Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

SAMBUTLAH KEDATANGAN RAJA DAMAI DAN ADIL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-45:1 Hosianna Anak Ni
Hosianna! Anak ni, Raja David ro tu hita. Baen ture dalanna i, asa bongot tu rohanta. Baen ma gabagaba i, di Tuhanta na ro i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 25: 6 – 9 (Pagi)
Zak. 13: 1 – 2 (Malam)

RENUNGAN
Zakharia 9: 9b
Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

SAMBUTLAH KEDATANGAN RAJA DAMAI DAN ADIL
Nabi Zakharia menyerukan agar umat Israel bersukacita dan bersorak-sorai menyambut kedatangan sang Raja Damai. Dia menyebut Raja yang datang ini bukanlah raja duniawi, bukan raja yang duduk di tahta, bukan seorang pahlawan yang revolusioner yang siap berperang secara fisik melawan musuh-musuhnya, tetapi Raja yang akan datang ini, penuh kedamaian tanpa ada melakukan kekerasan secara fisik. Raja yang akan datang itu adalah Raja yang adil dan jaya, lemah lembut dan rendah hati. Adil karena setiap mengambil keputusan dalam suatu perkara tidak melakukan berat sebelah atau berpihak tetapi memutuskan dengan adil. Lebih jelas lagi keadilan yang dilakukan bukan dengan mengorbankan orang lain, tetapi Ia berkorban demi perdamaian itu. Jaya karena keberhasilan yang diterima sebagai perbuatan yang adil. Raja ini memerintah dengan penuh kelembutannya, Allah yang berperang untuk dia. Allah yang memberikan kemenangan baginya dalam menghadapi peperangan (bnd. Kel. 14).

Raja yang datang ini tidak mengandalkan kemegahan yang disertai kereta perang atau mengendarai seekor kuda sebagai tanda untuk berperang secara fisik tetapi justru mengendarai seekor keledai sebagai tanda kesederhanaan-Nya dan simbol perdamaian. Penglihatan Nabi Zakharia tentang Raja yang Adil dan Jaya itu telah digenapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Di mana Yesus telah memberlakukan keadilan itu di dalam diri-Nya. Dia menderita, disalibkan, mati dan bangkit kembali demi untuk keselamatan umat manusia. Karena itu bagi kita sebagai orang percaya marilah kita datang dan bersukacita memuji dan memuliakan Yesus. Sukacita dapat kita alami ketika kita mengundang dan memberi tempat bagi Yesus di dalam hati kita, keluarga kita, di gereja kita dan di pekerjaan kita. Kita dipanggil oleh Tuhan mengumandangkan dan memberlakukan keadilan itu bagi semua orang. Marilah kita meninggalkan sifat-sifat yang mementingkan diri sendiri dan menanggalkan rasa benci kepada orang lain. Hal Ini menjadi tugas panggilan kita sebagai orang percaya. Sambil menyongsong kedatangan-Nya kedua kali, kita senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan Yesus, untuk menerima kedamaian dan terutama keselamatan yang kekal nantinya. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ-81: 1 O Datanglah, Imanuel
O Datanglah, Imanuel, tebus umatMu Israel yang dalam berkeluh kesah menanti Penolongnya. Bersoraklah hai Israel, menyambut Sang Imanuel!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pengharapan


Setiap kita memasuki Minggu Advent, nampaknya telah menjadi tradisi jika suasana Natal semakin semarak. Sampai saat ini menjadi fenomena! Minggu Advent adalah Tahun Liturgi yang bersambung dari Minggu Mortuorum, yaitu penantian akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Tetapi juga sekaligus sebagai penantian akan datangnya Mesias. Bukan kelahiran Yesus yang dinantikan, tetapi penggenapan akan janji Allah bahwa akan datang “Juruselamat” yang menyelamatkan dunia ini. Ada 4 Minggu di mana kita harus ber-advent. Masing-masing Minggu memiliki tema tersendiri. Pada Minggu Advent yang pertama kita akan berbicara mengenai “pengharapan”.

Warna umum yang dipakai adalah ungu, disimbolkan dengan gambar “jangkar kapal”. Setiap kapal laut yang berhenti di perairan lepas, tentunya jangkar akan dilepaskan. Hal ini untuk menjaga agar kapal tidak terbawa arus, ia tetap pada koordinatnya, sehingga jalan menuju pelabuhan tidak hilang. Dalam sebuah penantian, rasa bosan akan datang. Dalam hal ini perlu adanya pengharapan baru yang akan meneguhkan kembali iman pada penanti. Sehingga ia tidak terbawa arus dalam dunia ini.

BERBALIK DAN MENCARI TUHAN ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 173 : 1 Sai Mulak
Sai mulak, sai mulak ho naung lao jalang i
Ai nadao ho nuaeng, holang sian tuam,
O Parjalang ho, mulak mulak ma ho
Mulak mulak ma ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 5:24 (Pagi)
Bil. 16:28-33 (Malam)

RENUNGAN
Hosea 3:5
Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

BERBALIK DAN MENCARI TUHAN ALLAH
Tidak ada seorangpun manusia yang mau dikhianati. Tidak mudah menerima kembali orang yang telah mengkhianati kita. Apalagi penghianatan dan perselingkuhan dilakukan tanpa penyesalan tentu sangat menyakitkan dan melukai hati. Bagaimana pula jika berulang-ulang dilakukan? Namun, tidak demikian halnya dengan kasih Allah. Walaupun Israel tegar tengkuk dan mengkhianati Allah, Dia tidak melupakan perjanjian-Nya dengan leluhur Israel. Kitab Hosea menceritakan bagaimana bangsa Israel pada zaman keemasan dan kemakmuran namun memiliki kebobrokan moral dan spiritual yang sangat parah, yang membelakangi dan meninggalkan Allah dengan menyembah berhala. Seharusnya mereka bersyukur dan semakin dekat dengan Allah, akan tetapi mereka berkhianat kepada Allah dengan menyembah berhala.

Gambaran tentang kasih setia Allah sangat jelas dalam kehidupan Hosea. Ketika Gomer istrinya kembali melacurkan diri, Allah meminta Hosea untuk tetap mencintai dan menerimanya kembali. Melalui Hosea, Allah ingin mengingatkan bangsa Israel akan ketidaksetiaan mereka, dan memerintahkan agar mereka bertobat dan berbalik mencari Allah dengan merenungkan segala kebaikan dan kasih setia Allah. Kita sering berhianat, lebih mengasihi materi, pekerjaan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan lebih cinta kepada tawaran kenikmatan dunia. Nas ini mengingatkan kita agar datang kepada-Nya. Bila kita melihat kepada “perselingkuhan” kita, masihkah kita berani berharap bahwa Tuhan akan tetap setia untuk mengasihi kita? Betapa pun kotornya diri kita dan tidak layaknya kita di hadapan Allah namun Allah tetap mengasihi kita. Renungkanlah segala kebaikan Allah, kasih setia-Nya dan pengampunan-Nya. Tangan Allah tetap terbuka untuk setiap kita, anak-anak-Nya. Datanglah! Bertobatlah dan Berbaliklah kepada kasih Allah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No-29 : 1 Di Muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ALLAH YANG PERKASA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 772: 1. Tuhanku Do Pature Dalanki
Tuhanku do pature dalanki, Tuhanku do patiur langkangki, Sian nasa rohangki hupasahat ngolungki, Tuhanku do patiur langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 20:11-15 (Pagi)
Ratapan 3:49-58 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 3:24
Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau?

ALLAH YANG PERKASA
Pahlawan yang perkasa. Ungkapan gelar ini berlatarbelakang dari para pahlawan pada zaman dahulu yang mampu memimpin perang dan memenangkan peperangan secara gemilang, sehingga pahlawan itu disebut sebagai pahlawan yang perkasa. Demikian pula sebagai Mesias, Dia akan menjadi seorang pahlawan Allah yang mampu memenangkan “peperangan” dengan musuh utama manusia yaitu kuasa dosa. Seluruh hidup-Nya dikuasai oleh wibawa Allah yang luar biasa, baik perkataan maupun tindakan-Nya sehingga kuasa dosa dan kegelapan akan takluk di hadapan-Nya. Hanya Dia yang mampu mengalahkan kuasa kegelapan dan dosa yang menguasai dan membelenggu hidup manusia

Dalam hidup ini, tidak seorangpun yang luput dari masalah hidup. Berakhirnya satu masalah, sering disusul dengan munculnya masalah yang lain. Baik itu masalah dalam rumah tangga, ekonomi, pekerjaan, sekolah dan lain lain. Penyakit hanyalah salah satu masalah yang bisa hadir dalam hidup kita. Suatu hari seorang ayah sedang menatap kepada awan gelap yang menyelimuti langit, dia berkata kepada anak lelaki kecilnya yang berdiri tepat di sisinya, “Petugas Badan Meteorologi dan Geofisika menginformasikan bahwa akan ada badai besar yang terjadi, apakah itu membuatmu takut, John?” tanya sang Ayah. Si anak mendongakkan kepalanya ke atas dan memandang kepada ayahnya seraya bertanya,” Apakah badai itu lebih besar dari Ayah?” Nas ini mengajak kita menggantungkan hidup dan harapan kita hanya kepada Allah Bapa saja, walaupun begitu besar badai yang melanda kita, sebab Dialah Allah yang perkasa yang penuh kuasa atas langit dan bumi. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-19: 5 Tuhanku Yesus
Apa yang indah dalam dunia ini nampak dalam diri-Mu. Yang Mahaindah, Harta sorgawi, hanya Engkau, ya Tuhanku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERSYUKUR KEPADA ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 694: 1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au. Dohot na adong di au. Gogo dohot hosangki sahat ma tu tanganMi, sahat ma tu tanganMi

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 3:1-6 (Pagi)
Maz. 1:4-6 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 12:1
Pada waktu itu engkau akan berkata: “Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.

BERSYUKUR KEPADA ALLAH
Bila kita menyesal dan bertobat, Tuhan tak hanya mengampuni, tetapi juga menghibur kita. Tidak ada dosa sebesar apa pun yang tidak diampuni-Nya, bila kita sungguh menyesal dan memohon ampun. Demikian juga bersyukur kepada Allah tidak hanya diucapkan dalam doa, tetapi patut disaksikan kepada semua orang. Ini berarti sukacita yang kita terima karena anugerah-Nya jangan kita simpan dalam hati dan dinikmati sendiri, melainkan diwujudnyatakan dalam kehidupan kita kepada sesama.

Untuk itu ucapan dan nyanyian syukur kepada Allah harus tetap kita naikkan meskipun hukuman itu tetap diberikan. Ini adalah sebuah sikap yang indah ketika kita menyadari bahwa Allah senantiasa baik meskipun Dia memberikan hukuman. Allah harus diimani sebagai satu-satunya kekuatan, pengharapan, keselamatan, yang memberikan anugerah-Nya secara cuma-cuma.
Puji-pujian atau nyanyian syukur adalah respon dan sukacita kita atas keselamatan dan anugerah dari Allah. Nyanyian syukur orang beriman memberikan kepastian bahwa meskipun berbagai gangguan datang kita tidak murtad, bahkan Allah pasti mewujudkan permohonan doa kita dengan sempurna. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 287b : 1 Sekarang Bersyukur
Sekarang bersyukur, hai hati mulut, tangan! Sempurna dan besar segala karya Tuhan! Dib’ri-Nya kita pun anug’rah dan berkat yang tak terbilang, t’rus, semula dan tetap.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

AMAN BERSAMA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 462: 1. Ale Tondi Porbadia
Ale Tondi Porbadia, sai songgopi hami on. Rohanami ma paria lao mamuji Ho tongtong. Ho tongtong, Ho tongtong, lao mamuji Ho tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak. 2:14-26 (Pagi)
Yoel 3:1-3 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 31:6
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

AMAN BERSAMA TUHAN
Setiap orang pasti mendambakan rasa aman, tanpa terkecuali apapun latar belakangnya. Bagi orang tertentu bersedia membayar dengan harga yang mahal untuk mendapatkan rasa aman. Mengapa? Karena dengan rasa aman, kita dapat melakukan aktifitas kita dengan baik. Namun, meskipun diusahakan secara maksimal, tidak ada jaminan bahwa aman itu pasti terjadi. Ternyata di dalam hidup ini diakui atau tidak, ada “penguasa / pencipta” yang berkuasa sepenuhnya atas seluruh hidup. Karena itu, adalah bijaksana bagi kita sebagai ciptaan untuk mengetahui, kepada siapa kita mempercayakan rasa aman dalam hidup kita.

Di dalam hidup ini tidak selalu semua orang seiring atau sepaham dengan kita. Ada kalanya baik kita sadari atau tidak “orang lain” berniat tidak baik kepada kita dengan berbagai alasan. Misalnya, karena kita menegur kesalahannya, menyatakan kebenaran yang mungkin akan mendatangkan kerugian baginya atau karena alasan yang lain. Bahkan bagi para pemimpin, persaingan dapat menimbulkan keinginan untuk melenyapkan yang dianggap musuh atau yang menghambat tujuannya. Hal seperti inilah yang pernah dialami pemazmur Daud dalam hidupnya. Para musuhnya berniat mencabut nyawanya. Namun, pengenalannya akan TUHAN menuntun dan memampukan Daud untuk berserah hanya kepada-Nya. Dia percaya bahwa TUHAN berkuasa untuk melindungi dan membebaskan dia dari musuh-musuhnya. Bagaimana dengan kita? Kepada siapa kita berserah ketika kita menghadapi musuh atau pergumulan dalam hidup? Keputusan terbaik yang pernah dilakukan seseorang dalam masa hidupnya adalah “menyambut dan menerima Tuhan sebagai Juruselamat serta menyerahkan hidup kita kepada-Nya.” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-388: 1. S’lamat Di Tangan Yesus
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya; dalam teduh kasih-Nya aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar dari neg’ri mulia: damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya; dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MAHKOTA KEBENARAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 15: 1. Aut na Saribu Hali Ganda
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonku mamuji Debatantai. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenna i.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Pet. 3:11-14 (Pagi)
Mika 4:1-5 (Malam)

RENUNGAN
2 Timotius 4:8
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; Tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

MAHKOTA KEBENARAN
Nas ini ditulis oleh Rasul Paulus menjelang pelaksanaan hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya. Walaupun ancaman kematian telah nyata, iman Paulus tidak goyah dia tetap setia dan percaya bahwa dia akan menjadi pemenang dengan menerima “Mahkota Kebenaran” dari Tuhan. Bagaimana dengan hidup kita, apakah kita selalu setia kepada-Nya? Apakah kita selalu berdoa dan membaca firman Tuhan secara rutin? Apakah kita yakin akan mendapat Mahkota Kebenaran seperti keyakinan Rasul Paulus. Mahkota Kebenaran akan kita dapatkan apabila kita merindukan kedatangan-Nya, artinya hadiah itu tidak akan datang dengan sendiri, ada syaratnya yaitu merindukan kedatangan-Nya.

Tanda-tanda orang yang merindukan kedatangan-Nya adalah pertama: selalu rindu bersaksi, artinya kita selalu memiliki kerinduan untuk bersaksi akan segala kebaikan-Nya dan mengenalkan-Nya kepada orang di sekitarnya. Kedua: rela berkorban, artinya orang yang cinta akan Yesus akan rela bekorban. Tidak harus diminta ia akan memberikan yang berharga darinya untuk Yesus. Ketiga: Tidak meninggalkan persekutuan dengan Tuhan, artinya jangan sampai karena terlalu sibuk untuk belajar, bermain atau bekerja, kita melupakan pelayanan dan kebaktian. Kita harus mengingat bahwa Tuhan sanggup melimpahkan berkatnya untuk kita. Untuk itulah marilah kita berusaha untuk mendapatkan “Mahkota Kebenaran” dengan hidup seturut Firman Tuhan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-445: 1. Harap Akan Tuhan
Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan dalam susahmu. Jangan resah, tabah berserah, kar’na habis malam pagi merekah. Dalam derita dan kemelut, Tuhan yang setia, Penolongmu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin