Kebangkitan Hidup


BERNYANYI BE. 96:3 Nunga Talu Hamatean
Marlasroha be ma hita, ala hehe Jesus i. Ai malua sude hita, sian hamagoan i. Haleluya, haleluya. Nunga hehe Jesus i. Haleluya, haleluya, nunga hehe Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Matius 25:31-46
Malam: Kisah Para Rasul 28:8-10

RENUNGAN
Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.
Yohanes 11:25b

Kebangkitan Hidup
Kematian adalah suatu hal yang sudah pasti akan terjadi dan harus kita lalui. Tetapi sering kita merasa tidak nyaman membayangkan kematian itu, kita merasa takut meskipun kita tahu bahwa ketakutan itu tidak akan memperpanjang usia kita. Dalam kehidupan, suka atau tidak suka kita sering mengalami kesulitan, pencobaan dan pergumulan yang berat. Ketika menghadapi kesulitan, kita sering bertanya: “Mengapa Tuhan tidak datang dan menolong tepat pada waktunya? Mengapa sesudah kita berdoa siang dan malam, pertolongan Tuhan tidak juga kunjung tiba?” Jika kita membaca kisah tentang apa yang dikerjakan Kristus kepada keluarga Lazarus, Tuhan membiarkan kesulitan itu terjadi justru dengan tujuan yang lebih besar. Dengan membangkitkan Lazarus dari kematiannya, Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kematian, baik jasmani maupun rohani.

Percaya kepada Tuhan Yesus, berarti hidup atas kematian. Barangsiapa percaya kepada Tuhan, akan hidup walaupun sudah mati memiliki arti bahwa persoalan manusia tidak hanya berkaitan dengan hidup masa kini (sekarang) tetapi juga kehidupan yang akan datang (sesudah kematian). Sebaiknya kita tidak mengukur kasih Allah dengan kekayaan yang kita miliki, kesehatan, atau kelancaran rejeki yang Tuhan berikan. Ukurlah kasih Allah dengan seberapa besar Dia menyatakan kuasa-Nya, kemuliaan-Nya kepada kita. Seringkali untuk mengenal Allah dan kasih-Nya yang sedemikian, itu disertai dengan Tuhan yang mengijinkan segala kesulitan, pergumulan bahkan kematian di dalam hidup kita. Kalau itu terjadi, hal itu karena Tuhan mengasihi kita. Kristus mati menebus segala dosa kita untuk membawa kita kepada Allah. Kematian adalah bukan akhir bagi hidup orang percaya, tetapi kematian adalah sebuah pintu yang menuju kepada kehidupan kekal di dalam persekutuan dengan Allah. Hidup yang kekal itu bisa kita alami sekarang, ketika kita percaya. Sudah percayakah kita?

BERDOA

BERNYANYI – KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya Padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia; Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku bercela. O betapa mulia dan ajaib kuasa-Nya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s