Arsip Kategori: Ibadah Harian

HAKIM YANG ADIL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 – Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, i do na mangapuli au. Diganup dalan nang tung maol, tanganNa do tongtong huhaol. Ditogu togu Jesus au, tanganNa sai maniop au, Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Kor. 6:1-10 (Pagi)
Yer. 4:1-2 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 7:24
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.”

HAKIM YANG ADIL
Nas ini adalah bagian dari perkataan Tuhan Yesus kepada para Yahudi di Bait Allah yang membenci Yesus karena Yesus mengaku bahwa Dia berasal dari Allah Bapa. Dan pihak Yahudi, mereka sangat murka dengan penjelasan Yesus di Bait Allah tersebut. Dan mereka menghakimi Yesus menurut pendapat dan penilaian mereka sendiri, bukan berdasarkan apa yang tertulis di Kitab Suci. Suatu kondisi yang ironis karena mereka menghakimi Yesus hanya dari yang dilihat mereka, tanpa mendasarkan kepada Kitab suci yang mereka pakai setiap hari.

Kondisi serupa masih saja berlaku sampai zaman sekarang. Betapa banyak para ahli kitab yang menilai orang berdasarkan pemahaman mereka pribadi terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Bahkan mereka sengaja memilih ayat-ayat yang terkait dengan kejadian tersebut dan menafsirkannya menurut pendapatnya pribadi. Seakan-akan yang berbeda pemahaman dengan mereka adalah orang sesat dan harus dihakimi atau dibunuh. Bagaimanakah kita harus bersikap terhadap kondisi yang demikian? Yesus sudah memberi contoh, ketika berbicara di Bait Allah, Yesus sebenarnya sudah terancam nyawa-Nya, namun dengan tenang Dia menyelesaikan pengajarannya di Bait Allah tersebut. Jadi kitapun harus belajar dari Yesus, teruslah berbuat kebaikan dan kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan, tanpa takut dihakimi orang lain. Dan begitu juga sebaliknya, jika kita temukan teman kita atau orang lain berbuat salah dan menyalahi Firman Tuhan, maka kita wajib menegurnya dengan sopan dan menghakiminya dengan adil. Supaya orang tersebut tidak binasa melainkan beroleh keselamatan yang abadi yang daripada Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERSAMA MENDENGAR TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-257:1 – Raja Na Tumimbul
Jonok Debatanta unduk be ma hita lao marsomba tu Tuhanta. Mijur Debatanta tu tongatonganta tapahohom ma rohanta Somba ma Debata di banuaginjang na so halompoan.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 6:6-9 (Pagi)
Ul. 1:16-17 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 18:9
Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.”

BERSAMA MENDENGAR TUHAN
Ada banyak hal yang membuat orang Kristen menjadi lupa mana yang lebih penting. Pekerjaan dan kesibukan bahkan tekanan kehidupan dan kekhawatiran akan hari esok dapat membuat kita menjadi lupa untuk memilih yang terpenting, sehingga tidak menggunakan waktu dan kesempatan dengan baik untuk mendengarkan Tuhan. Kita sering hanya sibuk mengurusi hal hal yang berhubungan dengan kedagingan misalnya pekerjaan, bisnis dan mungkin terlalu banyak tersita waktu untuk media sosial, sehingga urusan terpenting dilupakan yaitu bersekutu bersama sama dengan keluarga untuk memuji Tuhan.

Nas ini merupakan pertanyaan Allah kepada Abraham “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah”. Allah menanyakan di mana istri Abraham, bukan berarti Ia (Allah) tidak mengetahui di mana Sara berada dan apa yang dilakukannya, tetapi Allah mau dan senang apabila Sara juga hadir dan mau mendengarkan perkataan Allah. Saat ini Tuhan bertanya kepada kita: “Di mana istri, suami dan anak- anakmu? Adakah mereka taat dan setia mendengarkan dan mengikut Aku? Bukan berarti Tuhan tidak mengetahui keberadaan kita, tetapi Tuhan mencari kita karena Tuhan mau dan senang apabila kita bersama-sama menggunakan kesempatan untuk mendengarkan dan memuji memuliakan Tuhan. Sesulit apapun keadaan yang sedang kita alami, pilihlah yang paling berharga dan milikilah iman yang teguh kepada Tuhan, sebab tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6a). Marilah kita menjawab pertanyaan Tuhan dengan ketaatan dan kesetiaan kita kepada-Nya yang kita tunjukkan lewat perbuatan dan sikap sehari-hari agar kita semakin memahami dan mengerti akan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:1 Ya Tuhan Tiap Jam
Ya Tuhan, tiap jam ‘ku memerlukanMu, Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh. Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan; ‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MELAKUKAN KEBENARAN DAN KEADILAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-23:1 – Jesus Hami Ro Dison
Jesus hami ro dison, asa masihangoluan. I pe ro ma Ho tuson, jala baen ma pardomuan. Ni tondiM tu tondinami, unang mampar rohanami.

PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 4:1-2 (Pagi)
Yer. 22:1-5 (Malam)

RENUNGAN
Amsal 21:3
Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.

MELAKUKAN KEBENARAN DAN KEADILAN
Penulis Amsal melihat ada tindakan umat yang melenceng dari jalan Tuhan dalam hal memberikan persembahan. Umat rajin beribadah dan senantiasa memberikan persembahan di rumah ibadah. Namun mereka tidak melakukan kebenaran dan keadilan dalam kehidupannya sehari-hari. Orang lain mungkin tertipu melihat mereka dan percaya bahwa persembahan itu murni. Namun, Tuhanlah yang adalah Hakim yang Benar. Dalam konteks nas ini, jika kita sudah hidup dalam melakukan kebenaran dan keadilan, maka diri kita sendiri menjadi persembahan yang harum di mata Tuhan. Jadi kebenaran ini tentu tidak mengajarkan kita anti persembahan kepada Tuhan, sebab persembahan itupun adalah kehendak Allah. Inti dari nas ini adalah Allah yang menebus kita dari dosa dengan mengorbankan anak-Nya, menginginkan persembahan atau korban diberikan dari umatNya sebagai rasa syukur karena mencintai firman-Nya, menghidupi kebenaran dan keadilan dalam hidupnya. (Band Yes 1: 16-17).

Dalam kasus lain, kita bisa memperhatikan dialog Yesus dengan para ahli taurat tentang hukum yang utama, di mana sangat jelas Yesus menginginkan agar manusia terlebih dahulu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya. Arti mengasihi sesama di dalamnya termasuk melakukan tindakan yang benar dan adil itu lebih utama dari korban bakaran dan sembelihan (Markus 12: 29-34). Untuk itu sebagai umat yang telah ditebus, marilah kita mencintai Dia dan tetap setia melakukan kebenaran dan keadilan dalam kesaksian hidup yang nyata seperti yang diperintahkan-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-436:1 Lawanlah Godaan
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kautentang; harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEADILAN TUHAN PASTI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-10:2 – Hupuji, Hupasangap Ho
Saluhut na tinompaMi naeng sonang di rohaMu; Arian dohot borngin pe disarihon rohaMu. Nang uhum di gomgomanMi, na tigor, na sintong do i, pinuji ma goarMu.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 13:4-7 (Pagi)
Bil. 27:1-11 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 10:17-18
Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu, untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.

KEADILAN TUHAN PASTI
Orang-orang yang tertindas, terinjak dan anak yatim yang lemah selalu ada di dalam kehidupan dari masa ke masa. Sebaliknya orang fasik yakni orang yang melupakan Tuhan dan berkata “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!” (Bacalah Mazmur 10:1-6). Orang fasik selalu menindas dan menganiaya orang lemah dan menjebak orang bodoh. Bahkan orang yang dipelihara Tuhan pun akan menerima hal yang demikian. Pemazmur menggambarkan orang fasik selalu berhasil dalam tindakan-tindakannya dan seakan-akan hukum Tuhan tinggi sekali jauh dari mereka. Tetapi Allah adalah Hakim yang adil dan Pelindung orang-orang saleh.

Di dalam Mazmur 8:1-7 dinyatakan; bagi Tuhan manusia sangat berharga bahkan telah dimahkotai-Nya dengan kemuliaan dan hormat. Allah sangat mengasihi umat-Nya dan akan bertindak dengan mematahkan dan membungkam orang fasik sehinga mereka takut dan tidak berani lagi menakut-nakuti. Melalui nats hari ini, Tuhan telah mendengar keinginan dari orang yang tertindas dan menguatkan hati mereka; Tuhan juga memberi keadilan bagi anak yatim dan orang yang terinjak. Jika Allah sudah menyatakan keadilan-Nya maka bersukacitalah orang-orang yang mengandalkan Tuhan dan yang hidup dalam Kasih Karunia-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 285:1 Tuhankulah Gembalaku
Tuhankulah Gembalaku; oleh Nya ‘ku tent’ram. di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BELAS KASIHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-37:1 – Asi Ni Roha
Asi ni roha ni Tuhan Jesus Kristus, holong ni roha ni Debata, dohot parsaoran ni Tondi mandongani hita sasudena.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 9: 19-26 (Pagi)
Amsal 14:21-31 (Malam)

RENUNGAN
Hakim-hakim 2: 18b
Tuhan berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.

BELAS KASIHAN
Di dalam proses kehidupan ada masa untuk mendapatkan sukacita dan juga menghadapi dukacita. Tanpa kita undang kedua keadaan ini akan datang dengan sendirinya. Namun, di dalam keadaan yang dua ini ada suatu kepastian bahwa TUHAN tetap menyertai, dan memberikan belas kasihan-Nya kepada orang yang percaya. Bagaimana tidak, di waktu sukacita Dia tetap mengajarkan kita untuk bersyukur, dan di dalam duka cita Dia tetap mengajarkan kita untuk bertahan dan berpengharapan kepadaNya. Itu semua terjadi karena TUHAN adalah Mahakasih.

Suka cita dan duka cita adalah bentuk dari penyertaan TUHAN. Suka cita mengajarkan bahwa TUHAN memiliki segala sesuatunya, yang ditunjukkan dengan berbagai berkat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Baik itu berkat melalui kehidupan, kesehatan atau pun materi. Sedangkan duka cita mengajarkan kita untuk berserah kepada-Nya, bisa saja duka cita yang terjadi dalam hidup kita adalah bentuk peringatan TUHAN, atau bisa saja untuk melihat kesetiaan kita. Sehingga setiap saat meski pun keadaan berbeda, dengan kesadaran demikian maka kita akan tetap mengatakan bahwa Allah adalah Mahakasih. Penyertaan TUHAN tidak akan pernah berhenti, karena Dia penuh dengan belas kasihan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI J-4:6 Hai Mari Sembah
Ya, Mahabesar, kekal kasih-Mu; malaikat memb’ri pujian merdu, pun kami mahluk-Mu kecil dan lemah, mengangkat pujian serta menyembah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERKOMUNIKASI DENGAN BIJAK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-15:1 – Aut Na Saribu Hali Ganda
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonku mamuji Debatantai. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 18:21-35 (Pagi)
Kel. 2:11-14 (Malam)

RENUNGAN
Matius 9:26
Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

BERKOMUNIKASI DENGAN BIJAK
Dalam Mateus 9:18-26 diceritakan tentang dua muzijat yang Tuhan Yesus lakukan. Pertama, Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun lamanya yang mana perempuan tersebut mempunyai keyakinan hanya dengan menyentuh jubah Yesus dia akan sembuh. Yang kedua, Yesus menghidupkan kembali anak perempuan dari pemimpin rumah ibadat yang sudah meninggal dunia. Kedua perbuatan inilah yang tersebar ke seluruh daerah dan membuat semakin banyak orang mengikut Yesus dan semakin banyak orang yang sakit datang untuk disembuhkan.

Dari penjelasan tadi kita melihat bahwa perbuatan baik akan mudah tersebar kepada masyarakat, yang akan membawa kebahagiaan dan damai sejahtera. Akan tetapi apabila perbuatan jahat atau perbuatan negatif kita yang diberitakan maka masyarakat akan menjauh dan mem-“bully” kita, apa lagi pada jaman “Now” media komunikasi semakin canggih seperti FB, WA, Line, Twitter dan lain sebagainya, akan sangat sulit untuk menutupi semua perbuatan jahat. Demikian juga untuk perbuatan yang baik akan sangat mudah untuk tersebar. Bahkan ada yang memanfaatkan media komunikasi untuk sekedar “pencitraan” untuk meraih simpati orang apalagi pada masa Pilkada, pilleg sekarang. Juga dalam menggunakan media komunikasi ada risiko hukum yang harus dihadapi yaitu undang-undang ITE yang dapat membawa penggunanya ke penjara. Untuk itulah di dalam menggunakan media komunikasi, kita harus bijak dan berpedoman kepada 1 Korintus 10:23-33 yang intinya bahwa dalam menggunakan media komunikasi kita harus memperhatikan manfaat dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 57:3 Yesus Lihat Umat-Mu
Sinar mahamulia lahir dari Allah Bapa, buka dan siapkanlah hati, mulut, pendengaran: biar doa dan nyanyian berkenan padaMu, Tuhan!.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BELAS KASIHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-467:1 – Asi Ni RohaM Hupuji
Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au. Dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu Au. IngananMu rohanami. TondiMi manggohi i. Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Yudas 1:20-21 (Pagi)
Kel. 2:1-10 (Malam)

RENUNGAN
Amsal 19:17
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

BELAS KASIHAN
Menunjukkan belas kasihan mungkin sesuatu yang susah dilakukan saat ini karena hidup yang mementingkan diri sendiri atau kelompok semakin menonjol. Namun bagi setiap orang percaya, Tuhan mengajarkan dan memerintahkan dahulu, sekarang dan seterusnya. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Bagaimana kita memahami perintah Tuhan ini dan melakukannya dalam kehidupan setiap hari? Bagi setiap orang percaya, kaya dan miskin, kuat dan lemah adalah anugerah Tuhan. Nas ini dengan jelas mengajarkan bagaimana seharusnya hidup setiap orang yang percaya kepada Tuhan di tengah-tengah masyarakat.

Menaruh belas kasihan tidak terbatas hanya memberi materi, namun juga non materi, misalnya: memberi waktu dan diri untuk mendengar, menguatkan, menghibur dan memberikan solusi bagi sesama yang membutuhkan. Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita petik dari nas ini, yaitu: 1. Menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah harus didasari pada pengertian dan pengakuan bahwa seluruh hidup kita adalah anugerah dan belas kasihan Tuhan. 2. Mengasihi sesama manusia adalah perwujudan mengasihi Tuhan. 3. Menaruh belas kasihan tidak akan mengurangi milik dan sukacita kita, karena Tuhan sumber segala berkat dan sukacita akan membalasnya. Dengan pengertian dan pemahaman yang benar, setiap orang percaya sadar dan senang menaruh belas kasihan kepada sesama terutama kepada orang yang lemah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-19:1 Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, Bahagiaku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin