Arsip Kategori: Ibadah Harian

Berserah Sepenuhnya


BERNYANYI BE. 207:1Sai Tiop ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au. Paima tos hosangku, ramoti au. Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan Manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ibrani 11:4-7
Malam: Yakobus 2:14-26

RENUNGAN
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.
Mazmur 37:5

Berserah Sepenuhnya
“Hidup adalah sebuah perjalanan” Dalam menempuh perjalanan hidup, kita tidak selamanya nyaman, aman, penuh sukacita. Tetapi seringkali jalan kita berliku: menghadapi masalah, kesulitan, tantangan dan rintangan. Seringkali kita merasa dibawa kepada pengalaman baru yang belum pernah kita alami, suatu kejadian yang masih asing dan belum pernah kita ketahui. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu kadang bisa membuat kita lemah dan frustasi. Demikian Tuhan dalam memimpin umat-Nya, Dia tidak selalu berada di depan. Kadang Dia sepertinya meninggalkan kita dan tidak memperdulikan kita. Padahal sesungguhnya Ia berada tepat di belakang kita untuk mengawasi, mendukung dan menopang, dan bahkan menggendong kita ketika jalan yang kita tempuh itu jalan yang berkelok-kelok, tidak rata dan mungkin jalan itu tidak kita kenal. Mengapa Tuhan perlu berada di belakang kita? Karena Tuhan lebih tahu segala hal yang ada di depan kita. Itulah sebabnya kita perlu ditopang dan didorong agar terus maju. Ketika ada rintangan biasanya kita mudah sekali menjadi lemah, putus asa dan menyerah di tengah jalan. Itulah sebabnya Tuhan perlu menopang dan mendorong kita. Ada kalanya Tuhan perlu berada di belakang, dimana kita tidak mudah melihat-Nya, supaya kita belajar percaya dan bergantung penuh kepada-Nya. untuk itu mari kita memandang perjalanan hidup kita ke depan bersama Tuhan. Dalam berbagai situasi Tuhan menyertai, Tuhan memimpin, Tuhan menopang. Tuhan mau, kita belajar bergantung sepenuhnya kepada-Nya! Maksud Tuhan berada di belakang adalah hendak melatih iman kita. Mulai saat ini, relakan diri untuk dipimpin oleh Tuhan, sebab hanya Dia lah yang tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Dia menuntun kita di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-364:1 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; kepada-Mu,Jurus’lamat, aku berserah!.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Menuju Hidup Kekal


BERNYANYI BE. 263:3 Debatangku do Donganku
Debatangku do donganku, tung na ganggu m’au disi? Nda tongtong hangoluanku. Asi ni rohaNa i? Pos do rohangki disi, Debata do donganki Salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Roma 5:1-11
Malam: Mazmur 139:1-10

RENUNGAN
Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.
Yohanes 6:68b

Menuju Hidup Kekal
Nas ini adalah jawaban Simon Petrus ketika Yesus menguji kesungguhan murid-murid-Nya dalam mengikuti-Nya. Yesus mengajarkan beberapa hal mendasar dalam mengikut-Nya,: 1. Mengikut Yesus adalah karunia Allah, sementara sebagian besar orang banyak mengikuti-Nya karena mujizat yang sudah dilakukan-Nya. 2. Percaya sepenuh hati bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus untuk menyelamatkan manusia, sementara pemahaman mereka Yesus adalah manusia biasa, anak Yusuf. 3. Yesus adalah roti hidup yang turun dari sorga dan memberi hidup selama-lamanya, sementara pemahaman mereka Yesus bukanlah roti, melainkan manusia biasa yang punya kelebihan dibandingkan dengan mereka. 4. Bekerja untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Sementara pemahaman murid-murid-Nya pada masa itu, bekerja untuk mendapat makanan bagi tubuh jasmani. Mendengar pengajaran yang sangat berbeda ini, beberapa dari orang banyak yang mengikuti Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. Melihat hal tersebut, Yesus berkata kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Nas ini jawaban Simon Petrus kepada Yesus: Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Apa yang dapat kita petik dari nas ini? Hidup adalah sebuah perjalanan untuk mencapai tujuan. Mengetahui dan menetapkan tujuan akan menentukan sikap kita dalam menjalaninya. Sebagai orang percaya, apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus sehingga kelak memperoleh hidup yang kekal? Jika ya, perlu komitmen, kesungguhan dan keteguhan hati untuk menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan sampai pada kesudahannya hingga memperoleh hidup yang kekal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-375:1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berseru Kepada Tuhan


BERNYANYI BE. 464:1 Huboan Ma Diringku
Huboan ma diringku, Tuhan, hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu, umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, dison managam au, Tondi Mi ma suru, na boi manggomgom au.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 142:1-8
Malam: Matius 8:23-27

RENUNGAN
Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku.
Mazmur 120:1

Berseru Kepada Tuhan
Pemazmur sangat mengenal Allah dengan baik, dia percaya ketika dia berteriak dalam kesesakkan Allah pasti mendengar bahkan menjawabnya. Pengenalan ini yang kita perlukan, mengenal Allah dengan baik sehingga kita percaya di segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, Allah akan ada bagi kita. Allah akan siap mendengar keluhan kita, curhatan kita bahkan teriakkan kita. Dan setelah itu Allah siap menjawab kita, memberi kita jawaban atas segala pertanyaan yang kita ajukan kepada-Nya dan yang terpenting Allah ada di dalam kesesakkan kita. Kuncinya adalah berseru dan memanggil nama-Nya dalam iman dan pengharapan. Seruan supaya Allah mendengar doa kita adalah merupakan titik awal dari doa kita. Alkitab memang memerintahkan kita untuk berdoa dengan tulus dan terbuka, tapi kita juga harus sadar bahwa Dia dapat bertindak sesuai dengan kemauan-Nya, bisa saja doa kita tidak digubris-Nya sama sekali.

Kita semua pernah mengalami yang namanya “Pergumulan” atau mengalami hari kesesakan. Yang jadi pertanyaanya adalah kepada siapa kita datang? Atau kepada yang lain? Yah hanya kepada TUHANlah kita berseru meminta pertolongan TUHAN, dan jangan pernah datang kepada yang lain. Alkitab berkata dalam Pemazmur: “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” (Maz. 34:18 ). Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang benar itu? Orang-orang benar adalah orang yang hidupnya melakukan firman TUHAN dan apa saja yang diperintahkan TUHAN ia lakukan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 26:1 Mampirlah Dengar Doaku
Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus. Orang lain Kauhampiri, jangan jalan t’rus. Yesus, Tuhan,
dengar doaku; Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berserah Kepada Tuhan


BERNYANYI BE. 273:1. Jesus Tuhanku Rajai Ma Au
Jesus Tuhanku rajai ma au on, asa mangihut tu Ho au tongtong. Topot rohangku ingani ma i, Unang be masuk na asing tusi. Jesus pasonang rohangku tongtong. Asa marguru tu Ho au tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ratapan 3:19-26
Malam: Daniel 6:20-25

RENUNGAN
Biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Yeremia 20:12b

Berserah Kepada Tuhan
Manusia datang kepada Allah dengan harapan mendapatkan kebahagiaan dan pertolongan. Realitanya tidak semua yang datang kepada Allah itu dapat tetap setia untuk berdiri teguh di jalan-Nya. Terkadang ketika keinginan kita tidak terpenuhi, kita mengubah langkah hidup dengan menjauh dari Allah dan mencari yang sesuai keinginannya. Banyak orang datang kepada Allah tetapi tidak mengenal Allah, bahkan tidak membangun hubungan baik dengan-Nya. Ada yang memahami Allah itu baik; selalu menolong dan mengampuni. Tetapi ada yang memahami Allah itu pembalas karena selalu menghukum orang bersalah. Nabi Yeremia mengemban tugas yang sulit untuk mengumandangkan pesan Allah kepada bangsa Israel. Tugas itu membuatnya harus menanggung siksaan fisik, caci maki, pemenjaraan, dan pengucilan dari kaum sebangsanya. Walaupun Yeremia bergumul dengan kekecewaan yang amat mendalam, ia mempunyai Penolong yang setia menyertainya melalui segala kesulitan itu. Allah berjanji kepadanya, “Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau” (Yer. 1:19).

Allah tidak mengabaikan Yeremia, dan Dia tidak akan mengabaikan kita. Dia terus-menerus memberikan pertolongan melalui kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam diri setiap orang percaya. Sang Penolong memberi kita pengharapan (Rm. 15:13), memimpin kita ke dalam kebenaran rohani (Yoh. 16:13), dan mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kita (Rm. 5:5). Kita dapat meyakini bahwa Allah setia menolong kita di tengah kesulitan yang sedang kita tanggung. Seperti Yeremia, kita dapat menyatakan, “Biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-367:2 Pada-Mu Tuhan dan Allahku
Di dalam Yesus Kau nyatakan, ya Bapa, isi hati-Mu: curahan kasih kesukaan, Engkau limpahkan bagiku. Andaikan orang menyadari, niscaya, Tuhan, Kau dicari.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Upah


BERNYANYI BE. 275:1 O Jesus Tuhanki
O Jesus Tuhanki, Ho Siparmonang i Raja tongtong. Ndang na margogo au, molo so Ho di au. I pe dongani au di tano on.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 92:10-16
Malam: Lukas 18:1-8

RENUNGAN
Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Ibrani 10:35

Upah
Upah adalah sesuatu yang dinanti dan diharapkan penuh dengan antusias. Karena segala sesuatu yang telah direncanakan akan terealisasi dengan menggunakan upah yang didapat. Upah seperti ini biasanya akan bias jika dikaitkan dengan iman. Mengapa demikian? Karena kadang orang berpendapat bahwa ketika seseorang mendapatkan upah, yang bersangkutan meyakini hal itu semata-mata karena prestasinya sendiri. Tidaklah demikian upah yang dimaksud dalam nas ini yang adalah upah karena iman. Upah karena iman ini berbicara upah karena teguh dalam kepercayaan kepada Yesus yang menganugerahkan hidup yang kekal. Jadi upah yang dimaksud adalah hidup yang kekal. Konkritnya upah itu adalah kasih karunia Allah. Jika demikian pastilah prestasi kita apapun profesi kita tidak akan pernah kita klaim karena gagah kuasa kita, tapi hanya oleh karena kasih karuni Allah. Rasul Paulus berkata dalam Efesus 2:8-9: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil usahamu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Demikianlah upah yang kita dapatkan dari prestasi profesi kita masing-masing guna merealisasikan setiap rencana kehidupan kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upah dengan tidak melepaskan kepercayaan kita karena kita imani bahwa kedua-duanya adalah kasih karunia Allah kepada kita. Berdasarkan hal itu mari kita realisasikan rencana-rencana kehidupan keluarga kita dengan upah-upah dimaksud karena kedua upah itu adalah kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 364:2 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus di kakiNya ‘ku sujud.
Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan, t’rima anak-Mu!
Aku berserah, aku berserah;
kepada-Mu, Jurus’lamat, aku berserah!.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Bersukacita dalam Penderitaan-Nya


BERNYANYI BE. 227:3 Jesus Ngolu ni Tondingku
Jangkon au baen siseanMu, Na girgir tu podaMi. Sai surdukkon ma tanganMu, Asa tong hutiop i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 13:46-52
Malam: Yesaya 18:1-7

RENUNGAN
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
1 Petrus 4:13

Bersukacita dalam Penderitaan-Nya
Mengapa penderitaan tidak membuat orang berbahagia apalagi bersukacita? Jawabnya adalah karena penderitaan itu diyakini sebagai hukuman; tidak ada pengharapan tetapi merupakan nasib atau takdir belaka. Penyebab penderitaan bisa karena miskin, sakit, kegagalan, musibah kecelakaan atau karena merasa tidak ada yang bisa dibanggakan. Nasib atau takdir, seringkali dijadikan kata penutup untuk menghibur diri. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa ada sukacita di dalam penderitaan, yakni jika penderitaan kita ada di dalam penderitaan Kristus. Mengapa? Karena penderitaan kita dalam Yesus Kristus memiliki pengharapan yang kuat dan pasti.

Sebagai orang Kristen atau pengikut Kristus kita selalu hidup berpegang pada nilai-nilai yang ada dalam Firman-Nya. Dalam realitas hidup sehari-hari, nilai kristiani itu akan membawa dan menjadikan kita berbeda. Prinsipnya walau terjadi penderitaan, kita tidak menganggap itu sebagai sesuatu kejadian luar biasa yang bisa menyiksa. Tetapi, semua itu harus dihadapi dan dijalani, ibarat para pelajar yang sedang menghadapi ujian yang akan membawanya naik kelas. Inilah yang dimaksud bersukacita dalam penderitaan-Nya, yakni jika kita lulus menghadapi ujian maka kita naik kelas dan bisa bersukacita. Lebih dari itu, kita juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Yesus Kristus Raja menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita. Tuhan memberkati. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:2 Tinggallah Dalam Yesus
Kita sebagai ranting pasti berbuahlah, asal dengan setia tinggal di dalam-Nya. Tinggallah dalam Yesus, muliakan nama-Nya: hidup berlimpah kurnia hanya di dalam-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Bersukaria dan Bersorak-sorai di dalam Tuhan


BERNYANYI BE. 435:1. Marolopolop Tondingki
Marolopolop tondingki ai naung di tobus Jesus i. Hamu sude, bege ma i, sai las ro hangku mandok i. Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki! Tondi na mangajari au, tarbaen marlasniroha au! Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 11:19-26
Malam: Yesaya 26:13-21

RENUNGAN
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku
Yesaya 61:10a

Bersukaria dan Bersorak-sorai di dalam Tuhan
Bersukaria dan bersorak-sorai adalah gambaran hati yang gembira dan bersyukur. Orang yang mempunyai hati yang gembira pasti ada sukaria dan orang yang bersukaria pasti mempunyai semangat hidup.” Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22). Untuk itu tak ada alasan bagi orang percaya untuk tidak bersukaria karena Allah adalah sumber sukacita.

Nas ini mengingatkan kita untuk bersukaria dan bersorak sorai di dalam Tuhan. Lantas bagaimana caranya agar kita selalu hidup bersukaria dan jiwa yang bersorak sorai di dalam Tuhan.

1. Mengingat Kebaikan-Nya. (Mazmur 143:5) Mengingat dan merenungkan kembali kebaikan Tuhan dan kebaikan orang yang pernah menolong kita dapat membantu kita mengatasi pikiran dan perasaan buruk, tetapi sebaliknya mengingat hal-hal yang buruk yang menimpa kita akan membuat kita sakit hati, kecewa, susah, sedih dan tertekan sehingga kita kehilangan sukacita. Untuk itu mari pikirkan hal-hal yang positif (Filipi 4:8).

2. Setia Kepada Tuhan. Ketika kita mengalami keadaan yang paling buruk tetaplah setia memuji dan menyembah Tuhan. Disaat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh maka hati kita akan merasa damai oleh karena sukacita yang dari Tuhan.

3. Meminta Pertolongan Tuhan (Maz. 143:7). Dalam menghadapi masalah jangan pernah mencari pertolongan manusia, paranormal, dukun karena hasilnya hanya kekecewaaan dan masalah menjadi makin berat. Yesus meminta kita untuk datang menghampiriNya, karena Yesus sanggup memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita yang letih lesu dan berbeban berat. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-299:1 Bersyukur Kepada Tuhan
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan sebab Ia baik. Bersyukur kepada Tuhan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin