BERJUANG DENGAN SUKACITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Diganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 5:15-19 (Pagi) Zef. 3:9-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 28 April 2018
1 Tesalonika 1:6b
Dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

BERJUANG DENGAN SUKACITA
Ayat renungan di atas, merupakan bagian dari surat Paulus ke jemaat di Tesalonika yang sudah pernah dia layani sebelumnya. Paulus sangat berbangga terhadap jemaat di sana, karena iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus Kristus bertumbuh dengan baik. Dalam berbagai masalah yang terjadi di kota Tesalonika saat itu, banyak jemaat pengikut Kristus mengalami penindasan dari rezim Romawi, namun mereka tetap berjuang dengan sukacita untuk setia pada iman mereka dan memberitakan injil kepada semua orang melalui sikap mereka yang penuh kasih. Dan sikap mereka itu menjadi teladan yang baik bagi warga kota Tesalonika.

Kondisi Tesalonika pada masa itu tentunya masih relevan dengan kondisi zaman now. Banyak orang Kristen menghadapi permasalahan hidup yang semakin sulit saat ini. Hari demi hari, beban terasa semakin berat, begitu banyak jenis masalah yang kita hadapi antara lain masalah kesehatan, biaya hidup, pekerjaan, kriminal, hubungan antar-anggota keluarga dan masalah lainnya yang mana semuanya serasa menindas kehidupan kita. Bagaimana kita harus menyikapinya? Tentu belajar dari ayat renungan di atas, kita harus tetap setia kepada Tuhan Yesus, Sang Juruselamat, karena hanya dengan demikian Roh Kudus bisa berkarya dalam kehidupan kita untuk mengatasi seluruh permasalahan hidup tersebut. Dan proses selanjutnya beban tersebut akan terasa ringan dan kita dapat bersukacita senantiasa. Dalam Mazmur 28:7 dikatakan bahwa “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah! Sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

TUHAN TOLONGLAH KAMI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 569:1 O Debata Tung Longang Do Rohangku”
O Debata tung longang do rohangku, molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur, manghatindanghon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho.O, Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho. O, Debata, sangap do Ho

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 9:22-26 (Pagi) Kej. 41:37-42 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 27 April 2018
Wahyu 19:7a
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia!

TUHAN TOLONGLAH KAMI
Penderitaan bisa muncul dalam berbagai bentuk, misalnya penyakit, larangan beribadah, kemiskinan, dikucilkan, tekanan kerja, dan sebagainya. Pada saat hal-hal tersebut terjadi, manusia stress, kelesuan, depresi, dan bisa jadi akhirnya putus asa. Pengalaman pahit juga dialami Kristen mula-mula di kekaisaran Roma pada sekitar tahun 70 M. Hal itu terjadi karena tekanan politik, perintah menyembah kaisar dan bukan menyembah Tuhan. Mereka diancam dibunuh jika tidak menyembah kaisar, karena kaisar dianggap sebagai Tuhan pada masa itu. Apa yang saudara lakukan pada saat hal tersebut menimpa saudara?

Rasul Yohanes memberikan penghiburan bagi orang Kristen agar dalam penderitaan tetap setia. Kemudian Yohanes mendengar suara dari Tuhan melalui malaikat-Nya bahwa Kristus akan memberikan kehidupan kekal. Kristuslah Tuhan dan bukan kaisar, Kristuslah Alpha dan Omega yang memberikan hidup kekal di sorga. Walaupun ada ancaman maut tetaplah bersukacita dan bersorak-sorai dan memuliakan Tuhan. Bersukacitalah karena Tuhan Yesus ibarat pengantin laki-laki akan menyongsong pengantin perempuan, yaitu umat yang setia pada-Nya. Renungan ini mengingatkan kita agar walaupun ada tekanan atau penderitaan sebesar apapun, tetaplah berharap dan setia pada Tuhan Yesus, jangan murtad. Biarlah mata rohani kita fokus pada-Nya Sang Juruselamat kita. Bahkan hendaklah kita setia bersaksi melalui kata dan karya unggul di setiap kesempatan. Akhirnya, bersukacita senantiasa dan mintalah pada Tuhan agar kita ditolong-Nya sekarang dan selamanya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 246:1 Ya Allah yang Mahatinggi
Ya Allah yang Mahatinggi, Kau Pencipta dunia ini;
Kami juga Tuhan ciptakan, agar Dikau tetap dipuji.
Engkau Bapa yang memberkati tiap orang yang rendah hati. Tolonglah kami sekarang ini dan selamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERGEMBIRA DALAM PENGHARAPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 213:1 Dung Sonang Rohangku
Dung sonang rohangku dibaen Jesus i, porsuk pe hutaon dison. Na pos do rohangku di Tuhanta i, dipasonang tongtong rohangkon

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 8:12-19 (Pagi) Maz. 143:1-8 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 26 April 2018
Yeremia 31:13a, b
Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan.

BERGEMBIRA DALAM PENGHARAPAN
Nas hari ini adalah bagian janji TUHAN kepada umat Israel bahwa Dia sendirilah yang akan memulihkan kembali hidup mereka dari pembuangan di Babel. Selama tujuh puluh tahun masa pembuangan di Babel, bangsa Israel mengalami penderitaan yang sangat berat. Bayangkan, bangsa yang kepadanya TUHAN telah menunjukkan kasih setia, penyertaan dan memberikan kemenangan, tetapi menjadi budak bagi bangsa yang tidak mengenal-Nya. Harga diri mereka sebagai bangsa hilang, demikian juga halnya dengan pengharapan mereka. Mungkin para pemimpin dan umat Israel yang terbuang sudah putus asa tentang negeri yang TUHAN janjikan kepada nenek moyang mereka. Namun itulah cara TUHAN untuk menghukum, mendidik dan menyadarkan umatnya Israel supaya kembali beribadah hanya kepada-Nya. Dalam masa pembuangan inilah firman TUHAN datang melalui nabi Yeremia: “Sesungguhnya waktunya akan datang bahwa TUHAN akan memulihkan dan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Dia berikan kepada nenek moyang mereka untuk memilikinya. Harapan mereka tentang negeri yang Dia janjikan diteguhkan kembali.

Apa yang dapat kita pelajari dari nas hari ini? Hidup ini adalah sebuah perjalanan yang panjang, di mana susah dan senang silih berganti. Di dalam silih berganti inilah semestinya kita dapat lebih memahami dan menghargai hidup dengan sungguh-sungguh, menjadi tahu diri, taat dan beribadah hanya kepada TUHAN pencipta. Sesungguhnya, tidak banyak dan tidak berat yang TUHAN inginkan dari kita. Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. Dia mau menolong dan tetap menantikan supaya kita taat, berserah dan beribadah hanya kepada-Nya. Maukah kita melakukannya? Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ No. 427:1 ‘Ku Suka Menuturkan
‘Ku suka menuturkan cerita mulia, cerita Tuhan Yesus
dan cinta kasih-Nya. ‘Ku suka menuturkan cerita yang benar, penawar hati rindu, pelipur terbesar. ‘Kusuka menuturkan, ‘kusuka memasyurkan cerita Tuhan Yesus dan cinta kasih-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

ORANG KRISTEN HENDAKLAH BERGEMBIRA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 4:1 Sai Puji Debata
Sai puji Debata dibaen asi rohaNa. Huhut tongtong basa di nasa tinompaNa. Ria ma hita be mamuji Debata; Ai sesa do nuaeng dosanta i dibaen

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 10:31-36 (Pagi) 1Sam. 2:1-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 25 April 2018
Mazmur 66:1
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

ORANG KRISTEN HENDAKLAH BERGEMBIRA
“Bersorak-sorai bagi Allah” (atau “…bagi Tuhan” atau “…bagi Yesus”) merupakan kata-kata yang cukup banyak terdapat dalam Alkitab. Kata-kata itu menunjukkan bahwa setiap orang yang hidup dalam Tuhan, punya alasan kuat dan sangat perlu untuk bersorak sorai serta bergembira, bahkan ketika sedang mengalami kesusahan, kesengsaraan dan kesakitan. Sebaliknya orang yang hidup tanpa Yesus, sebenarnya ia sedang mengalami kesusahan, kesengsaraan dan kesakitan. Bersorak-sorai kepada Tuhan berarti pula orang lain bisa mendengarkan sorak sorai itu, apakah berupa kata-kata, nyanyian dan puisi serta dilakukan secara terus menerus. Bersorak-sorai bagi Allah faktanya tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi oleh semua ciptaan Tuhan. Sadar maupun tidak sadar seluruh alam raya, hewan dan tumbuh-tumbuhan senantiasa bersorak-sorai, berkumandang kepada Tuhan.

Nas ini juga mau mengatakan bahwa orang-orang Kristen adalah orang-orang yang hidup dalam kegembiraan. Gembira karena dosa-dosa kita telah ditebus, dan karenanya ada jaminan keselamatan. Kehidupan kita di dunia ini adalah kehendak dan berkat Tuhan. Untuk itu, hiduplah di dunia ini dengan penuh kegembiraan. Kita bekerja dan belajar dengan gembira dan bersemangat. Suatu saat kita mengalami sakit penyakit tetaplah bersemangat untuk mencari pengobatan, jangan pasrah, karena Tuhan itu Maha Penyembuh. Ketika kita mengalami kelemahan di masa-masa tua, tetaplah berupaya untuk berkegiatan dan lakukanlah dengan gembira dan bersemangat, jangan mengeluh. Semua manusia suatu saat akan mati, meninggalkan dunia ini dan kembali ke pangkuan Bapa serta hidup kekal bersamaNya. Bilamana itu kelak terjadi, yakinlah bahwa ada jaminan setelah kematian yaitu hidup kekal.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 3:3 Kami Puji Dengan Riang
Semuanya yang Kaucipta memantulkan sinar-Mu. Para malak, tata surya naikkan puji bagi-Mu. Padang, hutan dan samud’ra, bukit, gunung dan lembah. Margasatwa bergembira ‘ngajak kami pun serta.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BERHARAP KEPADA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 487:3 Tung Halak Na Margogo
Imbaru pangkirimon, nang hagogoon i.
Margogo, marsahala, do partangiang i.
Togu muse langkana, lao marjamita i.
Ai Kristus do donganna, di ulaonna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 10:22-28 (Pagi) Kej. 6:1-22 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 24 April 2018
1 Samuel 2:1
Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.

BERHARAP KEPADA TUHAN
Ketika mengalami pergumulan berat seolah tanpa jalan keluar, tentu kita merasa hidup kita gelap. Namun ketika jalan keluar terlihat di depan mata, tentu kita merasakan sukacita yang luar biasa. Sukacita itulah yang dialami Hana, ketika Tuhan menjawab doanya. Hana dikaruniai seorang anak, yang diberi nama Samuel (1Sam. 1:27). Pengalaman rohani Hana bersama Tuhan mengubah keadaan hidupnya. Ejekan Penina yang merendahkannya, dibungkam oleh Allah (1Sam. 2:3-5). Penderitaan dan rasa malu, berganti dengan kehidupan yang penuh semangat. Tuhan telah merubah perkara yang mustahil menjadi fakta nyata. Karena itu, di dalam sukacitanya, Hana memuji dan mengagungkan Allah. Pujian Hana mengungkapkan kebaikan Tuhan yang telah mengangkatnya dari keadaan terhina, menjadi terhormat.

Apa yang Hana alami dapat juga dialami oleh setiap orang percaya. Kita mungkin mengalami masalah dalam hal keuangan, usaha yang bangkrut, sakit penyakit yang sulit disembuhkan, persoalan keluarga, kemandulan, anak yang bermasalah, jodoh, dan lain-lain. Kita dapat belajar, bahwa apa pun yang menjadi masalah kita, dan seberat apapun pergumulan kita, mari kita berharap dan bergantung kepada Allah. Panjatkanlah doa yang sungguh-sungguh dengan tetap mengagungkan Dia, Allah yang berdaulat atas seluruh hidup manusia. Karena Tuhan dapat mengubah ratapan menjadi tarian, duka menjadi suka. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 364:1 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; kepada-Mu, Jurus’lamat, aku berserah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah tanah


Emas berkata pada tanah, “Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku…….?
Apakah engkau berharga seperti aku……. ?”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yg lain, apakah kamu bisa……. ?”

Emas pun terdiam seribu bahasa……

Dlm hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tdk bermanfaat bagi sesama.

Sukses dlm karir, rupawan dlm paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yg seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.

Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai.

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi orang disekeliling kita.

Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yg membutuhkan.

Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.

Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.

Amsal 11:25
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

BERSYUKUR SEBAGAI PERJANJIAN KEKAL DENGAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-783 : 1 Tuhan sitompa saluhut
Tuhan sitompa saluhut, Ho do na marmulia i, ndang na tarasam saluhut, nilehonMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 9:20-25 (Pagi) Ams. 2:10-22 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 23 April 2018
Mazmur 105:1
Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!

BERSYUKUR SEBAGAI PERJANJIAN KEKAL DENGAN TUHAN
Mazmur 105 adalah mazmur syukur karena kasih setia Allah dalam sejarah umat-Nya. Ayat 1 -6 mengajak umat Israel bersyukur karena Allah telah berkarya bagi mereka dengan perbuatan-Nya yang ajaib. Inti bagian mazmur ini adalah kasih setia Allah yang dinyatakan lewat ikatan perjanjian-Nya. Isi perjanjian itu ialah bahwa Israel boleh mengalami kebaikan Tuhan, di mana mereka menjadi umat Tuhan dan tanah Kanaan menjadi milik pusaka mereka. Inilah perjanjian kekal (ay.8) karena Allah tidak pernah ingkar janji. Di kemudian hari bangsa Israel kehilangan tanah pusaka mereka, karena dosa-dosa mereka. Namun, Allah tetap mengasihi dan memelihara mereka. Pemazmur meyakini kasih setia Tuhan tidak pernah berubah.

Di dalam Kristus, Allah mengikat perjanjian-Nya dengan kita. Perjanjian itu bersifat anugerah dan kekal. Dialah Allah yang menjamin keselamatan kita. Di dunia ini Tuhan bisa mendisiplinkan kita oleh karena ketidaksetiaan kita kepada-Nya, seperti Allah mendisiplinkan Israel sehingga kehilangan tanah pusaka. Akan tetapi kasih setia Allah tidak pernah berubah. Ia tidak mengingat-ingat segala kejahatan kita, tetapi Ia melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dan menganugerahkan keselamatan bagi kita. Mari kita bersyukur untuk kasih setia-Nya dengan bertekad menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya.

BERDOA

BERNYANYI KJ- No. 383 : 1 Sungguh indah kabar mulia
Sungguh indah kabar mulia; hai percayalah! Yesus Kristus tak berubah s’lama-lamanya! Darah-Nya tetap menghapus dosa dan cela. Ia hibur yang berduka. Puji nama-Nya! Baik kemarin hari ini s’lama-lamanya. Yesus Kristus tak berubah, puji nama-Nya. Puji nama-Nya, puji nama-Nya. Yesus Kristus tak berubah, puji nama-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin