Arsip Kategori: Ibadah Harian

MEMELIHARA KEUTUHAN CIPTAAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 299:1 Debata do Manggomgomi
Debata do manggomgomi, langit dohot tano on. Haholomon digomgomi dohot hatiuron on. Dirajai tanganna i, nasa tinompa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 2:10-14 (Pagi)
Maz. 8:4-10 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 20:19
Apabila dalam memerangi suatu kota, engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka tidak boleh engkau merusakkan pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kaumakan, tetapi batangnya janganlah kautebang; sebab, pohon yang di padang itu bukan manusia, jadi tidak patut ikut kau kepung.

MEMELIHARA KEUTUHAN CIPTAAN TUHAN
Tuhan tidak hanya memperhatikan kehidupan manusia, justru secara tidak langsung dengan memperhatikan kehidupan dari tumbuhan, hewan dan lain sebagainya, keberlangsungan hidup manusia terpeliharan. Untuk itu, perlu dan sangat penting memelihara keutuhan ciptaan Tuhan akan semuanya kehidupan berlangsung dengan baik. Saking pentingnya, ketika manusia berperang, maka diaturkan akan tetap menjaga keberlangsungan hidup dari pohon-pohonan dengan tidak menebangnya. Lihatlah apa yang menjadi kebutuhanmu dan ambillah secukupnya dan janganlah sampai amarahmu mengalir kepada yang tidak semestinya. Ambillah buahnya dan jangan tebang pohonnya. Tapi, pohon yang tidak menghasilkan buah, boleh ditebang tapi itu pun untuk keperluan yang semestinya (ayat 20).

Nas ini sangat relevan pada masa kini. Di tengah pembangunan yang terus menerus membuat lahan untuk tumbuhan tergerus berkurang, pembakaran hutan untuk mencipta lahan perkebunan yang sejenis, pembalakan kayu yang rakus, dan sebagainya; Nas ini menjadi sangat nyaring dan tegas agar semua tindakan di atas dihentikan dan dapat dikelola dengan baik. Kepentingan sepihak atau sekelompok jangan sampai merusak kebutuhan dari orang banyak. Dewasa ini gereja bersama pemerintah telah melihat hal ini, sehingga sangat dibutuhkan kerjasamanya bahkan semua pihak untuk dapat mengelola alam dan segala kekayaan yang dikandungnya dengan baik. Salah satu di antaranya dengan menggalakkan untuk: “Menanam pohon.” Gerakan ini bisa secara lokal tapi jika dilakukan secara berantai maka bisa menjadi sebuah gerakan global untuk perbaikan keutuhan ciptaan Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 19:2 Tuhanku Yesus
Indah tamasya, indah sawah ladang sungguh elok berseri; yang lebih indah Kau, Tuhan Yesus: Engkau menghibur yang sedih.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MEMINTA HANYA KEPADA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 463 : 1 Pasupasum TongosonMu
PasupasuM tongosonMu, ido didok hataMi
Suru tondiM nabadia, bosur ma baen rohangki. HagogoonMu songgop ma tu rohangkon, unang sai holan manetek, gohi sandok diringkon.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 6:24-25 (Pagi)
1 Raj. 4:1-6 (Malam)

RENUNGAN
Zakaria 10:1
Mintalah hujan daripada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap
orang.

MEMINTA HANYA KEPADA TUHAN
Pada musim panas biasanya hujan sangat sedikit dan hampir tidak ada sehingga bisa terjadi kekeringan di mana-mana, tumbuhan kering, tidak subur, sumur kering dan bisa berakibat persediaan makanan berkurang karena musin kemarau, sehingga sangat banyak orang mengharapkan hujan datang yang dapat menyejukkan udara dan menyuburkan tanaman-tanaman. Persoalannya, kepada siapa kita meminta hujan tersebut? Dalam konteks penulisan kitab Nabi Zakaria ini, orang Israel lebih suka meminta petunjuk atau minta berkat kepada para terafim, jurutenung dan peramal-peramal padahal hasilnya adalah hampa, sia-sia dan tidak berguna.

Firman Tuhan jelas berkata bahwa seharusnya kita meminta hujan kepada Tuhan. Mengapa demikian? Karena Tuhan sendirilah yang menciptakan alam semesta beserta isinya, maka Ia juga berkuasa penuh atas alam semesta, termasuk iklim dan musim. Tuhan bisa menurunkan kemarau berkepanjangan hingga tiga tahun tidak turun hujan (Yak 5:17, 1 raj 18:1) tetapi Tuhan juga bisa menurunkan hujan deras untuk mengakhiri kemarau tersebut (1 raja 18:45) bahkan Tuhan sanggup menurunkan hujan selama 40 hari 40 malam sehingga air memenuhi bumi dan membinasakan seluruh mahluk kecuali yang ada di bahtera Nuh (Kej 7 : 12).Tuhan ingin kita meminta kepada-Nya, apapun permintaan kita, walaupun mungkin tidak semua permintaan kita dijawab Tuhan dengan “Ya”. Tuhan melarang kita untuk meminta selain kepada Tuhan. Dalam kondisi apapun, kita harus berserah dalam tuntunan Tuhan. Sekalipun kita melewati lembah kekelaman, ataupun melewati padang rumput dan air yang tenang, kita harus tetap berserah kepada Tuhan. Jangan pernah sekalipun kita berpaling dari Tuhan dan bertanya atau meminta sesuatu kepada orang lain, dukun, peramal dan orang pintar. Percaya pada Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI – KJ No. 19:1 Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, bahagiaku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEADILAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-11:1 Aha Ma Endehononku
Aha ma endehononku asa pujionku Ho. Ale Tuhan Debatangku, sai urupi au gogo. Ai ndang tarpajojor ahu, asi ni roham di ahu. Ala ni hupuji Ho. Tung marribu hali do.

PEMBACAAN FIRMAN
Kel. 22: 5-6 (Pagi)
Yes. 24:4-7 (Malam)

RENUNGAN
Wahyu 9:4
Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

KEADILAN TUHAN
Nas hari ini adalah bagian dari firman Tuhan yang mengingatkan saya dan kita semua bahwa pada hari-Nya, TUHAN akan melaksanakan penghakiman dan keadilan-Nya, menyatakan kuasa, kebesaran dan kemuliaan-Nya. Kapan hari-Nya itu tiba? Tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri (Mat 24:36). Namun, sebelum masa dan hari itu tiba, Tuhan telah memberitahukan melalui firman-Nya akan tanda-tanda yang akan terjadi mendahuluinya. Karena itu, apa yang harus kita lakukan?

Jika kita membaca Firman Tuhan dengan sunguh-sungguh, sebagian dari tanda-tanda yang telah Tuhan sampaikan sudah dan sedang terjadi. Bagaimana kita menyikapinya? Sesungguhnya, saat ini adalah masa kemurahan, dimana Tuhan masih memberikan kesempatan kepada saya dan kita semua untuk bertobat dan meninggalkan kejahatan. Pada saat yang sama Ia ingin supaya kta juga bertumbuh dalam pengenalan akan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Ketahuilah, Tuhan menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal. Karena itu, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat. Kiranya orang-orang percaya semakin giat beribadah kepada-Nya, membangun dan memelihara kasih persaudaraan untuk saling mengingatkan dan saling menasihati. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 19:1 Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, bahagiaku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN SANG PENCIPTA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-10:1 Hupuji Hupasangap Ho
Hupuji, hupasangap Ho, Amang Pardengganbasa! Ai jadijadianmu do sude angka na masa. Ditompa Ho do sasude, dagingku ro di tondi pe. Pinuji ma GoarMu.

PEMBACAAN FIRMAN
Maz. 96:11-13 (Pagi)
Yes. 32:12-15 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 2:9a
Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya.

TUHAN SANG PENCIPTA
Tuhan dalam menciptakan kehidupan berdasarkan apa dibutuhkan, termasuk memenuhi keteraturan dan keindahan. Sebagai orang beriman, kita yakin Tuhan sangat menyukai ciptaan-Nya. Kisah penciptaan pada Kitab Kejadian menjelaskan sebuah karya Tuhan yang terjadi karena Firman Tuhan. Tuhan begitu berkuasa. Dia hanya mengucap untuk menciptakan alam semesta. Kita sebagai umat-Nya harus yakin karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibrani 11:3).

Tuhan menjadikan dan menata langit serta bumi begitu teratur dan indah. Lalu Dia memberi kuasa kepada kita agar memelihara dan merawat yang sudah tertata rapih dan indah. Namun banyak kejadian yang kita temukan berkaitan dengan pengrusakan alam, seperti menebang pohon secara liar, atau membakar hutan sembarangan, sehingga terjadi kekeringan dimana-mana, menyebabkan banjir, tanah longsong, dan erosi yang berkepanjangan. “Allah mengambil manusia itu dan menepatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu“ (Kej. 2:15). Kita harus merawat bumi serta isinya agar kita memperoleh berkat untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup anak cucu kita.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 2:1 Suci, Suci, Suci
Suci, suci, suci Tuhan maha kuasa. Dikau kami puji di pagi yang teduh. Suci, suci, suci murah dan perkasa
Allh Tri Tunggal, Agung nama-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ALLAH MENGHENDAKI PERTOBATAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-467:1 Asi Ni Roham Hupuji
Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au. Dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu au. IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i, Pangke dohot ngolunami gabe ula-ulaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 7:2-3 (Pagi)
Yes. 51:1-5 (Malam)

RENUNGAN
Yoel 2:21-22
Jangan takut, hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga TUHAN telah melakukan perkara yang besar! Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.

ALLAH MENGHENDAKI PERTOBATAN
Bangsa Yehuda mendapat hukuman karena pemberontakan dan ketidaktaatannya kepada Allah. Kehancuran terjadi, Tuhan menghukum dengan tulah belalang. Akibatnya ladang tidak menghasilkan apa-lagi lagi, semua tanaman menjadi kering, padang rumput tidak ada lagi akibatnya lumbung-lumbung kosong, manusia dan semua hewan-hewan gembalaan kelaparan (Yoel 1:1-20). Jikalau umat berbalik dari dosa-dosa mereka kepada Allah, Ia akan mengasihani mereka.

Sifat Allah ialah menunjukkan belas kasihan dan kemurahan kepada umat dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, Allah yang mengasihi, tidak menginginkan hidup umat-Nya dalam penderitaan dan Tuhan tidak untuk selamanya menghukum umat yang tidak taat atau melawan perintah-Nya. Nabi Yoel meminta umat bertobat yaitu meningkatkan perkabungan, bersyafaat kepada Allah dengan puasa dan doa siang dan malam. Allah menjawab doa-doa umat-Nya yang dipanjatkan dengan rendah hati dan dari hati yang bertobat. Buah dan hasil pertobatan mereka inilah nas bacaan kita hari ini. Bumi memberikan hasil yang melimpah sehingga kehidupan umat sejahtera kembali.
Setiap manusia tidak lepas dari kesalahan dan dosa dan akibatnya tentu akan mengalami penderitaan. Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat (Rm 2: 9a ). Karena kasih-Nya Tuhan Allah tidak menghendaki kita hidup dalam penderitaan dan kuasa dosa maka Dia rela mengorbankan Anak-Nya Yesus Kristus untuk keselamatan kita dan yang mempercayai-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Marilah kita bertobat meninggalkan perbuatan yang tidak berkenan di hati Tuhan karena itulah yang dikehendaki-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 375: 1 Saya mau ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERSERAH DIRI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-769: 1. Tu Debata Do Panghirimon
Tu Debata do panghirimonki, Di tano laut nang awangawang i, Ibana do haposanki, tongtong do di ramoti langkangki. Torop pe mara manahopi au, Debatangki do sumarihon au, pos rohangki, sonang do au Ibana do na mandongani au

PEMBACAAN FIRMAN
Kej. 1:29-31 (Pagi)
Yes. 41:19-20 (Malam)

RENUNGAN
Zakaria 11:2
Merataplah, hai pohon sanobar, sebab sudah rebah pohon aras dan sudah dirusakkan pohon-pohon yang hebat! Merataplah, hai pohon-pohon tarbantin Basan, sebab telah rata hutan yang lebat itu !

BERSERAH DIRI
Nas ini adalah nubuatan nabi zakharia kepada umat Israel yang selalu melukai hati Tuhan. Zakharia menubuatkan bahwa segala sesuatu yang ada di wilayah tanah Israel akan menjadi rusak, termaksud pohon aras dan pohon sanobar akan terbakar habis oleh api. Pohon aras dan sanobar digambarkan sebagai simbol kekuatan. Pohon ini memiliki ketahanan dan kekuatan yang begitu luar biasa, sehingga sering dijadikan bahan untuk pembangunan rumah ibadah dan peralatan perang. Selain itu pohon ini juga memiliki bau aroma yang sangat harum. Alkitab mengatakan istana Salomo yang sangat megah dipenuhi dengan bahan-bahan yang terbuat dari pohon aras (1 Raj 5:10, 1 Raj 7:3, 11).

Kesuksesan dan kekayaan yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara, sebentar saja bisa lenyap. Apa yang bisa kita banggakan? Siapakah kita ini sehingga harus bermegah dalam kekuatan, kepandaian, dan kekayaan kita? Oleh karenanya tidak patut bagi kita untuk menyombongkan diri dengan prestasi yang kita raih, harta yang berlimpah, gelar yang kita miliki, sebab semuanya tidak berarti apa-apa di pemandangan Tuhan, sebab “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Sam. 16:7b). Hati yang tulus adalah tempat yang tepat untuk Roh Kudus tinggal, sebab dari situlah terpancar kehidupan. Jika kita dapat menjaga hati untuk tetap taat dan setia pada perintah-Nya, kita akan merasakan betapa tidak berartinya hidup ini tanpa Tuhan. Untuk itu kita harus sadar bahwa hidup kita ini sangat ditentukan oleh perkataan dan kuasa Tuhan semata; Dia yang meninggikan dan merendahkan juga. Jadi, di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu jangan sekali-kali kita menyombongkan diri! Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-64 : 2 Bila Kulihat Bintang Gemerlapan
Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus, ‘ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus. Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KUASA DARI ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes 19:5-8 (Pagi)
Habakuk 3:17-19 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 1:26
Berfirmanlah Allah : ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.

KUASA DARI ALLAH
Ayat renungan di atas bagian dari kisah penciptaan manusia oleh Allah Yang Maha Kuasa. Manusia diberi tugas untuk beranak cucu, penuhi dan taklukkan bumi dan berkuasa atas segala binatang ciptaan Tuhan di alam semesta ini. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling unik dan istimewa, karena manusia itu diciptakan menurut gambar Allah. Sejarah perjalanan manusia menunjukkan bahwa keistimewaan tersebut banyak disalahgunakan oleh manusia dengan menggunakan kekuasaan tersebut untuk kepentingan diri atau kelompok sendiri, menindas manusia lainnya, merusak alam dan binatang ciptaan Tuhan, dan juga ada yang menghilangkan keistimewaan menurut gambar Allah itu dengan melakukan dosa dengan bertingkah seperti binatang yang tidak menggunakan akal dan pikiran yang sehat tapi menggunakan naluri binatang dalam kehidupannya. Bagaimana dengan kehidupan kita di saat ini? Yang tanpa kita sadari, sekarang ini sudah berada di pertengahan tahun 2018, serasa waktu itu berjalan sangat cepat, dan kita terkadang lupa mengevaluasi apa yang telah kita perbuat sebagai manusia ciptaan yang istimewa dari Allah Sang Pencipta. Nas hari ini mengingatkan kita untuk segera mengadakan evaluasi total terhadap apa yang telah kita hasilkan sebagai pertanggung jawaban kita atas kuasa yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Apapun dosa atau pelanggaran yang telah kita lakukan di masa lalu hingga hari ini, mari bertobat kepada Tuhan, mari kita perbaiki, mari kita fokus kepada kuasa itu sendiri, mari kita fokus kepada keistimewaan menurut gambar Allah. Artinya mari kita lakukan segala sesuatu dalam kehidupan ini seturut Firman Tuhan yang disimpulkan dalam satu kata yaitu “KASIH” dan jaga tubuh dan pikiran kita jangan sampai jatuh ke dalam dosa. (Rm 5:12). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.