Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Ditanggung Dan Dipikul


BERNYANYI BE-15:1 Aut Na Saribu Hali Ganda
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonku mamuji Debatantai. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenna i

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ulangan 16:18-20
Malam: Mazmur 11:4-7

RENUNGAN
Tetapi sesunguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya dan kesengsaraan kita yang dipikulnya. Yesaya 53:4a

Ditanggung Dan Dipikul
Asuransi kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat sekarang ini adalah BPJS Kesehatan. Pertanggungan asuransi kesehatan tersebut memungkinkan setiap orang yang masuk ke emergensi rumah sakit tidak ditolak lagi karena ketidaktersediaan uang muka yang besar. Betapa sengsaranya keluarga terlebih penderita sakit yang seharusnya mendapat pertolongan namun justru dibiarkan begitu saja tanpa pertolongan. Untuk itu pemerintah hadir menanggung penyakit rakyatnya dan sekaligus memikul kesengsaraan mereka.

Alkitab bersaksi bahwa pemerintah yang ada di dunia ini berasal dan ditetapkan oleh Allah. Allah itu juga yang mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus untuk menanggung penyakit kita dan sekaligus memikul kesengsaraan kita. Jauh lebih besar apa yang diperbuat oleh Kristus untuk menanggung penyakit dan memikul kesengsaraan kita apabila dibandingkan dengan apa yang diperbuat oleh pemerintah dengan rumah sakitnya. Sakit dan kesengsaraan manusia yang disembuhkan oleh dokter rumah sakit berada di luar dirinya, yaitu dengan obat-obatan. Sedangkan Kristus menyembuhkan kita dari penyakit dan kesengsaraan, yaitu dosa dengan mengorbankan diri-Nya sendiri di kayu salib. Upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal (Roma 6:23). Dosa yang telah ditanggung dan dipikul oleh Kristus jauh lebih besar dari sekedar sakit dan sengsara yang secara medis disembuhkan oleh dokter. Terpujilah Tuhan oleh karena pengorbanan-Nya terhadap dosa sehingga kita memperolah hidup yang kekal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-3: 4 Kami Puji Dengan Riang
Mari kita pun memuji dengan suara menggegap,
menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap.
Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang,
Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Setia Dalam Iman


BERNYANYI BE-11:1 Aha Ma Endehonongku
Aha ma endehonongku, asa pujionku Ho, ale Tuhan Debatangku, sai urupi au gogo. Ai ndang tarpajojor ahu, asi ni rohaM di ahu. Ala ni hupuji Ho, tung marribu hali do.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Lukas 8:16-21
Malam: Ayub 42:10-17

RENUNGAN
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Markus 13:26

Setia Dalam Iman
Kebanyakan orang memang lebih memikirkan jalan hidup dan kebutuhannya sendiri daripada setia dalam iman. Ada banyak orang berusaha agar hidup lebih baik dan nyaman. Sedangkan apa yang akan terjadi terhadap Yesus dengan penderitaan-Nya dianggap tidak penting. Tetapi Yesus mempertegas, bahwa hal ini akan terjadi dan orang-orang tidak sigap, maka kemalangan yang akan menimpa. Yesus menegaskan “masa itu. . .matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak akan bercahaya, . . kuasa-kuasa langit akan goncang” (ayat 24-25). Bukankah ini bisa membawa kebinasaan? Dan waktu kebinasaan itu juga akan dialami Anak Manusia, dan maut pun akan dialami-Nya. lni keadaan yang sangat mengerikan, orang akan menjadi takut dan bisa saja orang tidak dapat bertahan dan menyangkal imannya.

Tetapi bagi orang percaya, yang berjaga-jaga dan menanti-nantikan kedatangan-Nya akan melihat Tuhan datang dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya (ayat 26; bdk Wahyu 1:7). Bagi orang yang percaya dan setia kepada Yesus, waktu kedatangan itu akan merupakan sebuah perayaan yang penuh sukacita. ltu saat “Tuhan” datang dan menyatakan kemenangan-Nya. Dan kalau ini dimaksudkan waktu penebusan dosa melalui kematian-Nya, maka kebangkitan Yesus adalah waktu kedatangan-Nya kembali itu. la akan mengalahkan kuasa dosa dan maut, dan la akan bangkit dalam kuasa dan kemuliaan-Nya yang sempurna. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446: 1 Setialah
Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat. Setialah, sokongan-Nya tentu di jalan yang berat. ‘Kan datang Raja yang berjaya menolong orang yang percaya. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Yesus Tak Pernah Berubah


BERNYANYI BE 227:1 Jesus ngolu ni
Jesus ngolu ni tondingku.
Ho do haporusanki.
Gok di Ho nama diringku.
Ro di nasa langkangki

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Efesus 6:10-20
Malam: Roma 1:1-7

RENUNGAN
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Ibrani 13:8

Yesus Tak Pernah Berubah
Manusia mudah berubah. Suami yang dulunya sabar kini mulai kasar. Istri yang dulunya pendiam kini suka ngomel. Tak ada jaminan bahwa manusia yang kita kenal akan tetap sama setahun, lima tahun, atau sepuluh tahun kemudian. Tetapi Tuhan Yesus tidak berubah dari dahulu, sekarang dan selama-lamanya. Apa yang sama? Pertama, kuasa-Nya tetap sama. Kuasa Allah dinyatakan sejak pertama kali dunia ini dijadikan. Dan Yesus yang sama pula yang sekarang ini kita sembah adalah Allah yang berkuasa. Dia sanggup melepaskan kita dengan kuasa-Nya. Kedua, janji-Nya tetap sama. Apa yang pernah dijanjikan tidak akan dilupakan atau dilalaikan. Yang terpenting sekarang adalah percaya kepada firman-Nya itu adalah ya dan amin. Dia berjanji menyelamatkan kita (Roma 10:13; Yohanes 6:37); Dia berjanji mencukupi kebutuhan kita (Filipi 4:19; Matius 6:25-34); Dia berjanji memuaskan kita (Yohanes 4:13; 14; Mazmur 107:9); Dia berjanji menjaga kita (1 Petrus 1:5; Yohanes 10:28). Ketiga, pribadi-Nya tetap sama. Saat dunia diciptakan dan Yesus bersama-sama dalam penciptaan itu adalah Tuhan yang sama yang sekarang ini berada dalam hidup Anda.

Bila kita berdoa, maka kita bercakap-cakap dengan Pribadi yang dahulu juga bercakap-cakap dengan Abraham, Musa, Daud, Daniel, dan nabi-nabi lainnya. Pribadi-Nya: kasih-Nya, terang-Nya, kehidupan-Nya, dan keilahian-Nya adalah sama sejak dahulu sampai sekarang dan selamanya. Kita mempunyai Allah yang tidak berubah. Orang Kristen dapat mempercayai-Nya seratus persen dan tidak perlu ragu terhadap janji-janji-Nya. Apabila bangsa Israel pernah ditolong dan dilepaskan dari tentara Mesir, maka saat ini juga Ia sanggup menolong dan melepaskan kita dari segala persoalan.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 4:1. Hai Mari Sembah
Hai mari sembah Yang Mahabesar, nyanyikan syukur dengan bergemar. Perisai umat-Nya, Yang Maha esa,
Mulia nama-Nya, takhta-Nya megah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pertobatan


BERNYANYI BE 223:2 Husomba Ho Tuhan
Uju na lilu, dao sian Ho. Sai dilului Ho au. Laos jumpang do. Ala ni holong do rohangkinon di Ho. Sai lam gandai holong tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 62:2-5
Malam: Yesaya 43:1-6

RENUNGAN
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Lukas 19:10

Pertobatan
Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai, yang bekerja pada pemerintahan Romawi. Ia menjadi kaya dari pekerjaannya karena memungut lebih dari yang seharusnya. Dia dibenci oleh orang banyak karena ketamakannya dan tidak seorangpun mau berteman dengannya karena dia dianggap sebagai seorang pendosa yang harus dijauhi. Berbeda dengan orang banyak, Yesus justru memanggil nama Zakheus dan menyuruhnya turun dari atas pohon karena Dia mau menumpang di rumahnya (Luk. 19:5). Zakheus sangat bersukacita dan berkata: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (Luk. 19:6).

Kita sering menghakimi orang lain akan kesalahannya tanpa kita sendiri menyadari bahwa kita pun adalah orang yang penuh dosa. Kita sering menganggap diri kita lebih suci daripada para koruptor, pencuri, pembunuh dan lain-lain., yang secara hukum dapat dibuktikan kesalahannya. Bagaimana dengan dosa kita sendiri? Seberapa jauh kita merenungkan dosa-dosa kita, bahkan keinginan-keinginan jahat yang baru ada di dalam hati dan pikiran kita? Besar dan kecil dosa yang kita lakukan bukanlah ukurannya. Mari tunduk dan berdoa kepada Tuhan, memohon ampun untuk segala dosa dan pelanggaran kita yang sudah mendukakan hati Tuhan dan berjanji untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, sebab “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi” (Amsal 28:13).

BERDOA

BERNYANYI KJ. 460:1 Jika jiwaku berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya
Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Allah Menuntun UmatNya


Keluaran 33:12-17

Setelah Bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, maka Allah kembali menuntun bangsa Israel ke tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian bukanlah perjalanan yang mulus dan aman tetapi perjalanan yang sangat panjang yang mengalami banyak tantangan, ancaman dan bahaya, seperti adanya musuh dari bangsa sekitarnya yang berusaha untuk menaklukkan mereka, demikian juga dalam perjalanan sangat melelahkan dengan terik matahari, hujan, kurang air, kurang makanan dan beberapa penyakit yang mereka alami. Tetapi yang menarik adalah selama diperjalanan Allah tidak pernah meninggalkan mereka sebagai umat pilihanNya, Allah selalu setia untuk mengasihi, menyertai dan menuntun mereka selama di perjalanan. Bahkan mereka sebelum keluar dari perbudakan Mesir, Allah sudah mendengar seruan mereka: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umatKu di tanah Mesir dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke sesuatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya” (Keluaran 3 : 7-8a). Baik Musa maupun bangsa Israel sudah benar-benar merasakan kasih karunia Tuhan dan penyertaanNya bagi mereka, tetapi karena mereka masih dalam perjalanan ke tanah perjanjian, Musa masih meminta petunjuk dan pernyertaan selama di perjalanan. Ternyata permintaan Musa ini didengar oleh Allah, dimana Allah berfirman :

Baik Musa maupun bangsa Israel sudah benar-benar merasakan kasih karunia Tuhan dan penyertaanNya bagi mereka, tetapi karena mereka masih dalam perjalanan ke tanah perjanjian, Musa masih meminta petunjuk dan pernyertaan selama di perjalanan. Ternyata permintaan Musa ini didengar oleh Allah, dimana Allah berfirman : Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketentraman kepadamu (ayat 14). Hal ini juga sudah difirmankan Allah setelah keluar dari perbudakan Mesir, sebagaimana Allah berfirman: “Kamu sendiri telah melihat apa yang kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu diatas sayap raja wali dan membawa kamu kepadaKu. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firmanKu dan berpegang pada perjanjianKu, maka kamu akan menjadi harta kesayanganKu sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi (Keluaran 19:4-5). Musa dan bangsa Israel sangat menyadari keterbatasan, kekurangan, kelemahannya selama diperjalanan, karena itu mereka tidak mengandalkan akan kuasa, kepintaran, kekuatan yang mereka miliki, tetapi benar-benar menyerahkan diri hanya kepada Tuhan, agar Tuhan menuntun dan campur tangan dalam segala perjalanan yang mereka alami.

Demikian juga dalam perjalanan hidup kita di tahun 2019 ini, yang pasti sudah ada rencana apa yang harus kita lakukan di tahun ini, baik secara pribadi, keluarga, gereja, dan bangsa kita ini. Tentu dalam rencana dan tugas-tugas yang kita lakukan tahun ini bukan selamanya bisa menjalani dengan mulus dan rata tetapi selalu ada hambatan, tanah yang berbatu-batu, bukit yang terjal yang kita alami, yang membuat kita bisa tidak bedaya. Karena itu penting kita mencontoh kehidupan Musa dan bangsa Israel yang meminta pertolongan dan petunjuk dari Tuhan menuju tanah perjanjian.

Marilah kita percaya dan mempercayakan diri hanya kepada Tuhan dan menyerahkan segala rencana kita kepadaNya agar Tuhan campur tangan dan menuntun perjalanan hidup kita di tahun ini. Kiranya Tuhan menyertai dan menolong kita dalam segala aktifitas yang kita lakukan. Amen.

Pdt. Rahmat Lumbantobing

Melayani Bukan Dilayani


BERNYANYI BE-262:1 – Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan. Sitompa sasude, silehon hangoluan. Sai lehon ma di au, pamatang na hipas
Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Keluaran 19:1-15
Malam: 1 Petrus 2:5-9

RENUNGAN
Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Matius 20:28

Melayani Bukan Dilayani
Ciri khas iman Kristen adalah melayani. Melayani adalah perintah Tuhan, karena itulah teladan utama Tuhan Yesus datang ke dunia. Melayani melalui pengorbanan diri-Nya di kayu salib untuk menjadi tebusan bagi dosa manusia. Melayani (diakenein) menggambarkan tindakan untuk melayani setiap orang yang membutuhkan dengan penuh kasih dan tanggung jawab. Melayani dengan rendah hati dan tunduk pada Tuhan. Ucapan Yesus sangat kontras dengan konsep dunia, sebab Tuhan Yesus berkata, siapa yang ingin jadi besar haruslah melayani.

Bagaimana sikap dunia saat ini? Sikap dunia adalah minta dilayani. Pemimpin yang mentalnya dilayani berlawanan dengan ajaran Tuhan Yesus. Kita dipanggil bukan dilayani, tetapi melayani. Mental melayani hendaknya menjadi karakter setiap orang percaya. Melayani berarti rela dan taat pada perintah Tuhan, menyangkal diri, proaktif, hidup sederhana,dan tidak borus dan pelit, namun mengasihi dan suka berkorban. Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani apapun pekerjaannya. Melayani dengan mental setia, jujur dan sungguh-sungguh. Melalui renungan ini, kita dipanggil agar tahun 2019 ini kualitas pelayanan kita makin meningkat. Disiplin rohani kita khususnya dalam doa dan kerinduan belajar Firman Tuhan hendaknya meningkat. Doa dan Firman Tuhan menjadi energi supranatural dalam mewujudkan pelayanan yang handal dan berkenan bagi Tuhan. Jika Kristus telah memberikan hidup-Nya untuk melayani kita, maka sebagai ucapan syukur dan kasih kita pada Dia, marilah kita melayani lebih sungguh-sungguh dan setia. Soli Deo Gloria. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:4 Ingat akan nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tuhan Sumber Pengharapan


BERNYANYI BE-227:2 Jesus ngolu ni
Lam tangkas ma patuduhon
Tu au on panghophopMi
Asa i huhalungunhon
Hot ma au dilambungMi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Matius 17:1-13
Malam: 1 Timotius 2:5-7

RENUNGAN
Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap. Matius 12:21

Tuhan Sumber Pengharapan
Nas ini adalah nubuatan Nabi Yesaya untuk memberitakan kesembuhan bagi bangsa-bangsa. Jadi jauh sebelum Yesus berkarya, Nabi Yesaya sudah menubuatkan akan apa yang dilakukan Yesus sebagai Juruselamat selama hidup-Nya dan nyatalah bahwa Dialah satu-satunya Tuhan tempat kita berharap. Di masa awal tahun 2019 ini tentunya kita masih penuh dengan harapan akan hal-hal yang lebih baik terjadi dalam hidup kita, ada yang berharap dapat anak, dapat cucu, dapat jodoh, dapat pekerjaan, dapat lanjut ke Perguruan Tinggi Negeri, dapat rumah, dapat kesembuhan dari sakit, dapat rezeki yang cukup, dapat promosi jabatan, dan dapat apa yang sedang diimpikan. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah “Apakah tahun ini aku bisa mewujudkan harapan tersebut?” Jawabannya pasti berbeda pada setiap orang, ada yang dapat dan ada juga yang belum dapat. Namun apapun jawabannya, yang terpenting adalah kita sudah melakukan hal yang benar di mata Tuhan, yaitu Tuhan mau kita selalu berharap hanya pada-Nya. Tentunya hal ini tidak gampang dilakukan, karena terkadang himpitan dan tekanan permasalahan hidup ini, membuat manusia panik dan tidak sabar terhadap jawaban Tuhan, dan malah mengambil jalan lain yang pada akhirnya mencelakakan hidupnya sendiri bahkan keluarganya juga.
Jadi marilah kita melatih diri kita untuk tetap melakukan segala pekerjaan yang baik di mata Tuhan, dan selalu bersyukur dan berharap pada-Nya. Dalam Yeremia 17:7 dikatakan: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No.19:1. Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, Bahagia aku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin