Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

CARILAH TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-353:1 Di Surgo Hasonangan i
Di surgo hasonangan i, inganan na dumenggan I; tu si naeng laho muli au, asa rap dohot Jesus au.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 2:25-32 (Pagi)
Ams. 28:13-14 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 105:4
Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

CARILAH TUHAN
Mari sejenak berefleksi kehidupan kita di masa lalu. Renungkan, di saat manakah hidup kita mengalami kesulitan atau kebahagian. Di saat manakah kita merasakan adanya berkat dari Tuhan yang menyenangkan hati atau malah mendapat kesulitan dan seolah mendapat teguran dari Tuhan. Kemudian renungkan, di saat manakah kita taat atau tidak taat kepada Tuhan.

Mazmur 105 ini memanggil Israel untuk menyembah, memuji, menaati, dan mencari Tuhan (Maz. 105:1-4) karena Tuhan secara ajaib telah menuntun sejarah pribadi dan suku mereka, yang telah membuat besar dan memelihara bangsa Israel sebagai bangsa kudus yang mematuhi hukum-hukum-Nya yang benar (Maz. 105:5-45). Pemazmur bermaksud untuk, pertama: membangkitkan rasa syukur di dalam hati dan jiwa umat itu atas pemeliharaan Tuhan di dalam hidup mereka. Kedua, mengungkapkan sukacita karena memiliki tanah kudus yang dijanjikan, serta ketiga, agar terus menjaga kesetiaan kepada Dia dan firman-Nya.

Demikian pula, sebagai orang percaya kita harus menoleh ke belakang dan mengingat sejarah kehadiran Allah dalam hidup kita. Dampaknya membangkitkan rasa terima kasih dan kesetiaan yang meningkat kepada Dia, terutama karena Tuhan telah turun ke dunia dan telah menyerahkan nyawa-Nya karena kita.

Mazmur 105: 4 mengundang kita bukan hanya untuk mencari kehadiran Tuhan tetapi juga kekuatan dan kekuasaan dari kasih karunia-Nya, karena: 1.) Kita semua memerlukan kekuatan-Nya untuk bertekun dalam keselamatan, menjalankan hidup yang berkenan kepada Allah, dan bersaksi dengan kuasa Roh Kudus (Band Kis 1:8) dan, 2.) Kita harus setiap hari memandang kepada Allah dan kasih karunia-Nya, jika tidak kita akan mengalami kelemahan dan kekalahan rohani; karena itu kita harus senantiasa membangkitkan hasrat untuk senantiasa mencari Dia sungguh-sungguh dengan sepenuh hati (Band Mat 7:7-8) serta 3.) Berusaha untuk mengenal tanda-tanda kehadiran dan kuasa-Nya di dalam hidup kita dan dengan segenap jiwa kita memujiNya (Band Ul 4: 9).

BERDOA

BERNYANYI – KJ- 33:3 Suara-Mu Kudengar
Kaupanggil diriku, supaya kukenal iman, harapan yang teguh dan kasih-Mu kekal. Aku datanglah, Tuhan, pada-Mu; dalam darah-Mu kudus sucikan diriku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ACARA KEBAKTIAN ARISAN PUNGUAN DAN MARGA – Bahasa Indonesia


01. Doa di dalam hati masing-masing … amin

02. Bernyanyi KJ. No. 17 : 1 – 2 “Tuhan Allah Hadir”
1. Tuhan Allah hadir, pada saat ini, hai sembah sujud di sini. / Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia. / Marilah, umat-Nya, hati mu serahakan dalam kerendahan.
2. Tuhan Allah hadir, yang dimuliakan dalam sorga siang-malam. / “Suci, suci, suci” untuk selamanya dinyanyikan malak Sorga. / Ya Allah t’rimalah, Pujian Jemaat beserta malaikat.

03. Invocatio
L : Melalui sukacita yang dari pada Tuhan, marilah kita membuka acara ini, di dalam Nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.
J : Amin
L : Pertolongan kita ialah di dalam Nama Allah,
J : Yang menjadikan langit dan bumi.
L : Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,
J : sebab untuk selama-lamanya kasih setiaNya.
L : Hai kaum Israel, katakanlah:
J : sebab untuk selama-lamanya kasih setiaNya.
L : Tuhan di pihakku, aku tidak takut, apakah yang dapat orang lakukan terhadapku?
J : Tuhan adalah kekuatanku dan nyanyianku, Ia telah menjadi kota bentengku.
L : Haleluya! Marilah kita berdoa:
Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga! Segala pujian dan syukur kami persembahkan kepada-Mu. Sebab Engkau telah memanggil dan menetapkan kami menjadi orang yang berpengharapan melalui persekutuan ini. Sungguh kami merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup kami, sebab Engkau telah menyatukan kami dalam persekutuan Roh Kudus untuk menjadi satu. Melalui ibadah ini, kami memohon: jadikan kami layak untuk menerima kekuatan dari-Mu, agar kehidupan kami dapat mewujudnyatakan kehendak-Mu. Tuntunlah kami agar langkah dan hati kami tetap satu seperti Engkau di dalam Yesus, dan bersama-sama dengan Roh Kudus, menjadi Raja atas seluruh ciptaan-Mu, sekarang dan sampai selamanya. Amin.

04. Bernyanyi KJ. No. 253 : 1, 5 “Majulah, majulah”
1. Majulah, majulah, maju dalam t’rang permai dan nyalakanlah pelita menantikan Mempelai; sumber Hidup hanya Dia. Umat Tuhan, masuk pintuNya, majulah, majulah!
5. Tumbuhlah, tumbuhlah, tumbu dalam Tuhanmu: Roh dan Hidup kauseraplah; jangan maut kautempuh. Subur oleh kuasa Allah bagai carang hijau s’lamanya tumbuhlah, tumbuhlah!

05. Pembacaan Ayat
L : Nas bacaan dalam ibadah saat ini, tertulis dalam Pilipi 2:1-11. Marilah kita membaca secara berganti-gantian. Beginilah Firman Tuhan: Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
J : karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
L : dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
J : dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
L : Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
J : yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
L : melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
J : Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
L : Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
J : supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
L : dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! Demikian Firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Tuhan, serta memeliharanya.
J : Amin.

06. Bernyanyi KJ. No. 372 : 1 – 2 “Inginkah kau ikut Tuhan”
1. Inginkah kau ikut Tuhan? Pikul salib! Jangan bimbang, jangan sungkan: ikut Tabib! Pikullah salibmu saja, ikut terus; lihatlah mahkota Raja agung yang kudus!
2. Haruslah kausangkal diri: pikul salib! Di godaan dunia ini ikut Tabib! Pikullah salibmu saja, ikut terus; lihatlah mahkota Raja agung yang kudus!

07. Doa Syafaat

08. Bernyanyi KJ. No. 249 : 1 “Serikat Persaudaraan”
1. Serikat persaudaraan, berdirilah teguh! Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah, dikuatkan iman, Berdamai, bersajahtera, dengan pengasihan.

09. Khotbah atau Renungan

10. Bernyanyi KJ. No. 425 : 1, 3 “Berkumandang suara” persembahan
1. Berkumandang suara dari seberang, “Kirimlah cahyamu!” Banyak jiwa dalam dosa mengerang, “Kirimlah cahyamu!” Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap. Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
3. Jangan kita tinggal diam mendengar: “Kirimlah cahyamu!” Injil Tuhan haruslah kita sebar, “Kirimlah cahyamu!” Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap. Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.

11. Doa Bapa kami dan Penutup

KEHENDAK ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-12:4 Dipuji Rohangkon Do Ho
Ai ho do na margogo i Sitompa sasude. Ho do na pangoluhon i, nang marmuduhon pe.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 11:2-6 (Pagi)
Ams. 8:32-36 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 6:40
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.

KEHENDAK ALLAH
Sungguh kita harus mensyukuri nas hari ini, pada saat kita baru melewati peringatan Natal dan hendak memasuki tahun yang baru. Kembali kita disapa untuk mengingatkan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa. Apabila membaca kembali ayat 39 dan 40, kehendak Allah adalah: supaya kita tidak ada yang hilang, supaya dibangkitkan pada akhir zaman dan supaya kita beroleh hidup yang kekal. Tuhan ingin sebanyak-banyaknya manusia dapat diselamatkan. Tuhan Yesus turun dari surga dan datang ke dunia ini adalah untuk melakukan kehendak Allah Bapa (ay. 38). Dan kehendak Allah Bapa yang terpenting dan terutama adalah supaya setiap orang dapat diselamatkan.

Allah kita bukanlah Allah yang penuh murka yang ingin semua manusia binasa, melainkan juga penuh kasih di dalam Yesus Anak-Nya (Luk 19:10). Namun dibalik itu semua, ada suatu standar yang harus dipenuhi oleh manusia, yaitu Allah tidak mentolerir adanya dosa sekecil apapun. Artinya, Dia tidak menginnginkan kita jatuh lagi ke dalam dosa melainkan berusaha menjaga kekudusannya karena Allah adalah suci dan kudus.
Allah itu Kasih dan Adil. Karena kasihnya kita diselamatakan sebagaiman dibahas di atas. Akan tetapi Allah juga adil, kita mau kudus dan tidak berdosa. Oleh karena itu, walaupun Allah ingin manusia diselamatkan, ada suatu standar yang harus dipenuhi oleh manusia, yaitu hidup kudus karena Allah adalah kudus (1 Ptr 1:16). Ini menunjukkan bagian yang harus dikerjakan oleh manusia. Memang keselamatan adalah gratis oleh kasih karunia, tetapi meresponi dan mengerjakan keselamatan tersebut adalah proses perjuangan seumur hidup. Hidup kudus dan menjauhi dosa adalah dengan melihat Anak artinya mengikuti dan menuruti ajaran Tuhan Yesus. Marilah kita berdoa meminta kekuatan Roh Kudus agar kita dibimbing melawan keinginan dunia ini dan tetap taat walaupun tahun berganti sampai Dia menjemput kita.

BERDOA

BERNYANYI KJ-274:1 Bila Nanti Yesus Datang
Bila nanti Yesus datang menata intan-Nya, tiap orang yang percaya, kepunyaan-Nya. Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai intan permata di mahkota-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

NATAL: Hari Kedua


Seperti yang telah dijelaskan, bahwa setiap natal memiliki makna sendiri. Maka pada Natal hari yang kedua ini, tema sentralnya adalah mengenai kehidupan umat percaya dari generasi menuju generasi. Simbol gereja tetap bunga katsuba. Kita masih berbicara mengenai dampak dosa manusia, tetapi setiap orang yang percaya harus menjadi contoh bagi umat manusia. Itu sebabnya tanggung jawab kita bukan hanya bagi diri kita sendiri, tetapi harus juga diwariskan secara turun temurun kepada generasi yang berikutnya. Sehingga dunia yang baru tidak menjadi hancur, tetapi tetap untuk seterusnya.

Kehidupan kekelaman harus ditinggalkan, ini tugas setiap manusia, secara khusus bagi setiap keluarga. Orang tua harus mewariskan iman kepada putra dan putrinya. Dunia akan terus menarik umat percaya untuk berbuat dosa, tetapi kesetiaan (yang disimbolkan dengan dua merpati) kepada Allah akan membawa dampak, setiap orang dunia akan melihat bagaimana Kerajaan Allah berkarya. Yang pada akhirnya semua manusia akan datang kepada Yesus Kristus yang telah lahir untuk dunia. Peristiwa Natal hari kedua ini adalah lanjutan dari Natal hari pertama, yaitu pengharapan akan dunia yang lebih baik. Jangan mengurung diri dalam kegelapan, sebab di luar sana, cahaya Kristus telah bersinar. Maka sambutlah sinar tersebut dengan berkarya dan berusaha.

NATAL: Hari Pertama


Tahukah kita bahwa ada 12 Hari Natal? Setiap hari memiliki tema-tema tersendiri, yang tersusun dalam penggabungan seluruh tema. Hari Pertama adalah “merpati” yang membawa tunas, yang bertemakan tentang awal kehidupan baru. Hari kedua adalah “dua burung merpati” yang bertemakan tentang generasi manusia (simbol pernikahan). Hari ke tiga adalah “tiga ayam betina” simbol trinitas yang tetap menaungi manusia di bawah sayap-Nya. Hari keempat adalah “empat merpati yang terbang” yaitu gambaran damai yang terus dicari oleh manusia kesegala penjuru bumi (arah mata angin bagi orang Yahudi ada 4, berbeda dengan kita yang memiliki 6 arah mata angin). Demikianlah seterusnya selama 12 hari.

Pada hari pertama ini, kita diingatkan bahwa kehadiran Allah akan membawa pengharapan baru. Simbol yang dipakai adalah bunga katsuba (Pinsettia atau Euphorbia pulcherrima). Ini menggambarkan dosa manusia yang merah seperti bunga katsuba, sehingga Allah memusnahkan manusia melalui air bah. Tetapi orang yang percaya akan diselamatkan, seperti Nuh dan keluarganya yang diselamatkan Allah, dan melalui merekalah kehidupan baru akan dinyatakan Allah. Demikianlah orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan diselamatkan melalui Putra-Nya. Dari dari orang percaya tersebutlah akan dibentuk Israel yang baru sebagai bangsa Allah yang telah ditebus

Christmas Vigil – Christmas Evening


Menarik jika kita mempertanyakan “mengapa tanggal 24 Desember sudah dirayakan Natal? Bukankah tanggal tersebut masih dalam lingkaran Advent yang ke-empat?” Hal ini tidak terlepas dari tradisi penanggalan Yahudi, di mana pergantian hari tidak terjadi pada pukul 12 malam, tetapi terjadi pada pukul 6 sore. Itu sebabnya perayaan Natal dimulai pada tanggal 24 Desember malam. Dalam perayaan Natal Eve ini, kita diingatkan kembali peristiwa besar yang mengubah pola pikir umat percaya. Kelahiran Yesus bukanlah penggenapan janji keselamatan Allah, tetapi tanda penggenapan itu telah nyata.

Kelahiran Yesus berdapak pada pengharapan yang kuat bagi setiap orang yang percaya, bahwa dunia tidak akan dimusnahkan, tetapi akan diselamatkan. Itulah sebabnya simbol dari Malam Natal ini adalah “Yesus dalam palungan yang dinaungi oleh pelangi dengan tiga warna”. Sebuah makna yang sangat dalam, dimana pengharapan akan dunia baru telah nyata. Gambar ini mengingatkan kita akan peristiwa air bah yang menghancurkan seluruh kehidupan, namun kehidupan baru telah dimulai, sebab Allah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan dunia ini, dan janji tersebut dinyatakan Allah melalui pelangi. Penyelamatan Allah nyata pada bayi Yesus Kristus yang akan menyandang tiga jabatan, yaitu: Raja, Nabi dan Imam, yang digambarkan dalam tiga orang Majus.

DAMAI


Ini adalah Minggu terakhir dalam masa Penantian (Advent). Pada Minggu ini kita akan berbicara mengenai Damai dan Sejahtera, yang disimbolkan daun yang rindang pada dahan pohon. Dalam minggu ini kita diingatkan kembali nyanyian malaikat yang berkata: “damai di bumi, di antara orang yang berkenan kepadaNya”. Sebuah nyanyian yang dikumandangkan para tentara surga. Nyanyian ini adalah pengingatan akan tugas mulia setiap manusia yang percaya. Kedamaian akan terjadi jika setiap orang percaya mengusahakannya, bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi oleh karena perbuatan iman.

Pada Minggu ini kembali diingatkan akan niat dan tekad setiap orang yang percaya, agar pola kehidupannya dipatrikan pada hukum Allah sebagai pedoman. Ketika kita menantikan kedatangan Yesus yang kedua kalinya, tentu kita tidak dapat hanya berpangku-tangan, tetapi harus berkarya dan berbuat. Setiap orang percaya harus membawa damai kemanapun ia pergi. Dengan demikian kehidupan kita memiliki makna. Kedamaian tidaklah datang dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan dan diupayakan. Inilah hakikat keberadaan orang yang percaya kepada Yesus Kristus.