PEMBEBASAN DARI KRISTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-391:4- Sotung Ditulak
Pardosa na sumalin ho, dijangkon Jesus do nang ho.Didokhon ho, ihuthon ma, sadari on mangolu ho :,:Sadari on, sadari on, paujungi sadari on:,:

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 11:1– 11 (Pagi) Neh. 9:8–15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 05 April 2018
Efesus 2:6
Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Sorga.

PEMBEBASAN DARI KRISTUS
Dalam meraih sesuatu hal pasti ada usaha, seperti pribahasa “hemat pangkal kaya, rajin pangkal pintar”. Namun itu berbeda dengan keselamatan, di mana “Keselamatan” bukan karena hasil usaha kita tetapi pemberian Allah. Keselamatan yang kita terima berasal dari kasih karunia Allah melalui iman kepada Kristus Yesus. Manusia tidak akan mungkin dapat keluar dari kuasa dosa jika hanya dengan kekuatannya sendiri (ay.1-3). Jatuhnya manusia ke dalam dosa membuat kekacau-balauan, kesusahan, penderitaan bahkan upah dosa adalah maut. Namun kasih Allah besar terhadap ciptaan-Nya, Ia mau memperbaharui kehidupan ciptaan-Nya agar memperoleh kembali kehidupan yang sesungguhnya sesuai dengan kehendak Allah atas ciptaan-Nya.
Allah menjadikan diri-Nya sebagai alat penyelamatan bagi kita dari kuasa dosa, yang membawa kita pada maut. Ia telah menjembatani hubungan kita dengan Allah yang terputus oleh dosa. Sehingga Tuhan telah membuka satu-satunya jalan kehidupan bagi manusia. Dia telah memperdamaikan kita dengan diri-Nya. Iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat memberikan kita keselamatan yang telah diperlihatkan dan disediakan Allah bagi manusia. Kita hidup beriman bukan sedang berusaha supaya memperoleh keselamatan, namun kita telah hidup dalam keselamatan itu, dan kita sedang memperlihatkan hidup sebagai orang-orang yang telah diselamatkan oleh Allah yang memberikan tempat bersama dengan Dia di sorga.

BERDOA

BERNYANYI KJ-355:1 Yesus memanggil
Yesus memanggil, “Mari seg’ra!” Ikutlah jalan s’lamat baka; jangan sesat, dengar sabda-Nya, “Hai marilah seg’ra!” Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa hati pun tent’ram Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

YESUS ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-94:1- Ale Tondingku Naung Hehe
Ale tondingku, naung hehe Tuhanmu, nunga ditaban do banua toru. Las ma roham, ai martua ma ho; :Rap dohot Jesus mangolu ma ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Matius 9:18-26 (Pagi) Ayub 15:14-19 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 4 April 2018
Yohanes 11:25b
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.

YESUS ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP
Kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian adalah kemenangan yang disuarakan kepada dunia. Maut tidak berkuasa lagi. Maut sudah kalah. Inilah hal yang patut kita syukuri di sepanjang kehidupan kita, karena melalui berita kebangkitan-Nya kita layak menerima janji-janji Tuhan yang akan membangkitkan setiap orang yang sudah mati, untuk memperoleh hidup. Dan hidup ini bukan hidup yang biasa tetapi hidup yang kekal. Janji ini disampaikan dalam Injil Yohanes 11:25-26 : Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati dan setiap orang yang hidup dan percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya….” Bagaimana kita mensyukuri dan memaknai kebangkitan-Nya dalam kehidupan kita. Terutama di tengah-tengah situasi yang tidak nyaman, terbatas, terkekang, dan banyak kondisi lain yang membuat seseorang menjadi takut, kuatir, putus asa dan tak gairah melanjutkan hidup ini.
Hal yang membuat orang tidak tenang dalam hidupnya adalah ketika dia ragu mengenai keadaannya yang akan menghadapi kematian. Itu sebabnya ada begitu banyak orang berusaha mencari tahu keadaan hidupnya setelah kematian, ada yang bertanya kepada dukun, orang pintar, mereka melakukan kesalahan. Hanya kepada Yesuslah kita percaya yang dari padaNyalah keselamatan datang. Kita harus percaya kepada apa yang sudah dikatakanNya yaitu barang siapa percaya kepada-Nya, akan hidup walaupun ia sudah mati, karena sesungguhnya Dialah kebangkitan dan hidup. Datanglah kepada Yesus dan percayalah kepadaNya. Kasih karunia Tuhan menyertai kita semua. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-188:1 Kristus Bangkit Soraklah
Kristus bangkit! Soraklah; Haleluya! Bumi sorga bergema: Haleluya! Berbalasan bersyukur; Haleluya! Muliakan Tuhanmu! Haleluya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MANUSIA MERDEKA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-417:3 Rade Situtu Haluaon
PanghophopNa i parangehon, pasangap Tuhanmu antong./ Ibana buas mangalehon tu ho hasonangan tongtong./ Sandok sian holso malua, nang sian biarmu sude./ sonang nama ho na martua, manghirim tongtong surgo i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 26: 26-29 (Pagi) Ayb. 9: 13-26 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 03 Maret 2018
1 Korintus 6: 20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

MANUSIA MERDEKA
Tidak pernah seorang pun manusia yang ingin menjadi “budak”, setiap manusia menginginkan kebebasan. Kematian dan kebangkitan Yesus dalam peristiwa paskah memberikan apa yang diinginkan setiap manusia itu, yakni bebas dari perbudakan dosa. Dunia ini telah ditebus oleh Yesus dari dosa, dosa tidak lagi berkuasa atas dunia. Bukan kematian lagi yang menjadi upah manusia, melainkan kehidupan yang kekal.
Saudara, di dalam nas ini Paulus mengingatkan jemaat untuk menjaga kekudusan tubuh. Penebusan yang dilakukan Yesus menyatakan bahwa kita ini berharga bagi-Nya. Untuk itu, kita juga diharuskan menghargai tubuh kita juga. Caranya adalah menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging dan perbuatan dosa. Pada saat ini “percabulan” yang dimaksudkan Rasul Paulus bukan saja “hubungan seks”, namun termasuk juga cara kita berpakaian, cara kita bertutur kata, cara kita menghargai tubuh kita. Banyak orang yang tidak menghargai tubuhnya dewasa ini, cara berpakaian yang kurang sopan (yang dapat memunculkan dosa bagi orang lain), berbicara dengan sesuka hati yang dapat membuat sakit hati orang lain, kesehatan tubuh yang tidak diperdulikan (hidup semberaut). Saudara, kita telah dimerdekakan oleh Yesus, sehingga apa pun yang ada di dalam tubuh kita haruslah tunduk kepada Yesus, yaitu hidup di dalam kekudusan. Mari menjaga tubuh agar tetap kudus, tidak membuat dosa bagi orang lain maupun diri sendiri. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-393:3 Tuhan, Betapa Banyaknya
Setiap hari rahmat-Mu tiada putusnya:
hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

SUNGGUH, DIA ANAK ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-432:1. Sian Hurungan ni Dosangki
Sian hurungan ni dosangki, ro au tu Ho, ro au tu Ho. Tu haluaon di mudar-Mi, Jesus au ro tu Ho. Nasa rohangku malum hipas, gabe mamora, nang pe pogos. Sian jeangku ro au tu Ho, Jesus au ro tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 27: 57-60 (pagi) Yes 53: 9-12 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 31 Maret 2018
Markus 15 : 39
Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!

SUNGGUH, DIA ANAK ALLAH
Banyak orang mempertanyakan ke-Allah-an Yesus. Bahkan terkadang orang percaya pun sampai terpengaruh dan ikut meragukan Tuhan. Apa yang dapat menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah? Kematian-Nya di kayu salib telah membuka mata hati kepala pasukan Romawi sehingga ia dapat berkata, “Sungguh orang ini adalah Anak Allah”. Ini berarti peristiwa penyaliban menegaskan ke-Allah-an Yesus.
Secara khusus Markus mencatat kejadian demi kejadian di seputar penyaliban Yesus, mau menegaskan bahwa peristiwa salib sesuai dengan waktu Allah. Pertama, peristiwa yang berkenaan dengan alam: “Kira-kira jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Pada satu sisi, peristiwa ini dapat diartikan sebagai tanda hukuman yang menimpa manusia. Pada sisi lain, menggambarkan bahwa seluruh jagat berkabung atas kematian yang dialami oleh Yesus. Kedua, peristiwa yang berkenaan dengan ibadat Yahudi: Tabir Bait Suci terbelah dua. Peristiwa kedua ini mengandung makna bahwa kematian Yesus mempunyai arti bagi keselamatan dunia. Tabir Bait Suci melambangkan kekudusan Allah, karena dibalik tabir itu terdapat ruang mahakudus. Ruang mahakudus hanya boleh dimasuki sekali setahun yaitu pada hari pendamaian. Yang boleh masuk ke ruangan itu hanya satu orang, yakni imam besar. Tabir terbelah dua, adalah tanda bahwa Allah membuka diri-Nya secara luas bagi umat manusia untuk datang menghampiri kasih karunia-Nya. Kematian Yesus adalah hari pendamaian yang sesungguhnya! Dengan demikian, Allah dapat ditemui secara bebas oleh siapa pun, asal ia rela menerima kematian Yesus bagi dirinya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-18:3 Allah Hadir Bagi Kita
Allah hadir! O, percaya dan berdoa pada-Nya. Agar kita dikobarkan oleh nyala kasihnya. Dengan Roh kudus ya Tuhan, umatMu berkatilah. Baharui hati kami; o curahkan kurnia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BERMEGAH DAN BERBAHAGIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 772 : 1 Tuhanku Do Pature Dalanki
Tuhanku do pature dalanki, Tuhanku do patiur langkangki, sian nasa rohangki hupasahat ngolungki, Tuhanku do patiur langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Matius 16: 21-23 (pagi) Yesaya 61:10-11 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 22 Maret 2018
Mazmur 105:3
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!

BERMEGAH DAN BERBAHAGIA
Secara umum, pemahaman kita tentang “bermegah dan berbahagia” erat kaitannya dengan harta kekayaan, kesenangan hidup dan status kita di dunia ini. Khusus buat orang Batak, bermegah dan berbahagia dapat dikaitkan dengan falsafah hidup orang Batak, yaitu: Hamoraon (memiliki banyak harta), Hagabeon (mempunyai anak/keturunan) dan Hasangapon (kehormatan). Falsafah hidup inilah yang mendorong orang Batak bekerja keras dan berlelah untuk mendapatkan harta kekayaan, keturunan serta kehormatan. Semuanya ini untuk memberikan kebahagiaan juga rasa aman untuk saat ini dan kalau bisa untuk selamanya. Akan tetapi apakah semuanya itu dapat menjamin kebahagiaan dalam hidup kita saat ini dan selamanya? Jika kita jujur, jawabannya: tidak. Kalau begitu, bagaimana untuk memperoleh “kemegahan dan kebahagiaan” yang sifatnya kekal yang tidak dipengaruhi oleh hamoraon, hagabeon dan hasangapon?

Nas hari ini mengajarkan kita supaya bermegah dan berbahagialah di dalam TUHAN. Kenapa? Ada beberapa alasan yang dapat kita sebutkan:

  1. Karena TUHAN-lah pencipta langit, bumi, laut dan segala isinya. TUHAN berkuasa dan berdaulat atas seluruh ciptaan-Nya termasuk hidup kita ini.
  2. Karena segala sesuatu yang di dunia ini pasti akan berakhir, termasuk hidup kita. Sadar atau tidak sadar, manusia ingin mendapatkan dan menikmati hidup dalam kekekalan, namun apapun usaha manusia tidak akan mampu mendapatkannya. Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon tidak dapat membawa kita kepada hidup kekal. Hanya karena kemurahan dan belas kasih Tuhanlah manusia dapat masuk ke dalam hidup kekal.
  3. Tujuan hidup setiap orang percaya adalah hidup bersama dengan TUHAN di dalam kekekalan di sorga, bukan hidup di dunia ini. Bagaimana dengan kita? Apapun yang menjadi kebanggaan dan kebahagian kita saat ini, mari kita renungkan kembali dengan mendasarkannya ke firman Tuhan di Yeremia 9:23-24. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 419 : 1 Yesus Pimpinlah
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya: hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup. Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin