Arsip Kategori: Ibadah Harian

KEBAHAGIAAN PEMBAWA DAMAI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-26: 1 Ale Dongan Na Saroha
Dame nimMu ale Jesus, lehononMu di bangsoM./ TondiMi do napatulus hataMi tu naposoM./ Dangol hami jala pogos, dang tau baen parhaladoM, tondi Parbadia tongos margogoihon hami on.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor.12:12-14 (Pagi)
Yoh. 15:1-6 (Malam)

RENUNGAN
Matius 5: 9
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

KEBAHAGIAAN PEMBAWA DAMAI
Semua orang pastilah mendambakan kebahagiaan. Ada dua hal pokok dalam rumusan bahagia yang disampaikan Yesus pada kotbah di bukit yakni tentang waktu saat ini (sekarang) dan waktu yang akan datang. Yesus mengatakan berbahagialah pada apa yang terjadi, yang dialami dan apa yang dilakukan saat ini, karena pada masa mendatang atau sesudahnya akan memperoleh buah-buah kebaikan. Nas ini menekankan ”Berbahagialah orang yang membawa damai (saat ini), karena mereka akan disebut anak-anak Allah (mendatang).

Dunia penuh kekacauan, perseteruan dan pertentangan apabila tidak ada damai. Ada banyak contoh yang dapat kila lihat yang tertulis dalam Alkitab yang menggambarkan betapa kengerian akan terjadi di tengah tengah kehidupan manusia apabila tidak ada lagi damai. Kain membunuh saudaranya Habel karena dia tidak berdamai dengan dirinya sendiri. Yakub menghianati abangnya Esau untuk merebut hak kesulungan, karena tidak ada lagi damai sehingga dia harus menjadi orang pelarian yang dihantui rasa bersalah yang dikejar-kejar. Raja Saul juga mencari dan merencanakan untuk membunuh Daud karena tidak ada lagi rasa damai di hatinya menyaksikan ketangkasan dan kepintaran Daud yang masih muda itu. Herodes juga demikian, ketika dia membunuh anak-anak di bawah umur 2 tahun, karena tidak ada lagi damai di hatinya. Dewasa ini, kehadiran pembawa damai sangat diharapkan terutama di dalam kehidupan keluarga, gereja bahkan masyarakat. Sebagai orang Kristen kita dijadikan sebagai pelopor damai. Mari menjadi pelaku damai dalam kehidupan kita sehingga kebahagiaan itu menjadi milik kita dan kitapun akan disebut anak-anak Allah. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-249:1 Serikat Persaudaraan
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh! Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah, dikuatkan iman. Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-706:1 Godang Ni Pasupasu I
Godang ni pasupasu i dilehon Tuhanhi. Tarlobi asiasiMi, marhite AnakMi. Jalo ma pujianhi, Jesus Sipalua i. Boi au bongot tu surgo i, marnida hasangaponMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 18:9-17 (Pagi)
Kej. 26: 1- 5 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 50: 23
“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku, siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL
Bagaimana hari-hari saudara? Apakah dipenuhi oleh ucapan syukur kepada Tuhan setiap waktu atau terus diliputi kekhawatiran, keluh kesah dan persunggutan? Ayat ini bahwa hidup yang di penuhi ucapan syukur adalah kunci kepuasaan dan kebahagiaan hidup. Dengan selalu mengucap syukur kita percaya dan mengakui bahwa Tuhan berkuasa dan mengendalikan seluruh hidup kita yang kita jalani di dunia ini. Apa yang kita alami di dunia ini harus diyakini kalau itu semua terjadi menurut kehendak Tuhan sehingga kita bisa menerima keadaan hidup kita seutuhnya. Menerima keadaan hidup kita seutuhnya juga merupakan salah satu bentuk ucapan syukur. Jadi Apapun kondisi yang kita alami kalau kita percaya dan mengakui kedaulatan Tuhan, kita pasti akan yakin juga kalau Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera dalam hidup kita sehingga kita bisa menerima keadaaan hidup kita baik saat sukacita atau dukacita.

Jadi bagaimana untuk dapat mengucap syukur dalam segala hal? Ini merupakan pertanyaan yang sangat sulit. Akan sangat mudah bersyukur dalam kondisi yang baik atau menguntungkan, tetapi apabila keadaan berbalik sulit untuk bersyukur? Mengucap syukur itu bukan tergantung keadaan yang dialami tetapi bagaimana respon atas keadaan. Keadaaan yang alami tidak dapat diubah tetapi respon dan suasana hati dapat diubah. Dengan Percaya kepada Tuhan yang akan selalu menjaga dan menyertai kita dalam kondisi apapun tentu tidak sulit bagi kita untuk mengucap syukur. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:4 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami Tuhan; berkat-Mu turunlah. Kuasa-Mu kau limpahkan penuh karunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

RUKUN DALAM PERBEDAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25: 1 HataMi ale Tuhanku
HataMi ale Tuhanku, arta na umarga i./ Sai paian di rohangku, unang so hutiopi./ Molo so be sitiopan Hata na badia i/ Aha na ma haojahan ni haporseaon i?

PEMBACAAN FIRMAN
Judas 1:17-21 (Pagi)
Ester 9:15-22 (Malam)

RENUNGAN
Roma 14: 13
“Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Janganlah kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!”

RUKUN DALAM PERBEDAAN
Di dalam kehidupan rumah tangga, keluarga, masyarakat dan gereja kerukunan adalah citra hidup bersama yang didambakan. Sederhananya, rukun itu adalah tidak bertengkar atau membenci tetapi saling menerima, mengerti dan mendukung. Namun sejak dulu kerukunan selalu terhalang bahkan sering lenyap yang disebabkan oleh karena kuatnya dorongan hati seseorang untuk menghakimi perbuatan orang lain yang berbeda dengan dirinya. Contoh perbuatan atau tindakan yang berbeda antara lain pendapat atau pikiran, hal makanan dan minuman, tingkah laku dan gaya hidup.

Peneliti sosial, Max Weber (1864-1920), menyimpulkan bahwa semua hal yang dilakukan manusia didasari pada keinginan yang dikehendakinya dan bahwa kehidupan sosial seperti kerukunan selalu berhubungan dengan tindakan dari orang-orang di dalamnya. Ia menyebutkan ada 4 tipe dasar yang menggerakkan seseorang bertindak atau berbuat yaitu Warisan, Perasaan, Kepentingan serta Nilai. Kadang kita berbuat karena sudah kebiasaan atau tradisi keluarga, sesekali juga kita akan bertindak karena perasaan marah atau senang, bekerja dan berusaha tanpa lelah hanya untuk mengapai tujuan. Tipe dasar tindakan yang keempat, melakukan sesuatu karena nilai yang diyakininya lebih baik atau lebih mulia. Inilah dasar atau pokok perseteruan sosial yang sering terjadi dan tak ada habis-habisnya. Untuk itu Paulus mengingatkan agar tidak saling menghakimi, namun sebaliknya saling menerima di dalam berbagai perbedaan baik itu pendapat, atau hal lainnya. Dengan tujuan agar tetap bersatu.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356: 1 Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus, jadilah murid-Nya. B’lajarlah Firman Tuhan, taat kepada-Nya. TInggallah dalam Yesus, andalkan Kuasa-Nya. Dialah pokok yang benar kita ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN BERSAMAMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-697: 1 Molo Ho do Huihuthon
Molo Ho do huihuthon, dame sonang rohangki./ Sai horas jala martua nasa na hinophopMi./ Ho tongtong ihuthonhonku Jesus na palua au./ Ho sambing do oloanhu alani martua au.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 14:13-20 (Pagi)
Yes. 55: 1 – 5 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 16: 8
“Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.”

TUHAN BERSAMAMU
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita banyak diliputi kegelisahan. Anak-anak gelisah dengan pelajaran sekolah dan berbagai ujian yang akan diikuti. Orang dewasa kadang gelisah karena deadline pekerjaan dan jenjang karir mereka di kantor; ada juga yang gelisah tentang pasangan hidup. Para orang tua gelisah dengan kebutuhan hidup keluarga dan hubungan antarkeluarga yang mungkin kadang tak harmonis. Oleh karena itu kegelisahan selalu menghampiri setiap orang.

Jika demikian halnya, berpalinglah kepada Tuhan. Biarkan Tuhan hadir dalam hidup kita dan Roh Kudus bekerja dalam hati pikiran kita. Jika ditelisik dalam Mazmur 16 kehadiran Tuhan dalam hidup kita senantiasa akan memberikan jaminan, yaitu: membimbing kita setiap hari. (Ay 7 dan 11), mendapat perlindungan (ay 8), hidup dalam sukacita dan ketentraman (ay 9 ), jaminan kebangkitan (ay 10 ), ada kebahagiaan dan kenikmatan hidup (ayat 11 ). Jadi sambil kita berjuang dalam kehidupan dan pekerjaan kita untuk masa depan yang lebih baik, tetaplah ingat Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mati untuk kita, dan dengan kebangkitanNya turut juga membebaskan kita dari dosa, dan dari segala ketakutan-ketakutan duniawi kita. Percayalah dan berjalanlah bersama Yesus. Hidupi FirmanNya dengan rajin membaca alkitab dan berdoa untuk menjadi bekal kehidupan kita sehari-hari. Hidup ini juga ada pilihan dan mengambil keputusan atas pilihan, yaitu: “Hidup dalam Tuhan yang menghasilkan kebahagiaan” atau “Kehendak diri sendiri yang akan berakhir dengan kesukaran!”

BERDOA

BERNYANYI KJ-350: 1 O, Berkati Kami
O berkati kami, dan lindungi kami. Tuhan brilah rahmatMu, oleh sinar wajahMu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

SALING MENGASIHI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-221: 1 Saleleng Jesuski
Saleleng Jesuski na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au.

PEMBACAAN FIRMAN
Kisah 2:41-47 (Pagi)
Kej. 23:1-20 (Malam)

RENUNGAN
Roma 12:10
“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

SALING MENGASIHI
Sikap Kehidupan sebagai orang Kristen adalah kasih. Hidup dalam kasih dapat berarti menghilangkan sifat dendam, iri hati, kebencian dan kekejian. Mengasihi orang lain adalah kehendak Tuhan dalam kehidupan, sebab mengasihi adalah wujud pernyataan kasih dari Tuhan yang lebih dulu kita terima melalui kematian-Nya. Pada 1 Yohanes 4:21 “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya” (Kasih Agape).

Implementasi dari kasih adalah aktif melakukan atau lebih dahulu tanpa menunggu. Dan kita mewujudkan kasih bukan karena kita membalas kasih yang sudah kita terima. Saling mengasihi dan saling memberi hormat. Memberi hormat adalah kebiasaan yang perlu dilatih. Jangan kita berlaku seperti komandan dalam tradisi militer. Perwira angkat tangan tanda hormat jika prajurit atau anak buah lebih dulu memberi hormat. Perwira juga harus lebih dulu turun tangannya baru prajurit. Jadilah yang pertama untuk mengasihi dan menhormati dan jangan kuatir apakah orang lain akan menagisihi/mengormati kita atau tidak. Kita tetap harus ingat Matius 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-406: 1 Ya Tuhan Bimbing Aku
Ya, Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun, ‘pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HIDUP DALAM KEBENARAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 725:3 Ai Sitiruan Do Hulehon Tu Hamu
Tahangoluhon ma hata ni Tuhanta
Asa tau tiruan ma di angka na porsea
Dipanghataion nang diholong ni roha pe
Tiruan diparange tu na humaliang hita
Asa pasupasu ho di ngolu ni Huria
Jala pasupasu ho di ngolu ni bangsonta.

PEMBACAAN FIRMAN
Gal. 6:9-10 (Pagi)
1 Raj. 8:41-43 (Malam)

RENUNGAN
3 Yohanes 1:5
Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala seuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing.

HIDUP DALAM KEBENARAN
Cerminan Hidup dalam kebenaran bukan hanya pada tutur kata saja, terlebih pada perilaku sehari-hari. Apalagi saat ini kita sedang hidup di tengah-tengah kehidupan sedang mengalami persoalan yang cukup kompleks. Hidup dalam kebenaran adalah hidup yang berbuat dan bertindak sebagai orang percaya dengan berbuat segala sesuatu, terutama untuk kelancaran pelayanan hamba-hamba Tuhan.

Sebagai orang Kristen, apakah kita telah berbuat untuk para hamba Tuhan yang hidupnya semata-mata bergantung pada pemberian anak-anak Tuhan? Kasih dalam kebenaran bukan kasih yang buta, melainkan kasih yang tetap berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, yaitu melakukan apa yang baik dan berkenan kepada Allah. Untuk itu kita harus bertindak dengan berlandaskan sukacita untuk berbuat segala sesuatu demi kelancaran pelayanan hamba-hamba Tuhan, yang bukan profesi untuk mencari keuntungan dan harta duniawi. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2Kor.9:7).

BERDOA

BERNYANYI KJ. 2:1 Suci, Suci, Suci
Suci, suci, suci Tuhan Mahakuasa, Dikau kami puji di pagi yang teduh. Suci, suci, suci murah dan perkasa
Allah Tritunggal, Agung nama-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENJADI BERKAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 248:1 Saleleng Ho Di Tano On
Saleleng ho di tano on patigor ma roham. Paingotingot ma tongtong nidok ni Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
1Pet. 2:11-17 (Pagi)
Mikha 6:8-9 (Malam)

RENUNGAN
Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu

MENJADI BERKAT
Firman ini disampaikan Allah bagi bangsa Israel waktu mereka dalam pembuangan di Babel. Meskipun mereka dalam pembuangan, tetapi Allah mengajak mereka supaya pro aktif dalam membangun dan mensejahterahkan kota di mana mereka berada. Memang ajakan untuk mensejahterahkan kota dalam situasi yang terbuang, sangat susah dilakukan, namanya orang yang terbuang, tersiksa, tidak ada kebebasan dan dipaksa kerja keras. Sebaiknya di pembuangan tidak melakukan apa-apa bahkan pasrah saja pada keadaan, bahkan prinsipnya sudah: “Hidup segan mati tidak mau,” tetapi tidak demikian menurut firman Tuhan. Meskipun dalam pembuangan haruslah pro aktif untuk kebaikan, pembangunan dan kesejahteraan kota itu. Mengusahakan kesejahteraan kota di mana mereka tinggal agar kesejahteraan kota tersebut menjadi kesejahteraan umat Israel. Dengan kata lain perintah ini memberikan dorongan bagi Israel untuk membangun hubungan dengan orang babel, dan mengusahakan perdamaian dan kemakmuran.

Saudara bagaimanakah kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan kita saat ini? Persoalannya apa yang bisa kita lakukan? Salah satu bentuk mengusahakan kesejahteraan di mana kita tinggal adalah dengan ikut aktif dalam pemilihan Umum atau Pemilihan Kepala Daerah yakni dengan memilih pemimpin yang takut bagi Tuhan, rendah hati, jujur, anti korupsi, dan mampu mensejahterakan bangsa ini. Demikian juga peran Gereja harus melakukan dengan karya nyata demi kesejahteraan di manapun kita berada seperti dengan menanam pohon untuk penghijauan, berpartisipasi dalam kebersihan dan keamanan lingkungan, bisa hidup berdampingan dengan damai bagi saudara-saudara kita yang berbeda suku, ras, budaya dan agama, memberi sumbangsih bentuk apapun demi kesejahteraan dimana kita tinggal. Jadilah berkat dimanapun kita tinggal karena itulah yang diminta Tuhan dalam diri kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ. 340:1 Hai Bangkit Bagi Yesus
Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salib-Nya. Anjungkan panji Raja dan jangan menyerah, dengan semakin jaya, Tuhanmu ikutlah. Sehingga tiap lawan berlutut menyembah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin