Melayani Bukan Dilayani


BERNYANYI BE-262:1 – Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan. Sitompa sasude, silehon hangoluan. Sai lehon ma di au, pamatang na hipas
Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Keluaran 19:1-15
Malam: 1 Petrus 2:5-9

RENUNGAN
Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Matius 20:28

Melayani Bukan Dilayani
Ciri khas iman Kristen adalah melayani. Melayani adalah perintah Tuhan, karena itulah teladan utama Tuhan Yesus datang ke dunia. Melayani melalui pengorbanan diri-Nya di kayu salib untuk menjadi tebusan bagi dosa manusia. Melayani (diakenein) menggambarkan tindakan untuk melayani setiap orang yang membutuhkan dengan penuh kasih dan tanggung jawab. Melayani dengan rendah hati dan tunduk pada Tuhan. Ucapan Yesus sangat kontras dengan konsep dunia, sebab Tuhan Yesus berkata, siapa yang ingin jadi besar haruslah melayani.

Bagaimana sikap dunia saat ini? Sikap dunia adalah minta dilayani. Pemimpin yang mentalnya dilayani berlawanan dengan ajaran Tuhan Yesus. Kita dipanggil bukan dilayani, tetapi melayani. Mental melayani hendaknya menjadi karakter setiap orang percaya. Melayani berarti rela dan taat pada perintah Tuhan, menyangkal diri, proaktif, hidup sederhana,dan tidak borus dan pelit, namun mengasihi dan suka berkorban. Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani apapun pekerjaannya. Melayani dengan mental setia, jujur dan sungguh-sungguh. Melalui renungan ini, kita dipanggil agar tahun 2019 ini kualitas pelayanan kita makin meningkat. Disiplin rohani kita khususnya dalam doa dan kerinduan belajar Firman Tuhan hendaknya meningkat. Doa dan Firman Tuhan menjadi energi supranatural dalam mewujudkan pelayanan yang handal dan berkenan bagi Tuhan. Jika Kristus telah memberikan hidup-Nya untuk melayani kita, maka sebagai ucapan syukur dan kasih kita pada Dia, marilah kita melayani lebih sungguh-sungguh dan setia. Soli Deo Gloria. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:4 Ingat akan nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tuhan Sumber Pengharapan


BERNYANYI BE-227:2 Jesus ngolu ni
Lam tangkas ma patuduhon
Tu au on panghophopMi
Asa i huhalungunhon
Hot ma au dilambungMi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Matius 17:1-13
Malam: 1 Timotius 2:5-7

RENUNGAN
Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap. Matius 12:21

Tuhan Sumber Pengharapan
Nas ini adalah nubuatan Nabi Yesaya untuk memberitakan kesembuhan bagi bangsa-bangsa. Jadi jauh sebelum Yesus berkarya, Nabi Yesaya sudah menubuatkan akan apa yang dilakukan Yesus sebagai Juruselamat selama hidup-Nya dan nyatalah bahwa Dialah satu-satunya Tuhan tempat kita berharap. Di masa awal tahun 2019 ini tentunya kita masih penuh dengan harapan akan hal-hal yang lebih baik terjadi dalam hidup kita, ada yang berharap dapat anak, dapat cucu, dapat jodoh, dapat pekerjaan, dapat lanjut ke Perguruan Tinggi Negeri, dapat rumah, dapat kesembuhan dari sakit, dapat rezeki yang cukup, dapat promosi jabatan, dan dapat apa yang sedang diimpikan. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah “Apakah tahun ini aku bisa mewujudkan harapan tersebut?” Jawabannya pasti berbeda pada setiap orang, ada yang dapat dan ada juga yang belum dapat. Namun apapun jawabannya, yang terpenting adalah kita sudah melakukan hal yang benar di mata Tuhan, yaitu Tuhan mau kita selalu berharap hanya pada-Nya. Tentunya hal ini tidak gampang dilakukan, karena terkadang himpitan dan tekanan permasalahan hidup ini, membuat manusia panik dan tidak sabar terhadap jawaban Tuhan, dan malah mengambil jalan lain yang pada akhirnya mencelakakan hidupnya sendiri bahkan keluarganya juga.
Jadi marilah kita melatih diri kita untuk tetap melakukan segala pekerjaan yang baik di mata Tuhan, dan selalu bersyukur dan berharap pada-Nya. Dalam Yeremia 17:7 dikatakan: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No.19:1. Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, Bahagia aku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Keluarga Allah


BERNYANYI BE-207:1 Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au, Paima tos hosangku ramoti au. Ndang olo au mardalan sasada au; Sai Ho ma ale Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yesaya 49:1-6
Malam: Matius 16:24-28

RENUNGAN
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.
Efesus 2:19

Keluarga Allah
Berbicara mengenai keluarga, setiap orang pasti langsung teringat dengan ayah, ibu, anak, dan kehangatan rumah tangga. Ya, tiga personel dan satu situasi tersebut merupakan faktor utama yang menjadi dasar terbentuknya sebuah keluarga. Tanpa dilengkapi salah satu personel atau pun kondisi tersebut, sebuah keluarga sulit untuk dapat berfungsi dengan baik. Keluarga Allah adalah kumpulan orang-orang yang telah lunas ditebus dengan darah yang mahal oleh Tuhan Yesus di kayu salib dan mempunyai tujuan yang sama di dalam Tuhan. Manusia hidup di dunia bersama Allah dan Allah yang berdiam di dalam orang percaya.

Gereja dalam hal ini adalah rumah kita, anggota keluarganya bukan orang asing, bukan pendatang, tetapi warga Allah. Kita harus memastikan bahwa hanya Kristus yang menjadi fokus dalam segala sesuatu hal. Gereja harus dibangun dengan dasar yang teguh, sehingga ketika berbagai tantangan datang silih berganti, maka tantangan tersebut bisa terjawab sehingga Gereja tetap bertahan dan bertumbuh semakin baik. Bagaikan sapu lidi, dia akan berfungsi jika kumpulan lidi terikat dengan baik, tetapi jika lidi tersebut tercerai berai maka akan sangat sulit untuk menggunakan lidi yang terpisah tersebut. Menjadi anggota keluarga Allah adalah berkat terbesar yang dilimpahkan atas orang percaya, yang seharusnya menimbulkan keharuan dan cinta yang mendalam. Kita tidak mampu melakukan apapun juga untuk melayakkan diri menerima kasih, kemurahan, dan kasih karunia-Nya; namun, kita dipanggil menjadi anak-anak Allah yang Hidup. Mari kita bersukacita dan menerima undangan-Nya dengan iman, terpujilah kristus.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 – Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya. B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dia-lah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Allah Yang Memulihkan


BERNYANYI BE-24:1 Tatap hami on
Tatap hami on na pungu di son; Ai na naeng pujionnami denggan ni basaM di hami. Tatap hami on na pungu di son.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Filipi 3:17-21
Malam: Yesaya 32:1-4

RENUNGAN
Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi. Yesaya 49:8b

Allah Yang Memulihkan
Nas ini merupakan nubuatan nabi Yesaya pada masa pembuangan Israel di Babel. Mari kita bayangkan ketika bangsa Israel yang adalah umat Allah dibuang ke Babel – bangsa yang tidak beribadah kepada Allah. Mereka tercabut dari akarnya, umat Allah menjadi hamba kepada raja Babel selama tujuh puluh tahun. Sementara mereka yang masih tinggal di Israel, menderita dan putus harapan karena terpisah dari keluarga. Mereka menjadi bangsa jajahan dan merasa bahwa Allah sudah tidak mengasihi mereka lagi. Dalam situasi yang sedemikianlah nas kita hari ini. Sebaiknya kita renungkan seluruh Yesaya 49:8, beginilah firman Tuhan: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan,

Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi. Ketika Allah menghukum bangsa Israel (manusia), Allah ingin supaya mereka (manusia) menyadari dan mengakui pelanggarannya di hadapan Allah dan kembali kepada-Nya. Sesungguhnya, meskipun manusia selalu memberontak kepada Allah, namun kasih Allah tetap untuk selama-lamanya. Allah mengutus nabi Jesaya sebagai alat untuk memulihkan bangsa Israel. Sebagaimana Allah memulihkan umatNya pada jaman dahulu demikianlah kita akan dipulihkan. Kita juga diutus untuk menyampaikan kabar baik bagi semua orang untuk menguatkan yang lemah dan memberi pengharapan bagi yang putus asa dan menjadi berkat bagi sesama manusia. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:1 “Sertai kami Tuhan”
Sertai kami Tuhan, dengan anug’rah-Mu
Berilah pertolongan melawan si set’ru.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tuhan Bersama Kita


BERNYANYI BE 470:1 Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au
Dohot na adong di au.
Gogo dohot hosangki
Sahat ma tu tanganMi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Hakim-hakim 13:19-25
Malam: Yosua 10:16-27

RENUNGAN
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau. Yesaya 41:10a

Tuhan Bersama Kita
Menurut para ahli sedikitnya ada tujuh ribu perasaan takut. Rasa takut muncul karena terpisah dari Tuhan. Tapi ada orang yang merasa dekat dengan Yesus tapi masih takut, seperti para murid-murid Yesus, pada saat badai mengoncang perahu mereka. Petrus takut padahal Petrus bisa berjalan di atas air. Meskipun murid-murid bersama-sama dengan Yesus mereka masih takut. Musa juga takut menghadapi Firaun, namun dapat mengalahkan raja Firaun.

Ada beberapa tips mengatasi rasa takut di antaranya; Jangan panik menghadapi realita kehidupan ini, karena orang yang panik tidak percaya bahwa dalam dirinya ada kekuatan yang dapat memenangkan masalahnya. Allah setia dan berjanji akan selalu beserta perjalanan umat Isreal, kemudian Yesus juga berjanji bagi kita bahwa Ia sendiri akan menyertai dan menolong kita setiap saat sampai akhir jaman. Kita tidak perlu bimbang atau ragu dalam hidup ini, karena orang yang bimbang atau ragu tidak akan mendapatkan apa-apa, hidupnya akan rapuh. Tuhan pasti menolong, meneguhkan kita dalam situasi apapun baik dalam keadaan kacau maupun aman, susah ataupun senang, gagal ataupun berhasil, Tuhan pasti menolong kita pada waktunya. Rasul Paulus juga meneguhkan kita dalam 1 Korintus 15:57. Karena itu marilah kita berdiri teguh, jangan goyah, jangan takut dan bimbang, karena itu percayalah kepada Tuhan maka Allah akan memberikan kemenangan kepada kita. Kita harus percaya bahwa kita tidak sendiri karena Allah beserta kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 26:1 Mampirlah dengar Doaku
Mampirlah dengar doaku Yesus penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Setia Menantikan Tuhan


BERNYANYI BE-252:1 Paian ma di hami
O Jesus sai dongani ma hami sasude. Pasada rohanami asa bulus sude

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Keluaran 23:20-33
Malam: Yosua 10:6-15

RENUNGAN
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!. Yesaya 30:18c

Setia Menantikan Tuhan
Kedatangan Yesus yang kedua kali, sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Alkitab sangat jelas mengatakan bahwa Yesus pasti datang kembali. Dalam 2 Petrus 3:9-10 dikatakan: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian , tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Hari kedatangan Tuhan akan tiba seperti pencuri”. Kapan, di mana dan bagaimana tidak ada seorangpun yang tahu,tetapi waktu Tuhan pasti tiba. Kedatangan Yesus pertama kali adalah suatu anugerah, tapi kedatangan-Nya yang kedua kali adalah untuk menghakimi. Karena itu, bagaimana seharusnya sikap kita dalam menantikan kedatangan-Nya?

Pada Yesaya 30:18 dan seterusnya adalah gambaran tentang apa yang akan dihadapi oleh bangsa Israel di Sion yang diam di Yerusalem. Di satu sisi walaupun bangsa Israel akan menghadapi murka Tuhan yang menyala-nyala, tetapi di sisi lain Tuhan tetap menyatakan kasih-Nya. Janji keselamatan Tuhan kepada bangsa Israel tidak akan berubah, bila mereka berbalik kepada Tuhan. Tapi jika mereka tetap mengeraskan hati dan tidak mau bertobat, maka bila waktu-Nya tiba, mereka akan binasa. Milikilah sikap yang taat kepada Tuhan. Israel sudah banyak melihat dan mengalami keajaiban, tetapi mereka tetap tidak percaya dan taat kepada-Nya. Bagaimana dengan kita, apakah kita memiliki sikap yang setia dan taat kepada Tuhan di dalam segala keadaan? Apakah kita senantiasa bersandar kepada-Nya? Hidup ini memang tidak terlepas dari berbagai persoalan dan kesulitan, tapi mari kita belajar setia, percaya dan taat kepada-Nya. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

BERDOA

BERNYANYI KJ-29:4 Di muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, kudapat kasih sayang-Nya. Hatiku pasrah berserah, Di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

EPIPHANIAS


Minggu Ephipanias
Penyataan Kemuliaan Allah

Tidak setiap tahun kita berjumpa dengan Minggu Epiphanias. Tetapi tahun 2019 ini, kita berjumpa langsung dengan Epiphanias ini. Epiphanias sendiri di simbolkan matahari yang terbit pada pagi hari. Hal ini menggambarkan bagaimana Allah sebagai surya yang tidak pernah mati telah bersinar bagi seluruh bangsa-bangsa. Tetapi banyak juga yang menyimbolkan dengan “bintang”, yang memiliki arti “cahaya di tengah kegelapan”. Minggu Epiphanias adalah minggu penutup dari rangkaian 12 hari Natal. Kelahiran Yesus telah membawa terang bagi seluruh umat yang percaya, dan posisi sumber terang itu sendiri berada di atas. Karena itu pada Minggu Epiphanias ini kita akan berbicara mengenai “terang yang datang dari Sion”. Sion sendiri adalah bukit suci dimana bangsa Israel percaya bahwa disanalah Allah bersemayam. Itu sebabnya bukit Sion sangat penting bagi iman dalam Perjanjian Lama.

Kembali dalam peristiwa kelahiran Yesus. Orang Majus sendiri menggunakan ilmu perbintangan untuk mengetahui posisi dimana Raja yang akan lahir. Bintang sebagai gambaran kelahiran seorang Raja itu jugalah yang dipakai untuk menggambarkan Minggu Epiphanias, sebab telah nyata janji Allah tersebut, dan kegenapan kehendak Allah untuk melepaskan umat yang percaya dari perbudakan dosa telah dimulai. Karena itu dalam minggu ini kita telah melihat janji Allah tersebut, tetapi belum seluruhnya terpenuhi. Kelahiran Yesus bukanlah puncak rencana Allah, tetapi dimulainya Karya Penyelamatan Allah bagi umat manusia