Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MURKA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-789:1-Lului Hamu Harajaon ni Debata
Lului hamu harajaon ni Debata, Rap dohot hatigoranNa, TambahononNa ma ondeng tu hamu, Haleluya, Haleluya, Haleluya. Haleluya, Haleluya, Haleluya,
Haleluya.

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 3:25-26 (Pagi)
Yeh. 18:5-9 (Malam)

RENUNGAN
Zefanya 2:3
Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

MURKA TUHAN
Allah tidak pernah ingkar terhadap janji maupun penghukumanNya. Murka Tuhan akan terjadi bila manusia hidup di dalam dosa. Namun Allah memberi kelepasan kepada mereka yang mau melakukan tiga hal yaitu rendah hati, melaksanakan hukum-Nya dan mencari keadilan. Kerendahan hati menggambarkan kesediaan kita untuk mengakui Allah yang bertindak dalam hidup kita bukan diri kita sendiri. Hal ini tidak mudah dilakukan karena menyangkut nilai rasa dan kehormatan diri kita sendiri. Sanggupkah kita mengosongkan diri kita sendiri dan mengatakan Tuhanlah yang menolong saya sehingga saya berhasil? Melaksanakan hukum-Nya berarti kita dengan suka cita mengikuti kehendak dan perkataan Tuhan dari pada perkataan diri kita sendiri. Misalnya, kita berani menyuarakan kebenaran walaupun ada resiko yang harus kita terima.

Mengatakan kebenaran berarti melaksanakan hukum Tuhan. Ini juga kembali kepada sikap rendah hati yang mengutamakan perkataan Tuhan dari pada pandangan kita sendiri. Sedangkan mencari keadilan berarti kita mengusahakan keadilan di dalam dunia ini, artinya berjuang juga untuk keadilan orang lain. Dalam media sosial sering kita membaca postingan perilaku hidup yang tidak adil antara lain kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga, anak yang menyiksa orang tuanya, kekerasan terhadap binatang dan lainnya yang cukup memilukan hati. Untuk itu panggilan kita sebagai orang percaya, kita harus terus mengusahakan keadilan dalam masyarakat dan lingkungan kerja. Janji Tuhan, untuk sikap seperti itu adalah Dia akan melindungi kita pada hari kemurkaan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-407:4 Tuhan Kau Gembala Kami
Kehendak-Mu kami cari, ingin turut maksud-Mu. Tuhan, isi hati kami dengan kasih-Mu penuh. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasihMu. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Dimanakah Perabotan kita?


Ada seorang pengembara yang baru saja tiba di negeri timur tengah..
Orang ini mendengar ada seorang yang bijaksana di negeri itu, dan dia ingin menemui orang tersebut..

Orang yang bijaksana ini dikenal sebagai orang yang saleh dan baik hati, semua orang disitu menghormati dan mengasihi orang yang bijaksana ini, sehingga tidak sulit jika ingin menemuinya..

Setiap kali pengembara / pemuda ini bertanya dimana rumah orang yang kabarnya bijaksana itu, setiap penduduk selalu menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana yang hanya berdiri sebuah gubuk reyot..

Ketika pemuda itu mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan dia masuk kedalam..

Pengembara tersebut sangat terkejut mendapati bahwa orang yang kabarnya bijaksana itu tinggal di sebuah gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja..

Karena merasa tidak nyaman, pemuda ini bertanya kepada sang kakek itu , “Dimana perabotan rumah anda..?”

Orang tua tadi berbalik bertanya kepada pemuda itu dengan lembut, “Mana milik anda..?”

Pemuda itu terkejut ketika orang tua itu berbalik bertanya kepadanya, lalu ia menjawab “Tentu saja dirumah saya.. Saya kan sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan saya kan…”

Lalu orang tua yang bijak itu berkata “Saya juga.. Saya kan sedang merantau di dunia ini, jadi tidak mungkin saya membawanya..”

*Pemuda itu hanya terdiam

Nah..
Apakah kita sadar bahwa kita sebenarnya adalah perantau di dunia ini..?
Rumah kita berada di surga dimana Tuhan sudah mempersiapkannya bagi kita…

Namun banyak orang saat ini melupakan bahwa diri mereka adalah perantau, sehingga yang mereka sibukkan adalah mengumpulkan harta didunia ini. Padahal pada akhirnya nanti semua harta di dunia itu tidak akan bisa mereka bawa ketika tiba saatnya pulang ke rumah Bapa..

Janganlah lupakan bahwa kita adalah perantau didunia ini. Gunakanlah kekayaan duniawi ini untuk menghasilkan kekayaan Surgawi.. (Stefanus Felix)

HAKIM YANG ADIL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 – Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, i do na mangapuli au. Diganup dalan nang tung maol, tanganNa do tongtong huhaol. Ditogu togu Jesus au, tanganNa sai maniop au, Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Kor. 6:1-10 (Pagi)
Yer. 4:1-2 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 7:24
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.”

HAKIM YANG ADIL
Nas ini adalah bagian dari perkataan Tuhan Yesus kepada para Yahudi di Bait Allah yang membenci Yesus karena Yesus mengaku bahwa Dia berasal dari Allah Bapa. Dan pihak Yahudi, mereka sangat murka dengan penjelasan Yesus di Bait Allah tersebut. Dan mereka menghakimi Yesus menurut pendapat dan penilaian mereka sendiri, bukan berdasarkan apa yang tertulis di Kitab Suci. Suatu kondisi yang ironis karena mereka menghakimi Yesus hanya dari yang dilihat mereka, tanpa mendasarkan kepada Kitab suci yang mereka pakai setiap hari.

Kondisi serupa masih saja berlaku sampai zaman sekarang. Betapa banyak para ahli kitab yang menilai orang berdasarkan pemahaman mereka pribadi terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Bahkan mereka sengaja memilih ayat-ayat yang terkait dengan kejadian tersebut dan menafsirkannya menurut pendapatnya pribadi. Seakan-akan yang berbeda pemahaman dengan mereka adalah orang sesat dan harus dihakimi atau dibunuh. Bagaimanakah kita harus bersikap terhadap kondisi yang demikian? Yesus sudah memberi contoh, ketika berbicara di Bait Allah, Yesus sebenarnya sudah terancam nyawa-Nya, namun dengan tenang Dia menyelesaikan pengajarannya di Bait Allah tersebut. Jadi kitapun harus belajar dari Yesus, teruslah berbuat kebaikan dan kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan, tanpa takut dihakimi orang lain. Dan begitu juga sebaliknya, jika kita temukan teman kita atau orang lain berbuat salah dan menyalahi Firman Tuhan, maka kita wajib menegurnya dengan sopan dan menghakiminya dengan adil. Supaya orang tersebut tidak binasa melainkan beroleh keselamatan yang abadi yang daripada Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERSAMA MENDENGAR TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-257:1 – Raja Na Tumimbul
Jonok Debatanta unduk be ma hita lao marsomba tu Tuhanta. Mijur Debatanta tu tongatonganta tapahohom ma rohanta Somba ma Debata di banuaginjang na so halompoan.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 6:6-9 (Pagi)
Ul. 1:16-17 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 18:9
Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.”

BERSAMA MENDENGAR TUHAN
Ada banyak hal yang membuat orang Kristen menjadi lupa mana yang lebih penting. Pekerjaan dan kesibukan bahkan tekanan kehidupan dan kekhawatiran akan hari esok dapat membuat kita menjadi lupa untuk memilih yang terpenting, sehingga tidak menggunakan waktu dan kesempatan dengan baik untuk mendengarkan Tuhan. Kita sering hanya sibuk mengurusi hal hal yang berhubungan dengan kedagingan misalnya pekerjaan, bisnis dan mungkin terlalu banyak tersita waktu untuk media sosial, sehingga urusan terpenting dilupakan yaitu bersekutu bersama sama dengan keluarga untuk memuji Tuhan.

Nas ini merupakan pertanyaan Allah kepada Abraham “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah”. Allah menanyakan di mana istri Abraham, bukan berarti Ia (Allah) tidak mengetahui di mana Sara berada dan apa yang dilakukannya, tetapi Allah mau dan senang apabila Sara juga hadir dan mau mendengarkan perkataan Allah. Saat ini Tuhan bertanya kepada kita: “Di mana istri, suami dan anak- anakmu? Adakah mereka taat dan setia mendengarkan dan mengikut Aku? Bukan berarti Tuhan tidak mengetahui keberadaan kita, tetapi Tuhan mencari kita karena Tuhan mau dan senang apabila kita bersama-sama menggunakan kesempatan untuk mendengarkan dan memuji memuliakan Tuhan. Sesulit apapun keadaan yang sedang kita alami, pilihlah yang paling berharga dan milikilah iman yang teguh kepada Tuhan, sebab tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6a). Marilah kita menjawab pertanyaan Tuhan dengan ketaatan dan kesetiaan kita kepada-Nya yang kita tunjukkan lewat perbuatan dan sikap sehari-hari agar kita semakin memahami dan mengerti akan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:1 Ya Tuhan Tiap Jam
Ya Tuhan, tiap jam ‘ku memerlukanMu, Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh. Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan; ‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MELAKUKAN KEBENARAN DAN KEADILAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-23:1 – Jesus Hami Ro Dison
Jesus hami ro dison, asa masihangoluan. I pe ro ma Ho tuson, jala baen ma pardomuan. Ni tondiM tu tondinami, unang mampar rohanami.

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 4:1-2 (Pagi)
Yer. 22:1-5 (Malam)

RENUNGAN
Amsal 21:3
Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.

MELAKUKAN KEBENARAN DAN KEADILAN
Penulis Amsal melihat ada tindakan umat yang melenceng dari jalan Tuhan dalam hal memberikan persembahan. Umat rajin beribadah dan senantiasa memberikan persembahan di rumah ibadah. Namun mereka tidak melakukan kebenaran dan keadilan dalam kehidupannya sehari-hari. Orang lain mungkin tertipu melihat mereka dan percaya bahwa persembahan itu murni. Namun, Tuhanlah yang adalah Hakim yang Benar. Dalam konteks nas ini, jika kita sudah hidup dalam melakukan kebenaran dan keadilan, maka diri kita sendiri menjadi persembahan yang harum di mata Tuhan. Jadi kebenaran ini tentu tidak mengajarkan kita anti persembahan kepada Tuhan, sebab persembahan itupun adalah kehendak Allah. Inti dari nas ini adalah Allah yang menebus kita dari dosa dengan mengorbankan anak-Nya, menginginkan persembahan atau korban diberikan dari umatNya sebagai rasa syukur karena mencintai firman-Nya, menghidupi kebenaran dan keadilan dalam hidupnya. (Band Yes 1: 16-17).

Dalam kasus lain, kita bisa memperhatikan dialog Yesus dengan para ahli taurat tentang hukum yang utama, di mana sangat jelas Yesus menginginkan agar manusia terlebih dahulu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya. Arti mengasihi sesama di dalamnya termasuk melakukan tindakan yang benar dan adil itu lebih utama dari korban bakaran dan sembelihan (Markus 12: 29-34). Untuk itu sebagai umat yang telah ditebus, marilah kita mencintai Dia dan tetap setia melakukan kebenaran dan keadilan dalam kesaksian hidup yang nyata seperti yang diperintahkan-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-436:1 Lawanlah Godaan
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kautentang; harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEADILAN TUHAN PASTI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-10:2 – Hupuji, Hupasangap Ho
Saluhut na tinompaMi naeng sonang di rohaMu; Arian dohot borngin pe disarihon rohaMu. Nang uhum di gomgomanMi, na tigor, na sintong do i, pinuji ma goarMu.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 13:4-7 (Pagi)
Bil. 27:1-11 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 10:17-18
Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu, untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.

KEADILAN TUHAN PASTI
Orang-orang yang tertindas, terinjak dan anak yatim yang lemah selalu ada di dalam kehidupan dari masa ke masa. Sebaliknya orang fasik yakni orang yang melupakan Tuhan dan berkata “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!” (Bacalah Mazmur 10:1-6). Orang fasik selalu menindas dan menganiaya orang lemah dan menjebak orang bodoh. Bahkan orang yang dipelihara Tuhan pun akan menerima hal yang demikian. Pemazmur menggambarkan orang fasik selalu berhasil dalam tindakan-tindakannya dan seakan-akan hukum Tuhan tinggi sekali jauh dari mereka. Tetapi Allah adalah Hakim yang adil dan Pelindung orang-orang saleh.

Di dalam Mazmur 8:1-7 dinyatakan; bagi Tuhan manusia sangat berharga bahkan telah dimahkotai-Nya dengan kemuliaan dan hormat. Allah sangat mengasihi umat-Nya dan akan bertindak dengan mematahkan dan membungkam orang fasik sehinga mereka takut dan tidak berani lagi menakut-nakuti. Melalui nats hari ini, Tuhan telah mendengar keinginan dari orang yang tertindas dan menguatkan hati mereka; Tuhan juga memberi keadilan bagi anak yatim dan orang yang terinjak. Jika Allah sudah menyatakan keadilan-Nya maka bersukacitalah orang-orang yang mengandalkan Tuhan dan yang hidup dalam Kasih Karunia-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 285:1 Tuhankulah Gembalaku
Tuhankulah Gembalaku; oleh Nya ‘ku tent’ram. di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

LITURGI HKBP: “Pengakuan Dosa”


Pada poin ketiga dalam Liturgi HKBP adalah Pengakuan Dosa. Pengakuan dosa ini adalah satu kesinambungan dengan Hukum Tuhan yang sebelumnya telah disuarakan. Itu artinya fungsi Hukum Tuhan adalah sebuah cermin untuk mengetahui kelemahan dan kelalaian kita. Maka respon kita adalah tunduk dan mengakui bahwa kita manusia berdosa.

Dalam Pengakuan Dosa, perlu untuk diketahui bahwa “Pengampunan dosa itu belum terjadi”, sekalipun telah disuarakan “Janji Allah akan keselamatan”, tetapi pengampunan dosa itu terjadi pada saat “Perjamuan Kudus” dilaksanakan. Itu sebabnya liturgi HKBP haruslah dilanjutkan dengan perjamuan kudus, namun hal ini jarang terjadi, sedikitnya 2 kali dalam setahun akan dilakukan Perjamuan Kudus. Ada 4 hal yang perlu diketahui dalam pengakuan dosa ini, yaitu: 1. Konfession yaitu pengakuan akan dosa dan kesalahan yang dilakukan, sebuah pernyataan dari jemaat kepada Allah; 2. Janji Allah akan keampunan dosa kita. Yaitu pernyataan Allah bahwa kemenangan itu akan diberikan kepada orang yang percaya, sekalipun belum dinyatakan, tetapi janji itu adalah sebuah kunci bahwa orang percaya akan dimenangkan; 3. Nyanyian Malaikat. Lukas 15:10 berkata: “Demikian juga aka nada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat”. Itulah sebabnya janji Allah itu ditutup dengan nyanyian malaikat; 4. Respon jemaat mengenai pengampunan dosa yang akan terjadi dalam diri orang percaya.