UPAH MENGIKUT YESUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-238:1- Ihuthon Au sude hamu
Ihuthon Au sude hamu, didok Tuhanta Jesus. Sai soadahon dirimu, hatangKu ma patulus. Alai bolongkon sasude parulaonmu na so ture.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 18:31-33 (Pagi)
Maz. 103:6-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 10 Februari 2018
Markus 10: 31
“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

UPAH MENGIKUT YESUS
Dalam kehidupan sehari-hari masih ada orang beranggapan bahwa mengikuti Yesus akan membuat orang bebas dari masalah atau tidak pernah mengalami kesulitan, sehingga saat mengikuti Yesus dan mengalami masalah tidak teguh dalam kepercayaannya untuk mengikut Yesus, sehingga muncullah apa yang tertulis dalam nas di atas. Kita bisa membaca dalam Alkitab bahwa Yesus dalam kehidupan-Nya mendapat cobaan dari Iblis; dicemooh masyarakat; sampai akhirnya disalibkan dan mati, tetapi Yesus taat kepada pengutusan Allah. Jadi kita sebagai orang Kristen harus meneladani Tuhan Jesus dalam segala kehidupan sehari-hari yang tidak akan pernah lepas dari masalah atau kesulitan.

Rasul Paulus mengajarkan kita dalam 1 Korintus 15:18 “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Mungkin pertanyaan dalam hati kita apa yang menjadi upah kita jika kita mengikut Yesus, dalam Markus 10:30 ”orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat; rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang , sekalipun berbagai penganiayan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal”. Jelas dikatakan upah kita ada pada masa kini dan masa yang akan datang. Bila kita menyadari hal ini maka tidak seharusnya kita menjadi lemah, kecut dan tawar hati. Justru kita harus makin sungguh-sungguh dan giat melayani pekerjaan Tuhan. Sekali di depan kita harus tetap di depan. Amin.

BERDOA
BERNYANYI KJ-282: 1 Seluruh Umat Tuhan oleh-Nya Dikenal
Seluruh umat Tuhan oleh-Nya dikenal besar kecil semua sekarang dan kekal. Mereka dijagai di dalam dunia, baik hidup maupun mati mereka milik-Nya. Baik hidup maupun mati mereka milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Doa seorang anak kecil


Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Matius 26:41

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba lari.

Sebelum pertandingan dimulai Anak kecil itu duduk seraya menundukkan kepala lalu memanjatkan doa.

Pertandinganpun dimulai, ternyata ia pertama kali mencapai garis finish dan keluar sebagai juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya: “Hai jagoan…, kamu pasti tadi berdoa agar kamu menang bukan ???”

Anak itu menggeleng….: “Bukan pak….., rasanya tidak adil berdoa untuk bisa mengalahkan orang lain.

Aku hanya berdoa supaya tidak menangis kalau aku kalah…..”

Semua hadirin terdiam mendengar itu….

Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan anak ini merupakan doa yang Luaarrr biasaaaa….

Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa “agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi”.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.

Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan yang ada di depan mata.

Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan dan hikmatNya untuk dapat mengerti rencana-Nya, terutama saat kita mengalami kegagalan dan kekalahan?

Seharusnya kita berdoa “meminta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak menyenangkan”.

Berdoa untuk menang itu biasa, tapi berdoa untuk bisa mengerti kehendakNya saat kita kalah itu Luaarr Biasaaa…

By. CPM

Batu dan Bisikan


Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah…, ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. Cittt….ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. “Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!” Lihat goresan itu”, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. “Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores.” Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.
Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. “Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.” Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. “Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….” Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. “Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..” Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. “Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku.”
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. “Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu.” Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat
“Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Teman, kadang memang, ada yang akan “melemparkan batu” buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

BERMEGAH DALAM TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-724:4- Tuhan Baen ma ngolungkon
Arta hamoraonhi, tau pasangap Ho ma i. Roha nang ulaonki marbarita na uli, marbarita na uli.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 8:4-8 (Pagi) Ulangan 30:15-20 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 9 Februari 2018
Mazmur 20:8
“Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.”

BERMEGAH DALAM TUHAN
Saat ini sering kita melihat begitu banyak orang yang mengandalkan kekayaan dan materi yang dimilikinya. Kita juga sering mendengar dalam sebuah kegiatan orang mengatakan bahwa kalau bukan karena usahanya, maka kegiatan tersebut tidak akan sukses. Sebagian orang lagi merasa bahwa pengalaman hidupnya yang begitu banyak dan luar biasa akan membantunya meraih keberhasilan. Pada akhirnya kita menuntut pujian dari orang lain. Mengapa Daud selalu menang dalam peperangan? Bahkan ketika masih muda, Daud menang melawan Goliat yang berbadan besar. Salah satu sebabnya adalah karena Daud menyandarkan usahanya kepada Tuhan saja dan merasakan semua kemenangan yang diperolehnya datangnya dari Tuhan, bukan karena kehebatan dan kekuatannya sendiri.

Mazmur 20:8 mengajak kita untuk selalu hanya berharap kepada Tuhan saja, bukan pada kekuatan kereta dan kuda atau pada kekuatan duniawi yang kita miliki. Membawa masalah kita kepada Tuhan dan membiarkan Dia dengan segala otoritas-Nya membentuk kehidupan kita adalah salah satu cara untuk menjadi tidak berdaya dan tidak memegahkan diri kita sendiri. Kita tidak lagi mempercayai kepandaian dan kerja keras kita dapat menyediakan apa yang kita belum punya. Sebaliknya, kita menaruh sepenuhnya pengharapan kita pada pemeliharaan Tuhan. Apabila kita sudah berhasil dan sukses, kita harus menyadari bahwa semua keberhasilan dan kesuksesan datangnya dari Tuhan. Orang percaya bermegah karena menyadari bahwa hidup adalah kasih karunia-Nya. Segala kelebihan dan kemampuan yang kita miliki adalah pemberian-Nya. Terpujilah Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI KJ-4:2 Hai Mari Sembah
Hai masyurkanlah keagungan-Nya; cahaya terang itu jubah-Nya. Gemuruh suara-Nya di awan kelam; berjalanlah Dia di badai kencang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

DICIPTAKAN MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 15 :1 Aut Na Saribu Hali Ganda
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonhu mamuji Debatanta i. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenNa i

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 4:21-30 (Pagi) Maz. 119:89-91 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 8 Februari 2018
Efesus 2: 10
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.”

DICIPTAKAN MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK
Manusia diciptakan oleh Allah secara spesial pada hari keenam yaitu Adam dan Hawa (Kej 1:26). Ciptaan tertinggi dari segala ciptaan dan disebut sebagai citra Allah (imago Dei). Luar biasa bukan? Tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan menikmati anugerah-Nya. Mandat yang harus kita lakukan adalah melakukan pekerjaan baik, meliputi mandat injil dan mandat budaya (band. Kej 1:28; Ef 2:10, Mat. 28:19). Namun, banyak orang alergi mendengar kata “pekerjaan baik.” Bagi mereka kata itu seakan menyiratkan bahwa keselamatan diperoleh bukan karena anugerah melalui iman tetapi karena perbuatan baik. Tentu saja bukan ini maksudnya. Keselamatan diperoleh sebagai anugerah melalui iman! Namun, Yakobus menyatakan dengan jelas bahwa: “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati” (Yak. 2:17). Keselamatan hanya dapat diperoleh melalui iman, dan iman ditunjukkan dengan perbuatan baik.

Saudaraku, kita adalah wakil Tuhan untuk melakukan pekerjaan baik. Sebagai gambar Allah kita memiliki tujuan hidup agar melakukan pekerjaan baik yaitu menyembah Tuhan dan melakukan pekerjaan baik dan kudus bagi Allah dan lingkungan hidup. Selagi ada waktu untuk terus bersyukur dan melakukan pekerjaan baik di setiap pekerjaan kita dan hendaknya rajin membantu fakir miskin, yatim piatu, janda miskin, orang diasingkan dan di penjara. Marilah kita gunakan setiap waktu (kronos dan Kairos) lebih produktif dengan segenap hati, pikiran, jiwa, dan tenaga dengan tetap memohon pertolongan dari Allah yang yang Mahatinggi. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 246:1 Ya Allah yang Mahatinggi
Ya Allah yang Mahatinggi, Kau Pencipta dunia ini; Kami juga Tuhan ciptakan, agar Dikau tetap dipuji. Engkau Bapa yang memberkati tiap orang yang rendah hati. Tolonglah kami sekarang ini dan selamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PERCAYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 9:3 Hupuji HolongMi
Huhilala ingkon marTuhan ingkon mangolu au di Ho. Ndang jumpang au be hangoluan aut unang dipatupa Ho. Sai Ho do paradiananku, sai gok di Ho na ma langkangku.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 14:16-24 (Pagi) Mrk. 4:30-34 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 7 Februari 2018
1 Yohanes 5: 5
“Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah.”

PERCAYA
Setiap orang ingin menjadi pemenang bukan pecundang. Alkitab bersaksi dalam Ulangan 28:13 Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor. Menjadi kepala berarti pemenang. Menjadi pemenang dalam renungan ini kata kuncinya adalah percaya. Apa artinya percaya; percaya sama artinya dengan iman dalam Ibrani 11:1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Apakah arti percaya seperti hal itu belum juga dapat kita pahami karena masih abstrak? Mari kita simak ceritera nyata tentang seorang bernama Blondin yang bisa menyeberang melalui tali baja di atas air terjun Niagara. Pada pertunjukan pertama dia bisa menyeberang tanpa membawa beban, kemudian Blondin berhasil juga menyeberang kembali dengan kereta dorong berisi pasir. Menejernya berseru kepada penonton, apakah saudara sekalian percaya dia dapat melintasi tali baja ini kembali ke seberang dengan mendorong seseorang di dalam kereta? Penonton serentak berkata: “percaya!” Jika demikian, siapa yang bersedia naik ke dalam kereta itu? Ternyata tidak ada yang bersedia. Akhirnya ada seorang anak kecil naik kereta dorong dan membiarkan dirinya didorong oleh Blondin menyeberangi Niagara dan selamat. Siapakah anak yang mempercayakan dirinya kepada Blondin? Ternyata dia adalah anak Blondin sendiri. Percaya seperti itulah yang diminta renungan bagi kita yang adalah anak-anak Allah sehingga kita menjadi pemenang yang sesungguhnya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:1 Setialah
Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat. Setialah sokongan-Nya tentu di jalan yang berat. ‘Kan datang Raja yang berjaya. Menolong orang yang percaya. Setialah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin