Christmas Vigil – Christmas Evening


Menarik jika kita mempertanyakan “mengapa tanggal 24 Desember sudah dirayakan Natal? Bukankah tanggal tersebut masih dalam lingkaran Advent yang ke-empat?” Hal ini tidak terlepas dari tradisi penanggalan Yahudi, di mana pergantian hari tidak terjadi pada pukul 12 malam, tetapi terjadi pada pukul 6 sore. Itu sebabnya perayaan Natal dimulai pada tanggal 24 Desember malam. Dalam perayaan Natal Eve ini, kita diingatkan kembali peristiwa besar yang mengubah pola pikir umat percaya. Kelahiran Yesus bukanlah penggenapan janji keselamatan Allah, tetapi tanda penggenapan itu telah nyata.

Kelahiran Yesus berdapak pada pengharapan yang kuat bagi setiap orang yang percaya, bahwa dunia tidak akan dimusnahkan, tetapi akan diselamatkan. Itulah sebabnya simbol dari Malam Natal ini adalah “Yesus dalam palungan yang dinaungi oleh pelangi dengan tiga warna”. Sebuah makna yang sangat dalam, dimana pengharapan akan dunia baru telah nyata. Gambar ini mengingatkan kita akan peristiwa air bah yang menghancurkan seluruh kehidupan, namun kehidupan baru telah dimulai, sebab Allah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan dunia ini, dan janji tersebut dinyatakan Allah melalui pelangi. Penyelamatan Allah nyata pada bayi Yesus Kristus yang akan menyandang tiga jabatan, yaitu: Raja, Nabi dan Imam, yang digambarkan dalam tiga orang Majus.

DAMAI


Ini adalah Minggu terakhir dalam masa Penantian (Advent). Pada Minggu ini kita akan berbicara mengenai Damai dan Sejahtera, yang disimbolkan daun yang rindang pada dahan pohon. Dalam minggu ini kita diingatkan kembali nyanyian malaikat yang berkata: “damai di bumi, di antara orang yang berkenan kepadaNya”. Sebuah nyanyian yang dikumandangkan para tentara surga. Nyanyian ini adalah pengingatan akan tugas mulia setiap manusia yang percaya. Kedamaian akan terjadi jika setiap orang percaya mengusahakannya, bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi oleh karena perbuatan iman.

Pada Minggu ini kembali diingatkan akan niat dan tekad setiap orang yang percaya, agar pola kehidupannya dipatrikan pada hukum Allah sebagai pedoman. Ketika kita menantikan kedatangan Yesus yang kedua kalinya, tentu kita tidak dapat hanya berpangku-tangan, tetapi harus berkarya dan berbuat. Setiap orang percaya harus membawa damai kemanapun ia pergi. Dengan demikian kehidupan kita memiliki makna. Kedamaian tidaklah datang dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan dan diupayakan. Inilah hakikat keberadaan orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

IMAN YANG TEGUH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 497:1 – Di Na Humolso Rohangki
Di na humolso rohangki pasari hangoluanki. Tibu bolongkononku pe, holsongku sasude. Ai i didokkon Jesus i Tuhanta na di surgo i, nasumarihon ngolumi denggan sasude i.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 4:1-3 (Pagi)
Yoel 1:2-7 (Malam)

RENUNGAN
1 Tesalonika 3:13
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

IMAN YANG TEGUH
Tekanan dari orang-orang Yahudi kepada jemaat di Tessalonika membuat Rasul Paulus khawatir. Rasul Paulus kemudian mengutus Timotius untuk menguatkan dan menasehati jemaat Tessalonika agar tetap kuat imannya meskipun harus menghadapi banyak tantangan dan kesusahan. Melalui suratnya kepada jemaat Tessalonika, Paulus menggambarkan sukacita dan rasa syukur yang dia rasakan karena dia tahu bahwa ternyata jemaat di Tessalonika mampu menghadapi semua tantangan dan kesusahan ini. Bahkan kondisi ini justru membuat mereka saling mengasihi satu dengan yang lain. Pesan ini juga kiranya dapat kita ambil sebagai pedoman bagi kita semua, bagaimana kita harus bersikap ketika karena iman dan percaya kepada Tuhan, kita harus menghadapi kesusahan, pergumulan dan intimidasi dari orang-orang yang tidak seiman dengan kita. Seperti yang banyak terjadi di beberapa daerah belakangan ini. Banyak rumah-rumah ibadah yang disegel dan tidak diberikan izin untuk melakukan ibadah.

Puji Tuhan kita bisa memperoleh IMB untuk pendirian Gereja HKBP Serpong. Lalu sebagai jemaat yang beruntung apa yang harus kita lakukan? Sepatutnyalah kita tunjukkan rasa syukur dengan ikut serta dan ambil bagian dalam semua kegiatan pelayanan di HKBP Serpong. Mari dukung saudara-saudara kita di tempat lain yang belum mendapatkan kebebasan. Berdoa dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati kepada Tuhan, supaya mereka bisa tetap kuat dan bertahan dan tidak goyah imannya karena kondisi ini. Doakan aparat pemerintah kita supaya mereka melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar sesuai undang-undang yang berlaku. Kasih Tuhan menyertai kita senantiasa. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-450:1 Hidup Kita Yang Benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur. Dalam susah pun senang; dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendaknya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MARI BERIBADAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1 – Puji Hamu Jahowa Tutu
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, Parasiroha salelengna i; Pardengganbasa i, Parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 24:43-44 (Pagi)
Zef. 3:14-20 (Malam)

RENUNGAN
Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

MARI BERIBADAH
Apakah begitu penting beribadah sehingga Rasul Paulus mengingatkan kita untuk tidak pernah melupakan untuk beribadah? Kita sering mendengar perkataan “Ah malas ke gereja… minggu depan aja. Masih ada kok waktu minggu depan“ atau alasan lain. Kita sering meremehkan tentang pentingnya beribadah. Ada beberapa alasan mengapa kita ke gereja antara lain Pertama: Kita diciptakan adalah untuk menyembah Tuhan dan untuk melayani sesama, bukan untuk diri kita sendiri. Kita sering terjebak seolah-olah Tuhan yang membutuhkan kita. Kita banyak tuntutan yang sesuai dengan selera kita agar kita datang beribadah ke gereja, misalnya: musiknya, kotbahnya dan sebagainya. Kita lupa bahwa kita ke gereja adalah untuk menyembah Tuhan dan bersekutu dengan sesama. Untuk itu mari kita merubah pemikiran kita.

Kedua: Kita perlu persekutuan. Kita sebagai mahluk sosial perlu bersekutu bersama orang seiman dan dengan persekutuan ini akan lebih banyak energi yang positif yang akan kita dapatkan, kita akan saling menguatkan dan selalu berbicara dan bergaul berlandaskan firman Tuhan sehingga iman kita semakin kuat. Catatan bukan berarti kita tidak dapat bergaul dengan teman kita yang tidak seiman akan tetapi jangan lupakan persekutuan dengan teman seiman dengan datang ke gereja.

Ketiga: Skala prioritas, kita kadang menepatkan pergi ke gereja bukan sebagai prioritas utama. Bagi anak-anak yang sedang menghadapi ujian, belajar adalah prioritas utama sedangkan ke gereja kalau ada waktu. Padahal kalau beribadah menjadi prioritas utama maka pikirannya akan lebih segar dan konsentrasinya dalam belajar akan meningkat, sebaliknya kalau terus belajar menjadi stress dan hasil akhirnya menjadi jelek.

Sudah selayaknya kita sebagai umat ciptaan Tuhan menyembah Dia serta mengucapkan syukur atas segalah rahmat yang kita terima selama hidup kita, seperti yang dikatakan Daud “Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita” (Maz. 96:6).

BERDOA

BERNYANYI KJ-38:5 T’lah Kutemukan Dasar Kuat
Inilah dasar andalanku, biarpun apa kutempuh: ya Tuhan, rahmat-Mu berlaku sepanjang jalan hidupku! Sampai kekal kupujilah samud’ra rahmat yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HARI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-195:1 – Holong Do Roha
Holong do roha ni Debatangku, holong do rohaNa tongtong di au. Ai dipatupa do haluaonhu marhite Jesus, AnakNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 24:37-42 (Pagi)
Yer. 46:10-12 (Malam)

RENUNGAN
2 Petrus 3:10
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

HARI TUHAN
Salah satu anugerah besar yang diterima setiap orang adalah kesadaran-diri. Anugerah ini memampukan tiap orang untuk mengambil jarak terhadap diri sendiri dan menelaahnya. Yaitu antara lain pemikiran kita, sejarah kita, motif-motif kita, kebiasaan kita dan tujuan hidup kita. Orang Kristen tahu atau sadar bahwa kehidupan bukan hanya di dunia ini, namun anugerah kesadaran diri dan hari-hari hidupnya sering dimanfaatkan pada hal-hal duniawi yang bersifat sementara saja. Coba kita perhatikan sejenak kehidupan seorang gila. Walau tanpa kesadaran diri, kelihatan ia dapat menjalani hidupnya. Orang gila tidak takut makan dan minum yang kotor dan juga tidak merasakan penderitaan atau sakit sebagaimana orang lain rasakan. Orang gila itu hidup tanpa kesadaran diri, tidak ada rasa takut tapi tidak punya arah dan tujuan.

Surat Rasul Petrus ini berusaha menghidupkan pengertian iman yang murni melalui peringatan-peringatan supaya kita sadar akan Kuasa-Nya yang dahsyat dan Kasih-Nya yang tak berkesudahan. Sebagai umat yang telah ditebus melalui kematian Kristus, kita dingatkan dan disadarkan bahwa Hari Tuhan pasti akan terjadi. Pada Hari Tuhan bukan hanya hari penghukuman atas dosa-dosa tetapi sekaligus perlindungan di mana mahkota kebenaran dikaruniakan kepada orang-orang yang mengasihi-Nya (2Tim. 4:8). Untuk itu, menjaga kekudusan selama kita hidup di dunia harus dikerjakan dengan kesadaran diri yang tinggi. Gunakan dan latih anugerah kesadaran diri setiap hari secara terus menerus sehinga kita sehat atau tidak bercacat cela pada waktu kedatanganNya (1 Kor.1: 8). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 263:1 Yang T’lah Menang
Yang t’lah menang disambut di Firdaus dan makan buah pohon Alhayat, tak lagi ingat duka atau maut: Kristus yang hidup Tuhannya tetap. Ia alami nikmat Sorgawi dan merasai kasih kekal, dan merasai kasih kekal.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERJAGA-JAGA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-772:1 Tuhanhu do Pature Dalanki
Tuhanhu do pature dalanki. Tuhanhu do patiur langkanghi. Sian nasa rohangki hupasahat ngolungki, Tuhanhu do patiur dalanki.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 24:9-14 (Pagi)
Yes. 14:1-6 (Malam)

RENUNGAN
1 Tesalonika 5:2
Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

BERJAGA-JAGA
Di dalam hidup ini pasti ada yang kita harapkan dan nantikan untuk terjadi kelak. Untuk hal itu, kita akan melakukan persiapan dan usaha supaya ketika tiba waktunya kita memperoleh apa yang kita harapkan dan nantikan tersebut. Hal yang sangat penting yang harus kita miliki dalam hal menantikan ini adalah ketekunan. Tanpa ketekunan, proses menantikan menjadi sesuatu yang sangat membosankan dan melelahkan. Namun itulah harga yang harus “dibayar” supaya apa yang diharapkan dan dinantikan menjadi kenyataan dan menjadi milik kita. Sebagai orang beriman, kita percaya akan hari Tuhan di mana Tuhan akan datang kembali dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya untuk melaksanakan keadilan dan penghukuman-Nya. Kapan hari Tuhan itu tiba?

Pada Markus 13:32 “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” Karena itu, bagaimana sikap kita tentang nas hari ini? Ada beberapa hal yang dapat kita petik dari nas ini, yaitu :

  1. Bertobat. Jika pada saat ini Tuhan masih memberi kita hidup, berarti Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan dibaharui supaya beroleh keselamatan.
  2. Bertekun. Kita harus bertekun dalam menantikan hari Tuhan.  Pada Wahyu 3:11 “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
  3. Sadar dan berjaga-jaga. Sikap ini sangat perlu kita miliki karena Iblis akan semakin giat bekerja dalam berbagai bentuk untuk mencari orang yang dapat ditelannya.
  4. Hidup sebagai saudara. Sebagai orang beriman, kita diminta untuk saling menasihati dan membangun di dalam Tuhan sampai hari Tuhan tiba. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-329:1 Tinggal Sertaku
Tinggal sertaku; hari t’lah senja. G’lap makin turun, Tuhan, tinggallah! Lain pertolongan tiada kutemu: Maha Penolong, tinggal sertaku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERPEGANG TEGUHLAH DI DALAM IMAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-690:1 – Hibul Rohangku
Hibul rohangku tu Tuhan Jesus sude ngolungku di Tuhan Jesus, ihuthononku do Tuhan Jesus ndang olo au sumurut be.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 24:6-8 (Pagi)
Yes. 13:6-13 (Malam)

RENUNGAN
1 Korintus 1:8
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

BERPEGANG TEGUHLAH DI DALAM IMAN
Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita diperhadapkan pada berbagai macam persoalan dan pergumulan. Respon kita terhadap persoalan pun bermacam-macam, umumnya kita gampang kecewa dan putus asa bahkan ada orang yang sampai meninggalkan imannya karena merasa bahwa pertolongan Tuhan itu tidak tepat waktu, seperti yang diharapkan. Perihal waktu inilah yang selalu menjadi masalah serius dalam kehidupan orang percaya. Mengapa? Karena kita menghendaki pertolongan dan jawaban doa dari Tuhan itu secara cepat, tidak perlu menunggu lama. Pada saat kita menunggu pertolongan dari Tuhan kadang kita tidak sabar dan tidak teguh dalam iman kita.

Berpegang teguh di dalam iman adalah berpegang teguh pada kebenaran atau isi dari Injil Kristus. Setan tidak dapat merebut iman keselamatan kita, namun ia dapat dan seringkali membuat orang Kristen mudah bimbang atau ragu yang mengakibatkan imannya menjadi catat karena menduakan Tuhan. Apabila kita tidak berakar kuat di dalam firman dan tidak berpegang teguh pada Injil. Kita akan mudah terpedaya dan mulai mengkompromikan hal-hal di luar kebenaran. Hal ini terjadi dan dialami oleh orang-orang di Korintus pada waktu itu, di mana mereka menganggap bahwa kebenaran Injil adalah sebuah kebodohan. Sehingga mereka pun lebih condong mengandalkan filsafat dan hikmat manusia sebagai pegangan hidup mereka. Jika saat ini kita sedang mengalami pergumulan berat: sakit-penyakit, perekonomian, keuangan, karir/pekerjaan sepertinya sudah mati dan tiada harapan lagi, janganlah menyerah pada keadaan dan mencari solusinya diluar kebenaran Firman Tuhan. Tetaplah berserah kepada Tuhan dan nantikan pertolongan-Nya dengan sabar, dan sungguh-sungguh terus berusaha dan berpegang teguh kepada kebenaran Injil Kristus.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 413:1 Tuhan, Pimpin Anak-Mu
Tuhan, pimpin anakmu, agar tidak tersesat. Akan ¬jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat. Tuhan, pimpin! Arus hidup menderas: agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin