Arsip Kategori: Ibadah Harian

JANGANLAH TAKUT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 10 :1 Hupuji Hupasangap Ho
Hupuji, hupasangap Ho, Amang pardenggan basa. Ai jadijadianMu do sude, angka na masa.Ditompa Ho do sasude, dagingku ro di tondi pe, pinuji ma goarMu.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 6:60-66 (Pagi) Maz. 22:26-29 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 11 Mei 2018
Lukas 12:32
Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

JANGANLAH TAKUT
Kita diciptakan sebagai mahkluk yang hidup secara personal yang memiliki kepribadian dan dalam waktu yang sama, kita diciptakan sebagai mahkluk sosial. Kita tidak akan hidup tanpa orang lain. Oleh karena itu, kita tidak menginginkan hidup sendirian, kita selalu ingin hidup bersama dan bersekutu dengan orang lain. Namun, ketika kita hidup dalam Tuhan melalui Firman-Nya, kita cenderung menghadapi tantangan. Karena Firman Tuhan yang kita percayai dan yakini membuat kita tampil beda dari kebanyakan orang. Dan dengan adanya perbedaan yang sangat jelas ini, kita menjadi sorotan apalagi jumlahnya hanya sedikit, bahkan di beberapa tempat hanya terdapat segelintir orang atau tidak banyak jika dibandingkan dengan kelompok yang lain. Kita diasingkan, dikucilkan, dibenci, dihina, dicemooh bahkan ada yang harus berhadapan dengan maut. Hal ini mungkin menjadikan kita mengalami suatu beban yang berat. Pada saat kita mengalami hal demikian apakah yang harus kita lakukan? Menyerah, berputus asa atau berpaling dari Tuhan?

Tuhan memberi janji kepada Umat-Nya yang setia walaupun hanya kawanan kecil suatu kelegaan seperti tertulis dalam Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Tuhan akan memberi kerajaan dan dan tidak akan meninggalkan kita seperti tertulis dalam Ulangan 31: 8. Sebab TUHAN Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan, engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati. Di dalam Kristus kita perlu memiliki kepercayaan bahwa di mana pun berada dan sekecil apapun kelompok kita, di situlah kita akan diberkati. Tuhan mau melihat kita sebagai raja yang berkuasa atas segala tantangan hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 345:1 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami Tuhan dengan anug’rah-Mu. Berilah pertolongan melawan si set’ru.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PERSEKUTUAN YANG INDAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 2 :1 Naeng Pujionku Ho Jahowa
Naeng pujionku ho Jahowa, ai Ho do Debata na tutu i. Sai suru Tondi Parbadia tu au, asa hupuji goarMi. Marhitehite Jesus anakMi, asa lomo rohaM di endengki.

PEMBACAAN FIRMAN
Filipi 4:18-20 (Pagi) Ul. 9:25-29 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 9 Mei 2018
Kisah Para Rasul 2:42
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

PERSEKUTUAN YANG INDAH
Persekutuan jemaat mula-mula sesudah mereka dipenuhi Roh Kudus begitu indah. Mereka tekun berkumpul sambil memecah roti, berdoa dan memuji nama Tuhan. Jumlah anggota persekutuan terus bertambah. Mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dan naik ke surga serta orang yang mau dibaptis di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Persekutuan inilah cikal bakal lahirnya gereja, gereja bukan sekedar gedungnya melainkan relasinya. HKBP Serpong dan beberapa Jemaat Cabangnya, merupakan bagian yang terpisahkan dari HKBP di dunia ini, begitu juga dengan Persekutuan Gereja di Indonesia dan beberapa organisasi gereja dunia. Persekutuan yang indah sebagaimana judul nas ini dicirikan dengan 3 (dua) hal:

Pertama, bertekun dalam pengajaran. Artinya persekutuan yang rajin, giat, bersungguh-sungguh, dan disiplin untuk belajar akan Firman Tuhan. Bagi sebagian orang, proses belajar menjadi seorang Kristen seolah-olah berhenti pada saat orang itu selesai peneguhan sidi atau dibaptis. Membaca Buku Ibadah Harian ini yang kita lakukan secara rutin setiap hari adalah proses kita belajar semakin mengenal Tuhan dan mencintai-Nya.

Kedua, “berkumpul dan memecahkan roti.” Artinya, persekutuan yang berbagi dan hidup dalam kebersamaan. Kebersamaan tidak menunjukkan bahwa saya dan kelompok saya lebih unggul dari yang lain. Apa yang kita miliki dapat dinikmati oleh orang yang lain tanpa ada unsur paksaan tetapi dengan hati yang gembira dan tulus. Kita memberikan perhatian kepada fakir miskin, janda, anak-anak terlantar, masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Ketiga, berdoa. Artinya, persekutuan yang menyerahkan diri dan mengakui bahwa hidup kita dikendalikan oleh Dia. Tiga hal di atas adalah ketika dapat diimplementasikan maka akan tercipta persekutuan yang indah.

BERDOA

BERNYANYI – KJ 375:1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERDOA BAGI ORANG LAIN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 826 :2 Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Kor. 13:7-9 (Pagi) Maz. 69:14-19 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 8 Mei 2018
1 Timotius 2:1
“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang”.

BERDOA BAGI ORANG LAIN
Berdoa adalah kegiatan rohani yang tidak lepas dari kehidupan setiap orang percaya. Doa adalah bagian yang selalu dilakukan di gereja, persekutuan dan di ruang-ruang pribadi baik secara berkelompok maupun sendiri.

Tidak sedikit anak-anak Tuhan yang hanya berdoa untuk kepentingannya sendiri saja. Atau di luar kepentingan sendiri, mereka hanya berdoa bagi keluarganya. Memang bukanlah hal yang salah dan sah-sah saja. Namun firman Allah menasihatkan kita, bahwa kita pun harus berdoa bukan hanya untuk keperluan pribadi saja, tetapi juga bagi orang lain, bagi gereja Tuhan, penginjilan, pelayanan hamba-hamba Tuhan, bangsa dan negara, bagi para pemimpin, dan syafaat lainnya. Kita semua mempunyai tugas dan jawab terhadap semua ini.

Mari kita perhatikan keadaan di sekitar kita kita.Bukankah banyak terjadi hal-hal yang memprihatinkan dan memilukan? Ini merupakan suatu peringatan dan panggilan bagi kita. Sudah waktunya umat Tuhan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dengan mengambil waktu berdoa bagi setiap orang.

Bersyafaat adalah perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan. Dan saat hati Tuhan disenangkan, maka Ia akan mengerjakan hal-hal yang luar biasa bagi kita. Tuhan akan melaksanakan bagi kita sesuai dengan yang kita minta dalam doa. Karena itu marilah kita memahami kebenaran ini untuk kemudian melakukannya. Kita menjadi orang-orang yang memberi dampak baik dan berbahagia di muka bumi ini, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 396:1 Yesus Segala-galanya
Yesus segala-galanya, Mentari hidupku. Sehari-hari
Dialah Penopang yang teguh. Bila ‘ku susah, berkesah. Aku pergi kepada-Nya: Sandaranku, Penghiburku, Sobatku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN AKAN MEMULIHKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 497:1 Di na Humolso Rohangki
Di na humolso rohangki pasari hangoluanki, tibu bolongkononku pe, holsongku sasude. AI didokkon Jesus I Tuhanta na di surgo I, na sumarihon ngolumi denggan sudena i.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 5:1-3 (Pagi) Ul. 31:19-22 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 5 Mei 2018
Yesaya 51:3
Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

TUHAN AKAN MEMULIHKAN KEADAAN KITA
Saat ini dunia dipenuhi dengan goncangan-goncangan. Goncangan tidak hanya melanda satu bidang kehidupan saja tapi hampir di seluruh aspek kehidupan. Akibatnya banyak orang menjadi mudah frustasi, kecewa dan putus asa. Di masa-masa yang sulit ini kita harus makin mendekat kepada Tuhan, sebab seberat dan seburuk apa pun keadaan kita Tuhan sanggup memulihkan. Ia memiliki rancangan terbaik bagi setiap umat-Nya yang mau datang kepada-Nya. “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” (Mzm 126:5-6). Tuhan berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer 29:11).

Jadi, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10b). Mengapa kita masih belum mengalami dan menikmati rancangan Tuhan yang baik ini? Karena kita belum mengerti bagaimana meraih janji yang telah disediakan Tuhan itu! Kita tahu bahwa Tuhan memberikan free will (kehendak bebas) kepada kita untuk membuat pilihan hidup: taat atau tidak taat. Jika kita taat atau menempuh jalan yang sudah Tuhan tentukan, semua janji Tuhan akan berlaku atas hidup kita. Sebaliknya jika kita tidak taat dan menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, janji-janji Tuhan itu tidak bisa kita nikmati. Tuhan berkata, “…apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;” (Yer 29:12). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 364:1 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; kepada-Mu, Jurus’lamat, aku berserah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KASIH DAN PENGORBANAN KRISTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 194:1 Aut So Asi Roham
Aut so asi rohaM, aut so godang basaM
Tu dia au? Alai dibaen basaM, dohot asi rohaM tu sorgo au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 5:20-21 (Pagi) Maz. 149:1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 4 Mei 2018
Wahyu 5:9
Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”

KASIH DAN PENGORBANAN KRISTUS
Pernahkah Anda melihat seseorang bernyanyi dengan hati yang sungguh-sungguh? Sarat dengan penghayatan yang dalam. Wajahnya mencerminkan makna lagu yang dinyanyikan. Apalagi lagu yang dinyanyikan tersebut lagu rohani yang menceritakan kasih Tuhan bagi keberdosaan manusia, tentulah hati kita terhibur dan diberkati bukan? Saat mengingat bahwa semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (band Rm 3:23), hati kita goncang. Namun, ajaib, Tuhan rela berkorban menjadi manusia, bahkan rela mati disalibkan untuk menggantikan kita agar setiap yang percaya tidak binasa melainkan, beroleh hidup yang kekal.

Demikian juga orang kudus dalam kitab Wahyu 5:9 mengumandangkan lagu tentang kasih Allah. Sebab, manusia atau malaikat gagal membuka gulungan kitab, gagal membuka sorga. Hanya Allah, Dia mengutus Anak-Nya untuk membuka meterai yaitu memutus kuasa dosa dan membuka jalan ke sorga. Allah menggenapi janjinya yaitu mengutus Tuhan Yesus, untuk disembelih dan darahnya tercurah di di kayu salib di Golgata menggantian kita. Sungguh luar biasa kasih Allah, membayar hutang kita lunas melalui pengorbananNya. Dia membeli kita dengan darahNya. Pengorbanan-Nya bagi tiap suku, bahasa, dan kaum dan bangsa. Menebus orang Jawa, orang Batak, orang Menado, orang Cina, dan suku-suku lainnya. Puji Tuhan.
Apa sikap kita? Hendaklah kita tekun bersyukur, berdoa, dan belajar Firman Tuhan. Bernyanyi dengan penjiwaan yang meresap. Memuji Tuhan setiap hari dan sangat baik jika setiap aktivitas kita menjadi nyanyian baru yang menyenangkan hati Tuhan. Semua hal itu jadi berkat bagi orang lain. Soli Deo Gloria.

BERDOA

BERNYANYI KJ 289 :1 Tuhan, Pencipta semesta
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah yang Mahamulia
Sungguh besar karunia yang Kau beri.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

NYANYIAN SYUKUR BAGI TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-369:1 – O Jesus Panondang
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luatta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 1:15-21 (Pagi) Hak. 5:12-16 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 3 Mei 2018
Mazmur 147:7.
Bernyanyilah bagi Tuhan dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi.

NYANYIAN SYUKUR BAGI TUHAN
Mazmur ini ditulis oleh Nabi Daud pada saat bangsa Israel membangun tembok Yesusalem, di mana berkumpul orang-orang yang dulunya dibuang pada masa pemerintahan Raja Saul. Kita dapat membayangkan perasaan mereka yang dulunya terbuang sekarang dapat berkumpul kembali. Mereka memuji-muji Allah dengan penuh sukacita dan penuh kegembiraan karena mereka merasakan kasih dan karunia Tuhan kepada mereka. Demikian juga kita saat ini yang merasakan kasih karunia Tuhan yang begitu besar begitu banyak pemberian Tuhan kepada kita. Kita diberikan kesehatan, umur yang panjang, suami yang setia, istri yang begitu mengasihi kita, anak-anak yang membanggakan dan juga materi yang kita nikmati sekarang. Kita pantas bersyukur melalui doa dan nyanyian syukur kita. Hati Tuhan akan senang bila kita senantiasa memuji memuliakan Tuhan dalam segala keadaan, baik suka dan duka. Tuhan sangat menyukai pujian yang dilakukan dengan sepenuh hati dan juga dengan penuh keikhlasan, Tuhan tidak suka dengan pujian yang pura-pura, karena Tuhan juga mengasihi kita umat-Nya dengan sepenuh hati dengan memberikan nyawa anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa manusia (Mat. 20:28).

Dalam hal bernyanyi memuji Tuhan, kadang kita berpikir suaraku jelek, fals, dan lain sebagainya sehingga kadang menjadi penghalang bagi kita untuk memuji memuliakan Tuhan. Tuhan tidak memandang atau hanya mendengar nyayian pujian yang dinyanyikan dengan merdu, atau musik yang dimainkan dengan sangat indah akan tetapi Tuhan sangat menyenangi nyanyian pujian dan musik pujian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati dan hati yang tulus ikhlas. Kita dapat memuji Tuhan kapan saja dan di mana saja dengan bernyanyi dan permainan musik kita. Tuhan sangat menyukai pujian yang dinaikkan dengan hati yang tulus. Tuhan sangat senang bila kita benar-benar menjadikan-Nya prioritas utama dalam hidup, yang berarti kita mengasihi-Nya dan memuji Dia lebih dari semua di dunia ini, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:4 Ingat akan nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERHASIL ATAU BERBUAH?


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 248:2 Saleleng ho di Tano on
Sai songon hau na denggan do ramos parbue ni. Bulungna pe na uli do antong sai tiru i.

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 3:16-17 (Pagi) Maz. 96:1-4 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 2 Mei 2018
Kolose 2:7
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

BERHASIL ATAU BERBUAH?
Sedikitnya ada empat proses pertumbuhan untuk mencapai kepenuhan hidup dalam Kristus yaitu; berakar di dalam Kristus, dibangun di atas Dia, teguh dalam iman, dan hati yang melimpah dalam ucapan syukur. Jika akar atau pondasi sudah kokoh maka bangunan yang ada di atasnya akan berbuah banyak. Pondasi yang kokoh membutuhkan pengerasan, pukulan, untuk naik kelas perlu ujian (Kol 1:23; Yak 2:2-4). Buah atau perbuatan yang melimpah lahir dari ucapan syukur.

Hidup orang beriman seperti pohon yang berakar, bertumbuh, dan berbuah. Berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Orang yang bertumbuh di dalam Kristus, hidup beriman, melayani dan memiliki karakter yang baik. Allah memilih dan menetapkan kita untuk berbuah, karena buah yang dihasilkannya bukan untuk dirinya tapi untuk yang lain. Allah bersabda bahwa pohon yang tidak berbuah akan dipangkas, dibersihkan, dipotong, dan dibuang ke dalam api (Mat 7:19). Manusia boleh berlomba-lomba untuk berhasil, tetapi orang yang berhasil harus menghasilkan buah yang baik (Gal.5:22-23). Ada juga keluarga yang berhasil saat ini akan tetapi keberhasilannya tidak dinikmati keluarga tersebut. Hendaklah orang yang berhasil juga dapat berbuah supaya bisa dinikmati yang lain. Jika ada orang Kristen yang berhasil tapi tidak menjadi berkat bagi orang lain sebenarnya ia bukan Kristen sejati, belum berbuah. Semua manusia ingin diberkati Tuhan tetapi tidak semua manusia mau menjadi berkat. Oleh karena itu, hendaklah kita yang berhasil dan memiliki buah yang baik untuk menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 424:2 Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku menolong orang lain, manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain. Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus. Bersinar, bersinar aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin