Arsip Kategori: Ibadah Harian

SELALU BERSYUKUR KEPADA TUHAN


Saat Teduh …………..

Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Korintus 2:14-17
Malam : Titus 3:3-8.

Renungan: 1 Korintus 15:57.

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bersyukur adalah respon iman orang percaya. Bersyukur karena berkat dan kasih setia Tuhan sepanjang hidupnya. Dalam nas ini, Paulus mengajak jemaat Korintus untuk selalu bersyukur. Karena Allah telah memberi kemenangan dengan mengutus anakNya Yesus Kristus ke dunia ini, untuk menebus dosa umat manusia. Sebagaimana kata Paulus: seandainya Yesus tidak bangkit dari kematian maka sia-sialah kepercayaan kita dan kita masih tetap hidup dalam dosa (I Kor 15:17), artinya tidak ada gunanya kita berdoa, memuji dan mendengar firmanNya, jika Yesus tidak bangkit dari kematian. Tetapi Kristus benar-benar bangkit dari kematian, karena itulah kita patut mengucap syukur. Kebangkitan Kristus telah mengalahkan segala kuasa dosa, maut dan kematian, dan kebangkitanNya menjadi dasar iman, pusat pemberitaaan, keselamatan, dan pengharapan akan hidup yang kekal. Kristus adalah kepastian dan hidup, maka kita tidak perlu kuatir tetapi jalanilah hidup dengan iman yang teguh sekalipun banyak masalah dan tantangan. Bersukacitalah di dalam Tuhan! Tetaplah setia melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang kita miliki. Layanilah Tuhan melalui doa, nyanyian, dan persembahan. Beritakanlah injil melalui perbuatan yang baik, sebagaimana kata Paulus: Berdirilah teguh, Jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak akan sia-sia. (I Kor 15: 58). Amen.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami

Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

Doa Bapa kami – Amin.

Kebangkitan Hidup


BERNYANYI BE. 96:3 Nunga Talu Hamatean
Marlasroha be ma hita, ala hehe Jesus i. Ai malua sude hita, sian hamagoan i. Haleluya, haleluya. Nunga hehe Jesus i. Haleluya, haleluya, nunga hehe Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Matius 25:31-46
Malam: Kisah Para Rasul 28:8-10

RENUNGAN
Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.
Yohanes 11:25b

Kebangkitan Hidup
Kematian adalah suatu hal yang sudah pasti akan terjadi dan harus kita lalui. Tetapi sering kita merasa tidak nyaman membayangkan kematian itu, kita merasa takut meskipun kita tahu bahwa ketakutan itu tidak akan memperpanjang usia kita. Dalam kehidupan, suka atau tidak suka kita sering mengalami kesulitan, pencobaan dan pergumulan yang berat. Ketika menghadapi kesulitan, kita sering bertanya: “Mengapa Tuhan tidak datang dan menolong tepat pada waktunya? Mengapa sesudah kita berdoa siang dan malam, pertolongan Tuhan tidak juga kunjung tiba?” Jika kita membaca kisah tentang apa yang dikerjakan Kristus kepada keluarga Lazarus, Tuhan membiarkan kesulitan itu terjadi justru dengan tujuan yang lebih besar. Dengan membangkitkan Lazarus dari kematiannya, Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kematian, baik jasmani maupun rohani.

Percaya kepada Tuhan Yesus, berarti hidup atas kematian. Barangsiapa percaya kepada Tuhan, akan hidup walaupun sudah mati memiliki arti bahwa persoalan manusia tidak hanya berkaitan dengan hidup masa kini (sekarang) tetapi juga kehidupan yang akan datang (sesudah kematian). Sebaiknya kita tidak mengukur kasih Allah dengan kekayaan yang kita miliki, kesehatan, atau kelancaran rejeki yang Tuhan berikan. Ukurlah kasih Allah dengan seberapa besar Dia menyatakan kuasa-Nya, kemuliaan-Nya kepada kita. Seringkali untuk mengenal Allah dan kasih-Nya yang sedemikian, itu disertai dengan Tuhan yang mengijinkan segala kesulitan, pergumulan bahkan kematian di dalam hidup kita. Kalau itu terjadi, hal itu karena Tuhan mengasihi kita. Kristus mati menebus segala dosa kita untuk membawa kita kepada Allah. Kematian adalah bukan akhir bagi hidup orang percaya, tetapi kematian adalah sebuah pintu yang menuju kepada kehidupan kekal di dalam persekutuan dengan Allah. Hidup yang kekal itu bisa kita alami sekarang, ketika kita percaya. Sudah percayakah kita?

BERDOA

BERNYANYI – KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya Padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia; Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku bercela. O betapa mulia dan ajaib kuasa-Nya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Bersama Tuhan Kita Menang


BERNYANYI BE. No. 275:1 O Jesus Tuhanki
O Jesus Tuhanki, Ho Siparmo-nang i. Raja tongtong. Ndang na margogo au, molo so ho di au. Ipe dongani au, di tano on.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Hakim-hakim 6:1-10
Malam: Ayub 35:9-16

RENUNGAN
Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”
1 Samuel 17:32

Bersama Tuhan Kita Menang
Dalam perjalanan hidup kita, tidak selamanya bisa mulus, bahagia, tenang dan damai tetapi selalu ada tantangan, cobaan, marabahaya dan musuh yang bisa sesewaktu menjerumuskan hidup kita. Masalahnya adalah: “Bila kita mengalami pergumulan dan cobaan kepada siapa kita berseru dan meminta pertolongan? Apakah meminta kekuatan akan kuasa-kuasa dunia ini?” Tetapi kita sebagai orang percaya janganlah kita mengandalkan akan kuasa dunia ini atau kekuatan, kepintaran yang kita miliki, tetapi marilah kita mengandalkan akan kuasa Allah. Sebagaimana yang dialami oleh Daud waktu berhadapan dengan musuhnya orang Filistin yaitu Goliat yang waktu masa mudanya sudah seorang prajurit, yang lengkap dengan senjata perangnya, dan mengetahui strategi perang sedangkan Daud yang masih mudah dan hanya seorang gembala. Karena itulah ada keragu-raguan Saul mana mungkin Daud bisa melawan Goliat. Saul mengingatkan Daud supaya jangan pergi melawannya. Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Daud meyakinkan Saul, walaupun hambamu ini hanya seorang gembala dengan alat perang tradisional, tetapi dengan pertolongan dan kuasa Tuhan akan mampu menaklukkannya. Daud percaya bersama Tuhan pasti akan menang. Inilah yang membuat Daud tidak tawar hati menjalani hidup ini.

Demikian jugalah kita sebagai orang percaya dalam menjalani hidup ini, marilah kita mencontoh hidup Daud yang selalu menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Pasti menjalani hidup ini, tidak selamanya aman selalu ada tantangan yang harus kita alami, karena itulah mintalah campurtangan Tuhan untuk menolong, sehingga semuanya akan bisa teratasi dengan baik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 363:1 Bagi Yesus Kuserahkan
Bagi Yesus kuserahkan, hidupku seluruhnya. Hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Lamb of God


Jumat Agung
Peringatan Hari Kematian Tuhan Yesus

Topik:
Yesus Terkutuk Karena Dosa Kita
(Ampe Tu Jesus Do Bura Ni Dosanta)

Warna Tutup Altar : Hitam
Warna kegelapan, lambang kematian dan kesedihan.

Ev. Markus 15:22-32
Ep. Mika 7:7-13

LAMB OF GOD = Agnus Dei

Alkitab banyak bercerita tentang domba, hal ini sering dipergunakan untuk menggambarkan bagaimana Allah adalah seorang gembala agung yang menjaga umatNya dan memberikan apa yang perlu bagi domba-dombaNya (Mazmur 23). Tetapi disisi lain, Alkitab juga memberikan gambaran mengenai domba yang dikurbankan. Hal ini dituliskan oleh Yohanes dalam kitab Injil 1:29 “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”.
Mengorbankan domba telah menjadi tradisi bagi bangsa Israel, dimulai dari tanah Mesir ketika tulah kesepuluh akan terjadi. Setiap rumah dimana palang pintunya diolesi dengan darah domba, pasti akan selamat dari kematian ketika Tuhan melawat tanah Mesir. Peristiwa ini adalah cikal bakal dimana bangsa Israel merayakan Pesakh, dimana domba-domba akan dikurbankan bagi Allah. Peristiwa ini adalah janji Allah untuk membebaskan manusia. Penggenapan janji tersebut ada pada Kristus yang dikurbankan (sebagai domba) sehingga Kristus menjadi perantara perdamaian antara manusia dengan Allah. Ketika penyaliban terjadi, jelaslah bahwa Kristus sudah berada diantara bumi dan langit. Ia penyambung antara umat dengan Tuhan.

Kejarlah Kekudusan


BERNYANYI BE. No. 566 Na Badia
Na badia do Ho dipuji rohangkon do diboto rohangkon do mandok badia do Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Raja-raja 5:20-27
Malam: Roma 5:12-21

RENUNGAN
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”
Yesaya 6:3

Kejarlah Kekudusan
Sifat utama Allah yang dinyatakan kepada Yesaya adalah kekudusan-Nya. Allah menunjukkan kesucian-Nya, terpisah dari dosa dan menentang semua kejahatan. Sebagai umat Tuhan, kita juga harus juga hidup kudus, menentang segala kejahatan dan perbuatan dosa. Dalam khotbah di Bukit, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus berbeda dari dunia ini. Kita harus menelaah dengan seksama, apa artinya menjadi orang-orang kudus. Pengertian kita tentang kekudusan seringkali tidak cukup luas. Kita mengira bahwa kekudusan hanyalah sejauh: “Saya tidak merokok, saya tidak peminum minuman keras, saya tidak memakan atau minum obat2 terlarang, dan tidak bergaul dengan mereka yang melakukan ltu.

Jadi apa yang dimaksudkan dengan kekudusan? Untuk mengerti makna kekudusan, kita harus menatap kepada Salib Kristus dan kebangkitan-Nya. Dari Salib Kristus terlihat bahwa kita dipanggil untuk mati. Rasul Paulus berkata dalam kitab Roma 6 bahwa kalau Yesus Kristus mati, maka kita juga mati. Maksudnya, segala sesuatu yang menjadi penghalang antara kita dengan Allah, yaitu segala perbuatan dosa seharusnya tidak dapat lagi menguasai kita. Untuk menjadi pengikut Kristus yang disebut juga umat Kristen, kita selalu perlu menatap Salib Kristus. Untuk menjadi saksi Kristus, kita harus hidup kudus. Dan bila Yesus Kristus adalah teladan kita, maka hal pertama yang harus kita lakukan dengan penuh kesungguhan ialah: mati terhadap dosa, yaitu tidak mau kompromi terhadap perbuatan-perbuatan dosa. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 235: 4 Kudengar Berkat-Mu Turun
Mampirlah, ya Roh Perkasa, t’rangi mata hatiku; sabda Kristus b’ri berkuasa, dalam diri hamba-Mu. Aku pun, aku pun, ya, terangi aku pun!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pulih


BERNYANYI BE. No. 176:2 Na Mungkap Do Surgo
Dosam do tinaonNa di Golgata i, :’: disi dipasae do sude utangmi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yohanes 8:30-36
Malam: Mazmur 119:73-80

RENUNGAN
Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku.
Yeremia 33:8

Pulih
Sejak semula Allah menciptakan manusia sempurna adanya. Alkitab bersaksi manusia diciptakan segambar dengan Allah. Namun dosa dengan pemberontakan manusia itu membuat manusia yang tadinya kekal karena segambar dengan Allah menjadi fana karena keberdosaannya. Kefanaan manusia ini yang dicoba untuk dibuat lagi menjadi kekal oleh Allah sendiri dengan cara memulihkan kembali yang menurut nas ini dengan cara mentahirkan dan mengampuni. Mentahirkan dan mengampuni adalah suatu hal yang sangat diharapkan datang segera ketika seseorang berada dalam posisi sakit dikucilkan, dan seorang terpidana yang dalam waktu dekat akan menjalani hukuman mati. Bagaimana jika kedua hal ini terjadi pada diri kita? Mentahirkan. Sakit kusta adalah sesuatu yang najis (Imamat 14). Dikatakan najis membuat penderita kusta yang sudah sangat menderita sakit ditambah lagi harus diasingkan yang artinya tidak boleh bergabung dengan sesama manusia sehat. Dalam kondisi seperti itu tentu kita juga dapat merasakan bagaimana penderitaan orang tersebut. Sang Allah dalam Yesus Kristus datang mentahirkan 10 orang kusta, ketika mereka berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Kata Yesus: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir (Lukas 17). Yesus memulihkan hidup mereka untuk boleh berinteraksi lagi dengan sesama yang adalah hak azasi yang sangat mendasar sebagai manusia. Mengampuni. Seseorang yang divonis hukuman mati oleh pengadilan (yang kadang tidak adil), mendapat pengampunan dari seorang Presiden yang adalah pimpinan pemerintahan dengan kewenangan Grasinya. Tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah (Roma 13). Presiden tadi mengampuni terpidana sehingga dia menjadi pulih kembali. Betapa sukacitanya orang tersebut karena luput dari hukuman mati. Adalah jauh lebih besar pentahiran dan pengampunan yang dilakukan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa kita dengan darah-Nya sendiri sehingga kita dipulihkan menjadi segambar dengan Allah kembali. Betapa beruntungnya kita orang percaya. Mari kita berkomitmen untuk tidak lagi memberontak terhadap Allah. Amen.

BERDOA

BERNYANYI – KJ No. 27:1 Meski Tak Layak Diriku
Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darah-Mu dan kar’na Kau memanggilku ‘ku datang, Yesus pada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Undanglah Tuhan Dalam Pekerjaanmu


BERNYANYI BE. No. 262:1 Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan! Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Maleakhi 2:1-9
Malam: Galatia 3:9-12

RENUNGAN
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Mazmur 127:1

Undanglah Tuhan Dalam Pekerjaanmu
Apakah Anda pernah berpikir, “Kalau bukan saya yang bekerja, mana bisa keluarga saya hidup?” atau “Kalau bukan saya yang mengatur semuanya, mana ada kerjaan di kantor yang beres?” Hati-hati dengan pikiran seperti itu karena hal itu adalah suatu bentuk kesombongan tersembunyi. Saat kita berpikir atau berkata seperti itu sebenarnya kita sedang mengagungkan diri sendiri melebihi Allah. Kita berpikir, kitalah yang menjadikan keluarga atau perusahaan kita mampu bertahan. Padahal, tidak begitu kebenarannya. Beberapa waktu ini saya menghadapi tantangan dalam pekerjaan, saya mengubah jadwal kerja yang saya pikir akan membuatnya produktif. Ketika hasil akhir yang diharapkan tidak juga muncul, saya berusaha lebih keras. Saya bekerja lebih lama dan lebih keras lebih dari biasanya namun hasil akhirnya lebih sedikit dari rata-rata biasanya. Ketika Tuhan tidak bekerja bersama kita maka kerja keras kita akan sia-sia. Pertanyaan pentingnya adalah: apakah kita percaya bahwa Tuhan sanggup mengurus segala sesuatu dalam hidup kita? Kadang sebagai orang Kristen berfikir bahwa Tuhan menciptakan dunia ini yang kemudian membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya. Tetapi tidak demikian, Tuhan campur tangan dalam segala hal di setiap waktu. Biarlah kebenaran ini mendorong kita untuk terus mengandalkan pemeliharaan dan kedaulatan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ- No. 370:1 ‘Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah berbunga dan berair sejuk. Ya, ke mana juga aku mau mengikut-Nya. Sampai aku tiba di neg’ri baka. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan Mengikut-Nya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana Juga ‘ku mengikut-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin