Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

CINTAILAH TUHAN!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au, ndang hurang manang aha. Ai nasa jea dipadao, do sian dorbiana. Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki dibaen asi rohana.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 12:31-34 (Pagi) Ams. 5:7-10 (Malam)

RENUNGAN
1 Timotius 6:10
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

CINTAILAH TUHAN!
Pengalaman pertama kami ke luar negeri adalah pada Tahun 1997 di mana kami mengikuti Pelatihan di Los Alamos, USA. Setiap minggu saya dijemput oleh Supervisor saya untuk menghadiri Kebaktian Minggu di Lutheran Church of Los Alamos. Di satu Minggu saya diajak tetangga kos saya untuk melihat isi rumahnya yang cukup berada, langsung dia menyerang kebiasaan saya ke Gereja tiap minggu. Lihat tanpa Tuhan saya bisa hidup bahagia dan punya uang, sementara kamu selalu ke Gereja tapi hidup dengan bantuan pemerintah USA dengan beasiswa, diantar jemput oleh orang USA ke Gereja, barang-barang di rumahmu pun juga atas bantuan Jemaat Gereja, sambil dia tertawa-tawa. Saya hanya tersenyum karena terus terang Bahasa Ingris saya saat itu masih sangat terbatas dan hanya bisa jawab singkat, dari sejak kecil saya diajarkan untuk mencintai Tuhan oleh orang tua saya. Saya terkejut mendengar reaksinya, kamu sudah gila ya, sambil terus tertawa tawa. Kalau Tuhan ada mengapa dia tidak beri kamu uang malah pemerintah USA yang bantu. Saya tidak menjawab, tapi saya lihat ada gitar di kursinya lalu saya mainkan sambil menyanyikan Amazing Grace. Baru dia terdiam dan kagum, walaupun kamu saya katakan tak punya uang kamu tetap saja mengatakan Amazing Grace. “Saya heran” katanya. Setelah dua bulan saya harus melanjut ke Austria, terlihat dia tertegun memandang perjalanan saya. Kebanggaannya terhadap uang tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kebanggaan saya kepada Tuhan.
Saudara, banyak orang memandang uang sebagai sumber segalanya bahkan untuk mendapatkannya sampai-sampai orang tega melakukan kejahatan, penipuan, pemerasan, pencurian dan lain sebagainya. Suatu kesaksian yang dapat saya katakan adalah setia kepada Tuhan tidak membuat seseorang kekurangan uang bahkan sebaliknya Tuhan memberi berkat lain yang nilainya melebihi uang seberapapun. Cintailah Tuhan lebih dari segalanya. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-405:1 – Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku; asal Kau ada, yang lain tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang; di hadirat-Mu jiwaku tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

DI MANAKAH HARTAMU BERADA?


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-115:1 Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami ido pangidoan name. Sai pahipas be hami on sude.

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 2:44-46 (Pagi) Ams. 10:1-3 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 62:11
Janganlah percaya pada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah janganlah hatimu melekat padanya.

DI MANAKAH HARTAMU BERADA?
Mengapa anak sekolah hapal judul film dan waktu tayang, sedangkan waktu bimbel dan jadwal pelajaran sekolah bisa lupa? Mengapa anak-anak sulit bangun pagi untuk berangkat sekolah, namun jika jalan-jalan mereka tidak perlu dibanguni sudah bangun. Mengapa banyak bapa-bapa hapal nama pemain bola dan jadwal bola dunia, tapi lupa tanggal lahir anaknya dan tanggal pernikahannya? Jawab adalah; value atau nilai. Karena apa yang dianggap paling bernilai, berharga sangat menentukan hati, dan ingatan seseorang. Matius 6:21.”Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”. Apa yang dianggap seseorang berharga maka di sanalah hatinya berada, pertanyaanya adalah di mana hartamu saat ini berada? Nilai menentukan hati berada dan apa yang akan dilakukan.

Sedikitnya ada dua macam harta dan dua macam waktu, dalam, Matius 6:19-21 dituliskan ada harta di bumi yang dapat dirusak ngengat, karat dan dicuri pencuri yang sifatnya sementara. Sedangkan harta yang kedua adalah harta sorgawi yang bersifat kekal, abadi, yang tidak dapat di curi-curi, dimakan ngengat dan api. Ada dua macam waktu yaitu; waktu di bumi yang bersifat sementara dan waktu di surga yang bersifat kekal, abadi. Nilai seseorang menunjukkan hati seseorang, dalam Matius 6:24 disebutkan, bahwa manusia tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, kepada Allah dan mammon, karena akan mengasihi yang satu dan membenci yang lain. Karena hati manusia itu sangat licik, ”Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? (Yer. 17:9). Rasul Paulus menuliskan dalam 1 Timoteus 6:10 ”Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”. Cinta uang adalah musuh yang paling menjanjikan dan jahat, itulah sebabnya banyak orang jatuh dalam dosa. Karena itu jangan mengabdi pada dua tuan, utamakanlah kerajaan Allah di atas segala-galanya agar semuanya itu ditambahkannya kepadamu. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-419:1 – Yesus Pimpinlah
Yesus pimpinlah kami s’lamanya, Hanya Dikau kami ikut, di sepanjang jalan hidup. Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MEMUJI TUHAN SUMBER BERKAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-223:1 – Husomba Ho Tuhan
Husomba Ho Tuhan tangihon au. SangkapMu ma tongtong pasaut tu au. Lam ganda baenonMi holong ni rohangki. Sai lam gandai holong tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 3:17-18 (Pagi) Ul. 8:17-20 (Malam)

RENUNGAN
1 Tawarikh 29:12
Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya, dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

MEMUJI TUHAN SUMBER BERKAT
Dalam perjalanan hidup Daud, sangat menyadari begitu banyak anugrah dan berkat Tuhan yang dia terima. Pada masa kecilnya yang bertugas sebagai gembala sering berhadapan dengan binatang buas tetapi Tuhan setia menyertai hidupnya. Pada masa mudanya yang banyak mengalami cobaan dan ancaman, terutama dari ancaman raja Saul, tetapi Tuhan menolongnya. Pada masa tuanya yang menjadi raja yang kedua Israel, juga banyak mengalami cobaan dari bangsa-bangsa sekitarnya, yang berusaha untuk menghancurkan kerajaan-Nya, tetapi Tuhan menolongnya. Semua anugrah dan berkat Tuhan inilah yang disyukuri oleh Daud. Kemudian Daud sangat menyadari segala apa yang ada bagi dia, semuanya bersumber dari Allah. Daud sudah banyak menerima berkat-berkat Tuhan, dengan materi atau kekayaan yang melimpah, tetapi yang menarik Daud tidak mau untuk membanggakan diri, menjadi sombong, meninggikan diri, dan menyimpang dari ajaran Tuhan. Daud menyadari semuanya apa yang dia punya adalah bersumber dari Tuhan, semuanya karena campur tangan Tuhan, bukan karena kekuatanya dan kegagahanya karena itulah Daud selalu setia memuji Tuhan, sebagaimana dalam firman ini menyebut : Sebab kekayaan dan kemuliaaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala galanya, dalam tanganMulah kekuatan dan kejayaan dalam tanganMulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

Saudara, marilah kita menghayati bahwa semua yang kita miliki datangnya dari Tuhan dan semuanya adalah kepunyaan-Nya. Oleh sebab itu jangan sekali-kali meyombongkan diri, tetapi bersyukurlah kepada Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 363:1 Bagi Yesus Kuserahkan
Bagi Yesus kuserahkan, hidupku seluruhnya. Hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERPEGANG PADA YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-228:1 Jesus Haposanku
Jesus haposanhu, unang ma pasombu au di hapunjungan di na so mardongan./ Ho tongtong donganhu, dipardalananhu, Jesus haposanku unang au pasombu

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 6:12-14 (Pagi)
Ayub 38:12-21 (Malam)

RENUNGAN
1 Tesalonika 5:21-22
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

BERPEGANG PADA YANG BAIK
Setiap manusia harus belajar dari dua hal, yaitu yang baik juga yang jahat! Namun setiap manusia haruslah berpegang kepada yang baik. Sebagai bukti iman percaya kepada Allah adalah kemampuan untuk berpegang pada hal yang baik dan melakukannya kepada orang lain. Belajar dari hal yang baik adalah berdasarkan firman Tuhan yang menjadi teladan di dalam kehidupan, sedangkan belajar dari hal yang jahat adalah merasakan hal yang jahat yang dilakukan orang lain kepada diri seseorang dan tidak membalaskannya kepada orang lain. Hal yang buruk yang dilakukan orang lain menjadi pelajaran untuk menghargai orang lain dengan tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain.
Paulus mengingatkan agar setiap orang percaya yang ada dalam jemaat Tesalonika untuk berpegang pada yang baik dan menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan sebagai bukti dari iman dan Roh Allah yang diam dalam diri mereka. Pada saat ini pesan ini dapat kita aplikasikan dengan merenungkan apa saja yang baik yang telah dilakukan orang lain kepada kita dan melakukannya kepada orang lain, dan menghindarkan perbuatan jahat yang dilakukan orang lain kepada kita tanpa melakukannya kepada orang lain. Sebagai contoh jika kita merasakan dicaci itu sakit, maka jangan mencaci orang lain, namun jika memuji itu kita rasakan baik maka kita bisa memuji saudara kita. Selamat melayani!

BERDOA

BERNYANYI KJ-375: 1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia. Saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Perkataan Ibu Teresa


Inilah perkataan yang diucapkan ibu Teresa sebelum kematiannya :

Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat – kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.”

Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah.

Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan. Dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk.

Saya memberitahu para suster : “Kalian merawat yang tiga; saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.”

Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : ”Terima kasih” lalu ia meninggal.

Saya tidak bisa tidak harus memeriksa hati nurani saya sendiri. Dan saya bertanya : ”Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia ?” dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri.

Mungkin saya berkata : ”Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya”. Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia mati dengan senyum di wajahnya.

Lalu ada seorang laki-laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata : “Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.”

Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah : “Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan” – lalu ia mati.

Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin secara materi.

* Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
* Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
* Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
* Hidup adalah tantangan, hadapi itu.
* Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
* Hidup adalah pertandingan, jalani itu.
* Hidup adalah mahal, jaga itu.
* Hidup adalah kekayaan, simpan itu.
* Hidup adalah kasih, nikmati itu.
* Hidup adalah janji, genapi itu.
* Hidup adalah kesusahan, atasi itu.
* Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.
* Hidup adalah perjuangan, terima itu.
* Hidup adalah tragedi, hadapi itu.
* Hidup adalah petualangan, lewati itu.
* Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.
* Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.

Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.

JADIKAN HATI KAMI TAHIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-24:1 Tuhan Debata
Tatap hami on na pungu di son; Ai na naeng pujionnami denggan ni basaM di hami. Tatap hami on na pungu di son.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 6:4-5 (Pagi)
Yeh. 11:18-20 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 51:12
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

JADIKAN HATI KAMI TAHIR
Daud saat menulis mazmur ini dalam keadaan hati remuk dan tertunduk malu, penuh penyesalan atas dosa dan perbuatannya yang sangat tercela terhadap Uria. Daud merasa tidak layak di mata Tuhan karena dosa-dosanya. Atas dasar keberdosaan inilah Daud datang dan berdoa memohon ampun supaya Allah menjadikan hatinya tahir dan memperbaharui batinnya dengan roh yang teguh. Nas ini menyadarkan kita bahwa semua manusia adalah orang berdosa dan tidak layak di hadapan Allah. Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliahan Allah” dan Mazmur 51:7 “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku”.
Menyadari bahwa kita orang berdosa pastilah memerlukan pengampunan Allah. Pengampunan Allah akan memulihkan kehidupan kita serta memampukan kita untuk datang kepada-Nya yang Kudus. Selama dosa-dosa kita belum diampuni dan selama hati kita belum ditahirkan oleh Tuhan, maka kita akan kehilangan kegirangan, sukacita, rasa damai, bahkan akan kehilangan keselamatan yang dari Tuhan. Untuk itu marilah datang hanya kepada Tuhan. Dengan rendah hati, bawalah seluruh jiwa dan hati yang telah hancur akibat dosa. Menangislah, menjeritlah, berserah serta sujudlah kepada-Nya untuk memohon pengampunan sehingga dengan Roh-Nya yang Kudus, kehidupan kita diperbaharui dan hati kita yang hancur akibat dosa ditahirkan. Allah selalu menawarkan pengampunan jika kita mau bertobat. Melalui kematian Yesus dosa kita telah ditebus, melalui darahNya, kita disucikan sehingga kita layak di hadapanNya. Untuk itu jangan menyia-nyiakan pengorbanan-Nya yang rela mati untuk kita. Sebagai keluarga Kristen yang telah mendapat penebusan dan penyucian dosa dari Tuhan haruslah bertobat, dengan demikian hidup kita menjadi bersih dan berkenan kepada Allah. Bertobatlah dan kembali ke jalan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:1 Ya Tuhan tiap jam
Ya Tuhan tiap jam, ‘ku memerlukan-Mu. Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh. Setiap jam ya Tuhan, di Kau kuperlukan. ‘Ku datang, Juru selamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN SANG PEMILIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1 Puji Hamu Jahowa Tutu
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, Parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 17:24-28 (Pagi)
Yes. 11:6-8 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 24:1-2
Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.”

TUHAN SANG PEMILIK
Ayat renungan di atas merupakan bagian pujian Daud, di mana Mazmur 24 ini sering dibacakan sebagai pengatar ibadah orang Yahudi. Sekaligus sebagai pengingat apakah kita sudah layak atau tidak masuk ke rumah ibadah. Ayat renungan hari ini menegaskan kembali bahwa Tuhanlah pemilik tunggal alam semesta beserta seluruh isinya. Melalui ayat ini raja Daud yang sangat merasakan kehadiran dan pertolongan Tuhan dalam kehidupannya mengingatkan kita bahwa Allah berkuasa mengatur alam semesta ini, baik apapun yang terjadi di seluruh muka bumi ini, baik di daratan maupun di lautan juga di dalam tanah maupun di dalam air.

Sebagai konsekuensi pengakuan ini, kita sebagai pengikut Yesus harus mematuhi aturan yang diberikan Sang Pemilik alam semesta ini supaya bisa berkarya selama hidup di dunia ini. Melalui Firman-Nya yang bisa kita temukan dengan jelas dan rinci dalam Alkitab, kita harus terus meningkatkan keimanan kita dengan selalu membaca Alkitab setiap harinya. Sangat banyak rahasia-rahasia Tuhan yang bisa kita temukan di dalam Alkitab tersebut. Dalam Pengkhotbah 1:9 dengan jelas dikatakan “Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari”. Mengapa kita harus sadar benar akan konsep bahwa Tuhan adalah Sang Pemilik alam semesta ini? Karena kita sebagai manusia ciptaan-Nya tidak berjalan sendiri tetapi selalu dipelihara dan dijaga oleh Sang Pemilik. Jadi, tidak ada asalan bagi kita untuk mengeluh dan mengkhawatirkan akan kehidupan di dunia ini, apalagi ketika kita mengalami permasalahan atau cobaan. Ingat! Tetaplah tegar menghadapinya karena Sang Pemilik akan segera menolong kita sepanjang kita percaya kepada-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-460:1 Jika Jiwaku Berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku, ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu. Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya. Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu, jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin