Melatih Diri Membenci Kejahatan


BERNYANYI BE. 723:1. Tu Jolom O Tuhan
Tu joloM, O Tuhan sahat ma diringkon pangke ma au hombar tu lomoM. Molo ndang Ho Tuhan maringanan di au, diringkon ndang mararga be i. Tung pogos pe dison manang sonang tahe marsigantung tu Ho sasude. Holan Ho huihuthon ndang be diringkon togutogu ma tu na ture.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Roma 3:21-31
Malam: 1 Petrus 2:11-17

RENUNGAN
Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
Mazmur 97:10

Melatih Diri Membenci Kejahatan
Mazmur 97 termasuk royal psalm (mazmur Raja) di mana Tuhan Allah dimuliakan dan dihormati layaknya Raja. Bagaimana manusia dalam kehidupan sehari-hari memuliakan dan menghormati Allah. Pada ayat 10 kita diminta bukan hanya menghormati tetapi juga mengasihi. Salah satu bukti nyata mengasihi Tuhan adalah membenci kejatahan. Kemampuan membenci kejatahan harus dilatih terus menerus. Dengan kita melatih diri sendiri, maka kita akan semakin kuat menghindari kejahatan.

Arus dunia dan penyesatan begitu deras mengalir dan masuk ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan rohani. Kita sudah tidak bisa berpuas diri dengan sekedar memiliki status sebagai orang Kristen atau seorang yang suka beribadah saja, melainkan apakah kita juga sudah menjadi seorang yang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus, yaitu menjadi orang-orang yang terlatih melawan kejahatan. Besarnya godaan hidup bisa mendorong kita cenderung bernegoisasi dengan kejahatan dan menunda mengasihi Tuhan. Kita berbicara sendiri dalam hari kita … “cuma sekali ini Tuhan” …. “orang lain masih lebih jahat Tuhan” …. “minggu depan saya tidak berbuat jahat Tuhan cukup minggu ini”, dan banyak hal kita negoisasikan dengan Tuhan. Bagaimana menghadapi jaman yang perkembangannya pesat dan menawarkan banyak godaan, juga disaksikan oleh Alkitab. Ajaran yang tidak jelas, kenikmatan dunia, penyembahan dewa mewarnai kehidupan masyarakat di Efesus pada saat itu. Ini juga memasuki gereja, sehingga Paulus perlu mengingatkan Timoteus agar dia melatih diri menjauhkan kejatahan, “Pasomalsomal ma dirim mangulahon hadalutaon” (1 Tim 4 ayat 7).

BERDOA

BERNYANYI KJ-240a:1 Datanglah Ya Sumber Rahmat
Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku, menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah indah, gita balai sorga-Mu. Aku puji gunung kokoh gunung pengasihan-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s