PERTOBATAN MEMBAWA SUKACITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 4:7-12.
Malam : Filipi 3:1-11.

03. Renungan: Lukas 15:10.
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Yesus memberi perumpamaan tentang seorang gembala rela meninggalkan Sembilan puluh ekor dombanya hanya untuk mencari seekor domba yang hilang. Dan jika gembala itu menemukannya ia akan bersukacita dan memanggil sahabatnya untuk sama-sama bersukacita dengannya. Perumpamaan ini mau menegaskan bahwa ada sukacita yang besar di surga karena satu orang yang bertobat daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Orang berdosa merupakan orang yang telah hilang dari jalan Tuhan, sehingga hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka dari itu Yesus mencari dan memanggil kita agar kembali ke jalan Tuhan, sebab kita adalah kepunyaan Tuhan. Rasul Paulus merupakan seorang yang berdosa sebelum menjadi pengikut Yesus. Ia adalah seorang penganiaya murid Yesus. Namun setelah Yesus menemukannya, ia berpaling dari dosanya kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia. Nas hari ini mengajarkan kita agar kita meninggalkan dosa-dosa yang telah kita perbuat dan berbalik kepada-Nya. Sama seperti Rasul Paulus yang telah melepaskan semuanya supaya ia memperoleh Kristus, kita pun diajak untuk melepaskan dosa-dosa yang kita perbuat sampah supaya kita memperoleh Kristus. Sebab Kristus lebih mulia daripada semuanya, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 5:6-10.
Malam : Filipi 2:15-17.

03. Renungan: Yohanes 10:10b.
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Bagi sebagian orang, istilah “hidup yang berkelimpahan” sudah langsung mendaratkan makna tertentu yang duniawi. Berkelimpahan dipahami secara material. Hidup berkelimpahan di Yohanes 10:10 tidak boleh dimengerti secara material. Yesus Kristus tidak sedang membicarakan tentang hal-hal yang duniawi, tetapi hidup berkelimpahan secara spiritual. Hidup ini memang sudah bisa dinikmati selama kita di dunia, tetapi hidup ini bukan bersifat duniawi. Ayat ini menampilkan sebuah kontras: apa yang dilakukan pencuri (ayat 10a) apa yang diberikan oleh Yesus Kristus (ayat 10b). Para pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan, sedangkan Yesus membawa kehidupan yang berkelimpahan. Orang-orang Farisi termasuk dalam kategori pencuri. Mereka dipandang sebagai rohaniwan dan penuntun jalan kepada kehidupan, tetapi sikap mereka jauh dari firman Tuhan.

Yesus menjelaskan kehidupan itu sebagai berikut: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal (zōēn aiōnion) dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”. Apakah kesuksesan material dalam hidup kita bersifat kekal? Tentu saja tidak! Bukan hanya kehidupan tersebut yang tidak dapat binasa. Penerima kehidupan itu juga tidak akan binasa, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN MAHA TAHU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 287b:1. “Sekarang Bersyukur”
Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Di b;riNya kita pun anug;rah dan berkat
Yang tak terbilang t;rus, semula dan tetap.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Efesus 2:1-10.
Malam : 2 Timotius 1:11-18.

03. Renungan: Mazmur 139:2.
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Mazmur ini ditulis oleh Daud berdasarkan pengalamannya bergaul erat dengan Allah. Betapa Allah itu maha tahu atas hidupnya dan tidak sekejap pun dia merasa ditinggalkan oleh Allah. Bahkan Daud bersaksi bahwa sejak di kandungan ibunya Allah lah yang menenunnya demikian juga membentuk buah pinggangnya (ay 13). Merenungkan nas ini Daud mengajar setiap orang percaya untuk memahami bahwa Allah maha tahu terhadap manusia ciptaan-Nya. Timbul pertanyaan dalam hati seperti apakah saya dahulu dikandung oleh ibu saya dan bagaimana pula anak perempuan saya mengandung demikian juga istri dari anak laki-laki saya mengandung. Apakah semua itu boleh terjadi oleh karena cinta kasih? Teringat dengan kesaksian dalam suatu persekutuan. Perjumpaan seorang gadis Barat dengan seorang pria Negro. Gadis Barat mencoba menyangkal hatinya yang mengatakan bahwa hatinya terpaut dengan pria Negro dalam persekutuan. Masa dia (kulit lebam hitam) menarik hati saya (cantik kulit putih). Ternyata, orang tua baik gadis Barat maupun pria Negro tersebut telah mendoakan anak-anak mereka sejak dalam kandungan agar bertumbuh di dalam Tuhan dan untuk dipertemukan dengan pasangan yang sepadan. Hal ini diajarkan oleh orang tua kepada mereka berdua untuk senantiasa mendoakan hal yang sama. Niscaya mereka berdua dipersatukan oleh Tuhan dan menjadi penginjil yang handal di kawasan Afrika. Tuhan berkatilah anak-anak kami yang sedang mengandung demikian juga yang belum mengandung Engkau buka rahimnya sehingga pada saatnya boleh mengandung agar janin yang dikandung dapat bertumbuh secara normal dan lahir dengan selamat. Anak yang sehat, cantik, ganteng, pintar, bijaksana, dan anak yang di atas itu semua, anak yang takut akan Tuhan. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:2. Paiam ma di hami
Paian Tuhannami hataM di hami be
Asa martua hami, nueng nang sogot pe

06. Doa Bapa kami – Amin.

FIRMAN IMAN


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 285:1. “Tuhankulah Gembalaku”
Tuhankulah Gembalaku; olehNya ‘ku ten’ram
Di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang

02. Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 97:1-7.
Malam : 2 Timotius 1:3-10.

03. Renungan: Roma 10:8b
Itulah firman iman, yang kami beritakan.
Nas ini dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Paulus rindu supaya jemaat di Roma diselamatkan karena dia yakin bahwa mereka sungguh sangat giat untuk Allah. Namun mereka mendirikan kebenaran sendiri tentang apa itu kebenaran yang membuat mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Oleh sebab itu jemaat Roma harus menyadari bahwa giat untuk Allah menuju keselamatan harus sejalan dan tunduk kepada kebenaran Allah bukan kebenaran yang lain. Kebenaran Allah yang menjadi hakiki dari keselamatan itu adalah bahwa jemaat Roma (demikian juga kita) harus berada dalam hubungan yang seharusnya dengan Allah. Hal ini boleh kita miliki karena kita beriman kepada Yesus Kristus yang adalah firman kebenaran itu.

Firman kebenaran yang tidak lain ialah Yesus Kristus itulah yang diberitakan kepada kita membuat mulut kita mengaku, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan kita percaya dalam hati kita, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati maka kita diselamatkan. Itulah firman iman yang dikatakan oleh Paulus dekat sekali kepada kita, yakni di dalam mulut dan hati kita. Sekarang semakin jelas kerinduan Paulus kepada jemaat di Roma juga kepada kita, ketika kita mendengar dan berseru kepada Tuhan, maka kita diselamatkan. Timbul pertanyaan : “Bagaimana dengan mereka yang belum percaya?” Dengan cara apakah mereka mendengar dan berseru. Jawabannya adalah mari kita renungkan pertanyaan Paulus berikutnya : “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?” Oleh karena kita telah percaya dan diselamatkan, mari sama-sama berseru : “Ini aku Tuhan, utuslah aku.” Puji Tuhan Haleluya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 231:3. Ida hinadenggan ni
On ma na di rohangki. Jesus ima Tuhanki
Mago pe portibi on, tu Ibana rohangkon

06. Doa Bapa kami – Amin.

ELSADAY


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Hagai 2:1-9.
Malam : Yesaya 32:1-8.

03. Renungan: 2 Timotius 4:18.
Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam kerajaanNya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Hidup kita dipenuhi dengan kesesakan dan pergumulan. Di saat hidup terasa sesak, tampaknya kita sering hendak mengambil jalan pintas mengatasinya. Daud sering mengalami hidup yang tertekan. Hidup yang tertekan harus kita hadapi dengan tenang. Hidup yang tertekan bagaikan sebuah balon yang dihembus. Jika balon ditekan, air atau udara di dalamnya akan mencari saluran penglepasan. Ditekan di atas akan meletus di bawah. Ditekan di samping kiri akan meletus di samping kanan. Singkat kata, air atau udara akan mencari saluran pelepasan sebagai reaksi atas tekanan. Begitu pun jiwa manusia. Apabila tertekan, jiwa akan mencari “jalur pelampiasan” atau jalan keluarnya.
Daud tidak kurang-kurang mengalami tekanan. Ia diancam, dijebak, diburu. Dimusuhi, dll. Pengalaman ini memberi tahu kita, saat jiwanya tertekan dan terguncang begitu rupa, kita harus mencari saluran pelepasan yang tepat, yaitu Tuhan, Sang Pelepas. Dengan itu ia mendapatkan pertolongan, perlindungan, dan pemeliharaan-Nya. Kita akan mengalami kelegaan yang sesungguhnya. Pencobaan- pencobaan yang kita alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

WAKTU TELAH SINGKAT


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Zakaria 3:1-4.
 Malam : Yesaya 28:14-22.

03. Renungan: 1 Korintus 7:29.
Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri.

Berbicara tentang waktu, dalam kaitannya dengan kehidupan kita, kita mendapati satu fakta bahwa kehidupan yang sementara kita jalani adalah sangat singkat. Dalam Mazmur 90:10 “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” Banyak waktu yang disia-siakan untuk hal-hal yang tidak berguna atau untuk hal-hal yang sifatnya duniawi sementara waktu untuk hal-hal yang rohani bagi pekerjaan Tuhan sangat sedikit. Kehidupan ini penuh dengan pilihan. Kita bisa memilih hidup yang bermakna atau menjalani hidup yang sia-sia. Mazmur menggambarkan akan kesadarannya betapa pentingnya waktu yang telah disediakan Allah bagi kita, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mzm 90:12).

Jika kita bandingkan kehidupan kekal yang menantikan kita, hidup di dunia ini memanglah sangat singkat. Paulus dalam surat Efesus 5:1-21 mengatakan bagaimana kita bisa mengisi dan memanfaatkan waktu dengan baik. Namun banyak orang yang tidak tahu pentingnya nilai hidup yang diberikan Tuhan bagi dirinya, sehingga mereka mengabaikan kebenaran firman Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Firman yang menjadi manusia


MINGGU ADVENT II

Masa Penantian Kelahiran Yesus Kristus

Topik: Firman yang menjadi manusia (Gabe daging ma hata i)

Warna Tutup Altar : Violet (Ungu)
Warna Kasih dan Pengharapan

Ev. Yohanes 1:14-18
Ep. Ulangan 18:15-19

FIRMAN YANG TELAH MENJADI DAGING

“Firman” (Logos) di dalam Yohanes pasal satu merujuk kepada Yesus. Yesus adalah keseluruhan dari Pesan itu – semua yang hendak disampaikan Allah kepada manusia. Pasal pertama Yohanes memberi sebuah pengertian akan hubungan antara Allah dan Putra sebelum Yesus datang ke bumi sebagai manusia. Ia berada dengan Bapa dari sebelumnya, Ia terlibat dalam penciptaan segala sesuatu, dan Ia adalah “terang manusia”. Sang Firman (Yesus) adalah perwujudan semua yang adalah Allah (Kol 1:19, 2:9; Yoh 14:9). Akan tetapi Allah Bapa adalah Roh. Ia tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Dengan terlalu mudah manusia mengabaikan pesan Allah yang tak terlihat dan berlanjut dalam dosa dan pemberontakan mereka. Jadi, Pesan itu menjadi manusia, mengenakan darah-daging, dan berdiam di antara kita (Mat 1:23; Roma 8:3; Filipi 2:5-11). Bahasa Yunani menggunakan istilah logos untuk membahas “pikiran,” “logika,” atau “hikmat” seseorang. Yohanes menggunakan konsep Yunani itu untuk menyampaikan bahwa Yesus, Pribadi Kedua dalam Tritunggal, adalah ekspresi-Diri Allah kepada dunia. Di dalam Perjanjian Lama, firman Allah menjadikan alam semesta (Mazmur 33:6) dan menyelamatkan orang yang tersiksa (Mazmur 107:20). Dalam pasal pertama Injil Yohanes, Ia sedang berbicara baik kepada orang Yahudi maupun orang non-Yahudi supaya mereka menerima Kristus yang kekal.