengan sendirinya. Allah mempunyai rencana akan hidup kita masing-masing yang tidak dapat kita pahami hanya dengan mengandalkan akal dan pikiran kita semata. Rencana Tuhan akan benar terjadi dalam hidup kita jika kita mau dipimpin oleh Tuhan, taat dan tunduk pada firman Tuhan. Dalam suka dan duka kita senantiasa mengingat Tuhan, karena Dia yang empunya hidup kita akan selalu ada bersama-sama dengan kita, janji-Nya seperti fajar pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-162: 1 Hosiana! Putra Daud
Hosiana! Putra Daud, memasuki kota Sion. Siap-siaplah engkau atur tahta bagi Dia! Ranting palma taburlah, buka jalan bagi-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN MEMBEBASKAN UMAT-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-302: 1 Binsar Ma Manogot On
Binsar ma manogot on, O Panondang ni Jahowa. Sai sondangi hami on, asa bali sian roha sasude na holom i baenonMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 1: 3 – 11 (Pagi)
Yes. 55: 5 – 7 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 35: 10
Dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

TUHAN MEMBEBASKAN UMAT-NYA
Masa sulit dan kelam dialami bangsa Indonesia saat dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Periode penderitaan yang sangat lama itu membuat mental bangsa Indonesia rusak dan kerdil. Namun berkat anugerah Tuhan, tahun 1945 Indonesia merdeka dari penindasan penjajah. Demikian juga, bangsa Israel pun ditawan dan diperbudak, akibatnya mental mereka rusak dan kerdil. Siang malam menjerit akibat ditindas oleh bangsa Mesir. Seperti gurun pasir, semangat bangsa menjadi kering dan tawar hati. Pasrah dan lemah. Tidak kreatif dan mental budak. Yesaya mengungkapkan penderitaan bangsa Israel yang ingin keluar dari perbudakan. Namun mereka sempat mengandalkan dan berharap pada penguasa Mesir, bukan berharap dan mengandalkan Tuhan. Dalam keadaan demikianlah Yesaya memberikan kabar sukacita tentang pengharapan akan datangnya penolong. Dalam hal ini bangsa Israel diberi pemahaman keselamatan dan kebahagiannya tidak didapat dengan usaha sendiri atau pertolongan bangsa Mesir tetapi Allahlah yang menyelamatkan. Tuhan membawa perubahan. Orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion (ibukota Yerusalem). Kegirangan dan sukacita memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Pada Minggu-minggu Advent ini, marilah merenungkan pembebasan yang diberikan Tuhan bagi manusia. Allah Bapa yang kudus dan mulia mengutus Anaknya Tuhan Yesus, rela lahir di kandang domba yang hina, agar kita selamat dari perbudakan dosa dan kuasa Iblis. Sebagaimana Bangsa Israel dibebaskan sehingga mereka bersukacita dan bersorak sorai kembali ke Sion, maka hendaknya kita juga pun bersukacita dan bersorak-sorai mensyukuri anugerah Tuhan yang membebaskan kita dari dosa. Amin

BERDOA

Bernyanyi KJ-87: 1 Gapuramu Lapangkanlah
Gapuramu lapangkanlah menyambut Raja Mulia, Sang Maharaja Semesta Dan Juruselamat Dunia; Sejahtera dibawa-Nya. Dengan meriah nyanyilah, terpuji Penebus, Gembala yang kudus

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin