HIDUP KARENA IMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 289 : 1 . “Tuhan, Pencipta semesta”
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah yang Maha mulia;
Sungguh besar karunia yang Kau beri.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 16:9-21
 Malam : Efesus 2:11-22.

03. Renungan: Ibrani 11:11
Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

Penulis kitab Ibrani khusus di pasal 11 memaparkan dengan rinci mengenai iman. Kata ‘iman’ sudah tidak asing lagi bagi kita, namun terkadang iman dalam pengaplikasiannya bisa dikatakan semu tentang apa dan bagaimana sebenarnya iman itu. Karena ternyata iman sering terjadi hanya sebatas pengakuan. Penulis Ibrani memberikan dua petunjuk mengenai definisi iman. 1.Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan (2) bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Apakah kita sudah mendasari pemikiran, perkataan, perbuatan dalam hidup kita ini kepada Firman Tuhan? Jika ‘ya’ mengapa masih saja ada orang Kristen yang mendasari pemikirannya atas logikanya sendiri; mengapa masih ada orang yang mendasari perkataan dan perbuatannya atas emosinya. Mengapa pula orang yang telah mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan masih ‘ngotot’ meminta pembuktian yang lahiriah atas doanya? Namun di pihak lainnya ada pula ada orang yang tidak memperlihatkan bukti keyakinannya pada Tuhan. Iman merupakan dasar yang berkepastian sebab iman memampukan manusia untuk berpegang pada pengharapan yang tidak kelihatan, dimana pengharapan itu merupakan keyakinan orang percaya akan janji-janji Allah. Dalam hal ini perlu sikap rendah hati dan ketaatan. Ketaatan dan kesetiaan kepada Allah adalah sikap untukselalu memegang kebenaran. Allah dalam segala persoalan kehidupan, mendasarkan segala sesuatu pada kebenaran. Allah. Iman disertai dengan perbuatan. Hidup beriman tidak sekedar bicara tentang percaya saja, tetapi dikaitkan dengan perbuatan (Yak 2:17)

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 36:1 “Pasu-pasu Hami”
Pasu pasu hami O Debata nami
Sai sondangkon bohiMi tu na pungu on sude

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANJI DAN PENYERTAAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 16:1-8.
 Malam : Kolose 1:15-23.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 7:7
Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Ku hukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepadaKu di tempat ini.

Menghina tempat kudus dan hukum Taurat” adalah dakwaan yang diajukan oleh musuh Stefanus untuk memperhadapkan dia ke depan Mahkamah Agama. Stefanus adalah seorang yang memiliki kerohanian yang baik dan sangat dihormati di kalangan gereja di Yerusalem Ia telah dipilih menjadi diaken karena memiliki kualitas kerohanian yang tinggi. Tangan Tuhan beserta Stefanus dalam cara yang sangat istimewa sehingga ia seperti kedua belas murid yang lain dapat melakukan mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Khotbahnya juga memiliki kuasa sehingga tidak ada seorang pun yang sanggup membantah dia.
Dari Stefanus kita belajar tentang dua hal: pertama, keyakinan seseorang terhadap Injil melahirkan kesetiaan dan keberanian. Di hadapan Mahkamah Agama, Stefanus bukan berjuang untuk membela dirinya, tetapi dia melakukan pembelaan bagi Injil yang diberitakannya. Kedua, bahwa keyakinan terhadap Injil juga harus diikuti dengan pemahaman yang benar tentang doktrin Alkitab. Kita, orang-orang Kristen masa kini, mungkin mempunyai keyakinan Injil seperti yang dimiliki Stefanus. Tetapi apakah pemahaman yang kita miliki tentang firman Tuhan sama dalamnya dengan Stefanus? Pemahaman seperti ini harus pula dimiliki oleh orang-orang Kristen masa kini sehingga melalui kebenaran sejati yang kita ungkapkan mampu membungkam mulut orang-orang “Sanhedrin” masa kini yang menentang kebenaran Injil Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM HADIRAT TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yehezkiel 36:22-32
 Malam : Yohanes 8:1-11

03. Renungan: Yesaya 49:8a
Beginilah firman Tuhan: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”

Ada seorang gadis remaja bernama Oka, keluarganya hidup di lingkungan yang keras, kumuh dan jauh akan Tuhan. Semenjak Ibunya telah meninggal ayah Oka suka berjudi dan mabuk-mabukan. Adik Oka pun mulai suka melawan dan memberontak. Hanya Oka yang masih beribadah di keluarganya, Bertahun-tahun mereka seakan hidup dalam belenggu kuasa kegelapan. Tak berdaya untuk bisa lepas dari keadaan. Oka sudah tidak tahan dengan kehidupan yang ia jalani. Dengan kehausan dan kelaparan yang mendalam, Oka mencari wajah Tuhan, dengan membaca Alkitab setiap harinya. Apapun yang terjadi, Oka tidak mau menyerah dan patah semangat, ia hanya mau memandang Tuhan Yesus. Tuhan pun berkenan dengan sikap kerendahan hati, ketaatan dan imannya. Satu persatu Tuhan memulihkan keluarga Oka.
Saat ini Tuhan berkenan melawat kita semua, Dia sedang bergerak dengan dahsyat di tengah-tengah kita. Inilah waktunya Tuhan berkenan hadir, mendengarkan dan menjawab doa kita. Jangan sia-siakan, jangan pernah merasa tidak mampu, tidak berani dan tidak berdaya. Saat Allah berkenan, yang ada hanya kemenangan, kesembuhan, pemulihan dan mujizat terjadi. Ingat, Tuhan menciptakan kita bukan sebagai pecundang melainkan sebagai seorang pahlawan. Roh Allah yang gagah perkasa tinggal di dalam kita. Bangkitkan Roh Allah dan jadilah pahlawan bagi keluarga, kota dan bangsa kita. Kerjakan yang menjadi bagian kita maka Tuhan akan memberkati hidup kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 20:1. Paian ma di hami
O Jesus Tuhannami sai tatap hami on
Asi rohaM di hami, palua hami on

06. Doa Bapa kami – Amin.

LAWAN RASA TAKUT!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”

Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 65:17-25
Malam : Roma 4:6-13.

03. Renungan: Yesaya 41:13.
Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Ketika Yesus berada dalam perahu dan berlayar bersama murid-muridNya, Ia tertidur di buritan perahu tersebut. Tiba-tiba angin topan datang melanda, mengamuk dan menyerang, sehingga perahu hampir penuh dengan air bahkan hampir tenggelam. Mereka ketakutan dan membangunkan Dia serta berkata: “Guru Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus segera bangun dan menghardik angin sehingga danau itu pun menjadi tenang kembali. Lalu Ia berkata: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk 4:40). Para murid berpikir Yesus akan membiarkan mereka binasa. Mereka lupa jika ada Yesus di dalam perahu, bagaimanapun dahsyatnya topan dan badai, tidak mungkin perahu mereka akan tenggelam. Hal ini berlaku pula bagi kita. Kalau Yesus berada dalam perahu kehidupan kita, problem macam apapun tidak akan “menenggelamkan” kita. Di dunia ini memang banyak ketakutan yang disebabkan oleh berbagai hal. Musibah, peperangan, teroris, perampokan, pembunuhan, persaingan bisnis dan segala aspek kehidupan manusia lainnya. Dan rasa takut inilah yang seringkali membuat kita hilang kepercayaan akan Yesus, bahwa Ia sanggup menolong dan menyelamatkan kita dari segala persoalan yang mengamuk. Ketakutan membuat kita panik dalam menghadapi segala masalah. Tetapi, bagi umat Tuhan yang sungguh-sungguh berbakti dan setia kepada-Nya, ada suatu jaminan akan jalan keluar, keselamatan dan hidup yang kekal. Ya, kita membutuhkan ketenangan dalam menghadapi segala persoalan. Jika kita tenang, kita dapat yakin bahwa di setiap kesulitan pastilah Yesus akan hadir dan menolong kita. Ia tidak akan membiarkan kita dalam pergumulan melawan segala persoalan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH TIDAK PERNAH INGKAR JANJI


Saat Teduh…………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan Bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapak pun, ‘
pabila Kau taka da di sampingku

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Bilangan 21:4-9
 Malam : Ibrani 3:1-6.

03. Renungan: Kejadian 17:7.
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dengan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadikan Allahmu dan Allah keturunanmu

Allah mengulangi perjanjian-Nya kepada Abraham, yaitu Abraham akan mempunyai keturunan dan tanah Kanaan akan diberikan Allah kepada keturunan Abram. Allah mengikat perjanjian-Nya dengan sebuah tuntutan bahwa Abram harus hidup taat sesuai dengan kehendak-Nya, hidup tak bercela Allah pun mengubah nama Abram menjadi Abraham, sedangkan Sarai menjadi Sara. Nama “Abram” berarti bapak yang diagungkan, sedangkan nama “Abraham” berarti bapak banyak bangsa. Sedangkan nama “Sara” berarti ia akan menjadi ibu raja-raja. Perubahan nama ini menegaskan bahwa janji Allah pasti tergenapi. Abraham menyodorkan Ismael agar diperkenan menjadi ahli warisnya. Namun, Allah tegas menolak Ismael dan menegaskan bahwa ahli waris satu-satunya hanyalah yang berasal dari Sara yang akan diberi nama Ishak.

Ketika Allah menginginkan hal-hal yang tampak mustahil terjadi dalam hidup, justru kita kadang meragukan kemampuan Allah. Akal budi kita sering kali menjadi persoalan utama. Ketidakmampuan pikiran manusia memahami cara kerja Allah membuat manusia menganggap rancangan Allah sebagai kemustahilan. Memang dibutuhkan kerendahan hati dan ketaatan kita untuk melihat bagaimana Allah mengabulkan janji-Nya. Marilah kita menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Karena Ia setia dan tidak pernah ingkar janji. Setiap pergumulan hidup kita justru harus dilihat sebagai ujian iman. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MAKNA PRA-PASKAH


MINGGU REMINISCERE
Sai ingot ma angka denggan ni basaM

Topik: Manongtong do asi ni roha ni Debata tu bangsoNa
(Kasih setia Allah pada umatNya)

Warna Tutup Altar : Violet (Ungu)
Warna Kekudusan dan Keagungan

Ev. Keluaran 17:1-7
Ep. Roma 5:1-11

MAKNA PRA-PASKAH

Inti makna Pra-paskah adalah untuk mempersiapkan diri. Masa dan Minggu-minggu Pra-paskah adalah persiapan untuk Paskah; sama seperti Minggu-minggu Adven persiapan Natal. Dalam perayaan Liturgi Minggu-minggu pra-paskah adalah muncul lebih dahulu. Sedangkan Minggu-minggu Adven adalah imitasi dari Minggu-minggu Pra-paskah. Dalam Minggu-minggu pra-paskah di sanalah Gereja menghayati Minggu-minggu sengsara, peristiwa salib Kristus. Masa Pra-paskah adalah kesempatan spiritual umat untuk mengenal kasih Allah di dalam Kristus melalui pertobatan yang sungguh.
Persiapan Pra-Paskah

Masa empat puluh hari persiapan Paskah ini (quadraginta dierum exercitatio = masa empat puluh hari perlatihan spiritual) telah ditetapkan sejak awal abad ke-4 di Roma. Umat mempersiapkan diri dengan “membasuh nista” selama hidup sehari-hari. Konsili Nicea ke -4 menamakannya quaragesima paschae (empat puluh hari sebelum Paskah). Masa ini diisi dengan berpantang dan berpuasa untuk mempersiapkan Paskah.

TUHAN MENJAGAMU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 242:1 “Muliakan Allah Bapa”
Muliakanlah Allah Bapa, muliakan PutraNya,
Muliakan Roh Penghibur, Ketiganya Yang Esa,
Halelunya, puji Dia kini dan selamanya

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 51:4-8
 Malam : Lukas 7:1-10.

03. Renungan: Mazmur 121:7.
TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu

Integritas orang Kristen teruji saat menghadapi masa sulit. Sama seperti Abraham, Ayub, dan Yusuf yang imannya sangat teruji sekalipun dalam masalah dan tantangan besar. Banyak orang yang gampang sekali putus asa ketika diperhadapkan pada pergumulan hidup yang berat, karena mereka berpikir Tuhan tidak memperdulikan hidupnya. Sesungguhnya, Tidak sekalipun Tuhan meninggalkan dan membiarkan umat-Nya bergumul sendirian. Tuhan berkata, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yes 46:4), bahkan pemazmur menegaskan bahwa Penjaga Israel tidak terlelap dan tidak tertidur (Mzm 121:4). Jika Tuhan mengijinkan kita melewati masa-masa sulit itu artinya Dia sedang melatih kita untuk bergantung penuh kepada-Nya.

Hadapilah kenyataan hidup! Walau kadang terasa sakit tapi itu mendatangkan kebaikan bagi kita, sebab proses butuh waktu dan ketekunan. “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibr 10:36). Berbeda sekali dengan dunia yang selalu menawarkan segala sesuatu yang serba instan: pertolongan, uang/kekayaan, jabatan atau popularitas. Dapatkah kita menjaga dan melindungi keluarga kita selama 24 jam penuh? Takkan bisa. Perhatikan janji firman-Nya: “Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” (Mzm 121:6-8). TUHAN akan menjaga engkau terhadap kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 11:1 “Aha ma Endehononku”
Aha ma endehonongku, asa pujionku Ho, Ale Tuhan Debatangku, sai urupi au gogo
Ai ndang tarpajojor ahu, asi ni rohaM di ahu. Ala ni hupuji Ho tung marribu hali do.

06. Doa Bapa kami – Amin.