Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Minggu Palmarum


Maremare

Topik:
Berjaga-jaga Menyongsong Kedatangan Tuhan
(Dungo Managam Haroro ni Tuhan)

Warna Tutup Altar : Violet (Ungu)
Warna Kerajaan, lambang pengampunan dari Kristus Sang Raja

Ev. Matius 25:1-13
Ep. Zakharia 12:10-14

Seruan Passion Kelima:
“Benedictus qui venturus est in nomine Domini”

Seruan “benedictus qui venturus est in nomine Domini” ini memiliki ari “terberkatilah Ia yang datang dalam nama Tuhan”. Kalimat ini pertama sekali diucapkan oleh bangsa Israel. Ketika panen telah tiba setiap keluarga harus membangun pondok yang berdinding tiga dan ditutup (beratapkan) daun Palem. Bagi Israel, perayaan Pondok Daun ini dilakukan untuk menyambut tujuh tamu mistis, yaitu Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Harun, Yusuf dan Daud. Ketujuh tamu ini dipercaya akan datang selama perayaan Pondok Daun. Itu sebabnya dalam perayaan ini, mereka akan menyuarakan “terberkatilah mereka yang datang dalam nama Tuhan”. Seruan yang sama terjadi juga pada peristiwa di Matius 21. Dimana kedatangan Yesus disambut dengan lambaian daun-daun Palem yang diletakkan dijalan ketika Yesus melintasinya dengan mengendarai keledai muda. Mengapa penyambutan tersebut terjadi? Tentu mereka melihat tujuh tamu mistis tersebut ada pada diri Yesus.

Seruan ini diucapkan kepada orang yang dianggap mereka adalah utusan Tuhan. Kedatangan Yesus disambut dengan seruan tersebut adalah bukti bahwa Yesus adalah Raja yang diutus oleh Allah. Seruan ini menutup lima kisah Passion. Dengan dielukannya Kristus menjadi Raja, maka Ia siap untuk menjalankan Missi Allah (Missio Dei), sebagai pembebas dan penebus umat manusia. Ia siap menjadi kurban sekali untuk selama-lamanya bagi manusia, yaitu kurban perdamaian antara umat berdosa dengan Allah Tuhannya.

Melatih Diri Membenci Kejahatan


BERNYANYI BE. 723:1. Tu Jolom O Tuhan
Tu joloM, O Tuhan sahat ma diringkon pangke ma au hombar tu lomoM. Molo ndang Ho Tuhan maringanan di au, diringkon ndang mararga be i. Tung pogos pe dison manang sonang tahe marsigantung tu Ho sasude. Holan Ho huihuthon ndang be diringkon togutogu ma tu na ture.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Roma 3:21-31
Malam: 1 Petrus 2:11-17

RENUNGAN
Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
Mazmur 97:10

Melatih Diri Membenci Kejahatan
Mazmur 97 termasuk royal psalm (mazmur Raja) di mana Tuhan Allah dimuliakan dan dihormati layaknya Raja. Bagaimana manusia dalam kehidupan sehari-hari memuliakan dan menghormati Allah. Pada ayat 10 kita diminta bukan hanya menghormati tetapi juga mengasihi. Salah satu bukti nyata mengasihi Tuhan adalah membenci kejatahan. Kemampuan membenci kejatahan harus dilatih terus menerus. Dengan kita melatih diri sendiri, maka kita akan semakin kuat menghindari kejahatan.

Arus dunia dan penyesatan begitu deras mengalir dan masuk ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan rohani. Kita sudah tidak bisa berpuas diri dengan sekedar memiliki status sebagai orang Kristen atau seorang yang suka beribadah saja, melainkan apakah kita juga sudah menjadi seorang yang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus, yaitu menjadi orang-orang yang terlatih melawan kejahatan. Besarnya godaan hidup bisa mendorong kita cenderung bernegoisasi dengan kejahatan dan menunda mengasihi Tuhan. Kita berbicara sendiri dalam hari kita … “cuma sekali ini Tuhan” …. “orang lain masih lebih jahat Tuhan” …. “minggu depan saya tidak berbuat jahat Tuhan cukup minggu ini”, dan banyak hal kita negoisasikan dengan Tuhan. Bagaimana menghadapi jaman yang perkembangannya pesat dan menawarkan banyak godaan, juga disaksikan oleh Alkitab. Ajaran yang tidak jelas, kenikmatan dunia, penyembahan dewa mewarnai kehidupan masyarakat di Efesus pada saat itu. Ini juga memasuki gereja, sehingga Paulus perlu mengingatkan Timoteus agar dia melatih diri menjauhkan kejatahan, “Pasomalsomal ma dirim mangulahon hadalutaon” (1 Tim 4 ayat 7).

BERDOA

BERNYANYI KJ-240a:1 Datanglah Ya Sumber Rahmat
Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku, menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah indah, gita balai sorga-Mu. Aku puji gunung kokoh gunung pengasihan-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Doa Memohon Belas Kasihan


BERNYANYI BE. 648:1. Sangap di Debata Ama
Sangap di Debata Ama, sangap di AnakNa i, nang di Tondi Parbadia, Debata na songkal i. Haleluya, puji Tuhan salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yosua 24:1-10
Malam: Markus 12:1-12

RENUNGAN
Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.
Yesaya 26:4

Doa Memohon Belas Kasihan
Dalam kehidupan sehari-hari tentulah kita berinteraksi dengan berbagai macam orang dalam setiap aktivitas dan pekerjaan. Interaksi ini kadang menimbulkan persoalan-persoalan dan masalah-masalah yang membuat kita merasa terancam dan tidak percaya diri. Sangatlah manusiawi apabila kita sedang memiliki masalah dan terancam, secara naluri kita langsung mencoba untuk mendapatkan kenyamanan dengan mencoba mencari nasihat bahkan perlindungan kepada orang-orang yang kita percaya bisa membantu. Ada kalanya kita sangat merasa tidak punya harapan sehingga mencari bantuan dari orang yang salah seperti dukun, dari horoskop, atau dari buku-buku popular yang menganjurkan peningkatan kepercayaan diri untuk kebahagiaan hidup.

Masalah kehidupan tidak akan dapat menenggelamkan kita, jika kita tetap berpegang pada janji Tuhan. Bersabar dalam proses, setia dalam segala keadaan, mengucap syukur, dan berserah serta berharap selalu kepada Tuhan, serta nantikanlah wujud nyata dari janji-janji Tuhan dalam kehidupan kita pada waktu-Nya yang tepat. Akan ada waktu tertentu di mana kita merasa tidak bisa mengambil satu langkah lagi. Tidak percaya diri. Selalu kita harus berefleksi apa yang dikatakan Tuhan kepada Yosua: Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi” (Yos. 1:9). Kita harus percaya kepada Tuhan karena Tuhan adalah Gunung Batu kita. Di ayat disebutkan bahwa Tuhan adalah Gunung Batu Yang kekal. Tentu saja kita bisa meminta pertolongan kepada orang-orang jika ada masalah, dan persekutuan kita dengan orang lain sangatlah membantu. Akan tetapi hanya satu yang kekal, yaitu Tuhan. Orang-orang dan sumber pertolongan lain tidaklah abadi. Hanya Tuhan yang kekal pada setiap waktu dan tempat. Percayalah pada Tuhan yang sejak dahulu kala telah melindungi dan memberkati orang yang dikasi-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-363:1 “Bagi Yesus Kuserahkan”
Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya; hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Takut dan Khawatir


BERNYANYI BE. 577:1. Puji Tuhan Debata
Puji Tuhan Debata, Haleluya; ale huriaNa i, Haleluya. Nang surusuruan i, Haleluya; ita somba Tuhan i, Haleluya.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yehezkiel 37:1-14
Malam: 1 Tesalonika 4:13-18

RENUNGAN
Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”
Yesaya 40:27

Takut dan Khawatir
“Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diparhatikan Allahku?” Itulah bentuk ketakutan dan kekhawatiran yang hebat ketika orang menghadapi persoalan yang menekan kehidupan sehingga bisa membuat ragu bahkan tidak memercayai lagi kuasa dan kasih Tuhan. Sikap ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan orang beriman menjadi goyah bahkan meninggalkan imannya, bahkan dapat juga menjerumuskan orang mencari tuhan dan penyelamat yang lain, yang dianggap bisa lebih dipercaya dan diandalkan.

Kesetiaan dan berpengharapan hanya kepada Tuhan menjadi jaminan bahwa iman kita tidak akan tergoyahkan, meski menghadapi kesulitan dan penderitaan. Oleh karena itu, kita harus sungguh-sungguh memelihara dan memperbesar iman dan berpengharapan hanya kepada-Nya, walaupun berbagai tantangan, persoalan, dan kesulitan yang membayangi dan merintangi kehidupan kita. Tuhan adalah Allah yang kekal, yang menciptakan langit dan bumi, yang tidak pernah menjadi lelah dan lesu, dan Dia berkenan memberikan kekuatan kepada yang lelah serta menambah semangat kepada yang tidak berdaya (Yes.40:28-29).

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:1 “Ikut Dikau Saja Tuhan”
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Kekuasaan Tuhan melebihi segala kekuasaan yang ada


BERNYANYI BE. 569:1. O Debata tung Longang do rohangku
O Debata tung longang do rohangku molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur manghatindangkon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho, o Debata sangap doho Ho

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Lukas 7:11-17
Malam: Kejadian 2:4-7

RENUNGAN
Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu.
Mazmur 89:9

Kekuasaan Tuhan melebihi segala kekuasaan yang ada
Mazmur 89 ini merupakan mazmur yang menyatakan kesetian Tuhan terhadap Daud. Daud adalah seorang raja Israel yang mempunyai kekuatan yang luar biasa bertempur untuk melawan Falestina dan sekaligus seorang raja yang sangat takut akan Tuhan. Dia tahu bahwa segala kekuatan yang dia peroleh bersumber dari Tuhan. Itu sebabnya dia menuliskan dalam nas ini bahwa Tuhan Allah semesta alam tidak ada seperti Tuhan, Tuhan itu kuat, selalu setia terhadap janji-Nya kepada umat ciptaan-Nya. Pemazmur memulai dengan pujian kepada Tuhan, karena telah menyatakan kasih setia-Nya dengan memilih Daud dan keturunannya sebagai raja atas umat-Nya. Pemazmur meyakini bahwa kasih setia Tuhan dapat diandalkan oleh karena Tuhan yang bertakhta di langit adalah Allah yang perkasa, sanggup mengendalikan alam ciptaan dengan kemahakuasaan dan kaih setia-Nya.

Bagaimana dengan kehidupan kita sehari-hari, apakah kita telah mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Kita harus yakin dan percaya bahwa segala suatu yang ada pada diri kita baik hidup, harta dan jabatan bersumber dari Tuhan, sehingga harus bisa kita pergunakan untuk kemuliaan Tuhan. Jabatan atau pangkat dan kekuatan lainnya yang kita miliki tidak mempunyai arti apa-apa kalau dibandingkan dengan Tuhan. Jadi sudah selayaknya hidup kita harus berterimakasih pada Tuhan serta takut akan Tuhan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-341:1 “KuasaMu dan Namamulah”
Kuasa-Mu dan nama-Mulah hendak kami sebar, dan kar’na itu, ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas surya memekar berbuahlah. Tuaian pun besar.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berseru Kepada Tuhan


BERNYANYI BE. 557:3 Dao Dumenggan
Dao dumenggan holong ni RohaM, dao ummarga sian ngolungkon. Sai pujionku ma Ho Tuhanku, sandok ngolungku do mamuji Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yohanes 11:33-34
Malam: 1 Korintus 15:50-58

RENUNGAN
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Mazmur 145:17

Berseru Kepada Tuhan
Orang Kristen pasti mengalami banyak masalah dan persoalan, namun di balik setiap masalah dan persoalan itu ada berkat dan mujizat yang Tuhan sudah sediakan. Semakin tinggi dan berat masalah yang kita hadapi, maka semakin tinggi dan besar pula berkat dan mujizat yang disiapkan Tuhan bagi kita. Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika masalah dan persoalan itu datang? Mau tidak mau kita harus menghadapi setiap masalah dan persoalan tersebut. Lari dari masalah, tidak menyelesaikan masalah, bahkan berpotensi menambah masalah-masalah baru.

Lalu bagaimana cara kita menghadapi masalah tersebut? Hal yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan adalah berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Mengapa? Tuhan kita adalah Tuhan yang adil (ay. 17a), Tuhan juga penuh kasih (ay. 17b). Selanjutnya, bagaimana cara kita berserah kepada Tuhan? Ya tentu saja dengan cara berseru kepada Tuhan, meminta Tuhan menolong kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang dekat dengan orang-orang yang mau berseru kepadaNya (ay. 18). Apalagi bagi orang-orang yang tetap setia dengan Tuhan, pasti Tuhan akan semakin dekat dengan orang itu. Pertanyaannya, sudahkah kita berseru kepada Tuhan? Berseru dalam hal ini berarti meminta Tuhan menolong kita, karena kita tidak dapat mengandalkan siapa-siapa. Hanya Tuhan saja yang mampu melepaskan kita dari masalah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-364:4 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus kuberikan diriku. B’ri kasih-Mu dan kuasa-Mu, ya, berkati anak-Mu! Aku berserah, aku berserah; kepada-Mu, Jurus’lamat, aku berserah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Makna Berjumpa Dengan Tuhan


BERNYANYI BE. 652: 1 Ihot ma hami
Ihot ma hami, sai ihot ma hami, pasada hami o Tuhan. Ihot ma hami, pasada ma hami, sai ihot do holong-Mi. Sada do Debata, Raja na songkal i; sada do pamatangNa, hita ruasNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Matius 9:18-26
Malam: FIlipi 2:5-11

RENUNGAN
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Mazmur 17:15

Makna Berjumpa Dengan Tuhan
Pernahkan Anda memiliki hasrat yang kuat memuji Tuhan? Kerinduan pemazmur untuk berjumpa dengan Tuhan dinyatakan dalam Mazmur 17: 15 ini. Rindu dan haus ingin berjumpa Tuhan mendorong hasratnya mencari Tuhan. Melalui kebenaran Tuhan, yaitu Firman Tuhan dia memandang wajah Tuhan. Mazmur dinyanyikan sebagai wujud hidup penuh syukur dan menikmati kehidupan yang penuh sukacita bersama Allah. Namun bisa sebaliknya, di mana saat terjadi kesedihan, penderitaan, ratapan, keluhan dan sejenisnya dapat kita sampaikan dalam pujian, ucapan syukur, musik, sorak-sorai, tepuk tangan dan bahkan tari-tarian, dengan hati yang takut dan menyembah keagungan Tuhan.

Saat terindah dalam hidup kita adalah berjumpa dengan Tuhan setiap hari. Merenungkan Firman-Nya menjadikan kita memperoleh kepuasan. Kita menikmati sukacita sejati dan kebahagiaan sejati yang tidak dapat diberikan dunia ini. Kerinduan hati yang didorong oleh Roh Kudus mendorong kita seperti pemazmur di saat bangun memandang wajah Tuhan, berjumpa dengan Tuhan melalui Firman-Nya, kemudian hadirlah hati yang lega, hati yang puas, jiwa yang puas, dan semangat hidup yang makin bangkit dan bergelora. Melalui renungan pagi ini, kita dimotivasi agar makin tekun dan setia berjumpa dengan Tuhan melalui permenungan Firman-Nya serta melantunkan melodi indah mengagungkan Dia. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-293:1 “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Langit, bumi, maklumkan kasih-Nya. Haleluya! Nyanyilah, para malaikat, kuasa, hormat, b’rilah kepada-Nya. Selamanya Yesus gembala kita, siang malam kita didukung-Nya. Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin