DIBENTUK OLEH TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No.345:1. “Sertai kami Tuhan”
Sertai kami Tuhan dengan anug;rahMu
Berilah pertolongan, melawan si set’ru

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Korintus 9:19-25.
Malam : Amsal 3:27-35.

03. Renungan: Roma 9:20.
Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapa engkau membentuk aku demikian?”

Kita yang berdosa sebenarnya sudah kehilangan kemuliaan Allah seperti bejana yang sudah rusak biasanya akan dibuang oleh orang. Namun tidak sama dengan Allah kita, ketika kita sudah rusak, ia akan tetap memakai kita, Ia akan memproses kembali hidup kita menjadi manusia yang menyerupai Kristus. Di dalam proses pembentukan itu ada banyak hal yang Tuhan izinkan terjadi dan mungkin berbagai persoalan yang rasanya sangat menyakitkan. Firman Tuhan mengatakan, “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapa engkau membentuk aku demikian?”

Jadi kalau saat ini kita harus menghadapi banyak persoalan hidup maka itu merupakan bagian dari pembentukan karakter kita supaya menjadi sempurna, maka kita tidak perlu bersungut-sungut, apalagi sampai berpikir “mengapa Tuhan ijinkan ini semua terjadi dalam hidupku?” tetaplah ingat bahwa, penderitaan yang kita hadapi belum sampai membuat kita mencucurkan darah sama seperti Kristus menderita untuk kita. Tuhan tidak akan membentuk orang-orang yang hanya mau mencari kesenangan diri sendiri sama seperti orang dunia pada umumnya, tetapi Ia akan membentuk orang-orang yang hidupnya takut akan Dia. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 319:2. Sai tiop ma tanganku
Sai sesa nasa dosa ale Amang! Ho na marholong roha asi rohaM
Paias ma rohangku na ramun i, pagirgir au mamuji, Ho Tuhanki

06. Doa Bapa kami – Amin

TABITA (DORKAS)


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No.4:1. “Hai Mari sembah”
Hai mari sembah Yang Maha besar, Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya, Yang Maha esa, Mulia namaNya, takhtaNya megah.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Matius 17:24-27.
 Malam : Amsal 3:1-12.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 9:36.
Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita – dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

Dorkas bukan perempuan yang luar biasa. Satu-satunya keterampilan yang dimilikinya adalah menjahit. Tidak banyak orang yang menghargai kemampuannya dalam hal menjahit karena menurut anggapan umum, kemampuan menjahit memang sudah sewajarnya dimiliki oleh seorang wanita. Oleh karena itu, mudah bagi Dorkas untuk berpikir, “Aku bukan nabi dan aku bukan seorang perempuan yang akan memegang peranan besar. Namun, ada satu hal yang membuat Dorkas melebihi semua perempuan lain adalah ia disebut murid, pengikut Yesus. Inilah yang membuat beda dan menimbulkan dampak besar. Dorkas membuka hatinya bagi Yesus, lalu mengikut Dia. Dorkas menerima Yesus menjadi Juru Selamat dan Tuhannya. Ciri khas yang menonjol dan yang patut dicontoh dari Dorkas adalah ia mewujudkan imannya dalam bentuk pelayanan yang tulus. Ia mengembangkan kemampuan/talenta yang dimilikinya untuk menjadi berkat bagi sesama. Benar!

Ketika Dorkas sakit dan meninggal banyak orang merasa sangat kehilangan. Saat Petrus dan Yohanes sedang melayani di Lida, mereka meminta Petrus untuk datang ke rumah Dorkas dan menghidupkannya kembali. Setelah Petrus menyuruh semua orang itu keluar, ia berdoa dan Allah membuat Dorkas hidup kembali. Kehidupan, kematian, dan kebangkitan Dorkas menjadi berita sukacita bagi kita. Dorkas telah memotivasi dan menginsfirasi kehidupan kaum perempuan sampai saat ini supaya setia kepada Yesus baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan. Hendaklah kita semakin bertumbuh seperti Dorkas, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 279:1. Pasahat ma sudena
Pasahat ma sudena na hinolsohonmi. Tu Debata Jahowa Pardenggan basa i
Ai guru di Ibana do tano dohot laut; Lan pe di tahi jolma rohaNa do na saut.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MATA IMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 457:1. “Ya Tuhan tiap jam”
Ya Tuhan tiap jam ‘ku memerlukanMu.
Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh
Setiap jam ya Tuhan, di Kau kuperlukan.
Ku datang Juruselamat berkatilah.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 15:1-9.
Malam : Amsal 2:1-15.

03. Renungan: Yohanes 9:25.
Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.

Orang buta yang disembuhkan Yesus ini pernah ditegur, diusir, dan ditolak. , Kita tahu, Yesus datang ke dunia, Dia bergaul dengan orang-orang sederhana, bersekutu dengan orang-orang berdosa, seperti pemungut cukai, para pelacur, dsb. Ini adalah orang-orang yang pernah diusir dalam masyarakat, orang-orang yang dibuang, tapi kemudian diterima oleh Tuhan. Dalam nas ini, seseorang yang tadinya buta secara jasmani kemudian melihat secara jasmani, dan ini adalah tanda (bhs Yun: semeia) yang menunjuk kepada realita yang lebih tinggi, yaitu Pribadi Yesus. Yesus bukan hanya mau menyembuhkan orang yang buta secara jasmani supaya dia bisa melihat secara jasmani, tapi terutama Dia mengeluarkan orang yang berjalan di dalam kegelapan dosa –buta secara rohani supaya dia bisa melihat secara rohani. Kalau cuma buta secara jasmani menjadi melihat secara jasmani, itu memang hal yang luar biasa.

Orang buta yang sudah disembuhkan itu menyadari bahwa mujizat yang ia alami menyadarkan semua orang supaya mereka mengaku dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, Mesias, dan Juruselamat dunia. Maka waktu Yesus menanyakan “percayakah engkau kepada Anak Manusia”, Ia menjawab: “Aku percaya, Tuhan!” Siapakah orang yang percaya? Yaitu orang yang terus-menerus diperbaharui penglihatannya akan Kristus, yang tidak statis, yang gambarnya terus berubah. Bukan karena Yesus-nya berubah, melainkan karena pengenalan kita yang semakin lama semakin jelas melihat Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 277:1. Las situtu rohangku
Marsada roha hita, sitanda Jesus i. Tatiop tong jamita, pasonang roha i
Sai pir tondinta be, sada tongtong rohanta mangihut tu Tuhanta, sihophop sasude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Na mangonai tu Patik Paonomhon dohot Papituhon


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
(Na mangonai tu Patik Paonomhon)

• Ima na mangarsahi donganna manang mambahen tihasna, mamungkuli donganna, parmabuk, sisobur tuak, alcohol, manggadis narkoba, morpin dohot ganja. Pasiaksiakhon natinompa isara ni angka binatang-binatang.
• Na mamusa donganna, mandormai, manggadam, dohot angka na maniop rasun.
• Na maningkot dohot abortus provocatus (pengguguran kandungan).

(Na mangonai tu Patik Papituhon)
• Marroharoha (marsangkap na roa tu halak na asing)
• Na tois marabit, gere marpangkuling, parhata barangsi, na girgir manonton film porno (sisingguli hagiot ni daging).
• Germo dohot boruboru sibabijalang (WTS), na marlangka pilit manang marsiduadua, na palaohon jolmana, na mangurupi ulaon na jat, homo sek dohot lesbian, hahisapon dohot nasa ulaon hailaon (Roma 1:24-27).

BELAJAR BERHIKMAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 331:1. “Siang, malam, Musim, Tahun”
Siang malam, musim, tahun gilir ganti melenyap
Bayang-bayangnya berlalu, tiada satu pun tetap
Hidup kita menjalani jangka waktu dunia
Tak terulang yang terjadi, tinggal tanggungjawabnya

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 13:8-10.
Malam : Amsal 1:1-9.

03. Renungan: Kolose 1:28.
Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

Di tengah kesibukan sehari-hari, kita diajak untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan belajar sebaik-baiknya dari firman Tuhan. Tuhan telah memanggil kita menjadi umatNya. Jadi “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.” (Yoh 9:4). Paulus menyatakan, “…bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia.

Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?” (Roma 10:14). Tugas kita adalah mewartakan Kristus ke seluruh dunia dengan menghasilkan buah Roh (Gal 5:22). Ibadah harus disertai dengan perbuatan dan pelayanan. Orang Kristen harus memberi dampak positif bagi dunia sekitar atau berkontribusi bagi masyarakat. Firman Tuhan menjadi sumber hikmat bagi kita bagaimana seharusnya kita bersikap dan menghadapi dunia ini. Paulus mengatakan kepada Timotius, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman … Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.” (2 Tim 1:9, 11). Marilah kita bertumbuh dalam firman Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.440:1. Sai puji ma Tuhanta
Sai puji ma, Tuhanta Jesus Kristus. Pasangapma,
lomoNa ma patulus Pinujima, goarNa da.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KUASA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 21:10-19.
Malam : 2 Korintus 12:19-21.

03. Renungan: Mazmur 35:10.
Segala tulangku berkata: “Ya, TUHAN, siapakah yang seperti Engkau, yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya, orang sengsara dan miskin dari tangan orang yang merampasi dia?

Pelayanan yang kita lakukan kepada Tuhan sering diwarnai dengan masalah dan kemiskinan bahkan sakit-penyakit. Mungkin saja kita emosi dan sangat ingin memberontak melawan berbagai penderitaan yang kita alami, tetapi Tuhan meminta kita menghadapinya dengan kesabaran dan kasih. Seperti kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam Daniel 3. Sebaliknya, tidak sedikit para pelayan Tuhan yang hidup sejahtera dan berkecukupan. Apabila itu semua diperoleh jangan menjadi sombong. Sebagaimana kisah Salomo pada 1 Raja-Raja 10:14-29. Raja Salomo adalah pelayan Tuhan yang kekayaannya melebihi semua raja di bumi.. Ketika kita hidup sejahtera dan berkecukupan, bisa saja ada orang masih yang mencurigai kita darimana kita memperoleh itu semua. Korupsikah, menipukah, mencurikah? Ketika kita sehat di masa tua, orang-orang masih juga mencurigai kita menggunakan jimat-jimat. Demikian juga dengan penderitaan, kesengsaraan atau sakit-penyakit. Ketika kita hidup dalam kesengsaraan, masih ada orang yang memuji ketegaran kita dalam menghadapinya. Faktanya banyak orang minta pertolongan Tuhan atas kesengsaraan dan kemiskinan yang dialaminya, padahal itu terjadi karena kalah judi atau karena malas atau karena bodoh. Tentu Tuhan tidak akan pernah membantu orang tersebut keluar dari kesengsaraan dan kemiskinannya sampai orang tersebut meninggalkan kejahatannya. Atau ada orang yang meminta kebahagiaan, hidup berkelimpahan dan jabatan tinggi hanya karena ingin dirinya diakui dan dipuji oleh orang-orang dunia ini. Percayalah kepada Tuhan karena Dialah sumber segala berkat dan hikmat. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

06. Doa Bapa kami – Amin.

OTORITAS TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 287b:1. “Sekarang Bersyukur”
Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Di b;riNya kita pun anug;rah dan berkat
Yang tak terbilang t;rus, semula dan tetap.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 10:35-39.
Malam : 2 Korintus 12:11-18.

03. Renungan: Mazmur 118:18.
Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

Tuhan tidak hanya memberikan kemampuan untuk hidup tetapi juga kemampuan untuk tahan dalam segala persoalan dan penderitaan. Seringkali kita berdoa agar Tuhan memberikan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita. Sama seperti ketika kita melihat perhiasan di mall, semuanya begitu indah dan mahal. Yang kita lihat hanyalah hasil akhirnya saja yang terlihat luar biasa tapi kita tidak pernah melihat atau bahkan merasakan prosesnya. Mungkin kita merasa sangat nyaman dengan apa yang kita alami saat ini. Kita pun berdoa agar Tuhan selamanya bermurah hati dan mengasihi kita. Suatu saat kita merasakan hal yang menyakitkan dan kita berpikir bahwa Tuhan tidak lagi baik kepada kita, lalu kita pun berkata, “Tuhan ini bagaimana sih? Aku minta yang baik, kok malah yang datang kesusahan?”

Ketika kita mengalami penderitaan, disitulah Tuhan sedang memproses kita. Kita mungkin akan dihancurkan, dibengkokkan, dilebur, dipanaskan, hingga kita benar-benar tidak sanggup melawan Tuhan untuk kemudian berserah penuh. Tuhan ingin menjadikan kita sebagai pribadi yang kuat. Tuhan tidak ingin kita puas pada level baik saja. Setialah pada rencana Tuhan sekalipun terasa menyakitkan tapi tidak pernah mengecewakan kita. TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut (Mzm 118:18). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:2. Paian ma di hami
Paian Tuhannami hataM di hami be
Asa martua hami, nueng nang sogot pe

06. Doa Bapa kami – Amin.