Arsip Kategori: Ibadah Harian

MENCARI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 – Jesus Ngolu ni Tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanhi. Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 2.16-20 (Pagi) Ul. 32.44-47 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 16 Februari 2018
Amos 5:5-6a
Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup.

MENCARI TUHAN
Mencari berarti menemukan sesuatu yang hilang atau yang dimaksud. Mencari sesuatu pastinya berhubungan dengan kebutuhan hidup. Lagu Sekolah Minggu sangat populer tentang: “Apa yang di cari orang? …uang …uang …dan…uang.” Di tahun 2018 ini, apa yang ingin kita cari? Jabatan, harta, pangkat atau apakah? Amos 5:5 mengingatkan jangan mencari Betel, jangan pergi ke Gilgal, kenapa? Karena Betel dan Gilgal merupakan kota yang penuh dengan kenikmatan duniawi, harta, kekayaan dan sebagainya. Kedua kota yang dimaksud akan dihancurkan karena kehidupan yang jauh dari kehendak Allah.

Saudara, kota metropolitan pastinya menjanjikan kenikmatan duniawi, harta, kekayaan dan kekuasaan. Ungkapan “Uang adalah segala-galanya” sudah tidak asing, karena dengan uang kita bisa mau apa saja, tanpa uang kita tidak ada artinya. Terkadang untuk mendapatkannya kita menghalalkan segala cara. Tetapi ingatlah bahwa itu semua sifatnya semu dan sementara. Kenikmatan badaniah adalah sementara, bahkan ketika Kristus datang kedua kalinya, dunia akan menjadi baru, dunia yang penuh dengan kemuliaan Allah. Kita lelah, kita stres, kita pusing untuk memenuhi tuntutan kebutuhan duniawi, walau semua itu pasti berlalu. Di tahun 2018, Firman Tuhan mengajak kita untuk mencari Tuhan. Tuhan itu tidak jauh, mencari Tuhan tidak perlu stres, pusing, lelah, sebab Tuhan hanya sejauh DOA. Tuhan ada di sekitar kita, Tuhan ada di dalam diri kita. Dengan mencari Tuhan berarti kita mencari kehidupan. Orientasi kehidupan kita pada 2018 ini, kita arahkan kepada kehidupan abadi, jangan tergoda dengan kehidupan dan kenikmatan duniawi, tetapi marilah kita mengarahkan kehidupan kita ke kehidupan yang abadi, di mana Tuhanlah Batu penjuru kehidupan kita. Carilah Tuhan maka engkau akan menemukan kehidupan kekal. Tuhan memberkati Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia; Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku yang bercela. O betapa mulia dan ajaib kuasa-Nya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JANGAN KERASKAN HATIMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-677:1 Mansai Lambok
Mansai lambok Tuhan Jesus manjou, manjou ho dohot au, ida Ibana paima haroromu mulak ma ho dohot au. Antong sai ro ma ho angka na sorat. Sai ro ma ho, mansai lambok
Tuhan Jesus manjou pardosa mulak ma ho.

PEMBACAAN FIRMAN
1Kor. 3:10-13 (Pagi) Yes. 6:9-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 15 Februari 2018
Ibrani 3:15
Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

JANGAN KERASKAN HATIMU
Dalam banyak kesempatan Allah berbicara kepada manusia melalui Roh-Nya, namun oleh kesibukan kita, atau ketidakpedulian kita akan Firman Tuhan, atau ketidaksukaan kita untuk berdoa, kita tidak pernah lagi mendengar suara Tuhan. Sebaliknya kita hanya mendengar suara kita sendiri. Itu sebabnya sering kita menyaksikan banyak orang-orang percaya atau pengikut Kristus, yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan, misalnya sering mengucapkan kata-kata yang kasar, bohong, merendahkan orang lain, fitnah, memecah belah, gila hormat dan lain sebagainya. Mereka tidak peduli suara Tuhan yang meminta setiap orang percaya harus mengeluarkan kata-kata yang membangun, menasihati, menyatukan, membawa damai dan membawa berkat. Mereka mengeraskan hati.

Firman Tuhan mengingatkan dalam Amsal 28:12 “Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Tuhan, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.” Satu kenyataan yang harus dipahami setiap orang percaya adalah bila seseorang mulai mengeraskan hati mengerjakan suatu perintah Tuhan, maka dia akan cenderung tidak peka lagi terhadap suara Tuhan yang lain. Ketidakpekaan inilah membuat seorang percaya tidak lagi dapat merasa campur tangan Tuhan dalam hidupnya, padahal Tuhan ingin menuntun orang percaya di jalan yang benar, membaringkan orang percaya di padang rumput hijau dan membimbing orang percaya ke air yang tenang. Tidak heran, mengapa banyak orang percaya mengalami malapetaka karena tidak takut akan Tuhan. Mereka secara sengaja maupun tidak sengaja mengeraskan hati terhadap beberapa Firman Tuhan dan tidak sadar bahwa sikap ini dapat berdampak pada ketidak pekaan terhadap Firman Tuhan lainnya secara keseluruhan. Akuilah Tuhan dalam hidupmu, jangan keraskan hatimu dan hiduplah sepadan dengan panggilan Tuhan dalam hidupmu. Salam.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-467:3 Tuhanku, Bila Hati Kawanku
Dan hari ini aku bersembah serta pada-Mu, Bapa, berserah,
berikan daku kasih-Mu mesra. Amin, amin.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN JALAN HIDUP KEKAL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-30:1 Jesus Lehon hatorangan
Jesus lehon hatorangan Hapistaran Mangantusi hataMi. Lehon mata na marnida Dohot roha na umboto dalanMi. Asa tongtong maradophon BohiMi mardalan hami. Asa digomgomi TondiMi ma hami.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk. 10:28-31 (Pagi) Maz. 44:6-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 14 Februari 2018
Efesus 3:12
Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.

TUHAN JALAN HIDUP KEKAL
Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka hubungan manusia dengan Allah terputus. Gambar dan rupa Allah yang ada dalam diri manusia rusak. Allah menghukum manusia pertama itu keluar dari Taman Eden. Dalam perjalanan sejarah manusia, Alkitab menyatakan bahwa Allah memilih Israel menjadi umat pilihan-Nya, meskipun dalam perjalanannya bangsa Israel selalu memberontak kepada Allah. Alkitab mencatat bahwa Allah pernah menghukum umat Israel dan membuang mereka ke tanah Babel selama tujuh puluh tahun. Jika Allah tetap menghukum Israel karena pemberontakkannya, bagaimana dengan bangsa-bangsa lain? Apakah hubungan dengan Allah tidak bisa dipulihkan? Apakah pintu sorga tertutup buat bangsa-bangsa lain termasuk untuk orang Batak?

Allah sendirilah yang berinisiatif untuk memulihkan kembali hubungan manusia dengan Allah supaya beroleh keselamatan. Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Yang diminta dari manusia adalah mengaku dan percaya (beriman) dengan sungguh-sungguh kepada Anak Allah yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus. Allah juga mengutus para rasul dan nabi-nabi-Nya, yang kudus untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Dengan mendengar berita Injil dan mengakui Anak Allah yang tunggal, hubungan manusia dengan Allah dipulihkan kembali. Itulah yang ditegaskan dalam nas kita hari ini di Efesus 3:12 “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-400:1 Kudaki Jalan Mulia
Kudaki jalan mulia; tetap doaku inilah: “Ke tempat tinggi dan teguh, Tuhan, mantapkan langkahku!” Ya Tuhan, angkat diriku lebih dekat kepada-Mu; Di tempat tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

SIAP MENANTI KEDATANGANNYA KEMBALI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-539:1 Sai Hutagam do Tuhanku
Sai hutagam do Tuhanku, sai masihol rohangki. Diharoro ni Tuhangku songon na nidokNa i. Sai mardongan olopolop huriaM managam Ho. Maranata, ro, o Tuhan, Amen, sai tibu ma ro!

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 4:12-13 (Pagi) Maz. 98:1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 13 Februari 2018
1 Tesalonika 3:13
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

SIAP MENANTI KEDATANGANNYA KEMBALI
Banyak orang bertanya kapankah Tuhan Yesus datang kembali? Yang menjadi persoalan bukan soal hari atau kapan Tuhan akan datang, tetapi bagaimana kesiapan orang percaya menyambut kedatangan-Nya itu. “…jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk. 18:8). Dalam ajaran-Nya Tuhan Yesus berulangkali mengingatkan bahwa Dia akan pergi dan kemudian datang kembali untuk menjemput umat-Nya. “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” (Yoh. 14:3). Tanpa ditunda-tunda lagi Tuhan Yesus akan datang segera!

Bagaimanakah persiapan kita menyambut kedatangan Tuhan? Pertama, marilah belajar untuk menungu dengan bijaksana seperti lima gadis yang bijaksana. Kedua, marilah belajar sebagai orang-orang percaya untuk taat melakukan kehendak Bapa. Ketiga, marilah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dan motivasi yang benar. Adalah sia-sia menjadi orang Kristen sekian lama jika pada waktu Dia datang Dia menolak kita, sebab “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat. 7:21-23).

BERDOA

BERNYANYI KJ-274:1 Bila Nanti Yesus Datang
Bila nanti Yesus datang menata intanNya, tiap orang yang percaya, kepunyaan-Nya. Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai Intan permata di mahkota-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERTAHAN DALAM PENCOBAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongotong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 10:38-42 (Pagi) Maz. 44:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 12 Februari 2018
Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

BERTAHAN DALAM PENCOBAAN
Ayat renungan di atas merupakan ucapan Yakobus kepada para orang Kristen Yahudi yang ada di perantauan. Yakobus bertumbuh bersama Yesus, dia percaya bahwa Yesus adalah Tuhan setelah Yesus menampakkan Diri kepadanya setelah peristiwa kebangkitan. Setelah peristiwa perjumpaan tersebut, dia menjadi salah satu tokoh yang menyebarkan ajaran Kristus dan juga mendukung bahwa orang non Yahudi juga berhak mendapatkan pengajaran tentang kristus. Kalau dibaca secara menyeluruh ayat-ayat yang ada dalam Yakobus 1, terlihat jelas bagaimana kita harus bertahan terhadap segala pencobaan dalam hidup ini.

Ada beberapa hal yang harus kita pahami dari nas ini, antara lain: ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan; ketekunan akan menghasilkan orang yang sempurna dan utuh serta tidak kekurangan suatu apapun; Allah akan memberikan hikmat kepada orang yang memintanya; Orang bimbang tidak akan menerima sesuatu dari Tuhan dan hidupnya tidak akan tenang; Segala orang kaya juga akan lenyap ditengah-tengah segala usahanya; Yang bertahan dalam pencobaan dan tahan uji akan memperoleh mahkota kehidupan dari Tuhan Allah; Allah tidak pernah mencobai siapapun tetapi manusia dicobai oleh keinginannya sendiri; Keinginan manusia itu akan melahirkan dosa dan ketika dosa itu matang maka orang itu akan berakhir dalam maut. Betapa tinggi, dalam serta luasnya pengajaran Yakobus yang didapatnya dari pengalamannya sendiri selama mengikut Yesus, marilah kita kuatkan iman percaya kita agar kita selalu lulus dari segala ujian kehidupan ini. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

UPAH MENGIKUT YESUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-238:1- Ihuthon Au sude hamu
Ihuthon Au sude hamu, didok Tuhanta Jesus. Sai soadahon dirimu, hatangKu ma patulus. Alai bolongkon sasude parulaonmu na so ture.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 18:31-33 (Pagi)
Maz. 103:6-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 10 Februari 2018
Markus 10: 31
“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

UPAH MENGIKUT YESUS
Dalam kehidupan sehari-hari masih ada orang beranggapan bahwa mengikuti Yesus akan membuat orang bebas dari masalah atau tidak pernah mengalami kesulitan, sehingga saat mengikuti Yesus dan mengalami masalah tidak teguh dalam kepercayaannya untuk mengikut Yesus, sehingga muncullah apa yang tertulis dalam nas di atas. Kita bisa membaca dalam Alkitab bahwa Yesus dalam kehidupan-Nya mendapat cobaan dari Iblis; dicemooh masyarakat; sampai akhirnya disalibkan dan mati, tetapi Yesus taat kepada pengutusan Allah. Jadi kita sebagai orang Kristen harus meneladani Tuhan Jesus dalam segala kehidupan sehari-hari yang tidak akan pernah lepas dari masalah atau kesulitan.

Rasul Paulus mengajarkan kita dalam 1 Korintus 15:18 “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Mungkin pertanyaan dalam hati kita apa yang menjadi upah kita jika kita mengikut Yesus, dalam Markus 10:30 ”orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat; rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang , sekalipun berbagai penganiayan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal”. Jelas dikatakan upah kita ada pada masa kini dan masa yang akan datang. Bila kita menyadari hal ini maka tidak seharusnya kita menjadi lemah, kecut dan tawar hati. Justru kita harus makin sungguh-sungguh dan giat melayani pekerjaan Tuhan. Sekali di depan kita harus tetap di depan. Amin.

BERDOA
BERNYANYI KJ-282: 1 Seluruh Umat Tuhan oleh-Nya Dikenal
Seluruh umat Tuhan oleh-Nya dikenal besar kecil semua sekarang dan kekal. Mereka dijagai di dalam dunia, baik hidup maupun mati mereka milik-Nya. Baik hidup maupun mati mereka milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERMEGAH DALAM TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-724:4- Tuhan Baen ma ngolungkon
Arta hamoraonhi, tau pasangap Ho ma i. Roha nang ulaonki marbarita na uli, marbarita na uli.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 8:4-8 (Pagi) Ulangan 30:15-20 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 9 Februari 2018
Mazmur 20:8
“Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.”

BERMEGAH DALAM TUHAN
Saat ini sering kita melihat begitu banyak orang yang mengandalkan kekayaan dan materi yang dimilikinya. Kita juga sering mendengar dalam sebuah kegiatan orang mengatakan bahwa kalau bukan karena usahanya, maka kegiatan tersebut tidak akan sukses. Sebagian orang lagi merasa bahwa pengalaman hidupnya yang begitu banyak dan luar biasa akan membantunya meraih keberhasilan. Pada akhirnya kita menuntut pujian dari orang lain. Mengapa Daud selalu menang dalam peperangan? Bahkan ketika masih muda, Daud menang melawan Goliat yang berbadan besar. Salah satu sebabnya adalah karena Daud menyandarkan usahanya kepada Tuhan saja dan merasakan semua kemenangan yang diperolehnya datangnya dari Tuhan, bukan karena kehebatan dan kekuatannya sendiri.

Mazmur 20:8 mengajak kita untuk selalu hanya berharap kepada Tuhan saja, bukan pada kekuatan kereta dan kuda atau pada kekuatan duniawi yang kita miliki. Membawa masalah kita kepada Tuhan dan membiarkan Dia dengan segala otoritas-Nya membentuk kehidupan kita adalah salah satu cara untuk menjadi tidak berdaya dan tidak memegahkan diri kita sendiri. Kita tidak lagi mempercayai kepandaian dan kerja keras kita dapat menyediakan apa yang kita belum punya. Sebaliknya, kita menaruh sepenuhnya pengharapan kita pada pemeliharaan Tuhan. Apabila kita sudah berhasil dan sukses, kita harus menyadari bahwa semua keberhasilan dan kesuksesan datangnya dari Tuhan. Orang percaya bermegah karena menyadari bahwa hidup adalah kasih karunia-Nya. Segala kelebihan dan kemampuan yang kita miliki adalah pemberian-Nya. Terpujilah Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI KJ-4:2 Hai Mari Sembah
Hai masyurkanlah keagungan-Nya; cahaya terang itu jubah-Nya. Gemuruh suara-Nya di awan kelam; berjalanlah Dia di badai kencang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin