Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

PENCOBAAN DI PADANG GURUN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-497:1 Di Na Humolso Rohangki
Di na humolso rohangki pasari hangoluan hi. Tibu bolonghononhu pe holsongku sasude. Ai i didokhon Jesus i, Tuhanta na di surgo i; na sumarihon ngolumi denggan sudena i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 1:5-19 (Pagi) Yos. 5:13-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 21 Februari 2018
Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

PENCOBAAN DI PADANG GURUN
Ayat ini adalah jawaban Yesus ketika Iblis mencobai Dia, setelah berpuasa selama 40 hari dan 40 malam, saat itu Yesus merasa lapar. Iblis berkata “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus tidak tergoda dan memberikan jawaban sebagaimana ayat ini. Sebagai manusia kita terdiri dari tubuh dan roh, ada kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Namun kita juga tidak boleh salah dalam mengartikan bahwa cukuplah kita membaca firman Tuhan untuk memenuhi kebutuhan rohani kita. Kita harus memahami lebih dalam makna dari “setiap firman yang keluar dari mulut Allah” bukanlah semata-mata hanya ayat-ayat yang tertulis dalam Alkitab, tetapi juga bermakna tentang kedaulatan Allah. Artinya segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah, kita dimungkinkan tidak lapar meskipun kita tidak makan jika Allah berkehendak demikian.

Sepanjang hidup, kita tidak akan terlepas dari cobaan dan godaan Iblis, dan Iblis akan selalu mencobai pada kelemahan kita. Perasaan haus terhadap harta duniawi, nama baik dan kekuasaan akan menggiring kita untuk berbuat yang tidak sesuai kehendak Allah. Kita akan melakukan korupsi, mencuri dan berbuat curang. Kekuatan untuk bisa melawan godaan ini, kita perlu mengetahui, memahami dan melaksanakan Firman Tuhan dalam hidup kita. Firman Tuhan akan memberi kita kekuatan dan kemampuan untuk menimbang mana yang baik dan mana yang benar. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 436:1 Lawanlah Godaan
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kau tentang, harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Minggu Reminiscerem, 25 Februari 2018


Minggu Reminiscere
~Ingatlah Segala Rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya Tuhan ~ (Mazmur 25:6)

Tema Minggu : Tampil Sebagai Anak yang Diurapi
(Bangkit Songon Halak na Miniahan)
Warna Tutup Altar : Ungu (Na Violet)
Warna kehidupan dan pertumbuhan. Lambang perilaku kehidupan orang Kristen yang telah penebusan dan keselamatan dari Tuhan Allah.

Ev. : Yunus 4:1-11
Ep. : Yohanes 3:16-21

TAKUT AKAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 223 : 1 Husomba Ho Tuhan
Husomba Ho Tuhan, tangihon au.
SangkapMu ma tongtong pasaut tu au.
Lam ganda baenonMi, holong ni rohangki. Sai lam gandai, holong tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk. 4:16-30 (Pagi) Kel. 12:21-23 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 20 Februari 2018
Pengkotbah 3:14
Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.

TAKUT AKAN TUHAN
Tahun demi tahun berganti, namun usaha dan pekerjaan umat manusia kebanyakan cerita yang menyedihkan saja, bahkan separuh hidupnya hanya berduka belaka. Seluruh kehidupan alam semesta termasuk kehidupan manusia, adalah bagian dari suatu siklus yang sudah ditentukan. Contoh padanan kata yang bertentangan seperti: lahir/meninggal, menanam/mencabut, menangis/tertawa, perang/damai, hidup/mati dan seterusnya seakan mengambarkan ritme hidup yang teratur dan pasti. Walaupun manusia merindukan sesuatu yang lebih namun dia tidak dapat berbuat apa-apa. Itulah takdir hidup manusia di dunia ini. Perenungan sang Pengkhotbah ini bisa diangap frustasi atau putus asa. Hidup sudah diatur oleh Tuhan, tidak ada lagi kebebasan. Banyak ajaran yang menawarkan jaminan “Hidup Bahagia dan Berhasil” dengan mengandalkan kebebasan diri. Pengandalan diri terhadap akal pikiran, memang meningkatkan peradaban manusia menjadi lebih baik dan lebih modern, namun tidaklah dapat merubah siklus/ritme kehidupan yang disampaikan Pengkhotbah ini.

Namun dengan memahami bahwa Allahlah yang menciptakan segala sesuatu termasuk memberi manusia akal dan pikiran yang lebih dari mahluk ciptaan lainnya, maka kita dapat menempatkan diri kita di dalam keindahan rancangan pemeliharaan-Nya. Menempatkan diri secara tulus dan jujur didalam keindahan rancangan dan kehendak Tuhan, inilah arti dari Takut akan Tuhan. Bahkan Amsal 22:4 memberi jaminan bahwa “Ganjaran kerendah hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan”. Mari rendahkan diri dan takutlah akan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 364:1 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku;
Kukasihi kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; Kepada-Mu Jurus’lamat, aku berserah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERSIAP DIRILAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 28:6 Hata ni Jahowa
I do haojahan na tongtong manahan salelengna i. I hajongjonganku, i do haposanku hangoluanki. Gogongki tongtong ma i, mangihuthon tu hataNa, lao mambaen lomoNa.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 2:1-4 (Pagi) 1Sam. 15:35b-16:3 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 19 Februari 2018
Matius 24:35
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

BERSIAP DIRILAH
Perkataan Tuhan itu pasti. Banyak orang yang hidupnya selalu mempertimbangkan dan mengartikan kata-kata Tuhan Yesus secara harafiah dan nalar manusia. Namun, kata-kata itu haruslah jauh dari cara berpikir kita yang sempit dan dangkal. Kita harus menerimanya dalam iman terlebih dahulu baru berusaha untuk memahaminya. Seperti, ungkapan langit dan bumi pasti akan berlalu, namun Firman Tuhan tidak akan berlalu melainkan akan senantiasa digenapi oleh Tuhan. Kedatangan Yesus yang keduakalinya membawa pesan kepada kita bahwa kedatangan-Nya untuk menyatakan kemuliaan bagi kita, menyatakan kekuasaan, dan untuk mengumpulkan umat-Nya dalam menyongsong hari kedatangan-Nya.

Firman yang diimani akan memberi kekuatan dan semangat yang baru. Umat yang percaya akan dikuatkan dan penuh pengharapan untuk menghadapi Akhir Zaman, walaupun kita menghadapi masa-masa sulit. Oleh karena itu senantiasalah bersyukur kepada Tuhan akan janji Tuhan yang pasti bagi kehidupan kita. Tuhan akan datang untuk mengumpulkan kita dalam kekuatan dan kekuasaan-Nya. Waktu itu sudah dekat dan pasti akan segera datang. Dalam Dia ada kebenaran, dalam Dia ada kemuliaan, dan dalam Dia nyata janji Tuhan. Bersiaplah, dan persiapkan dirimu dengan matang. Waktu itu sudah dekat. Apa yang ada di dunia akan hilang bersama berlalunya langit dan bumi, namun Firman Tuhan kekal selamanya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 240a:1 Datanglah, Ya Sumber Rahmat
Datanglah, ya Sumber rahmat, selaraskan hatiku. Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah idah, gita balai sorga-Mu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihan-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

WASPADALAH, JANGAN SAMPAI CELAKA KARENA DOSA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 162:1 O Debata Mansai
O Debata mansai balga huhut dokdok dosang ku. Na so adong di tano on na tau haporusanhu.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Korint 3:16-23 (Pagi) Kel. 3:10-12 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 17 Februari 2018
Yesaya 55.10-11a
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku.

WASPADALAH, JANGAN SAMPAI CELAKA KARENA DOSA
Orang susah dan lemah meminjam uang dari orang kaya dengan berbagai alasan kehidupan, namun akhirnya mereka tidak sanggup untuk membayar, hingga rumah dan tanah mereka disita. Di zaman Yesaya, ketidakadilan seperti itu marak terjadi. Karena itu, ia tampil dan menyampaikan celaka dari pihak Tuhan kepada para tuan tanah sebagai pelaku ketidakadilan. Celaka yang akan dialami adalah rumah-rumah besar dan mewah yang telah dibangun akan ditinggal sepi tanpa penghuni. Kebun dan Iadang yang sangat luas pun hasilnya hanya sedikit. Tuhan tidak ingin rakyat jelata tersingkir dari rumah, tanah dan negerinya, karena itu la memberi peringatan kepada kaum bermodal. Tuhan Yesus akan datang. Jika kita adalah orang-orang kecil yang diperlakukan tidak adil maka la datang untuk membela dan melakukan keadilan bagi kita. Tetapi jika kita adalah pelaku ketidakadilan, maka bertobatlah agar celaka tidak menimpa kita.

Kehidupan manusia pada hakikatnya adalah perjuangan melawan dosa dan kesalahan diri sendiri. Seiring perubahan jaman, manusia dihadapkan pada persoalan hidup yang semakin kompleks. Tantangan hidup pun semakin sulit ketika kita terlibat dalam lingkaran pergaulan yang salah. Hati-hatilah dalam memilih kawan dan lingkungan pergaulan karena pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Kawan yang baik tidak akan menjerumuskan kita pada hal-hal negatif. Kawan yang baik akan mencari solusi bagi kita dengan cara yang benar dan baik secara normatif. Sesulit apapun kehidupan, persahabatan dengan Sang Khalik adalah jalan yang terbaik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 26:2 Mampirlah Dengar Doaku
Di hadapan takhta rahmat aku menyembah, tunduk dalam penyesalan. Tuhan tolonglah! Yesus Tuhan, dengar doaku orang lain Kau-hampiri, jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENCARI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 – Jesus Ngolu ni Tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanhi. Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 2.16-20 (Pagi) Ul. 32.44-47 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 16 Februari 2018
Amos 5:5-6a
Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup.

MENCARI TUHAN
Mencari berarti menemukan sesuatu yang hilang atau yang dimaksud. Mencari sesuatu pastinya berhubungan dengan kebutuhan hidup. Lagu Sekolah Minggu sangat populer tentang: “Apa yang di cari orang? …uang …uang …dan…uang.” Di tahun 2018 ini, apa yang ingin kita cari? Jabatan, harta, pangkat atau apakah? Amos 5:5 mengingatkan jangan mencari Betel, jangan pergi ke Gilgal, kenapa? Karena Betel dan Gilgal merupakan kota yang penuh dengan kenikmatan duniawi, harta, kekayaan dan sebagainya. Kedua kota yang dimaksud akan dihancurkan karena kehidupan yang jauh dari kehendak Allah.

Saudara, kota metropolitan pastinya menjanjikan kenikmatan duniawi, harta, kekayaan dan kekuasaan. Ungkapan “Uang adalah segala-galanya” sudah tidak asing, karena dengan uang kita bisa mau apa saja, tanpa uang kita tidak ada artinya. Terkadang untuk mendapatkannya kita menghalalkan segala cara. Tetapi ingatlah bahwa itu semua sifatnya semu dan sementara. Kenikmatan badaniah adalah sementara, bahkan ketika Kristus datang kedua kalinya, dunia akan menjadi baru, dunia yang penuh dengan kemuliaan Allah. Kita lelah, kita stres, kita pusing untuk memenuhi tuntutan kebutuhan duniawi, walau semua itu pasti berlalu. Di tahun 2018, Firman Tuhan mengajak kita untuk mencari Tuhan. Tuhan itu tidak jauh, mencari Tuhan tidak perlu stres, pusing, lelah, sebab Tuhan hanya sejauh DOA. Tuhan ada di sekitar kita, Tuhan ada di dalam diri kita. Dengan mencari Tuhan berarti kita mencari kehidupan. Orientasi kehidupan kita pada 2018 ini, kita arahkan kepada kehidupan abadi, jangan tergoda dengan kehidupan dan kenikmatan duniawi, tetapi marilah kita mengarahkan kehidupan kita ke kehidupan yang abadi, di mana Tuhanlah Batu penjuru kehidupan kita. Carilah Tuhan maka engkau akan menemukan kehidupan kekal. Tuhan memberkati Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia; Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku yang bercela. O betapa mulia dan ajaib kuasa-Nya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Rabu Abu


Sedikit penjelasan tentang Rabu Abu.
• Rabu Abu adalah Rabu sesudah Minggu Estomihi
• Ini adalah masa pertobatan, perkabungan karena dosa, instropeksi diri, pendekatan diri kepada Tuhan.
• Tujuan Perayaan: Agar manusia menyerahkan diri kepada Tuhan dan bertobat

Dua hal Penting dalam Rabu Abu:

(1) Abu

• Abu melambangkan ‘kefanaan manusia’. Orang Kristen secara khusus diingatkan akan kefanaannya.
• Penggunaan abu terjadi pada akhir abad ke 11
• Abad ke-12 abu diambil dari daun palem yang dikeringkan sejak Minggu Palmarum setahun sebelumnya.
• Imam dan laki-laki menaburkannya di kepala dan perempuan membubuhkannya di dahi. Intinya tetap simbol penyesalan.
• Gereja Lutheran sampai saat ini:
Mengoleskan abu bercapur minyak membentuk ‘salib’ di kening dengan pesan: “Ingatlah bahwa engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu” (Kej 3:19).

(2) Puasa

• Sejak abad ke-7 ditetapkan puasa 40 hari dengan mengingat 40 tahun perjalanan umat Israel, 40 hari perjalanan Elia, 40 hari puasa Yesus
• Gereja Lutheran tidak mengharuskan puasa tapi tidak melarang (Konfesi Augsburg Pasal XXVI). Yang penting: Tidak membebani hati nurani. Tidak sebagai sarana untuk memperoleh anugerah.
• Pengekangan dan pengendalian diri disegarkan.

Dalam tradisi Kristen ada 4 bentuk puasa:
1. Puasa makan dan minum, seperti saudara kita muslim.
2. Puasa berpantand darah atau daging.
3. Puasa makan kecuali air putih.
4. Puasa mengurangi porsi makan dengan menyisihkan sebagian selama 40 hari yang menjadi pemberian bakti paskah pada perayaan Paskah.

Yang penting adalah tema penyerahan diri kepada Tuhan dan pengekangan diri.