Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Bersaksi Tentang Kristus


BERNYANYI BE-14:1 Puji Hamu Jahowa Tutu
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Timotius 2:8-13
Malam: Yesaya 40:17-19

RENUNGAN
Sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 1 Korintus 1:6

Bersaksi Tentang Kristus
Bersaksi tentang Kristus sebenarnya bukanlah sebuah pilihan tapi perintah. Artinya semua orang Kristen harus menjadi saksi-Nya. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk bersaksi. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita,” (band. 2 Tim 1:7-8).

Salah satu syarat mutlak untuk bersaksi tentang Kristus adalah harus memiliki kehidupan kekristenan yang kuat dan bertumbuh. Kehidupan kita harus menjadi “saksi terbuka” yang dapat “dilihat dan dirasakan” oleh banyak orang. Oleh karena itu “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Tim 4:12b). Dengan kebenaran dasar sebagai landasan pribadi yang kuat secara Kristen, kita tidak gentar sedikit pun dan dengan tegas berkata saat bersaksi. Dan ketika kita menjadi teladan bagi orang lain, saat itu pula kita sedang bersaksi dan nama Tuhan dipermuliakan. Dampak bersaksi tentang Kristus secara langsung adalah Gereja bertumbuh, banyak jiwa diselamatkan, dan kita akan menerima upah sorgawi. Oleh karena itu, bersaksilah sebagai gaya hidup sehari-hari. Jika ada orang Kristen yang tidak pernah bersaksi, ia sama seperti ranting yang kering dan tidak berguna. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-427: 1 ‘Ku Suka Menuturkan
‘Ku suka menuturkan cerita mulia, cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya. ‘Ku suka menuturkan cerita yang benar, penawar hati rindu, pelipur terbesar. ‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Iman Membawa Keselamatan


BERNYANYI BE-183:3 Na Jumpa Au
On pe holan asi ni roha sipangasa-hononhon i. Sipujionku do Jahowa, dung ro na pamanathon i. Unduk huhut las rohangki. Mamuji asiroha i. Mamuji asiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yohanes 1:35-42
Malam: Matius 6:24-34

RENUNGAN
“Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” Lukas 7:50b

Iman Membawa Keselamatan
Iman adalah “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11:1). Ini berarti Iman bukanlah sesuatu yang bisa kita ciptakan supaya menjadi ada. Juga, bukan sesuatu yang lahir bersama-sama dengan kita. Iman juga bukan hasil dari ketekunan seseorang dalam belajar atau mengejar kerohanian. Iman itu bersumber dari Tuhan Allah melalui firman-Nya yang Kekal. Jadi Iman merupakan sarana penghubung atau jembatan memperoleh anugerah keselamatan dari Kristus Jesus. Manfaat iman buat orang percaya adalah membawa keselamatan (lukas 7:50b), dan Iman merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan anugerah keselamatan (Efesus 2:8-9), tanpa iman mustahil orang dapat berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6), tanpa iman kehidupan rohani akan mati (band.Roma 1:17).

Selain dari memiliki Iman kita orang Kristen juga dituntut untuk melakukan perbuatan yang baik, bermoral yang baik. Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (Yakobus 2:17). Itu sebabnya orang yang benar-benar yang sudah berada dalam Kristus, akan seperti benih yang sudah memiliki hidup, yang bertumbuh dan berbuah, dan pasti akan mempunyai kelakuan yang baik dan supaya kita bisa mendapat keselamatan lewat iman kita harus meninggalkan hidup lama dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan Tuhan menurut kehendak Allah didalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (band. Efesus 4: 22, 24). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-426: 1 Kita Harus Membawa Berita
Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap. Tentang kebenaran dan kasih dan damai yang menetap, dan damai yang menetap. Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang. Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Allah Penyelamat Yang Sejati


BERNYANYI BE-557:1 Dao Dumenggan
Dao dumenggan, asi ni rohaM. Dao ummarga sian ngolungkon. Sai pujionku ma Ho Tuhanku, Dao ummarga, asi ni rohaM.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kolose 3:12-17
Malam: Kejadian 3:1-7

RENUNGAN
Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati. Mazmur 7:11

Allah Penyelamat Yang Sejati
Tuhan Yesus adalah Juruslamat yang sejati, Ia menebus dosa manusia. Hal ini dilakukan-Nya oleh karena kasih karunia dan belas kasihan-Nya yang tulus untuk membebaskan belenggu-belenggu dosa manusia, tanpa meminta balas budi, selain menjalankan firman-Nya dan mentaati-Nya.
Dalam Mazmur 5 : 13 dinyatakan, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar ya Tuhan, Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai”. Demikian juga Efesus 6:16 dinyatakan “Di dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat”. Kedua nas ini mau menyatakan bahwa Tuhan Allah senantiasa menjadi penyelamat yang sejati. Jadi segala sesuatu pertolongan datangnya dari Tuhan Allah,

Di dalam Kisah Rasul 16 : 31, dinyatakan “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu”. Ini berarti orang yang tulus hati dan jujur serta orang pembawa damai akan ada masa depan. Marilah kita dengan iman yang kuat, kehidupan kita dipenuhi dengan hati yang jujur, hati yang tulus ikhlas dan perbuatan yang benar, maka kita akan beroleh kehidupan yang selamat dan sejahtera abadi, kekal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-388:1 S’lamat Di Tangan Yesus
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya; dalam teduh kasihNya aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar dari neg’ri mulia: damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya; dalam teduh kasihNya aku bahagia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berkata Benar Dan Jujur


BERNYANYI BE-4: 1 Sai Puji Debata
Sai puji Debata dibaen asi rohaNa. Huhut tongtong basa di nasa tinompaNa. Ria ma hita be mamuji Debata; Ai sesa do nuaeng dosanta i dibaen

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yosua 1:8-11
Malam: Ulangan 5:1-5

RENUNGAN
Inilah yang harus kamu lakukan: “Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. Zakharia 8:16b

Berkata Benar Dan Jujur
Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali mendengar orang berkata, “Zaman sekarang ini mana ada orang jujur? Orang jujur akan hancur!” Demikianlah kejujuran seperti barang langka dan teramat mahal harganya sekarang ini. Karena tuntutan ekonomi orang mengorbankan nilai-nilai kejujuran dalam hidupnya. Karena ingin mengeruk laba sebesar-besarnya orang memilih tidak jujur daripada harus berbuat benar.

Arti kata jujur adalah lurus hati, tidak berbohong, tidak curang (dalam permainan atau mengikuti aturan yang berlaku). Jujur berarti ya adalah ya, atau tidak adalah tidak. Sedangkan lawan dari jujur adalah dusta atau bohong. Berkata dusta berarti apa yang dikatakan bibir berbeda dengan isi hatinya, alias berkata ‘ya’ padahal di dalam hatinya berkata ‘tidak’. Firman Tuhan mengajarkan: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37). Sebagai orang percaya berkata jujur atau menjadi orang yang benar adalah harga mutlak. Kalau dalam hati ‘tidak’ tetapi yang keluar dari mulut ‘ya’ berarti kita sudah tidak jujur, alias berdusta. Alkitab menyatakan bahwa dusta adalah sifat dan perbuatan dari Iblis. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran …” (bdk. Yohanes 8:44). Kalau kita tetap saja suka berdusta atau berbohong berarti kita sedang meneladani Iblis . Maukah kita ini disebut sebagai anak-anak Iblis? Tentu saja tidak! Oleh karena itu berusahalah untuk selalu berkata jujur dan benar mulai dari sekarang.Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-445: 1 Harap Akan Tuhan
Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan dalam susahmu. Jangan resah, tabah berserah, kar’na habis malam pagi merekah. Dalam derita dan kemelut, Tuhan yang setia, Penolongmu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Kuasa Allah Yang Menghidupkan


Markus 1:21-28

Yesus memulai tugas pelayanan-Nya, setelah terlebih dahulu, Dia menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis dan berpuasa di padang gurun selama 40 hari lamanya. Pada pelayanan Yesus, Dia mengajar, memberitakan firman Tuhan, dan menyembuhkan orang sakit. Berita ini terangkum dalam buku keempat Injil. Dalam perikop ini merupakan kisah-kisah awal yang diceritakan Markus tentang pelayanan Yesus. Tema sentral pada perikop ini adalah perihal sifat dan otoritas Yesus (exousia) yang ada pada diri-Nya, yang terlihat pada saat dia mengajar dan mengusir roh jahat. Dalam penjelasan Luther mengenai pasal Pengakuan Iman Rasuli, kita mengaku bahwa “Yesus Kristus adalah Allah sejati, yang lahir dari Bapa dari zaman kekekalan, dan juga manusia yang lahir dari perawan Maria.” Karena kesatuan pribadi kodrat ilahi dan manusiawi di dalam Kristus, sangat tepat mengatakan bukan saja bahwa “Kristus adalah Allah” (Bnd. 1Yoh. 5:20) dan “Kristus adalah manusia” (Bnd. 1Tim. 2:5), melainkan juga menyebut Dia “Orang ini adalah Allah” atau “Anak Manusia adalah Anak Allah” (Bnd. Mat. 16:13-17), dan “Allah adalah Manusia” (Bnd. Yoh. 1:14). Oleh karena itu, Dia memulai pelayanan-Nya dengan kuasa dan otoritas Allah itu terpancar dari Diri-Nya, yang seringkali Dia mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit, mengampuni dosa yang semuanya itu berasal dari otoritas Allah sendiri.

Pada minggu Ephipanias ini, melalui perikop ini, kita melihat kuasa Yesus Kristus yang mengatasi setiap kuasa kegelapan, permasalahan, pemberi pencerahan dan kuasa yang menghidupkan. Dia memberitakan Injil untuk memberikan pencerahan, menguatkan iman, menyembuhkan, menghidupkan dan pertobatan bagi yang belum percaya. Kuasa Tuhan Yesus inilah yang sangat ditekankan kepada kita pada masa Epiphanias ini.

Pada hari Sabat Yesus bersama para murid mengajar di Sinagoge, di daerah Kapernaum. Sinagoge merupakan tempat orang Israel untuk belajar hukum taurat dan firman Tuhan. Ada kelas-kelas dengan tahapan umur dan ada bahan-bahan tertentu sesuai dengan kelas dan tahapan yang telah dilalui. Para murid dan Yesus masuk ke Sinagoge dan mengajar. Kesan para pendengar pada waktu itu adalah: mereka takjub terhadap pengajaran Yesus sebab Ia mengajar sebagai orang yang berkuasa. Kata yang dipakai untuk menyebut orang yang berkuasa adalah exousia yang artinya orang yang memiliki otoritas, kuasa, kekuatan bukan sekedar orang yang menjalankan sesuatu dan kepadanya diberi kuasa. Perbedaan antara model pengajaran Yesus dengan ahli taurat adalah otoritas pengajaran ahli taurat tergantung pada pengetahuan mereka dan kepatuhan terhadap tradisi-tradisi yang berlaku pada waktu itu. Sedangkan Yesus mengajar dengan otoritas Allah, seperti yang telah disebut di atas, bahwa Dia adalah Manusia sekaligus Tuhan. Otoritas Allah itu pun melekat pada-Nya.

Injil Markus tidak memberikan apa yang menjadi isi pengajaran Yesus, tetapi kita dapat menemukan contoh perbedaan antara pengajaran Yesus dan pengajaran para ahli Taurat di tempat lain dalam tradisi Injil. Misalnya, dalam Markus 12: 35-37, Yesus bertanya mengapa para ahli Taurat mengatakan bahwa Mesias adalah Anak Daud ketika Alkitab menunjukkan bahwa Daud menyebut Mesias sebagai “Tuan.” Alkitab sendiri menyatakan bahwa penafsiran tradisional para ahli Taurat itu tidak memadai. Yesus secara tidak langsung memberikan penafsiran bahwa yang dimaksud Raja Daud adalah diri Yesus sendiri. Artinya, Dia dengan otoritas-Nya sanggup mengklaim hal yang seperti itu. Begitu juga saat Dia mengatakan runtuhkanlah Bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali (Mrk. 14:58, Yoh. 2:19, Mat. 26:61). Selain itu, pernah ada orang yang bertanya pada Yesus perihal kuasa yang ada pada-Nya “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” (Markus 11:28-30) dan Dia tidak segera menjawab tapi dengan kuasa Allah, Dia mengajar kepada sebuah jawaban yaitu kepada kuasa Allah.

Pada bagian selanjutnya, fokus pada otoritas Yesus berlanjut. Yesus mengusir roh jahat dari seseorang yang merasukinya saat berada di Sinagoge. Roh jahat itu mengenal siapa Yesus, dia menyebut Yesus dengan ungkapan “Yang Kudus dari Allah.” Dan sepertinya roh jahat itu terusik dengan kehadiran dan pelayanan Yesus. Ungkapan “kami” yang disebut roh jahat itu menunjukkan kelompok si Iblis yang menyesatkan dan membuat manusia semakin hidup dalam kegelapan menjadi ketakutan terhadap kehadiran Yesus, tentu mereka tahu otoritas yang ada pada diri Yesus sendiri. Yesus dengan otoritas yang ada pada-Nya menghardik dan menyuruh agar roh jahat itu keluar dari diri orang itu. Teguran Yesus (epetimēsen) dan perintah untuk “diam” (phimōthēti) dalam Markus 1:25 sejajar dengan teguran Yesus (epetimēsen) yang disampaikan kepada angin ribut untuk diam (Mrk 4:39). Orang-orang yang melihat itu heran dan bertanya-tanya siapakah Yesus sehingga angin ribut pun tunduk dan taat pada-Nya. Begitu juga dengan roh-roh jahat semuanya tunduk juga kepada Yesus.
Apa yang dilakukan Yesus ini disebut mereka yang menyaksikannya adalah sebuah ajaran baru. Ajaran Yesus ini bisa kita gambarkan dengan ungkapan Yesus pada Markus 2:22 yang menyebut “Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.” Yesus membawa pembaruan dengan cara menggenapi-Nya dan Dia telah mencurahkan “anggur-Nya” demi banyak orang.

Otoritas Yesus terletak pada Diri-Nya yang termanifestasi juga melalui kata-kata-Nya dan perbuatan-Nya. Yesus menggunakan wewenang-Nya untuk melayani dan memuliakan Tuhan Allah (Mrk. 10:41-45). Otoritas dari Allah berbeda dengan otoritas yang ada dari bumi ini. Otoritas dari Allah selalu melakukan kebenaran dan kebaikan berdasarkan kehendak Allah. Sedangkan otoritas dari dunia ini atau si Iblis selalu membawa perpecahan, kepentingan si Iblis dan kematian. Dan masih banyak lagi yang bisa kita lihat beda dari kedua otoritas itu. Dan yang terutama lewat kematian dan kebangkitan Yesus telah dibuktikan bahwa Yesus telah berkuasa atas langit dan bumi.

Poin utama dari perikop ini adalah:
1. Bisakah kita memiliki otoritas Allah itu? Para murid Yesus membuktikan bahwa mereka memiliki dan memakai otoritas dari Allah untuk mengajar, memberitakan firman Tuhan, menyembuhkan orang sakit dan melayani. Bagaimana kita bisa memilikinya? Dengan anugerah Allah semata. Ketika kita menjadi satu di dalam baptisan Yesus, dalam darah dan daging Kristus, dan firman Tuhan yang berdiam di dalam diri kita, serta Roh Kudus yang memenuhi dan berkuasa atas kita. Kedaulatan Tuhan akan menganugerahkan kuasa itu kepada siapa saja yang Tuhan kehendaki. Simon Petrus bersaksi bahwa otoritas itu merupakan anugerah Allah. Simon penyamak kulit hendak membeli kuasa itu dari Petrus, maka Petrus menghardik dia karena kuasa itu tidak dapat diganti dengan uang. Kita menggunakan kuasa Tuhan yang ada pada diri kita untuk memuliakan nama Tuhan.

2. Pada masa Epiphanias ini kita mencoba untuk menghidupi Kristus yang berkuasa itu di dalam kehidupan kita, termasuk menjalani tahun baru tahun 2019 ini. Umat tidak hanya sekedar mengenang Yesus yang pernah hidup di dunia ini, yang berkuasa mengusir roh jahat, menghapuskan dosa, menghidupkan orang mati dan sebagainya; tetapi umat hendak diajak untuk menemukan, mengalami dan menyaksikan kepada banyak orang bahwa kita telah mengalami kuasa Yesus itu dalam diri kita sendiri.

3. Bagaimana kita tidak hanya kagum kepada kuasa, ajaran dan apa yang dilakukan Yesus seperti yang dilakukan oleh sebagian orang yang ada pada waktu itu. Bagaimana kita pun menjadi orang yang percaya dan mengundang kuasa Tuhan ke dalam hidup kita yang penuh dengan kemelut dan kegelapan agar kita melihat dan mengalami kuasa Tuhan dalam diri kita.

(Pdt. Rudi SM Pardede)

Senantiasa Bersekutu


BERNYANYI BE-772:1 Tuhanku Do Pature Dalanki
Tuhanku do pature dalanki, Tuhanku do patiur langkangki, Sian nasa rohangki hupasahat ngolungki, Tuhanku do patiur langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yesaya 40:27-31
Malam: Mazmur 27:1-3

RENUNGAN
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui. Yeremia 33:3

Senantiasa Bersekutu
Kitab Yeremia sarat dengan kesedihan, sakit hati dan ratapan. Meskipun Yeremia hancur hatinya melihat pemberontakan umat terhadap Allah. Namun kesetiaannya tetap ia perlihatkan kepada Allah. Hidup jauh dari Allah akan menimbulkan perasaan tidak tenang. Semakin kita jauh dari Tuhan dan menjauhkan diri dari persekutuan bersama orang percaya, akan membuat hidup kita tidak mendapatkan damai yang sesungguhnya. Hidup yang larut dalam dosa akan semakin sepi dari berkat Tuhan. Hidup yang jauh dari persekutuan akan semakin membuat kita sunyi dari tawa dan sukacita. Untuk itu kembalilah kepada Tuhan dan datanglah dalam persekutuan, maka Tuhan akan memulihkan hidupmu yang gelisah.
Saat kehidupan kita dirundung dalam kesedihan karena terluka oleh berbagai keadaan, jangan menjauhkan diri dari hadirat Tuhan. Rasakan kuasa-Nya. Ia menjamah hidup kita dan akan memulihkan segala sesuatu yang kacau, rusak dan terpuruk. Semuanya diangkat dan dipulihkan-Nya. Percayalah bahwa tangan-Nya yang penuh kuasa sedang merenda hari-hari hidupmu yang dipenuhi nyanyian syukur kepada Tuhan semesta alam. Dengan tetap berucap bahwa “Tuhan itu baik, bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-432: 1 Jika Padaku Ditanyakan
Jika padaku ditanyakan apa akan kub’ritakan pada dunia yang penuh penderitaan, ‘kan kusampaikan kabar baik pada orang-orang miskin, pembebasan bagi orang yang ditawan; yang buta dapat penglihatan, yang tertindas dibebaskan; sungguh tahun rahmat sudah tiba. K’rajaan Allah penuh kurnia itu berita bagi isi dunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Teguh Jaya Di Dalam Segala Keadaan


BERNYANYI BE-697:1 Molo Ho Do Huihuthon
Molo Ho do huihuthon dame sonang rohangki. Sai horas jala martua nasa hinophopMi. Ho tongtong ihuthonongku, Jesus na palua au. Ho sambing do oloanhu ala nii martua au.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Samuel 5:7-21
Malam: Ibrani 10:19-23

RENUNGAN
Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya. Yesaya 7:9b

Teguh Jaya Di Dalam Segala Keadaan
Ada di antara kita sering berpikir apabila kita sudah menjadi pengikut Kristus maka keadaan akan menjadi mudah, semuanya tersedia, tidak ada yang kurang. Kita akan berkecukupan. Pemikiran ini adalah salah, Alkitab tidak pernah mengatakan hal demikian. Semua orang yang hidup di dunia ini pasti akan mempunyai masalah, tidak ada yang terbebas. Akan tetapi sebagai orang percaya kita menyakini Tuhan beserta kita seperti yang tertulis “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu” (Maz. 34:20). Karena itu sebagai orang percaya kita tidak perlu takut dan gentar menghadapi semua masalah karena Tuhan akan melepaskan kita dari semua masalah itu. Kita boleh menghadapi banyak persoalan dan hambatan baik dalam pekerjaan kita, usaha kita dan dalam pendidikan kita, selama kita hidup dalam kebenaran, percayalah kita akan “Teguh Jaya”. “Teguh Jaya” diartikan kokoh dan menang.

Dalam kehidupan sehari-hari akan banyak tantangan yang kita hadapi, banyak godaan yang datang, banyak keadaan yang membuat kita ragu akan jati diri kita sebagai orang beriman. Tawaran untuk meninggalkan keimanan kita, meninggalkan Yesus Kristus dan ditukar dengan jabatan, harta, kepopuleran dan lain sebagainya. Untuk itu kita menyandarkan hidup kita kepada Tuhan dan Dia akan menyertai kita, tangan Tuhan akan menopang kita “Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya“ (Maz. 37:24). Karena itu kita harus selalu mengucap syukur disegala keadaan, sebab Tuhan selalu menyertai perjalan dan langkah kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-375: 1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin