Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

ADA BANYAK CARA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 11: 1. Aha Ma Endehononku
Aha ma endehonongku, asa pujionku Ho, ale Tuhan Debatangku, sai urupi au gogo. Ai ndang tarpajojor ahu, asi ni rohaM di ahu. Ala ni hupuji Ho, tung marribu hali do.

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 3: 19-23 (pagi) Yes. 55: 9-13 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 29 Mei 2018
Roma 11: 33
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

ADA BANYAK CARA TUHAN
Tidak ada satupun manusia, sepintar apapun, yang akan sanggup mengukur cara-cara yang dipakai Tuhan. Paulus pun melanjutkan “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (ay. 34). Alangkah sia-sianya jika kita terus menerka-nerka bagaimana Tuhan sanggup menolong kita untuk lepas dari masalah yang tengah kita gumuli hari ini. Alangkah ironisnya jika kita merasa putus asa bahwa masalah kita tidak akan mampu terpecahkan. Kita bisa memakai logika kita yang paling muktahir untuk menganalisa problema yang tengah kita hadapi hari ini, dan mungkin logika kita berkata bahwa apa yang kita alami tidak lagi memiliki pemecahan atau jalan penyelesaian, namun di tangan Tuhan tidak ada yang mustahil! Segalanya mungkin, dan Tuhan bisa memakai orang-orang atau hal-hal yang tidak pernah terpikirkan bagi kita untuk menjadi saluran-Nya dalam menolong atau memberkati kita. Kita tidak akan pernah bisa mengukur Tuhan. Jarak antara kemampuan logika kita dan kemampuan Tuhan itu bagaikan bumi dan langit, tidak terselidiki, tidak terselami.

Jika demikian, tidakkah lebih baik apabila kita menggunakan iman kita secara baik untuk bisa percaya kepada Tuhan sepenuhnya? Untuk itu jangan sampai lupa bahwa di atas segalanya kita punya Bapa yang besar kasih dan selalu siap menolong anak-anakNya lewat begitu banyak cara yang ajaib. Tuhan Yesus berkata: “Karena itu Aku berkata kepadamu: “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”(Mrk. 11:24). Artinya, terkabulnya atau tidaknya doa akan sangat tergantung dari sejauh mana kita bisa percaya kepada-Nya. Dan untuk bisa percaya jelas dibutuhkan iman, sebentuk iman yang setidaknya sebesar biji sesawi yang sanggup membawa kita mengalami mujizat-mujizat-Nya yang ajaib. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-406: 2. Ya Tuhan Bimbing Aku
Lindungilah hatiku di rahmat-Mu dan buatlah batinku tenang teduh. Dekat kaki-Mu saja ‘ku mau rebah dan tidak ragu-ragu ‘ku berserah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

ALLAH MAHA KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 559: 1. Debata Na Songkal
Debata na songkal, Sitolu sada, Di songot ni ari hupuji GoarMi, Debata na songkal, Siparasi roha. Si Tolu sada, Na badia i. Amen.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 6: 10-16 (pagi) Bil. 14: 20-24 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 28 Mei 2018
Wahyu 4: 8
Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

ALLAH MAHA KUDUS
“Kudus, kudus kuduslah Tuhan” ini ungkapan yang selalu dikumandangkan keempat makhluk yang bersayap enam (Why. 4:8). Keempat makhluk yang dimaksud ialah, seperti singa, seperti anak lembu, seperti muka manusia, dan seperti burung nasar (Why. 8:7). Hal tersebut sebagai bukti akan kekudusan dan ke-Mahakuasaan Allah. Tidak ada yang meragukan hal tersebut. Itu sebabnya renungan hari ini mengajak kita semua untuk benar-benar memahami dan memaknai kekudusan Allah. Pemahaman akan keberadaan Allah yang Mahakudus, Allah yang Mahakuasa pastinya membawa kita untuk hidup dalam kekudusan.

Masa Jumat Agung dan Paskah telah kita lalui sebagai bukti bahwa kita telah ditebus dari dosa, kita telah menjadi manusia baru, yang mencerminkan rupa dan gambar Allah, yaitu menjadi teladan dalam segala aspek kehidupan (2Tim. 4:12b); jadilah teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih dan kesucian. Keteladanan dalam segala aspek kehidupan dimulai dari perkataan, seperti umpasa Batak: “Jolo ni dilat bibir asa ni dok hata”, artinya sebelum bicara harus mikir dulu, sebab perkataan bisa mendatangkan berkat dan juga mendatangkan kutuk, jadi harus berhati-hati dalam berkata-kata.

Allah dalam Ketritunggalan-Nya akan selalu memberi kekuatan, Dia juga yang menyertai kita. Tuhan itu Kudus, Tuhan itu Mahakuasa untuk itu sebagai Umat Allah mari kita meneladani-Nya, menjadi hidup baru, menjadi teladan disetiap aspek kehidupan kita sehari-hari. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419: 1. Yesus, Pimpinlah
Yesus, pimpinlah, kami s’lamanya: hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup. Tuntun umat-Mu, masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Menjadi Manusia Baru di Dalam Tuhan


MINGGU TRINITATIS, 27 MEI 2018

(Yehezkiel 36:25-28)

Yehezkiel adalah seorang nabi yang dipakai oleh Allah untuk menyampaikan Firman-Nya di masa pembuangan, yakni dalam pembuangan ke Babel 597/587. Pembuangan ini terjadi disebabkan dosa bangsa itu, di mana bangsa itu telah meninggalkan Allah karena berpaling kepada ilah duniawi. Oleh karena itu pembuangan yang terjadi adalah bentuk hukuman Allah kepada bangsa Israel. Dalam masa pembuangan itu, Allah mengajarkan kepada bangsa Israel tentang kekudusan-Nya melalui para nabi, dan mengajarkan bahwa mereka akan dibebaskan oleh Allah hanya jika mereka telah meninggalkan dosa mereka. Mereka akan bebas bukan karena kekuatan militer, bukan karena pemberontakan tetapi mereka akan bebas atas kehendak Allah. Dalam nats ini dijelaskan bahwa pembebasan itu adalah inisiatif Allah sendiri (ay.22), yang dilakukan-Nya dengan cara menebus dosa mereka dan menyucikannya (ay.25); Allah menebus dosa manusia dan melupakan pelanggaran mereka karena kasih-Nya yang besar, memberikan hati yang baru dan roh yang baru (ay. 26-27), memberikan mereka tempat tinggal dan makanan (Kesejahteraan; ay.28). Pembebasan atau kemerdekaan yang diberikan oleh Allah adalah pembebasan secara holistik, bukan hanya aspek politik namun secara politik, ekonomi, dan spiritualitas.

Allah adalah kudus, sehingga Dia saja yang dapat menguduskan manusia, dan melalui roh yang diberikan-Nya kepada manusia itu akan menuntun manusia untuk mengenal dan hidup di dalam kekudusan-Nya. Kekudusan itu adalah awal dari pembebasan yang diberikan oleh Allah bagi setiap orang, sehingga tidak mungkin untuk mendapatkan pembebasan apabila roh Allah tidak berdiam dalam diri manusia.

Realitas yang terjadi pada saat ini adalah banyak orang yang meninggalkan Allah demi mendapatkan kebutuhan di dalam hidupnya. Menjalani hidup dengan keinginan diri sendiri, sehingga sering prinsip “jalan pintas dianggap pantas” untuk dilakukan. Dalam kehidupan sekarang banyak ditemukan keluarga yang tidak rukun, yang tidak setia dengan pasangan, mendewakan uang, dan sebagainya. Bisa saja dunia ini memberikan kekuatan secara politik, ekonomi, namun tanpa spiritualitas itu akan masuk ke dalam kesia-siaan; hanya Allah yang dapat memberikannya agar tidak menjadi kesia-siaan. Menjadi manusia baru di dalam Tuhan dinyatakan dengan kehidupan yang terlebih dahulu mengutamakan apa yang menjadi kehendak Allah, bukan diri sendiri, dan itu hanya didapatkan melalui tuntunan Roh Allah sendiri. Selamat Minggu Trinitatis.
(Pdt. Riki Rikardo Simanjuntak)

Minggu Trinitatis, 27 Mei 2018


Minggu Trinitatis
Ketritunggalan Tuhan

Tema: Menjadi Manusia Baru di dalam Tuhan
(Gabe Jolma na Imbaru di bagasan Tuhan i)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na Ratarata)
Warna kehidupan dan pertumbuhan. Lambang perilaku kehidupan orang Kristen yang telah penebusan dan keselamatan dari Tuhan Allah.

Ev. : Yehezkiel 36:25-28
Ep. : Yohanes 3:1-8

Trinitatis
Theologia Trinitatis ini adalah paham yang paling banyak diserang oleh agama lain terhadap Kekristenan. Uniknya Kristen memahami dengan baik mengenai Trinitatis ini, namun sulit untuk menjelaskan, tidak heran jika pemahaman mengenai Trinitatis ini tidak dapat diterima secara logika. Tetapi itulah hakekat Tuhan kita. Ulangan 6:4 berkata: “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!” Lalu dari manakah Tritunggal ini? Dari Kejadian kita mengetahui bahwa Tuhan adalah Roh (sifat 1), lalu Ia berfirman (sifat 2) untuk menciptakan segala sesuatunya, dan Firman itu menjadi manusia (sifat 3) itulah yang dikatakan Yohanes 1:14. Tetapi semuanya itu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebab sejak awal, Allah telah menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Gambar dan rupa yang dimaksud bukanlah wajah, tetapi eksistensi manusia yang sesungguhnya serupa dengan Allah-Imago Dei (Citra Allah). Citra Allah yang memiliki logos/Firman (logika-Ilmu), citra Allah yang memiliki Roh (dapat hidup dan bergerak) dan Citra Allah yang memiliki daging (berbentuk secara fisik), dalam citra Allah inilah manusia menjadi satu kesatuan yang utuh, yang berkehendak (berfikir logika) yang hidup (bergerak) dan yang berkarya (dapat menjadikan sesuatu sebab memiliki fisik). Inilah tiga citra yang menyatu di dalam satu manusia utuh yang disebut dengan Imago Dei.

KUASA ROH KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 730: 1. Sai Patau Ma Au Tuhan
Sai patau ma diringku ale Tuhan, Papatarhon HinauliMi Tuhan, Suru ma tondiMi, saor tu rohangki, Lao papatar HolongMu tu donganhi.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 16: 13-15 (pagi) Yoel 2: 28-29 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 26 Mei 2018
Kisah Para Rasul 1: 8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

KUASA ROH KUDUS
Ayat Renungan di atas bagian dari perkataan terakhir Yesus kepada para pengikutnya sesaat sebelum naik ke surga. Yesus sangat menyadari akan besarnya tantangan dan permasalahan yang akan dihadapi para pengikut-Nya. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya beberapakali Dia menampakkan diri kepada para pengikut-Nya dan memberikan pengajaran akan Firman Tuhan. Bahkan Dia berjanji akan memberikan kuasa melalui Roh kudus yang akan turun kepada pengikutNya yang percaya. Dan dengan kuasa itu, para pengikutnya diberi tugas untuk menjadi saksi Kristus ke seluruh dunia.

Apakah kita mau dan mampu menjalankan tugas mulia tersebut? Suatu tugas yang harus benar-benar dilaksanakan karena hanya dengan demikian manusia akan mengenal Yesus Sang Juruselamat. Pengenalan tersebut membuat manusia yang percaya kepada Tuhan akan memperoleh kemenangan dan keselamatan yang abadi. Untuk memenuhi tugas mulia ini dibutuhkan banyak pekerja di ladang Tuhan. Dalam Lukas 10:2 dikatakan:” Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu”. Berat memang tugas tersebut, karena kita sendiri terkadang masih dalam perjuangan melawan godaan dunia ini, masih belum selesai dengan diri sendiri. Tapi kita harus terus membekali diri dengan Firman Tuhan dari waktu ke waktu dan dengan penyertaan Roh Kudus kita bisa kuat menghadapi permasalahan hidup ini dan selanjutnya punya energi yang kuat untuk memberitakan Firman Tuhan ke seluruh dunia. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-438:4. Apapun Juga Menimpamu
DipeliharaNya hidupmu; Tuhan menjagamu dan didengarkanNya doamu; Tuhan menjagamu. Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang, Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

PENYERTAAN ROH KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 256: 1. Jesus Kristus i do Raja
Jesus Kristus i do Raja, pinabangkit ni AmaNa. Manggomgomi sasude, manggomgomi sasude. Jala nasa hajolmaon, tu Ibana do mar-Tuhan parhatopotonna be, parhatopotonna be.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 20: 22-24 (pagi) Yes. 44: 1-5 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 25 Mei 2018
1 Yohanes 4: 2
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,

PENYERTAAN ROH KUDUS
Pertanyaan yang sering muncul dalam pergumulan hidup seorang percaya adalah apa sebenarnya wujud Roh Allah itu, benarkah Roh mempunyai kuasa, menghibur dan menguatkan? Bagaimana dapat saya rasakan kehadiran Roh? Mari kita coba uji suatu kejadian di mana seseorang berteriak-teriak karena kerasukan setan dan tenaganya menjadi semakin kuat, matanya membelalak. Hatinya, pikirannya dan jiwanya sudah diambilalih oleh kekuatan lain yang sering disebut kekuatan gaib, kekuatan alam, kekuatan setan dan lain sebagainya yang dalam Bahasa rohaninya hal-hal seperti ini disebut kerasukan Roh yang Jahat. Kalau roh jahat saja memiliki kekuatan, apalagi dengan Roh Kudus, 1 Tesalonika 1:5a mengatakan “sebab injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan Roh Kudus dan dengan suatu kepastian kokoh”.

Roh Kudus memiliki kuasa atau kekuatan yang mengubahkan. Ketika hati, pikiran dan jiwa seseorang dikuasai oleh Roh Kudus maka orang tersebut pasti akan berubah dengan memiliki kewibawaan ilahi dan kuasa untuk meminta. Permintaan iman seperti apa yang ingin Roh Kudus lakukan untuk kita? Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Sudah barang tentu permintaan-permintaan orang yang sudah dipenuhi Roh Kudus akan berbeda, seperti halnya dengan permintaan Salomo saat akan menjatuhkan hukuman bagi dua Ibu yang sedang memperebutkan anak karena ada salah satu anaknya yang meninggal. Salomo hanya meminta hikmat, bukan harta atau lainnya. Segera saja kita dapat mengenal bahwa Salomo meminta dengan permintaan yang dikuasai oleh Roh Kudus dalam pengenalannya akan sifat dan keinginan Allah, sebaliknya orang kerasukan roh jahat pemintaannya akan dikuasai oleh keinginan Setan. Jadi dari perilaku orang percaya, kita akan dapat mengenal Roh Allah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-19: 5. Tuhanku Yesus
Apa yang indah, dalam dunia ini nampak dalam diriMu. Yang Mahaindah, Harta sorgawi, hanya Engkau, ya Tuhanku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

PUJILAH ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-212: 1. Haholongon Na Badia
Haholongon na badia. Sian Jesus Tuhan i. Sai songopi sai bongoti Roha dohot tondingki.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Pet. 4: 3-6 (pagi) Maz. 107:33-38 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 24 Mei 2018
Efesus 1: 14
Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

PUJILAH ALLAH
Hidup adalah proses yang berlangsung terus menerus. Hal ini berlaku bagi semua orang, baik yang percaya kepada Tuhan maupun tidak. Namun, bagi orang yang sungguh-sungguh percaya, hidup adalah anugerah Allah sampai selamanya, karena Allah telah mengaruniakan kepada kita dalam Kristus segala berkat rohani di dalam sorga dan berjanji akan menyertai kita sampai akhir zaman.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak membiarkan manusia itu mati di dalam dosa-dosanya. Dalam kasih-Nya, Allah sendiri merencanakan keselamatan bagi manusia dengan mengaruniakan Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus untuk menebus manusia dari dosa dan maut. Di dalam Kristus dan oleh darah-Nya yang tercurah di kayu salib di Golgata, manusia beroleh pengampunan dosa dan dengan kebangkitan-Nya dari kematian, manusia beroleh keselamatan dan pengharapan. Allah mengetahui bahwa manusia itu lemah dan kecenderungan hatinya adalah berbuat dosa. Karena itu, Allah memberikan Roh Kudus untuk menolong dan memperlengkapi supaya manusia taat dan menyembah hanya kepada-Nya. Alangkah sempurnanya karya keselamatan yang Allah anugerahkan kepada kita: Allah yang merencanakan, Allah yang melakukan di dalam diri Kristus Yesus dan Allah yang memeteraikan dengan Roh Kudus. Karena itulah semestinya semua orang percaya dengan sadar dan sengaja mempersembahkan syukur, pujian, hormat, dan kemulian kepada Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-10: 2. Pujilah Tuhan Sang Raja
Pujilah Tuhan; segala kuasa pada-Nya! Sayap kasih-Nya yang aman mendukung Anak-Nya! Tiada ter’pri yang kepadamu dib’ri; Tidakkah itu kaurasa?

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI,
Amin-Amin-Amin